<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>UnitedFool.com &#187; Kliping</title>
	<atom:link href="http://www.unitedfool.com/topik/kliping/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.unitedfool.com</link>
	<description>But God chose the foolish things of the world to shame the wise... (1 Cor 1:27-29)</description>
	<lastBuildDate>Tue, 08 Jun 2010 13:43:09 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Mengapa Mereka Diam?</title>
		<link>http://www.unitedfool.com/2009/07/23/mengapa-mereka-diam/</link>
		<comments>http://www.unitedfool.com/2009/07/23/mengapa-mereka-diam/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Jul 2009 06:41:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>riel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kliping]]></category>
		<category><![CDATA[mainstream muslim]]></category>
		<category><![CDATA[teroris]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.unitedfool.com/?p=1835</guid>
		<description><![CDATA[ Sejumlah pertanyaan meluncur deras dari mulut seorang teman saya, pasca meledaknya bom bunuh diri di hotel Ritz Carlton dan JW Marriot yang terjadi pada 17 Juli 2009 lalu. Benang merah dari semua pertanyaannya itu ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img width="140" height="130" src="http://www.unitedfool.com/images/kliping/question-mark.jpg" align="left" alt="Mengapa Mainstream Muslim Diam Tentang Aksi Teroris di Indonesia" title="Mengapa Mainstream Muslim Diam Tentang Aksi Teroris di Indonesia" /> Sejumlah pertanyaan meluncur deras dari mulut seorang teman saya, pasca meledaknya bom bunuh diri di hotel Ritz Carlton dan JW Marriot yang terjadi pada 17 Juli 2009 lalu. Benang merah dari semua pertanyaannya itu adalah, mengapa kelompok mainstream muslim ragu-ragu atau tidak berani berbicara keluar tentang tindakan para teroris itu. Namun, ketika berbicara tentang sepak terjang dunia Barat dan Eropa yang dinilai merendahkan kaum muslim, mereka bersuara lantang dan keras.</p>
<p><span id="more-1835"></span></p>
<p>Pertanyaan teman saya itu sempat mengusik pikiran saya selama beberapa hari, hingga saya menemukan jawabannya dalam sebuah tulisan berjudul &#8216;Terorisme dan Mainstream Muslim&#8217; di situs harian Republika. Dalam tulisan ini, Nasaruddin Umar, Guru Besar UIN Jakarta dan Rektor Institut PTIQ Jakarta yang juga Katib Am PB NU ini, menjelaskan secara gamblang tentang ada apa di balik diamnya kelompok mainstream muslim tersebut. Berikut petikan tulisannya dengan catatan, subjudul &#8216;Deradikalisasi makna jihad&#8217; di akhir tulisan tidak disertakan karena kurang relevan. </p>
<h2>Terorisme dan Mainstream Muslim </h2>
<p> Oleh Nasaruddin Umar</p>
<p>Bom kembali mengguncang dua hotel mewah kemarin pagi. Meskipun belum ada kesimpulan pihak berwajib apa dan siapa sesungguhnya di balik kejadian itu, tetapi opini publik langsung dialamatkan ke kelompok Muslim garis keras. Terlepas apa yang menjadi motovasi dan siapa kelak yang dianggap bertanggung jawab dari peristiwa ini, citra Islam di mata dunia internasional kembali tercoreng. Para pelaku terorisme jumlahnya memang sangat sedikit, tetapi mereka berani mengklaim gerakannya sebagai gerakan jihad memperjuangkan Islam. Bahkan, mereka berani melegitimasi kegiatan-kegiatannya dengan ayat dan hadis.</p>
<p>Kalangan kolumnis Barat sering mempertanyakan posisi kelompok mainstream Muslim terhadap kegiatan para teroris. Mereka menilai kelompok  mainstream ragu-ragu atau tidak berani berbicara keluar tentang tindakan para teroris. Mereka menghendaki kalau memang terorisme dianggap tidak berdasar dari sumbstansi ajaran Islam, seharusnya kelompok  mainstream dengan tegas dan tegar mengambil alih klaim minoritas itu.</p>
<p>Sebetulnya sikap seperti ini sudah dilakukan oleh kelompok-kelompok moderat Muslim, tetapi masih terbatas dari mereka yang sering dijuluki kelompok liberal. Belum diikuti secara terbuka oleh kelompok mayoritas. Dekade terakhir ini memang semakin banyak gerakan mengklaim diri sebagai kelompok Islam. Ada yang bercorak radikal dan ada yang bercorak liberal. Kelompok-kelompok ini sesungguhnya minoritas tetapi gerakannya bernilai berita, maka eskalasi opininya lebih luas. Kelompok ini sangat kritis terhadap perkembangan umat Islam. Sementara kelompok mayoritas atau  mainstream Muslim lebih banyak memilih diam, makanya sering disebut  silent majority.</p>
<p>Diamnya kelompok  mainstream di dalam menghadapi persoalan krusial menarik dipertanyakan. Mengapa mereka seperti tidak berani  speak out ? Mengapa mereka membiarkan kelompok minoritas &#8220;menyandera&#8221; Islam dengan mengklaim dirinya paling Islam, dan terkadang atas nama Islam melakukan sesuatu yang sesungguhnya kontraproduktif dengan Islam itu sendiri. Satu kelompok begitu bebas memotong-motong ayat atau hadis serta melepaskan  historical background -nya untuk membenarkan tujuan dan cara mereka. Akibatnya, antara lain, teroris melayangkan ribuan nyawa tak berdosa. </p>
<h3>Diamnya kelompok mainstream </h3>
<p>Diamnya kelompok  mainstream bisa menimbulkan multitafsir. Pertama, mereka setuju terhadap sebagian atau seluruh tuntutan kelompok minoritas itu. Ini artinya ada konspirasi antara kelompok mayoritas dan minoritas. Kedua, mereka tidak berdaya dan tidak berani mengambil alih klaim itu karena boleh jadi institusi Islam  mainstream dan tokoh-tokohnya menjadi subsistem terhadap sistem besar yang menyebabkan lahirnya  mismanagement umat. Ini mengisyaratkan terjadinya  inferiority complex kelompok  mainstream. </p>
<p>Ketiga, karena kelompok  mainstream Islam tidak tahu apa yang seharusnya dilakukan. Ini artinya, visi kelompok minoritas dalam mempersiapkan umat masa depan lebih siap. Keempat, mereka menyadari posisinya seperti simalakama lalu menganggap diam sebagai jawaban terbaik sambil memikirkan solusi yang lebih konstruktif. Ini artinya, kelompok  mainstream melakukan pembiaran sejarah umat berproses tanpa panduan jelas.</p>
<p>Kelima, kelompok  mainstream Muslim sudah cair dengan kepentingan fragmatisnya masing-masing. Gambaran mereka tentang jihad tergantung siapa yang dihadapi. Adakalanya mereka menggambarkan jihad secara rasional dan ada kalanya menggambarkannya secara emosional. Jika demikian adanya, maka sedang terjadi hipokritisasi di dalam tubuh  mainstream Muslim. Hipokritas masyarakat akibatnya jauh lebih parah dari pada hipokritas individual.</p>
<p>Di Indonesia, kecenderungan menghendaki kehidupan berbangsa paralel dengan kehidupan beragama. Tidak lagi banyak mempersoalkan Islam dijadikan dasar negara atau tidak, yang penting ketenteraman dan kesejahteraan masyarakat terpelihara. Ini semua menjadi isyarat meningkatnya kesadaran beragama dan berbangsa  mainstream Muslim. Mereka tidak lagi gampang dibakar emosinya. Cara-cara pemaksakan kehendak pada saatnya akan ditinggalkan oleh  mainstream Muslim.</p>
<img src="http://www.unitedfool.com/sira/?ak_action=api_record_view&id=1835&type=feed" alt="" /><p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.unitedfool.com%2F2009%2F07%2F23%2Fmengapa-mereka-diam%2F&amp;linkname=Mengapa%20Mereka%20Diam%3F"><img src="http://www.unitedfool.com/sira/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.unitedfool.com/2009/07/23/mengapa-mereka-diam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengenal Investasi Reksa Dana</title>
