<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>UnitedFool.com &#187; Tulisan Jiwa</title>
	<atom:link href="http://www.unitedfool.com/topik/tulisan-jiwa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.unitedfool.com</link>
	<description>But God chose the foolish things of the world to shame the wise... (1 Cor 1:27-29)</description>
	<lastBuildDate>Tue, 08 Jun 2010 13:43:09 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Tumpukan Puisi di Masa Lalu</title>
		<link>http://www.unitedfool.com/2009/05/22/tumpukan-puisi-di-masa-lalu/</link>
		<comments>http://www.unitedfool.com/2009/05/22/tumpukan-puisi-di-masa-lalu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 May 2009 00:14:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>riel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan Jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[puisi cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.unitedfool.com/?p=1666</guid>
		<description><![CDATA[Tadi pagi, saya menemukan kembali tumpukan puisi yang pernah ditulis dan di-publish di UF bertahun-tahun lalu. Membaca puisi-puisi itu mengingatkan saya akan sekelumit perjalanan dan pergumulan yang dulu pernah saya hadapi. Saya berpikir tidak ada ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img width="140" height="130" src="http://www.unitedfool.com/images/tulisan_jiwa/poems.jpg" align="left" alt="Kumpulan Puisi Cinta dan Kehidupan - UnitedFool.com" title="Kumpulan Puisi Cinta dan Kehidupan - UnitedFool.com" />Tadi pagi, saya menemukan kembali tumpukan puisi yang pernah ditulis dan di-publish di UF bertahun-tahun lalu. Membaca puisi-puisi itu mengingatkan saya akan sekelumit perjalanan dan pergumulan yang dulu pernah saya hadapi. Saya berpikir tidak ada salahnya, kalau 24 puisi itu di-publish lagi untuk konsumsi Sobat UF. Semoga bisa mewarnai hari Anda atau mungkin jadi alternatif mengisi waktu di sela jam istirahat. </p>
<p> <span id="more-1666"></span><br />
<strong> MLPS (Nick: Riel)</strong></p>
<ul title="Puisi karangan Riel - UnitedFool.com">
<li> <a href="http://www.unitedfool.com/cool_stuff/puisi/abadi.html" title="Puisi: Abadi - Sebuah Puisi Natal" target="_blank">Abadi &#8211; Sebuah Puisi Natal</a> </li>
<li><a href="http://www.unitedfool.com/cool_stuff/puisi/cinta.html" title="Puisi: Inspirasi Cinta" target="_blank">Inspirasi Cinta</a> </li>
<li> <a href="http://www.unitedfool.com/cool_stuff/puisi/tanah.html" title="Puisi: Tanah Perjanjian" target="_blank">Tanah Perjanjian</a> </li>
<li>  <a href="http://www.unitedfool.com/cool_stuff/puisi/harakiri.html" title="Puisi: Harakiri" target="_blank">Harakiri</a> </li>
<li> <a href="http://www.unitedfool.com/cool_stuff/puisi/dia.html" title="Puisi: Dia" target="_blank">Dia</a> </li>
<li> <a href="http://www.unitedfool.com/cool_stuff/puisi/bitterness.html" title="Puisi: Bitterness" target="_blank">Bitterness</a></li>
</ul>
<p> &nbsp;</p>
<p> <strong>Doan APS (Nick: Dewa) </strong> </p>
<ul title="Puisi karangan Doan APS - UnitedFool.com">
<li> <a href="http://www.unitedfool.com/cool_stuff/puisi/perbedaan.html" title="Puisi: Di Tengah-tengah Perbedaan" target="_blank"> Di Tengah-tengah Perbedaan</a> </li>
<li> <a href="http://www.unitedfool.com/cool_stuff/puisi/tinggalkan.html" title="Puisi: Tinggalkan Semua" target="_blank">Tinggalkan Semua</a> </li>
<li><a href="http://www.unitedfool.com/cool_stuff/puisi/jiwa.html" title="Puisi: Pencarian Jiwa" target="_blank">Pencarian Jiwa</a> </li>
