<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>UnitedFool.com &#187; Books</title>
	<atom:link href="http://www.unitedfool.com/topik/books/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.unitedfool.com</link>
	<description>But God chose the foolish things of the world to shame the wise... (1 Cor 1:27-29)</description>
	<lastBuildDate>Tue, 08 Jun 2010 13:43:09 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Sisi Lain Bunda Kaum Papa</title>
		<link>http://www.unitedfool.com/2008/03/20/sisi-lain-bunda-kaum-papa/</link>
		<comments>http://www.unitedfool.com/2008/03/20/sisi-lain-bunda-kaum-papa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Mar 2008 01:07:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>riel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Books]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[Mother Teresa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.unitedfool.com/2008/03/20/sisi-lain-bunda-kaum-papa/</guid>
		<description><![CDATA[  Menjelang peringatan 10 tahun meninggalnya Ibu Teresa, sebuah buku berjudul Mother Teresa: Come Be My Light diterbitkan. Dalam buku berisi kumpulan surat yang ditulis Ibu Teresa kepada relasinya selama 66 tahun itu menyeruak ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.unitedfool.com/images/books/2008/mother_teresa_writing.jpg" alt="Buku Mother Teresa: Come Be My Light: Sisi Lain Bunda Kaum Papa" width="205" height="307" border="0" align="left" />  Menjelang peringatan 10 tahun meninggalnya Ibu Teresa, sebuah buku berjudul Mother Teresa: Come Be My Light diterbitkan. Dalam buku berisi kumpulan surat yang ditulis Ibu Teresa kepada relasinya selama 66 tahun itu menyeruak pergumulan batinnya yang seolah-olah menjalani dua dunia. Satu dunia tentang kasih, damai dan kemuliaan. Dunia yang lain tentang perasaan gersang di mana Sang Kuasa telah pergi. </p>
<p><span id="more-988"></span></p>
<p> Berbeda dengan peringatan 10 tahun meninggalnya Putri Diana yang dihadiri ribuan orang terkenal akhir Agustus lalu, peringatan 10 tahun meninggalnya Ibu Teresa dihadiri ribuan kaum papa, 5 September tahun lalu. Ribuan orang yang datang bukan mendoakan dan mengenang sosok putri istana yang bergelimang harta. Mereka mengenang seorang biarawati yang mendedikasikan hidupnya kepada Tuhan dan kemanusiaan. “Ibu Teresa membantu saya mendapatkan pekerjaan dan bertahan hidup saat tidak ada yang bisa diharapkan dalam hidup saya,” kata Harihar Sahu, seorang tunanetra. </p>
<p> Dalam terang cahaya lilin, ribuan orang berlutut khidmat di depan makam Ibu Teresa di biara Ordo Misionaris Kasih Sayang di Kolkata, India. Doa bersama lintas agama juga digelar. Pemuka umat Islam, Hindu, dan Kristen membacakan ayat-ayat dari kitab suci masing-masing dan berdoa untuk kerukunan. “Ibu Teresa mengajarkan toleransi dan menunjukkan kepada kita tentang harmoni,” kata Maulana Abdul Rahim, seorang ulama. “Sudah 10 tahun sejak ibu kita tercinta meninggal dunia dan dia tetap bekerja dari atas sana,” kata Suster Nirmala, penerus Ibu Teresa. </p>
<p> Dunia mengenalnya sebagai pendiri organisasi kemanusiaan Missionary of Charity, berkembang dari seorang wanita yang dianggap kehilangan akal sehat di Calcutta pada tahun 1948 menjadi sebuah mercusuar dunia yang menyuarakan kegiatan kemanusiaan. Ia menjadi salah satu figur kemanusiaan terbesar dalam 100 tahun terakhir, dimana kegiatan pelayanannya tampak sangat erat dengan kedekatannya dengan Tuhan, yang begitu sering terlihat dalam kesunyian diri dan dalam doa yang begitu damai. Namun, dalam buku terbaru berjudul Mother Teresa: Come Be My Light menyeruak pergumulan batinnya yang seolah-olah menjalani dua dunia. Satu dunia tentang kasih, damai dan kemuliaan. Dunia yang lain tentang gurun gersang di mana Sang Kuasa telah pergi. </p>