		<link>http://www.unitedfool.com/2007/02/14/mengenal-investasi-reksa-dana/</link>
		<comments>http://www.unitedfool.com/2007/02/14/mengenal-investasi-reksa-dana/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Feb 2007 10:50:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>riel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kliping]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.unitedfool.com/sira/?p=961</guid>
		<description><![CDATA[Mengapa diversifikasi merupakan kunci emas dalam berinvestasi? Diversifikasi bertujuan untuk mengurangi tingkat risiko dan tetap memberikan potensi tingkat keuntungan yang cukup. Apa itu diversifikasi? Diversifikasi adalah sebuah strategi investasi dengan menempatkan dana dalam berbagai instrumen ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img align="left" width="180" src="http://www.unitedfool.com/images/kliping/100_rupiah.jpg" alt="Mengenal Investasi Reksa Dana" height="176" />Mengapa diversifikasi merupakan kunci emas dalam berinvestasi? Diversifikasi bertujuan untuk mengurangi tingkat risiko dan tetap memberikan potensi tingkat keuntungan yang cukup. Apa itu diversifikasi? Diversifikasi adalah sebuah strategi investasi dengan menempatkan dana dalam berbagai instrumen investasi dengan tingkat risiko dan potensi keuntungan yang berbeda.</p>
<p>Sebagai contoh, bila Anda memiliki dana sebesar Rp 250 juta dan menempatkan seluruh dana dalam instrumen di posisi yang memberikan bunga sebesar 7 persen, selama 25 tahun, dana tersebut akan berkembang menjadi sekitar Rp 1,35 miliar. Namun di lain sisi, katakanlah bahwa Anda membagi dana sebesar Rp 250 juta tersebut dalam lima bagian seperti berikut ini :</p>
<p>Pertama, Anda menggunakan Rp 50 juta untuk membeli undian. Seperti orang lain, yang juga membeli undian, Anda kehilangan semua dana tersebut. Setelah 25 tahun, dana sebesar Rp 50 juta menjadi “nol”.</p>
<p><span id="more-961"></span></p>
<p>Kedua, Anda menempatkan Rp 50 juta di bawah bantal anda. Setelah 25 tahun, nilainya tetap Rp 50 juta.</p>
<p>Ketiga, Anda membuka tabungan dsengan bunga sebesar 5 persen sebesar Rp 50 juta. Setelah 25 tahun dana tersebut berkembang menjadi sekitar Rp 169 juta.</p>
<p>Keempat, Anda menempatkan Rp 50 juta di deposito dengan tingkat suku bunga 7 persen. Uang tersebut setelah 25 tahun akan bertambah menjadi Rp 271 juta.</p>
<p>Kelima, bagian terakhir, Anda menempatkan Rp 50 juta sisanya di saham dan memberikan tingkat keuntungan sebesar 14 persen selama 25 tahun, sehingga dana tersebut berkembang menjadi Rp 1,32 miliar.</p>
<p>Jadi total dana yang ditempatkan pada lima alternatif investasi menjadi sekitar Rp 1,81 miliar. Penempatan kedua memberikan dana lebih besar sekitar Rp 460 juta dibandingkan bila Anda menempatkan semua dana di deposito, walau Anda kehilangan semua investasi dalam bagian pertama dan tidak berkembang pada bagian kedua, Anda menempatkan di tabungan pada bagian ketiga dan deposito pada bagian keempat, serta mengambil risiko pada bagian kelima dengan mengivestasikan dana di saham. Mengapa hal ini mungkin terjadi?</p>
<p>Hasil ini dimungkinkan karena adanya strategi diversifikasi. Pengertian dasar dari strategi ini adalah mengidentifikasi bahwa kerugian maksimum dari investasi terbatas hanya dari dana yang ditempatkan, namun demikian keuntungan maksimumnya tidak terbatas. Dari contoh di atas, tentunya instrumen investasi yang dipilih tidak berupa lotre atau undian atau Anda menyimpannya di bawah bantal, tapi bisa dialokasikan ke instrumen keuangan.</p>
<p class="subtitle">Diversifikasi Lewat Reksadana</p>
<p>Salah satu alternatif investasi yang menarik dengan tingkat risiko terukur dan memberikan tingkat imbal hasil yang cukup tinggi dengan modal terbatas adalah reksadana (<em> mutual funds </em>). Pada intinya, reksadana mengumpulkan uang dari investor dan menempakan dana yang terkumpul, terutama pada surat-surat berharga di pasar finansial. Reksadana mulai dikenal di Indonesia bersamaan dengan diberlakukannya UU Nomor 8 tahun 1995.</p>
<p>Reksadana, sesuai dengan UU Pasar Modal Nomor 8 tahun 1995, Pasal 1 Ayat 27 adalah suatu wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi yang telah mendapat izin dari Bapepam. Portofolio investasi reksadana dapat terdiri dari berbagai macam instrumen surat berharga, seperti saham, obligasi, instrumen pasar uang atau campuran dari instrumen-instrumen tersebut.</p>
<p>Salah satu keuntungan dari reksadana adalah penerapan strategi diversifikasi, di mana dana yang terkumpul akan diinvestasikan dalam beragam instrumen dan jenis investasi yang sama. Dengan modal awal yang dibutuhkan minimal, reksa dana bisa menjadi awal dalam pelatihan dan pembelajaran berkaitan dengan diversifikasi. Apalagi dalam hal reksadana, terdapat empat jenis reksadana dasar yang dikenal banyak kalangan serta beberapa jenis lainnya yang baru tahun lalu diperkenalkan, seperti reksadana proteksi dan reksadana indeks.</p>
<p><strong>Reksadana Pasar Uang (RPDU) </strong></p>
<p>Reksadana Pasar Uang (RDPU) adalah reksadana yang menempatkan investasinya sebesar 100 persen pada Efek Pasar Uang. Efek Pasar Uang adalah efek utang yang berjangka kurang dari satu tahun. Secara umum, yang termasuk dalam efek jenis ini adalah deposito, SBI dan efek utang lainnya yang memiliki waktu jatuh tempo kurang dari satu tahun. RDPU merupakan reksadana dengan tingkat risiko paling rendah.</p>
<p>Di lain pihak, potensi peruntungan RDPU jenis ini juga terbatas. Hasil investasi RDPU umumnya hanya sedikit di atas suku bunga deposito. Sebagian dana diinvestasikan dalam bentuk deposito. Kalau begitu apa keunggulannya dibandingkan dengan deposito? Minimal ada dua keunggulan.</p>
<p>Pertama, adalah portofolio investasinya lebih terdiversifikasi. RDPU tidak hanya berinvestasi pada instrumen deposito tetapi juga dalam bentuk SBI maupun surat utang jangka pendek (kurang dari satu tahun) sehingga memberikan penyebaran risiko yang lebih baik dan potensi hasil yang lebih tinggi.</p>
<p>Kedua, adalah likuiditasnya. Dalam penempatan dana di deposito Anda harus merelakan uang Anda tetap di sana untuk jangka waktu tertentu, misalnya satu bulan atau lebih panjang lagi, bila memilih deposito berjangka 3, 6 atau malah 12 bulan. Sebaliknya, dalam investasi RDPU, Anda dapat mencairkannya kapan Anda mau. Biasanya proses pencairannya hanya memakan waktu 1-3 hari kerja. Jadi ditinjau dari sisi kemudahan mencairkan dan jangka jatuh tempo surat berharga yang dipilih sebagai tempat investasi, RDPU sangat cocok untuk investasi jangka pendek.</p>
<p><strong>Reksadana Pendapatan Tetap (RDPT) </strong></p>
<p>Reksadana Pendapatan Tetap (RDPT) adalah reksadana yang menginvestasikan sekurang-kurangnya 80 persen dari portofolio yang dikelolanya ke dalam efek bersifat utang, terutama utang jangka panjang. Umumnya RDPT di Indonesia memanfaatkan instrumen obligasi sebagai bagian terbesar dalam portofolionya.</p>