<li><a href="http://www.unitedfool.com/cool_stuff/puisi/dalam.html" title="Puisi: Dalam" target="_blank">Dalam</a> </li>
<li><a href="http://www.unitedfool.com/cool_stuff/puisi/terang.html" title="Puisi: Dalam Terang" target="_blank">Dalam Terang</a> </li>
<li> <a href="http://www.unitedfool.com/cool_stuff/puisi/antara_dua.html" title="Puisi: Di Antara Dua" target="_blank">Di antara Dua</a>   </li>
<li> <a href="http://www.unitedfool.com/cool_stuff/puisi/bintang.html" title="Puisi: Bintang-Bintang" target="_blank">Bintang-Bintang</a> </li>
<li> <a href="http://www.unitedfool.com/cool_stuff/puisi/senyum.html" title="Puisi: Ketika Senyum itu Datang" target="_blank">Ketika Senyum itu Datang</a> </li>
<li><a href="http://www.unitedfool.com/cool_stuff/puisi/rinduku.html" title="Puisi: Hilangkan Rinduku" target="_blank">Hilangkan Rinduku</a> </li>
<li><a href="http://www.unitedfool.com/cool_stuff/puisi/waktu.html" title="Puisi: Menunggu Waktu" target="_blank">Menunggu Waktu</a> </li>
<li> <a href="http://www.unitedfool.com/cool_stuff/puisi/percuma.html" title="Puisi: Percuma" target="_blank">Percuma</a> </li>
<li> <a href="http://www.unitedfool.com/cool_stuff/puisi/senja.html" title="Puisi: Senja di Rumahku" target="_blank">Senja di Rumahku</a> </li>
<li> <a href="http://www.unitedfool.com/cool_stuff/puisi/aku_dan_dia.html" title="Puisi: Antara Aku dan Dia" target="_blank">Antara Aku dan Dia</a> </li>
<li> <a href="http://www.unitedfool.com/cool_stuff/puisi/pergi.html" title="Puisi: Ku Takkan Pergi" target="_blank">Kau Takkan Pergi</a> </li>
<li> <a href="http://www.unitedfool.com/cool_stuff/puisi/kesendirian.html" title="Puisi: Kesendirian" target="_blank">Kesendirian</a> </li>
</ul>
<p> &nbsp;</p>
<p><strong>Lainnya </strong></p>
<ul title="Puisi karangan Sobat UF - UnitedFool.com">
<li> <a href="http://www.unitedfool.com/cool_stuff/puisi/masalah.html" title="Puisi: Masalah" target="_blank"> Masalah oleh Wodha M U</a> </li>
<li> <a href="http://www.unitedfool.com/cool_stuff/puisi/pilihan.html" title="Puisi: Hidup adalah Pilihan" target="_blank">Hidup adalah Pilihan oleh Grace</a> </li>
<li><a href="http://www.unitedfool.com/cool_stuff/puisi/hari_ini.html" title="Puisi: Waktuku adalah HARI INI" target="_blank">Waktuku adalah HARI INI oleh Indah</a> </li>
</ul>
<p> &nbsp;</p>
<p>* Puisi-puisi ini milik pengarang sepenuhnya. Setiap penggunaan dalam bentuk apapun diperbolehkan, asalkan sudah meminta ijin/memberitahu terlebih dahulu ke UnitedFool.com </p>
<img src="http://www.unitedfool.com/sira/?ak_action=api_record_view&id=1666&type=feed" alt="" /><p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.unitedfool.com%2F2009%2F05%2F22%2Ftumpukan-puisi-di-masa-lalu%2F&amp;linkname=Tumpukan%20Puisi%20di%20Masa%20Lalu"><img src="http://www.unitedfool.com/sira/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.unitedfool.com/2009/05/22/tumpukan-puisi-di-masa-lalu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tolong Aku</title>
		<link>http://www.unitedfool.com/2005/04/27/tolong-aku/</link>
		<comments>http://www.unitedfool.com/2005/04/27/tolong-aku/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Apr 2005 10:30:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>riel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan Jiwa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.unitedfool.com/sira/?p=843</guid>
		<description><![CDATA[