<p>Salah satu keuntungan dari RDPT adalah sampai saat buku ini diselesaikan pada awal tahun 2004, kebebasan pajak bagi bunga obligasi yang diperolehnya. Bila Anda berinvestasi langsung dalam instrumen obligasi maka Anda dikenai pajak terhadap penghasilan bunga. Selain itu, bagi investor individu yang hanya memiliki dana terbatas, berinvestasi dalam bentuk obligasi menjadi sangat tidak mungkin. Umumnya investasi yang dibutuhkan untuk bermain di obligasi adalah minimal sebesar Rp 1 miliar.</p>
<p>Dengan adanya RDPT, investor individu dapat berpartisipasi dalam investasi obligasi melalui reksadana tersebut, cukup dengan jumlah dana yang relatif kecil. Keuntungan lainnya adalah diversifikasi. Portofolio reksadana tersebar ke dalam banyak obligasi dari berbagai perusahaan. Pemegang unit penyertaan RDPT berhak atas sebagian dari portofolio yang telah terdiversifikasi tersebut.</p>
<p>Dari segi potensi hasil, RDPT memberikan potensi imbal hasil lebih tinggi daripada RDPU dan dengan tingkat risiko yang sedikit lebih tinggi namun tetap terkendali.</p>
<p><strong>Reksadana Saham (RDS) </strong></p>
<p>Reksadana Saham (RDS) adalah reksadana yang menempatkan investasi sekurang-kuranya 80 persen dari portofolio yang dikelolanya ke dalam efek bersifat ekuitas (saham). Berbeda dengan efek pendapatan tetap, seperti deposito dan obligasi yang memberikan pendapatan bunga, efek saham memberikan potensi hasil dari <em>capital gain</em>, yaitu dari kenaikan perubahan harga saham.</p>
<p>Selain dari <em>capital gain</em>, efek saham juga memberikan hasil lain berupa dividen. Namun penghasilan berupa dividen sangat tergantung laba yang dihasilkan perusahaan. Bila laba sedang tinggi, dividen yang dibagikan cenderung tinggi. Sebaliknya, bila laba sedang rendah atau bahkan negatif, dividen yang dibagikan pun cenderung rendah atau nihil.</p>
<p>Di Indonesia, investor individu yang ikut berkecimpung di bursa saham masih relatif sedikit. Keterbatasan pengetahuan berkaitan dengan analisis saham dan pasar merupakan salah satu penghambat besar. Selain itu, dana yang dibutuhkan untuk dapat membuat portofolio saham yang terdiversifikasi dengan baik cukup besar.</p>
<p>Tambahan pula, pasar saham yang sangat fluktuatif membuat nyali para investor ciut untuk ikut bermain di dalamnya. Bila perspektif jangka pendek yang dipakai, memang fluktuasi harga saham dapat membuat investor ngeri untuk menempatkan dana pada pasar saham. Alhasil, tidak sedikit orang yang beranggapan bahwa penempatan dana dalam bentuk saham lebih bersifat judi.</p>
<p>Terlepas dari persepsi miring tersebut, berdasarkan pengalaman yang sudah dibuktikan di pasar modal dunia, penempatan dana pada saham adalah jenis investasi jangka panjang yang sangat menjanjikan. Tentu saja diperlukan dana, pengetahuan, pengalaman dan waktu yang cukup agar penempatan dana pada saham memberi peluang besar memperoleh imbal hasil tinggi dengan risiko terkendali.</p>
<p>Bagi investor dengan dana relatif sedikit dan pengalaman terbatas, RDS merupakan alternatif yang dapat dipertimbangkan. Melalui RDS, investor tetap bisa memperoleh manfaat diversifikasi meski dengan dana terbatas. RDS dikelola oleh manajer investasi yang profesional sehingga investor tidak perlu pusing dan habis waktu memikirkan pengambilan keputusan pemilihan saham. Selanjutnya, investor akan memperoleh laporan secara teratur atas perkembangan portofolio RDS dan unit penyertaan yang dimilikinya.</p>
<p>Dibandingkan dengan RDPU dan RDPT, RDS memberikan potensi pertumbuhan nilai investasi yang lebih besar, demikian pula risikonya. Prinsip <em>high risk, high return </em>berlaku di sini.</p>
<p><strong>Reksadana Campuran (RDC) </strong></p>
<p>Berbeda dengan reksadana lainnya yang mempunyai batasan alokasi yang diperbolehkan pada instrumen tertentu, Reksadana Campuran (RDC) dapat melakukan investasinya baik pada efek utang di pasar uang dan pasar modal maupun efek ekuitas dengan alokasi investasi yang lebih fleksibel. Karena fleksibilitas ini, RDC dapat berorientasi ke saham, obligasi maupun pasar uang.</p>
<p>Dari sisi investor, RDC dapat memberikan alternatif investasi bagi yang menghendaki suatu komposisi investasi yang terdiri dari kombinasi saham dan efek utang (baik jangka panjang seperti obligasi maupun jangka pendek seperti SBI).</p>
<p>Karena fleksibilitasnya yang sangat tinggi, RDC yang ditawarkan oleh perusahaan yang berbeda bisa sangat bervariasi. Pelajari komposisi investasi yang ditawarkan dalam prospektus agar Anda dapat menelaah riiko yang terkandung serta potensi hasil yang diberikan.</p>
<p>Sumber: Sinar Harapan, Jumat, 19 Januari 2007</p>
<img src="http://www.unitedfool.com/sira/?ak_action=api_record_view&id=961&type=feed" alt="" /><p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.unitedfool.com%2F2007%2F02%2F14%2Fmengenal-investasi-reksa-dana%2F&amp;linkname=Mengenal%20Investasi%20Reksa%20Dana"><img src="http://www.unitedfool.com/sira/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.unitedfool.com/2007/02/14/mengenal-investasi-reksa-dana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengungkap &quot;The Da Vinci Code&quot; (4)</title>
		<link>http://www.unitedfool.com/2006/05/18/mengungkap-the-da-vinci-code-4/</link>
		<comments>http://www.unitedfool.com/2006/05/18/mengungkap-the-da-vinci-code-4/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 May 2006 15:01:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>riel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kliping]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[The Da Vinci Code]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.unitedfool.com/sira/?p=930</guid>
		<description><![CDATA[ Hujatan Itu Bukan Hal Baru 
 &#8220;Bukti&#8221;  kedua yang ia gunakan adalah pendapatnya bahwa dalam kepantasan sosial pada zaman Yesus Kristus, seorang lelaki Yahudi terlarang tidak menikah. Menurut Brown, dalam adat Yahudi tidak ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="subtitle"> Hujatan Itu Bukan Hal Baru </div>
<p> &ldquo;Bukti&rdquo;  kedua yang ia gunakan adalah pendapatnya bahwa dalam kepantasan sosial pada zaman Yesus Kristus, seorang lelaki Yahudi terlarang tidak menikah. Menurut Brown, dalam adat Yahudi tidak menikah adalah hal terkutuk. Jelas pernyataan ini tidak berdasar. Sebab merupakan fakta sejarah ada banyak pria Yahudi pada zaman itu yang menjadi nazir, yang karena alasan keyakinan keagamaan ada di antara mereka yang tidak menikah. Sebagai contoh adalah kaum Essenes yang menyimpan gulungan kitab Dead Sea Scrolls di atas. Di samping itu merupakan suatu fakta pula bahwa orang Yahudi sangat menghormati tokoh-tokoh di dalam Perjanjian Lama yang tidak menikah, seperti Daniel, yang adalah seorang sida-sida Yahudi di negara Babilonia. </p>
<p><span id="more-930"></span></p>