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jalanmu adalah jalan sempit penderitaan. Sebuah jalan dimana kemuliaan dan kemenangan itu berada. Tekanan kuat dalam rumah yang fana ini semakin menguatkan kerinduanku<br />
untuk segera berjumpa denganmu. Pengalaman terindah yang bisa dialami oleh seorang manusia adalah menangis dalam pelukanmu, penerimaanmu. </p>
<p><span id="more-843"></span></p>
<p>Aku merindukanmu dalam setiap tarikan nafasku. Aku rindu bercakap-cakap bersamamu saat matahari bersinar kekuningan di pagi<br />
yang cerah. Aku rindu menyapamu dalam keluh kesah mereka yang membutuhkan pertolongan dan kasih. Aku rindu berteriak menyerah<br />
dalam titik nol hidupku. Aku rindu bisa memahami semua yang membuat hatimu sedih. </p>
<p>Aku banyak mengecewakanmu. Mengabaikanmu demi sesuap ego. Melupakanmu demi sebongkah sungut-sungut. Menghinamu demi sejumput<br />
pengkhianatan yang kubiarkan tumbuh. Aku merindukanmu&#8230; jangan biarkan dunia menjauhkanku darimu.  </p>
<p>Tidak pernah kulupa perjumpaanku denganmu bertahun-tahun yang lalu. Kau angkat aku dalam kehinaan manusia yang berdosa.<br />
Kau celikkan mataku untuk melihat hidup yang telah kau berikan. Sejak saat itu, aku tidak pernah sama lagi.  </p>
<p> Tolong aku menjadi kuat melawan serangan penguasa di udara. Berdiri tegap berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan<br />
keadilan. Berkasutkan kerelaan untuk memberitakan kabar baik damai sejahtera. Dalam segala keadaan menggunakan perisai iman, ketopong<br />
keselamatan, dan pedang roh. Tolong aku berdiri gagah mengibarkan panjimu. Tolong aku tetap setia taat menuruti setiap perkataanmu. Perkataan yang memberiku hidup dan damai.</p>
<p>Kiranya sebait lagu dari manusia bebal sepertiku ini sampai di takhtamu yang kudus. Betapa hanya kau sumber kuatku, pemegang kunci kehidupanku. &quot;Lebih dari segalanya&#8230; aku berharap padamu&#8230; Lebih dari para penjaga&#8230; mengharap fajar pagi&#8230; Begitu rindu hatiku&#8230; berada dekatmu&#8230; Alangkah dalam kasihmu&#8230; memenuhi hidupku&#8230; Tenanglah jiwaku&#8230; dalam naungan sayapmu&#8230; menembus awan kelabu&#8230; pandang kemuliaanmu&#8230; Selalu kurindu&#8230; dekat dalam hatimu&#8230; mengikuti rencanamu&#8230;&quot;</p>
<img src="http://www.unitedfool.com/sira/?ak_action=api_record_view&id=843&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.unitedfool.com/2005/04/27/tolong-aku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kala Aku Pulang</title>
		<link>http://www.unitedfool.com/2005/03/21/kala-aku-pulang/</link>
		<comments>http://www.unitedfool.com/2005/03/21/kala-aku-pulang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Mar 2005 07:30:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>atur</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan Jiwa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.unitedfool.com/sira/?p=820</guid>
		<description><![CDATA[
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hatiku melonjak ketika atasanku meluluskan permohonan cutiku beberapa hari. Pikiranku melayang mengingat seseorang yang kucintai nun jauh di sana. Membayangkan saat-saat yang akan kami lalui dengan penuh canda dan tawa.</p>
<p><span id="more-820"></span></p>
<p> Membayangkan tempat-tempat yang akan kami kunjungi sambil membiarkan memori kami disegarkan. Membayangkan keluarga, teman, dan kerabat yang akan kami temui untuk melepas rindu. Rencana demi rencana bermunculan di benakku. Mereka seakan berlomba-lomba minta untuk diwujudkan.
</p>
<p>
Tak lama di udara, kakiku akhirnya berpijak di Bandara Soekarno Hatta. Penjemputku, yang tak lain adalah pangeranku, menyambut dengan senyum terbaik. Setangkai mawar merah dipersembahkan sambil berbisik, &#8220;Selamat datang, tuan puteriku.&#8221; Dia benar-benar tahu bagaimana membuatku tersanjung. Kami berbincang banyak hal beberapa jam kemudian. Duduk-duduk di bandara dari jam lima sore hingga 8 malam. Cerita demi cerita mengalir bergantian dari mulut kami. Bandara menjadi saksi sepasang kekasih melepas rindu.
</p>
<p>
Waktu yang sempit membuat kami harus memanfaatkannya dengan efektif dan efisien. Mulai dari acara belanja, rekreasi, nonton, mempersiapkan acara ulang tahun dan valentine, reuni, bahkan refresh ilmu dengan asisten dosen di rumah sakit aku lakukan. Pangeranku dengan setia menemani ke mana pun aku pergi. Aku bak tuan puteri layaknya di negeri dongeng.
</p>
<p>
Seminggu ini, hari-hariku penuh warna. Bak pelangi terbentang di langit. Bahagia rasanya dapat kembali berada di tengah-tengah orang yang dekat di hati. Benar kata pepatah, &#8220;Meski hujan emas di negeri orang, masih lebih baik hujan batu di negeri sendiri&#8221;. Walaupun kita enak di tanah rantau, tetapi lebih enak di rumah sendiri.
</p>
<p>
Aku bersyukur untuk kesempatan merantau yang Tuhan berikan. Aku bersyukur untuk pekerjaan yang Tuhan sediakan. Betapa aku melihat, Tuhan sungguh baik merancangnya bagiku. Di sisi lain, kami belajar ekstra tentang hubungan jarak jauh. Dengan sarana komunikasi yang terbatas, kami selalu berusaha kontak. Didasari penyerahan penuh pada Tuhan dan rasa percaya pada pasangan, kami berusaha menjalani komitmen bersama. Puji Tuhan, sampai saat ini kami bertahan.
</p>
<p>
Saatnya untuk kembali ke tempat tugas. Aku harus terbang pagi-pagi sekali. Ibarat handphone yang baru di-charge, baterai kami penuh. Kami berharap baterai itu cukup untuk bertahan sampai pertemuan kami selanjutnya. God, help us. </p>
<p>Dhe, 3 Maret 2005, 1:30 PM, Lembor,  Flores, NTT </p>
<p>&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>* Tulisan ini saya (Riel) terima dari Dhe hari ini, Senin, 21 Maret 2005 pukul 12.30 siang lewat Pak Pos. Seperti biasa, setiap kali ada surat dari<br />
Dhe, Pak Pos itu tersenyum meledek sambil mengangkat tinggi-tinggi surat itu. Ia tahu itu surat dari Dhe karena di atas setiap surat<br />
selalu tertempel perangko foto kami berdua.</p>
<p> Dhe pulang ke Jakarta pada 8-16 Februari 2005 lalu. Saya tidak menyangka, selain menulis surat, dia juga menulis cerita isi hatinya di satu lembar kertas yang ingin dia muat di UF. Kira-kira begitulah isinya dan tidak diedit sama sekali. </p>
<img src="http://www.unitedfool.com/sira/?ak_action=api_record_view&id=820&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.unitedfool.com/2005/03/21/kala-aku-pulang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Terus Percaya</title>
		<link>http://www.unitedfool.com/2004/12/25/terus-percaya/</link>
		<comments>http://www.unitedfool.com/2004/12/25/terus-percaya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Dec 2004 10:46:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>riel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan Jiwa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.unitedfool.com/sira/?p=747</guid>
		<description><![CDATA[
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mendengar suaramu hari ini menyisakan sebuah pertanyaan besar yang akan kubawa hingga minggu depan. Aku beruntung memiliki penasihat yang selalu siap sedia mengingatkanku untuk terus bertahan melalui tantangan kehidupan yang sedang aku jalani.</p>
<p><span id="more-747"></span></p>
<p>Terkadang aku merasa lelah dan ingin berhenti. Namun, entah mengapa, hari demi hari aku selalu menemukan alasan baru mengapa aku harus bertahan dan tetap kuat. Meski kekuatan itu terkadang bisa hilang lenyap tertiup angin kemarahan. </p>