<p>&ldquo;Bukti&rdquo; ketiga yang ia gunakan adalah Injil Philip yang menyebutkan bahwa Yesus mencintai Maria Magdalena lebih dari pada seluruh murid-Nya dan Yesus sering mencium Maria. Patut diketahui bahwa yang disebut sebagai Injil Philip sesungguhnya sama sekali bukan kitab Injil, melainkan sebuah kitab Gnostik yang ditulis sekitar abad ketiga. Kitab ini disebut sebagai Injil Philip bukan karena ia ditulis Rasul Filipus, tetapi karena di dalam kitab Gnostik tersebut tidak disinggung nama rasul-rasul Tuhan Yesus yang lain,   kecuali nama Rasul Filipus. Dan Brown juga tidak menyebutkan bahwa Injil Philip yang ditemukan dalam gulungan Nag Hammadi tersebut tidak ditulis di dalam bahasa Yunani ataupun berlatar belakang bahasa Yunani sebagaimana layaknya kitab-kitab Perjanjian Baru, namun di dalam bahasa Koptik, yaitu bahasa Mesir dan dengan latar belakang bahasa Siria. </p>
<p></p>
<div class="subtitle"> Kesimpulan </div>
<p> Sejak gereja berdiri dua ribu tahun lalu, serangan terhadap pokok-pokok iman Kristiani tidak pernah berhenti. Serangan tersebut berasal dari kelompok bidat di dalam gereja sendiri, maupun dari orang-orang yang tidak mempercayai Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juru Selamat manusia. Jadi, hujatan dalam buku The Da Vinci Code bukan hal baru. Hanya saja kali ini hujatan ini menjadi meluas karena ditunjang sistem promosi dan pemasaran yang sangat canggih, yang mendatangkan keuntungan finansial luar biasa bagi pihak penulis dan penerbit buku ini. Di samping itu, karena di wilayah-wilayah tertentu di dunia buku ini dipopulerkan oleh pribadi-pribadi   yang juga tidak menginginkan terbangunnya kerukunan umat beragama di tengah masyarakat. </p>
<p> Mengapa orang Kristen tidak menanggapi hujatan di dalam buku The Da Vinci Code dengan amarah yang membabi-buta dan berbuat keonaran? Hal ini bukan karena mayoritas orang Kristen terdidik mengetahui Yesus memang seorang manusia yang karena manuver politik Konstantin telah dijadikan Tuhan, sehingga mereka tidak mampu menjawab hujatan tersebut (seperti dikatakan Dan Brown di dalam bukunya). Justru sebaliknya, bagi orang Kristen yang berpikir objektif, kritis, dan memahami metoda ilmiah yang masuk nalar, serta mengetahui sejarah iman mereka, akan dapat melihat hujatan di dalam novel The Da Vinci Code tersebut sebagai fitnah murahan.</p>
<p>Di samping itu orang Kristen menghayati firman Tuhan bahwa &rdquo;Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah   apa yang baik bagi semua orang! Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!&rdquo; (Roma 12:17-18).  </p>
<p>Perilaku kasih ini bukanlah tanda kelemahan, justru sebaliknya kemampuan untuk mengendalikan emosi secara dewasa merupakan bukti dari buah Roh (Galatia 5:22), di dalam kehidupan orang yang hidup di dalam anugerah Tuhan.  </p>
<p>Di sisi yang lain, buku-buku seperti The Da Vinci Code harus membuat orang Kristen lebih giat lagi membaca dan mempelajari Alkitab, memahami pokok-pokok ajaran iman yang sehat, dan mempelajari sejarah gereja dengan baik. Dengan demikian mereka akan   dapat &ldquo;menjadi seorang pelayan Kristus Yesus yang baik, terdidik dalam soal-soal pokok iman, dan dalam ajaran sehat yang telah mereka ikuti selama ini.&rdquo; (1Timotius 4:6), serta mampu menjawab setiap hujatan tersebut sesuai nasihat Firman Tuhan: &ldquo;Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang   pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat, dan dengan hati nurani yang murni, supaya mereka, yang memfitnah kamu karena hidupmu yang saleh dalam Kristus, menjadi malu karena fitnahan mereka itu.&rdquo; (1 Petrus 3:15-16). </p>
<p>Rangkaian tulisan &quot;Mengungkap &#8216;The Da Vinci Code&#8217;&quot; ini adalah tulisan Pdt Dr Bambang Wijaya yang dimuat di Harian Sinar Harapan. </p>
<p> Sumber: Sinar Harapan, 17 Mei 2006 </p>
<img src="http://www.unitedfool.com/sira/?ak_action=api_record_view&id=930&type=feed" alt="" /><p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.unitedfool.com%2F2006%2F05%2F18%2Fmengungkap-the-da-vinci-code-4%2F&amp;linkname=Mengungkap%20%26quot%3BThe%20Da%20Vinci%20Code%26quot%3B%20%284%29"><img src="http://www.unitedfool.com/sira/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.unitedfool.com/2006/05/18/mengungkap-the-da-vinci-code-4/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bara Itu Akhirnya Memercikkan Api</title>
		<link>http://www.unitedfool.com/2006/03/17/bara-itu-akhirnya-memercikkan-api/</link>
		<comments>http://www.unitedfool.com/2006/03/17/bara-itu-akhirnya-memercikkan-api/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Mar 2006 05:23:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>riel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kliping]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.unitedfool.com/sira/?p=918</guid>
		<description><![CDATA[
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.unitedfool.com/images/kliping/freeport.jpg" alt="Tutup Freeport - Insiden Abepura - Empat Polisi Tewas - 16 Maret 2006" width="266" height="175" align="left" />Bara di Papua mulai  memercikkan api. Peristiwa menyayat hati dan merobek rasa kebangsaan ini  merupakan puncak dari serangkaian aksi protes yang sudah berlangsung hampir dua  pekan belakangan ini, mulai dari Jakarta, Jayapura, hingga Timika, Kabupaten  Mimika, tempat perusahaan tambang raksasa internasional, PT Freeport Indonesia,  beroperasi.</p>
<p>Kamis (16/3) kemarin, massa yang tergabung  dalam Front Pembebasan Masyarakat Papua Barat bentrok dengan polisi di depan  Kampus Universitas Cenderawasih, Abepura, 12 kilometer barat Kota Jayapura.  Akibatnya, tiga anggota Brimob Kepolisian Daerah Papua dan seorang anggota TNI  Angkatan Udara tewas dikeroyok massa,  di samping 19 anggota polisi lainnya luka-luka. Dari pihak massa, sekitar empat orang luka-luka.</p>
<p><span id="more-918"></span></p>
<p>&rdquo;Percikan api&rdquo; muncul pada  titik di mana orang Papua merasa bosan dengan janji-janji&mdash;pada setiap  keterlibatan bangsa ini dalam menyelesaikan persoalan mereka. Mulai dari  kecemburuan sosial, pelanggaran hak asasi manusia (HAM), sampai soal  ketidakadilan ekonomi.</p>
<p>Ketika kompleksitas  persoalan Papua belum terpecahkan, warga Papua melihat kegiatan PT Freeport  Indonesia (FI) begitu menyilaukan. Di sana  simbol kemakmuran dunia itu begitu menggiurkan di tengah kemiskinan dan  keterbelakangan.</p>
<p>Mereka lalu menuntut  penutupan PT FI dan meminta kaji ulang kontrak dengan PT FI sebab dinilai tidak  berpihak kepada kepentingan Papua. &rdquo;Kami ingin renegosiasi kontrak karya  terhadap pertambangan yang memiliki cadangan emas tertinggi di dunia itu,&rdquo; kata  Musa Tipagaw, Kepala Lembaga Adat Moni-Ugimba, tegas.</p>
<p>&rdquo;Saya sepakat perjanjian  kerja sama itu diteliti kembali sehingga adil bagi warga Papua,&rdquo; ungkap Uskup  Timika Mgr John Saklil beberapa waktu lalu kepada Kompas.</p>
<p>Siapa yang &rdquo;bermain dan  menumpang&rdquo; di belakang rangkaian peristiwa mulai dari pemblokiran di Mil 72  Tembagapura hingga peristiwa bentrokan kemarin barangkali tidak terlalu sulit  dipetakan.</p>
<p>&rdquo;Mereka ingin mengambil  bagian dari kue ekonomi dan sumber daya alam Papua, menggunakan masyarakat  Papua sendiri,&rdquo; ungkap anggota Perwakilan Komisi Nasional (Komnas) HAM Papua,  Fritz Ramandey. Warga pun terprovokasi oleh pernyataan sejumlah elite politik  di Jakarta itu.<br />
Hanya saja kemarahan kepada  PT FI terlihat seperti sebuah pelampiasan.