<p>Saat ini aku tidak berharap agar ini semuanya cepat berlalu dan berakhir dengan bahagia. Aku hanya berharap agar diberi kekuatan dan pengharapan bahwa semuanya ini baik bagiku, baik bagimu. </p>
<p>Sesuatu yang mulia tidak pernah didapat lewat jalan yang mudah. Sudah menjadi kesaksian sejarah, bahwa kisah-kisah kehidupan yang memberikan inspirasi dan mengubahkan harus melewati masa-masa suram, penuh air mata, dan penantian. Adakah kemuliaan di balik semua yang aku lalui ini? Jawabnya ada. Inilah yang aku pinta dan doakan agar aku diberi kekuatan untuk terus kuat dan percaya bahwa ada kemuliaan di balik semuanya ini. </p>
<p>Hidup ini terlalu luas untuk dipahami oleh seorang muda yang masih berusia seperempat abad sepertiku. Pikiran ini terlalu sempit untuk menangkap jalan-jalan Allah. Aku hanya bisa percaya. Namun, aku tahu, untuk menjadi percaya pun butuh ketekunan. Aku percaya, jalan-Nya jauh lebih baik meski jalan yang aku pilih sudah sangat baik menurutku. Aku percaya, rencana-Nya jauh lebih indah, melebihi semua rencana terindah yang aku buat. </p>
<p>Memasuki tahun 2005 nanti, aku berjanji pada diri sendiri untuk terus percaya sebab aku yakin ada kemuliaan di balik semua yang aku alami. Aku tidak tahu apa yang akan aku lalui di masa depan. Aku hanya ingin merajut hari ini, menyambungnya dengan masa lalu, dan berharap aku menjadi pribadi yang kuat, tahan uji, dan menghargai Dia yang memberikanku nafas hidup. </p>
<img src="http://www.unitedfool.com/sira/?ak_action=api_record_view&id=747&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.unitedfool.com/2004/12/25/terus-percaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hanya Ingin</title>
		<link>http://www.unitedfool.com/2004/12/15/hanya-ingin/</link>
		<comments>http://www.unitedfool.com/2004/12/15/hanya-ingin/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Dec 2004 12:49:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>riel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan Jiwa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.unitedfool.com/sira/?p=734</guid>
		<description><![CDATA[
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Waktu berlalu begitu saja. Matahari terbangun lalu tertidur begitu cepat. Tanggal-tanggal dalam kalender melompat jauh dan terburu-buru. Desember&#8230; 2004&#8230; </p>
<p><span id="more-734"></span></p>
<p>Apa yang aku lakukan setahun yang lalu? Seperti apa aku dua tahun yang lalu? Aku yang sekarang bukan yang dulu lagi. Aku berubah&#8230; Kesalahan, dosa, dan kemenangan berbaur seakan mengajarkan satu hal, kedewasaan. </p>
<p>Perlahan-lahan fisik ini akan menurun termakan usia, orang-orang yang pernah dikenal dan dikasihi akan berlalu. Hidup ini seperti rumput, seperti uap, hari ini ada, esok hilang. </p>
<p>Seseorang bisa berubah dalam hitungan detik. Sepotong kata, sepotong cinta, sepotong benci, bisa membuat dunia berubah. Dunia seseorang&#8230;</p>
<p>Tidak banyak teman di jalan lurus yang sempit. Berjuta teman kutemui di jalan yang lebar. Biarlah aku di sini saja, menelusuri jalan sempit demi hadiah yang tidak bisa kulihat, tapi bisa kurasa dalam batinku. </p>
<p>Bicara tentang dunia, tiada habisnya. Kegilaan, kompromi, cinta diri sendiri, sejak dulu tidak pernah berubah. Yang ada hanya semakin&#8230; semakin gila, semakin kompromi&#8230; </p>
<p>Kesetiaan, kehormatan, kejujuran, kasih, sudah menjadi bahan olok-olokan demi sepiring kedagingan dan nafsu. Aku percaya, semua yang baik dan mulia itu masih bisa ditemukan dalam hidup ini. Dunia ini akan berlalu dan kedatangan dunia yang baru itu semakin dekat. Betapa rindunya jiwa ini tenggelam selamanya dalam pesona kekekalan. </p>