</p>
<p></p>
<div class="subtitle"> Bukan Baru </div>
<p>Isu kehadiran PT Freeport bukanlah masalah baru sebab perusahaan tambang  raksasa Amerika Serikat itu sudah berada di sana sejak tahun 1967.</p>
<p>Akumulasi dari berbagai  rasa ketidakadilan, rasa ketertinggalan, dan rasa tidak dipedulikan akhirnya  ditumpahkan kepada PT Freeport. Mengapa PT Freeport yang dijadikan sasaran  kemarahan? PT Freeport merupakan  satu-satunya perusahaan besar yang ada di daerah itu.</p>
<p>Meski tidak muncul ke  permukaan secara terbuka, motif ekonomi di belakang ramai-ramai isu PT Freeport  amat terasa kental. Sejak lama memang perusahaan tersebut menjadi rebutan  karena memiliki konsesi atas deposit tembaga dan emas terbesar di dunia.</p>
<p>Sekarang PT FI dikabarkan  akan melepas 10 persen sahamnya yang ada di PT Indocopper Investama  Corporation. Tidak mengherankan kalau muncul lebih dari satu peminat dan  tentunya setiap pembeli memiliki naluri alamiah, harga saham murah. Bagaimana  caranya? Apakah skenarionya seperti proses divestasi saham PT Kaltim Prima Coal  beberapa tahun lalu?
</p>
<p></p>
<div class="subtitle">Terpinggirkan </div>
<p>Terlepas dari goreng-menggoreng  saham, baik &rdquo;kasar&rdquo; atau &rdquo;halus&rdquo;, sepanjang tidak menyentuh persoalan rakyat  Papua, perpindahan kepemilikan saham di PT Freeport tidak akan memberi manfaat  apa-apa bagi mereka. Kekayaan alam hanya dinikmati segelintir orang, sementara  masyarakat Papua terpinggirkan di tanah leluhurnya.</p>
<p>&rdquo;Malah sekarang tiba pada  suatu kesimpulan, biarlah kami mengurus diri sendiri. Persoalan merdeka atau  tidak merdeka, itu soal lain. Tetapi, fenomena yang ada di daerah paling timur  republik ini adalah demikian. Ini bukan isu warung kopi,&rdquo; ujar John Saklil. Karena itu, persoalan ini  semestinya ditangani sebaik mungkin sehingga tidak semakin rumit. Namun,  pemerintah sepertinya lamban merespons aspirasi itu.</p>
<p>Dalam kasus HAM, lanjut  John Saklil mencontohkan, hampir semua keluarga di Papua tahu perilaku sejumlah  aparat keamanan. Sebagian besar warga pernah mengalami kekerasan militer. Kasus  pembunuhan atau peperangan, pelecehan, dan pemerkosaan berjalan setidaknya  sejak tahun 1997 hingga kini. Ini merupakan trauma kolektif rakyat yang sangat  menyakitkan dan sulit disembuhkan.</p>
<p>Hal lain yang juga  memprihatinkan mereka, di kampungnya sendiri warga merasa tidak aman dan tidak  bebas bergerak. Di satu kecamatan yang kini menjadi tempat operasi PT FI, semua  komponen aparat keamanan ada di sana.  Seluruh kawasan PT FI itu seperti daerah operasi militer. Masyarakat berhadapan  dengan aparat dan tidak bisa berbuat apa-apa.</p>
<p> Jadi,  pantaskah kalau mereka mengatakan merasa tidak aman dan tidak bebas hidup di  tanah sendiri? (Dedi Muhtadi)</p>
<p>Sumber: Kompas, 17 Maret 2006 </p>
<img src="http://www.unitedfool.com/sira/?ak_action=api_record_view&id=918&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.unitedfool.com/2006/03/17/bara-itu-akhirnya-memercikkan-api/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sejarah Musik Gospel</title>
		<link>http://www.unitedfool.com/2005/12/16/sejarah-musik-gospel/</link>
		<comments>http://www.unitedfool.com/2005/12/16/sejarah-musik-gospel/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Dec 2005 04:45:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>riel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kliping]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.unitedfool.com/sira/?p=893</guid>
		<description><![CDATA[
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.unitedfool.com/images/kliping/black_gospel.jpg" alt="Sejarah Musik Gospel - Black Gospel - White Gospel" width="138" height="179" align="left" />Musik gospel adalah musik religius yang pertama kali diperdengarkan di gereja Afro-Amerika pada 1930-an dan dibawakan oleh orang-orang dari ras negro atau kulit hitam di Amerika. Gospel kemudian pecah menjadi dua aliran, <em>black gospel</em>(gospel asli) yang dibawakan oleh orang-orang dari ras kulit hitam dan <em>white gospel</em> oleh orang-orang ras kulit putih, karena kultur diskriminatif pada perbedaan ras yang sangat kental di Amerika saat itu. </p>
<p>Orang kulit putih menciptakan <em>white gospel</em> dengan memadukan <em>black gospel</em> dengan musik religius asli yang biasa diperdengarkan di gereja-gereja orang kulit putih di Amerika Selatan. Pemisahan aliran berdampak pada munculnya perbedaan antara cara menyanyikannya. Ketika pertentangan dua kubu agak memudar dalam puluhan tahun kemudian, masih terdapat cara menyanyikan gospel yang berbeda di gereja ras kulit putih dan hitam di Amerika. </p>
<p><span id="more-893"></span></p>
<p>Beberapa artis <em>black gospel</em> seperti Mahalia Jackson, memilih untuk membawakan gospel yang sudah dikombinasi dengan aliran musik lainnya agar lebih <em>easy listening</em> seperti yang dilakukan oleh Golden Gate Quartet dan Clara War. Dua kelompok vokal itu bahkan berani membawakan tembang-tembang gospel di luar lingkungan gereja, misalnya di klab malam, yang diikuti oleh Jordanares, Al Green, dan Solomon Burke, meski akhirnya menimbulkan kontroversi. </p>
<p>Meski masih terjadi diskriminasi ras termasuk terjadi pada aliran musik gospel, musik ini berkembang pesat di seluruh dunia termasuk di Australia. Paduan suara seperti The Elementals dan Jonah &amp; The Whalers banyak membawakan tembang gospel di beberapa festival seperti Festival Musik Gospel Australia. </p>
<p>Sumber: Surya, 12 Desember 2005 </p>
<img src="http://www.unitedfool.com/sira/?ak_action=api_record_view&id=893&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.unitedfool.com/2005/12/16/sejarah-musik-gospel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Terapi Sehat Melalui Tulisan</title>
		<link>http://www.unitedfool.com/2005/04/08/terapi-sehat-melalui-tulisan/</link>
		<comments>http://www.unitedfool.com/2005/04/08/terapi-sehat-melalui-tulisan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Apr 2005 02:07:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>riel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kliping]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.unitedfool.com/sira/?p=832</guid>
		<description><![CDATA[
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Membuat catatan harian dapat mengurangi berat badan, menekan stres, dan mengendalikan kesehatan. </strong> </p>
<p><span id="more-832"></span></p>
<p>Setelah menderita Pre-Menstrual Syndrome (PMS) &#8211; atau sindroma menjelang menstruasi selama lebih dari satu dekade, Debra Van Wert, 44 tahun, dari Rochester, New York, AS, mulai mencatat gejala-gejala yang dialami tubuhnya. </p>
<p>&quot;Dengan membuat catatan, saya dapat mengantisipasi fase-fase hormonal dan mengindentifikasi minggu kapan saya berada pada kondisi paling fit dan paling buruk,&rdquo; kata Debra. </p>
<p>&quot;Menulis dapat menghasilkan perubahan pada sistem imunitas dan hormonal dalam merespon beban stres, dan meningkatkan hubungan dan kemampuan kita menghadapi stres,&rdquo; kata Joshua M. Smyth, psikolog di <em>Syracuse</em><em> University</em><em>. </em>Berikut adalah sejumlah keuntungan dari menulis: </p>
<p><strong>MENGURANGI BERAT BADAN. </strong> Para peneliti dari <em>Women&#8217;s Health Initiative </em>menarik kesimpulan bahwa catatan harian tentang makanan yang dikonsumsi membantu menimbulkan kesadaran tentang konsumsi kalori dan asupan lemak. Dan jika Anda mengetahui seberapa banyak yang telah dilahap, akan lebih mudah menguranginya. </p>
<p><strong>MENINGKATKAN KUALITAS TIDUR. </strong>Ilmuwan di <em>Temple</em><em> University</em> menemukan bahwa wanita yang menuliskan pengalaman traumatisnya &#8211; seperti pemerkosaan atau kecelakaan lalu lintas yang parah &#8211; ternyata jarang mengalami sakit kepala, susah tidur, dan gejala depresi dibandingkan mereka yang tidak mau menuliskannya. </p>
<p><strong>MELAWAN PENYAKIT. </strong>Berdasarkan sebuah penelitian pada tahun 2002 di <em>Ben-Gurion University, </em> Israel, disimpulkan bahwa mereka yang menuliskan sebuah kejadian yang menjadi beban pikiran, akan mengurangi frekuensi kunjungan mereka ke klinik pengobatan selama l5 bulan ke depan. </p>
<p><strong>MENGURANGI STRES. </strong>Sebuah studi di <em>Chicago Medical School </em>menemukan bahwa ketika penderita kanker yang kurang diperhatikan keluarganya menuliskan tentang penyakit yang diderita selama 20 menit setiap hari, mereka jadi jarang mengalami stres selama enam bulan berikutnya. (Jennifer Matlack)</p>
<p>Sumber: Reader Digest Indonesia, April 2005, hal. 159</p>
<img src="http://www.unitedfool.com/sira/?ak_action=api_record_view&id=832&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.unitedfool.com/2005/04/08/terapi-sehat-melalui-tulisan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kegagalan dan Kesuksesan Adalah Konsekuensi Pikiran</title>
		<link>http://www.unitedfool.com/2005/03/04/kegagalan-dan-kesuksesan-adalah-konsekuensi-pikiran/</link>
		<comments>http://www.unitedfool.com/2005/03/04/kegagalan-dan-kesuksesan-adalah-konsekuensi-pikiran/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Mar 2005 04:48:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>riel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kliping]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.unitedfool.com/sira/?p=810</guid>
		<description><![CDATA[
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Banyaknya harta yang kita miliki tidak pernah membuat kita merasa cukup menjadi &#8220;kaya&#8221; dalam arti yang sesungguhnya. Mari kita luruskan pengertian kita mengenai orang &#8220;kaya&#8221;. Orang yang &#8220;kaya&#8221; bukanlah orang yang memiliki harta benda banyak, tetapi orang yang dapat menikmati apa pun yang dimiliki tanpa merasa terikat pada kepemilikan barang-barang itu! </p>
<p><span id="more-810"></span></p>
<p>Orang itu sadar sepenuhnya bahwa dia datang ke dunia hanya dibekali satu nyawa (jiwa). Nah, dia harus merasa memiliki nyawa itu, dan harus merawat serta bertanggung jawab dalam kehidupannya. Dengan nyawa itu pulalah, seseorang harus hidup bahagia, di mana pun dia berada, dan dalam kondisi apa pun. </p>
<p>Kunci kebahagiaan adalah bersyukur! Mensyukuri apa yang kita dapat itu penting. Termasuk hanya punya satu nyawa untuk bisa hidup di alam ini. Kebahagiaan itu bisa dibuat dengan tidak meminta apa pun kepada orang lain, tetapi berikan apa yang bisa diberikan kepada orang lain agar bahagia.</p>
<p>Betapa sering kita memfokuskan diri pada apa yang kita inginkan sehingga membuat kita menjalani hidup dengan segala rasa kurang puas. Kita tidak pernah memfokuskan diri pada apa yang kita miliki dan memberdayakan seoptimal mungkin apa yang ada dan apa terjadi pada kita. Jika kita tetap berfokus pada keinginan, hidup pun terasa menjadi sengsara karena selalu merasa kurang puas dengan apa yang sudah dimiliki atau yang terjadi. </p>
<p>Kita dapat mengubah perasaan itu dengan berfokus pada apa yang sudah kita miliki. Cobalah lihat keadaan di sekeliling, pikirkan yang dimiliki, dan syukurilah. Karena itu, Anda akan merasakan nikmatnya hidup ini dengan segala yang terjadi pada diri kita. </p>
<p>Siap untuk menjalani segala peran yang disediakan alam untuk kita. Peran kocak membuat kita tertawa. Peran sedih membuat kita menangis. Peran bercinta membuat kita mabuk kepayang. Itulah dunia, tempat berperan untuk melakoni lokakarya kehidupan. Dan tugas kita harus bisa berjuang dengan peran yang sedang kita perankan sebaik-baiknya.</p>
<p> Tentunya boleh-boleh saja kita memiliki keinginan, tetapi kita perlu menyadari bahwa itulah akar perasaan tidak tenteram. Sang Buddha selalu mengingatkan hal itu dalam surat demikian: &#8220;Kesengsaraan yang sesungguhnya adalah hal yang melekat pada harta duniawi.&#8221;  </p>
<p> Katakanlah kita sudah memiliki rumah, kendaraan, pekerjaan tetap, dan pasangan yang baik. Tetapi, Anda masih merasa kurang. Pikiran Anda dipenuhi berbagai target dan keinginan. Anda begitu terobsesi oleh rumah yang besar dan indah, mobil mewah, serta pekerjaan yang mendatangkan lebih banyak uang. </p>
<p>Kita ingin ini dan itu. Bila tidak mendapatkannya, kita terus memikirkannya. Anehnya, walaupun sudah mendapatkannya, kita hanya menikmati kesenangan sesaat. Kita tetap tidak puas, dan kita ingin yang lebih lagi dan lagi. </p>