<p>Air mata menetes dalam lelah dan jenuh melihat hidup yang tidak pernah adil. Entah mengapa, selalu ada harapan yang berserakan di jalan yang sempit penuh kerikil. Memungutnya satu per satu selangkah demi selangkah hingga tiba di tanah perjanjian. </p>
<p>Cukup berhargakah melewati jalan yang sempit penuh kerikil. Sedangkan banyak orang berbelok menuju jalan yang lebar dan licin. Ah&#8230; lebih baik berjalan membungkuk memungut harapan di jalan yang sempit daripada berjalan memungut rasa bersalah di jalan yang lebar karena mengingkari hakikat diciptakan, menyembah si pemilik alam semesta. </p>
<p>Persetan dengan ajaran dunia yang sesat. DiriNya terlalu berharga untuk ditinggalkan. CintaNya terlalu besar untuk diabaikan. Cuma satu jalan mengingkariNya, membunuhNya perlahan-lahan dalam hati yang bebal dan penuh dosa. </p>
<p>Hmm&#8230; kalian nikmati saja dunia ini, sebab jiwa ini hanya ingin berlabuh dalam dekapan hangat kasihNya. BersamaNya, jiwa ini teduh dan pasti.</p>
<img src="http://www.unitedfool.com/sira/?ak_action=api_record_view&id=734&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.unitedfool.com/2004/12/15/hanya-ingin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dalam Hujan</title>
		<link>http://www.unitedfool.com/2004/09/26/dalam-hujan/</link>
		<comments>http://www.unitedfool.com/2004/09/26/dalam-hujan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Sep 2004 04:52:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>riel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan Jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[curahan hati]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.unitedfool.com/sira/?p=651</guid>
		<description><![CDATA[ Cinta berlari-lari melewati batang-batang pohon yang menjulang tinggi. Bernaung di bawah kerimbunan daun-daun yang lebar. Titik-titik air jatuh mengusap wajahnya yang berseri. Matanya berbinar menyambut hari yang putih bercahaya. Sebuah pelukan hangat mengusir dingin ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> Cinta berlari-lari melewati batang-batang pohon yang menjulang tinggi. Bernaung di bawah kerimbunan daun-daun yang lebar. Titik-titik air jatuh mengusap wajahnya yang berseri. Matanya berbinar menyambut hari yang putih bercahaya. Sebuah pelukan hangat mengusir dingin yang berhembus di kulitnya. </p>
<p><span id="more-651"></span></p>
<p>Satu kecupan lembut jatuh di atas dahinya yang basah oleh air hujan. Dia tersenyum manja sambil memiringkan kepalanya. Hujan semakin deras, butiran-butiran air sebesar jagung berdebum di atas plastik hitam yang dijadikan naungan. Suasana alam yang kehijauan meneduhkan dua jiwa yang tersenyum. Hujan masih turun. </p>
<p>Bau tanah basah bercampur dengan kesejukan alam berbaur mengelilingi tempat berpijak. Dua kepala saling bersandar lalu tertawa penuh warna sambil memandang langit. Butiran-butiran air hujan yang terlihat seperti titik dari atas langit berubah menjadi titik-titik air yang besar menepuk daun-daun, menepuk wajah yang menengadah. </p>
<p>Dalam hujan, cinta tulus merebak hingga masa depan. Tangan saling menggenggam sementara tangan lainnya menahan plastik hitam di atas kepala. Dua pasang mata menatap dalam sambil sesekali membuang pandangan jauh ke depan. Tetesan air mata tersembunyi dalam tetesan air hujan yang masih menempel di wajah.</p>
<p>Dalam hujan, cinta tak kan pernah mati. Cnta selalu indah meski harus melewati berbagai cobaan. Dalam hujan, kenangan cinta ditulis di dalam buku waktu. Suatu saat nanti, dalam hujan, cinta tulus itu sudah teruji.</p>
<p>* Di tengah kesejukan alam pada pertengahan bulan September 2003. </p>
<img src="http://www.unitedfool.com/sira/?ak_action=api_record_view&id=651&type=feed" alt="" /><p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.unitedfool.com%2F2004%2F09%2F26%2Fdalam-hujan%2F&amp;linkname=Dalam%20Hujan"><img src="http://www.unitedfool.com/sira/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.unitedfool.com/2004/09/26/dalam-hujan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Air Mata</title>