<p>Dengan melihat apa yang menjadi problem kita, hendaknya itu cepat diselesaikan, jika dibiarkan terlalu lama, berlarut-larut, membuat kita jadi frustrasi, dan akhirnya depresi. Segera buat keputusan, dan jangan menjadi orang yang terlalu &#8220;ideal&#8221;. </p>
<p>Itu memang penyakit kita, apa yang ada di pikiran dan menjadi prinsip di batin harus dijalankan, dan kalau ada penentang atau hambatan kita hajar atau kabur. Itulah masalah yang kita timbulkan sendiri.</p>
<p>Nah, sekarang kita harus sedikit pakai stategi &#8220;lentur sedikit&#8221; pakai ilmu bambu, batang bambu walaupun tinggi, ditiup angin sampai ujungnya mencapai tanah pun bambu itu, tidak patah, bahkan bisa melambai naik kembali. Batang bambu mampu mengikuti terpaan angin badai sekalipun. begitu juga kita, harus mampu mengikuti arus kehidupan tanpa menghakimi, nikmati saja seperti air mengalir, tidak lurus kaku, jika ada yg menghambat bisa membelok atau mencari jalan lain, tetapi tidak berhenti. </p>
<p>Karena itu, air yang terhenti akan mengendap jadi kubangan lama-lama dipenuhi cacing dan jadi dangkal. Mengalir ibarat air itu penting. Hal tersebut dijabarkan dengan bekerja sebagaimana porsi dan posisi yang kita dapat dalam hidup ini.</p>
<p>Ada pendapat yang mengatakan bahwa manusia sesungguhnya makhluk pemalas. Mereka mengharapkan ada kekuatan suci tertentu yang dapat menghapus dosa-dosanya, sekaligus membawa mereka ke tempat yang suci yang nyaman. Apakah itu benar dan masuk akal? </p>
<p>Dalam agama apa pun kita ditegaskan bahwa Tuhan Yang Maha Esa menunjuk para orang terpilih, orang-orang suci, para nabi untuk menunjukkan jalan yang benar kepada umat manusia. Tetapi, manusia itu sendirilah yang harus berusaha. Nabi-nabi hanya memberi jalan dan arah menuju kebenaran, sedangkan keputusan ada di manusia itu sendiri yang memutuskan untuk jadi orang baik atau orang jahat. </p>
<p>Orang bijak sadar bahwa keberhasilan atau kegagalan hidupnya adalah konsekuensi perbuatan dan hasil pikiran-pikiran yang terbentuk. Manusia harus selalu mengintrospeksi diri, apakah pikiran dan perbuatan sesuai dengan hukum alam dan kehendak Yang Mahakuasa? Karena pahala dan dosa tidak bisa diwakilkan, dan harus ditanggung sendiri.</p>
<p>Kita tahu hukum Tuhan itu jelas. &#8220;Siapa berbuat, dia harus menanggung akibatnya.&#8221; Pembuat kebaikan akan mendapat kebaikan, pembuat kejahatan akan mendapat imbalan yang setimpal dengan kejahatannya. Bahkan, Sang Buddha pun bersabda, &#8220;Oleh diri sendiri kejahatan dilakukan, oleh diri sendiri pula seseorang menjadi suci. Suci atau tidak suci bergantung pada diri sendiri. Tidak seorang pun dapat menyucikan orang lain&#8221; (Kitab Dhammapada</I> 165). </p>
<p>Apakah bisa kita mungkiri bahwa hidup di dunia adalah medan perjuangan yang bergelimang penderitaan? Sebagian orang masih menyangkal karena mereka hidup dalam kondisi serbabaik dan menyenangkan. Karena itu kita melihat dengan mata hati, dunia ini sebagai surga atau sebagai neraka penderitaan. Hanya diri sendiri yang bisa menjawab karena mengalaminya.</p>
<p>Pertanyaan yang menggoda yang muncul sebagai berikut. &#8220;Adakah dari kita yang suatu saat bisa menghindarkan diri dari ketuaan, penyakit, dan kematian?&#8221; Tentu saja jawabannya tidak. Karena itu, jalani hidup dengan bersyukur dengan menghargai pemberian Tuhan, yaitu nyawa (jiwa) yang bersemayam di dalam tubuh kita. (Lianny Hendranata, ray_and_mel@hotmail.com) </p>
<p>Sumber: Suara Pembaruan, Minggu, 27 Februari 2005</p>
<img src="http://www.unitedfool.com/sira/?ak_action=api_record_view&id=810&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.unitedfool.com/2005/03/04/kegagalan-dan-kesuksesan-adalah-konsekuensi-pikiran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memperingati 150 Tahun Injil di Tanah Papua</title>
		<link>http://www.unitedfool.com/2005/02/22/memperingati-150-tahun-injil-di-tanah-papua/</link>
		<comments>http://www.unitedfool.com/2005/02/22/memperingati-150-tahun-injil-di-tanah-papua/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Feb 2005 06:55:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>riel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kliping]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.unitedfool.com/sira/?p=802</guid>
		<description><![CDATA[
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>MINGGU pagi itu, ketika fajar merekah, 5 Februari 1855, dua penginjil berkebangsaan Jerman, Carl Wilhem Ottow dan Johan Gottlob Geissler. menginjakkan kaki untuk pertama kali di Pulau Mansinam. Pulau itu terletak di sebelah timur laut &#8220;Kepala Burung&#8221;. </p>
<p><span id="more-802"></span></p>
<p>Sambil bertelut, mereka dengan khusyuk mengucapkan &#8220;Doa Sulung&#8221;, yang sampai sekarang tetap diingat setiap orang Papua: &#8220;Dalam Nama Tuhan Kami Menginjakkan Kaki di Tanah Ini!&#8221; (<em>&#8220;Im Namen Gottes betreten wir dieses Land!&#8221;</em>). </p>
<p>Betapa tidak. Inilah luapan kegembiraan dan keterharuan, ketika perjuangan yang begitu lama dan melelahkan, pada akhirnya membawa mereka ke tempat itu. Geissler menulis: &#8220;Kalian tidak dapat membayangkan betapa besarnya suka cita kami pada saat akhirnya dapat melihat tanah tujuan kami. Minggu pagi, jam 6 bersamaan dengan fajar yang merekah jangkar dibuang untuk berlabuh di Teluk Doreri. </p>
<p>Matahari terbit dengan indahnya. Ya, semoga matahari yang sebenarnya, yaitu rahmat Tuhan menyinari kami dan orang-orang kafir yang malang itu, yang telah sekian lamanya berada di dalam kegelapan&#8230;&#8221;</p>
<p>Ya, persiapan untuk tiba di Tanah itu tidak main-main. Secara ketat mereka dipersiapkan, baik fisik maupun mental oleh Yohanes Gossner, pendeta dari Berlin dan Ottho Gerhard Heldring, pendeta tukang. Dua pendeta itu adalah pengeritik keras terhadap cara-cara penginjilan konvensional, yang terlampau menekankan pada pendidikan teologi, profesionalitas, dan besarnya gaji. Bagi Gossner dan Heldring, jauh lebih penting adalah motivasi dan keyakinan kepada Allah bahwa Ia sendirilah yang akan menguatkan hamba-hambanya.</p>
<p>Maka, ketika Minggu pagi itu, setelah menempuh perjalanan dari Jerman selama tiga tahun, dan menginjakkan kaki di Tanah itu, itulah titik-balik penting bahkan menentukan dalam sejarah orang-orang Papua. Cukup alasan untuk melihat Papua sebagai &#8220;Tanah Kristen&#8221;, sebab bukankah Injil yang membawa perubahan dari &#8220;gelap&#8221; kepada &#8220;Terang&#8221;? Bahwa dengan dimotivasi oleh cinta-kasih Kristus sebagaimana diberitakan Injil, upaya-upaya pendidikan dan kesehatan dirintis di Tanah Papua, kendati masih sangat sederhana.</p>
<p>Tentu saja itu tidak berarti tidak ada kesulitan. Sebaliknya, luar biasa kesulitan-kesulitan yang mereka alami. Malaria yang ganas mesti dihadapi. Geissler menderita borok bernanah pada kakinya yang tidak sembuh-sembuh. Lalu sakit tuberkulosis yang sulit disembuhkan. </p>
<p>
<strong>Butuh 50 Tahun </strong></p>
<p>Selain itu sikap permusuhan dari orang-orang Papua yang tidak menyetujui kehadiran mereka, di samping perang-perang antarsuku yang juga membahayakan jiwa keduanya. Dibutuhkan waktu 50 tahun sebelum orang Papua pertama dibaptiskan. Ottow meninggal karena malaria pada 1862, sedangkan Geissler menyusul kemudian sementara ia mengambil cuti di Jerman pada 1870.</p>
<p>Cukup alasan bagi orang-orang Papua menghormati mereka. Banyak institusi dilekatkan pada nama mereka. Salah satunya Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) di Jayapura. Orang-orang Papua tidak dapat lagi melepaskan diri dari semangat kerohanian kedua orang itu, yang diyakini sebagai Pemberita Matahari Sejati. </p>
<p>Itulah pula sebabnya, setiap 5 Februari dirayakan secara luas di seluruh Tanah Papua. Lebih-lebih dalam tiga tahun terakhir ini, di mana seluruh denominasi, termasuk Gereja Katolik Roma di Tanah Papua ikut merayakannya. Hari itu dilihat sebagai &#8220;Hari Pekabaran Injil&#8221;, yang oleh Pemerintah Provinsi Papua dinyatakan sebagai Hari Libur Resmi di seluruh wilayah Papua. Bahkan, peringatan kedatangan kedua penginjil itu dilihat sebagai salah satu ciri khas Papua, lebih-lebih lagi dalam rangka Otonomi Khusus.</p>
<p>Peringatan 150 tahun Injil di Tanah Papua, adalah Tahun Emas Jubelium III. Tidak pantas ia dibiarkan berlalu begitu saja. Maka pada 5 Februari 2005 Perayaan Akbar digelar, baik di Jayapura maupun di Manokwari. Bahkan di Manokwari peringatan itu dihadiri cicit Ottow, Prof Johannes CG Ottow. Perayaan itu ditempatkan di bawah tema: &#8220;Damailah Papuaku, Damailah Indonesiaku&#8221;. </p>
<p>Setahun sebelumnya, Papua dinyatakan sebagai Tanah Damai. Drh Constans Karma, Wakil Gubernur Papua, sekaligus Ketua Panitia HPI, menjelaskan makna tema itu: &#8220;Dengan tema ini, kami bermaksud memperkokoh komitmen mewujudkan Papua Tanah Damai, sehingga damai itu tidak sekadar slogan, melainkan menjadi pengalaman hidup setiap individu dan masyarakat di Tanah Papua. Kami juga memiliki keyakinan, bahwa kedamaian di Tanah Papua akan mempengaruhi dan mendorong tumbuhnya kedamaian di seluruh wilayah tanah air Indonesia&#8221;. </p>
<p>Jelas, orang-orang Papua tidak ingin selalu diasosiasikan sebagai pembuat keributan. Tidak demikian. Dalam keyakinan kepada Injil, mereka justru hendak memperlihatkan, perdamaianlah yang menguasai kehidupan mereka. Perdamaian itu pula yang hendak ditularkan kepada seluruh masyarakat Indonesia. </p>
<p>Kalau perdamaian sejati terwujud di Papua, dengan sendirinya juga seluruh wilayah Indonesia mengalami damai-sejahtera itu. Dengan ini, sekaligus juga mereka mau menekankan, Tanah Papua tidak pernah boleh dilihat sebagai yang tertutup, yang terisolasi, dan yang selalu dikonotasikan sebagai potensial memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tetapi, kesatuan yang dimaksudkan bukanlah kesatuan yang dipaksakan. </p>
<p>Perasaan kesatuan itu mestilah bertumbuh, dengan adanya saling percaya. Maka tema ini juga mengandung di dalamnya tuntutan kepada Pemerintah Pusat supaya keadilan sungguh-sungguh diwujudkan bagi seluruh rakyat Papua, dengan menerapkan secara konsekuen dan konsisten UU Otonomi Khusus Papua. </p>
<p>Oleh masyarakat Papua UU itu diibaratkan sebagai mas kawin, yang tidak pernah boleh dikembalikan kalau tidak ingin suatu perkawinan bubar.</p>
<p>
<strong>&#8220;Tanah Kristen&#8221; </strong></p>
<p>Kendati disebut &#8220;Tanah Kristen&#8221;, itu tidak berarti Papua tertutup bagi saudara-saudara yang tidak beragama Kristen. Atau semacam &#8220;Syariat Kristen&#8221; hendak diterapkan, sehingga dengan demikian tercipta sebuah <em>ghetto</em> Kristen di provinsi paling timur Nusantara ini. Tidak demikian. </p>
<p>Yang dimaksud adalah nilai-nilai cinta-kasih sebagaimana diajarkan oleh Yesus Kristus, yang sekaligus juga merupakan nilai-nilai universal menguasai peri-hidup, peri-laku, dan kinerja setiap orang yang hidup di Tanah Papua. Maka adalah kewajiban semua orang yang hidup di Tanah Papua untuk memelihara kehidupan yang penuh cinta-kasih dan damai-sejahtera di antara sesamanya, tanpa memandang suku, agama, ras dan golongan. </p>
<p>Nilai-nilai yang diberitakan oleh Ottow dan Geissler 150 tahun lalu, dan yang setiap tahun direaktualisasikan diharapkan dapat menghantar setiap orang yang hidup di Papua untuk hidup dalam perdamaian dengan semua orang, dan selalu merupakan kabar baik bagi yang lainnya. Rupanya keyakinan itu pula yang diwujudkan, sehingga peringatan 150 tahun masuknya Injil di Tanah Papua juga dirayakan lintas-agama. Diharapkan semua orang dapat memetik nilai-nilai cinta-kasih di dalamnya dan mengamalkannya.</p>
<p>Hitungan 150 tahun setelah Injil masuk Papua, sungguh-sungguhkah telah mengubah orang-orang Papua ke arah kehidupan yang lebih sesuai dengan nilai-nilai Injil yang luhur itu? Bahwa ada perubahan-perubahan, tentu saja tidak dapat disangkal. Namun, masih banyak jugahal yang mesti dilakukan. </p>
<p>Mabuk-mabukan, prostitusi, merebaknya narkoba dan HIV/AIDS adalah penyakit-penyakit sosial yang terus membutuhkan penanganan serius di masa depan. Maka tugas pemerintah, sekaligus juga agama-agama menjadi makin berat di masa-masa mendatang. Mudah-mudahan fajar benar-benar menyingsing dan memberi kehidupan bagi semua makhluk yang hidup di Tanah ini. (Andreas A Yewangoe, Ketua Umum PGI)</p>
<p>Sumber: Suara Pembaruan, Senin, 14 Februari 2005 </p>
<img src="http://www.unitedfool.com/sira/?ak_action=api_record_view&id=802&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.unitedfool.com/2005/02/22/memperingati-150-tahun-injil-di-tanah-papua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