		<link>http://www.unitedfool.com/2004/09/15/air-mata/</link>
		<comments>http://www.unitedfool.com/2004/09/15/air-mata/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Sep 2004 13:51:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>riel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan Jiwa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.unitedfool.com/sira/?p=635</guid>
		<description><![CDATA[
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>  Sinar matamu membuatku melihat masa depan hanya bersamamu. Genggaman tanganmu meneguhkan tekadku untuk menembus tantangan tersulit yang akan datang. Pelukanmu meneduhkan jiwaku yang galau terhisap rasa rindu. </p>
<p><span id="more-635"></span></p>
<p>Selama kau jauh di sana, aku terus berharap yang terbaik menorehkan semakin dalam cinta yang sudah dimulai. Kita bisa melewati jalan setapak berbatu dalam tahun-tahun yang tak bersahabat ini bersama-sama. Suatu saat kelak kita akan tertawa dan tidak menangis lagi. Airmata yang tercurah dalam tahun-tahun yang kita lalui menjadi saksi dalamnya cinta kita.</p>
<p>Kita harus kuat menghadapi pedihnya sepi tak kuasa menahan rindu. Di sini, aku selalu merindukanmu. Setiap doa, surat dan pemberianku adalah imanku bahwa cinta kita abadi. Aku berdoa kepada Bapa kita agar Ia menuntun kita memenangkan pertandingan hingga akhir. </p>
<p>Meski ribuan kali bibir kita bergetar dan kita menangis berdua dalam diam saling menatap, suatu saat kelak itu akan menjadi keindahan yang takkan pernah kita lupakan. Aku tak ingin lagi menahan air mataku yang jatuh sebab cintamu menenggelamku dalam rasa yang tak terlukiskan. </p>
<p>Terima kasih untuk cinta dan kesetiaanmu. Kaulah keindahanku. Setiaku, cintaku, doaku, harapanku, kuberikan hanya untukmu. Di hatiku, kaulah selamanya.</p>
<img src="http://www.unitedfool.com/sira/?ak_action=api_record_view&id=635&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.unitedfool.com/2004/09/15/air-mata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aku Mencintaimu</title>
		<link>http://www.unitedfool.com/2004/09/15/aku-mencintaimu/</link>
		<comments>http://www.unitedfool.com/2004/09/15/aku-mencintaimu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Sep 2004 23:35:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>riel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan Jiwa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.unitedfool.com/sira/?p=633</guid>
		<description><![CDATA[
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Melihatmu hari ini sama seperti melihat pagi yang merekah sepanjang hari. Jauh darimu sama seperti malam sunyi tanpa bintang. Maafkan aku bila aku rapuh sama seperti daun kering di musim semi. Tapi aku bisa kuat sama seperti batu karang di dasar laut.</p>
<p><span id="more-633"></span></p>
<p>Bukan maksud hatiku meragukan perjalanan yang masih panjang ini. Sama seperti isi suratmu yang dulu, aku tak pernah seyakin ini dalam hidupku kalau aku mencintaimu.  </p>
<p>Aku ingin mencintaimu dengan hati seorang anak kecil. Aku ingin mencintaimu lewat mata seorang ayah. Aku ingin bersamamu sebagai sahabat yang setia. Aku tidak ingin kehilangan dirimu. </p>
<p>Biarlah kata terima kasih penuh cinta yang kuucapkan bergema hingga kekekalan. Betapa Bapa sangat baik padaku memberikanku seseorang yang istimewa dalam<br />
hidupku. Biarlah namamu menjadi pengingat abadi kalau aku mencintai dirimu yang berharga untuk selamanya&#8230;         </p>
<img src="http://www.unitedfool.com/sira/?ak_action=api_record_view&id=633&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.unitedfool.com/2004/09/15/aku-mencintaimu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