<p> Buku setebal 416 halaman ini merupakan kumpulan surat-surat antara Ibu Teresa dengan pastur pengakuan dosa selama periode lebih dari 66 tahun. Surat-surat tersebut, yang sebagian disimpan walau tidak sesuai dengan permintaan Ibu Teresa (Ibu Teresa telah meminta agar surat-suratnya dimusnahkan tetapi ditolak oleh otoritas gereja), mengungkapkan bahwa pada paruh terakhir dari hampir separuh abad hidupnya, Ibu Teresa tidak merasakan kehadiran Tuhan dalam hidupnya &#8211; atau, sebagaimana ditulis oleh editor dan penghimpun surat-surat untuk buku tersebut, Pendeta Brian Kolodiejchuk, “[Teresa tidak merasakan-Nya] baik dalam hatinya maupun dalam ekaristi”. </p>
<p> Dalam sebuah surat kepada seorang rekan spiritualnya, Pendeta Michael Van Der Peet yang ditulis tiga bulan sebelum ia menerima Nobel Perdamaian, Ibu Teresa menyatakan Kristus yang tidak hadir. “Yesus memiliki rasa cinta yang sangat khusus padamu,” ujar Ibu Teresa kepada Van Der Peet. “[Tapi] untukku – kesunyian dan kehampaan begitu besar – aku memandang tapi tidak melihat, mendengarkan tetapi tidak mendengar [apapun] – lidahku bergetar [dalam doa] tetapi tidak berucap sepatah kata pun… Aku ingin kau berdoa untukku, bahwa aku membiarkan-Nya memiliki tangan yang bebas.” </p>
<div align="center"><img src="http://www.unitedfool.com/images/books/2008/mother_teresa_1.jpg" alt="Potret Wajah Mother Teresa" width="505" height="271" border="0" />  </div>
<p> Dalam surat-surat yang lain, Ibu Teresa juga menguraikan pergumulan batinnya. “Di mana imanku? Bahkan jauh di dalam tidak ada apa-apa selain kekosongan. Jika [memang] ada Tuhan — tolong ampuni aku.” Ini merupakan perkataan Ibu Teresa sejenak setelah pelajarannya di tempat kumuh di Calcutta dimulai. “Buat apa aku berkarya? Jika tidak ada Tuhan, [maka] tidak bisa ada jiwa. Jika tidak ada jiwa maka, Yesus, Engkau juga tidak benar [‘tidak ada’]”. “Aku diberitahu bahwa Tuhan hidup di dalam aku &#8211; namun realitas dari kegelapan dan kedinginan dan kekosongan begitu dalam sehingga tidak ada apapun yang menyentuh jiwaku.” “Aku ingin Tuhan dengan semua kekuatan jiwaku &#8211; namun di antara kita ada keterpisahan yang mengerikan.” </p>
<p> Perasaan akan hilangnya Tuhan dalam hidup Ibu Teresa tampaknya bermula sejak ia mulai melayani kaum miskin di Calcutta, dan – kecuali untuk suatu masa 5 minggu pada tahun 1959, perasaan itu tidak pernah berhenti. Meskipun acapkali tampak gembira di depan publik, Ibu Teresa, seperti tersirat dalam surat-suratnya, hidup dalam penderitaan yang dalam tiada henti. Dalam lebih dari 40 surat yang belum pernah dipublikasikan, Ibu Teresa mengeluh akan “kekeringan”, “kegelapan”, “kesepian” dan “siksaan” yang dialaminya. Ia membandingkan penderitaannya dengan alam neraka, dan pada suatu titik telah membuatnya ragu akan keberadaan surga, bahkan Tuhan. Ibu Teresa sangat menyadari kesenjangan antara keadaan dirinya dengan di hadapan publik. “Senyum itu”, menurut Ibu Teresa, “adalah sebuah topeng atau sebuah jubah yang menutupi segalanya”. Demikian pula, ia sering kali mempertanyakan dirinya apakah ia sedang menipu diri dengan kata-kata. “Aku berucap seolah-olah hatiku sangat penuh cinta kepada Tuhan – cinta yang begitu halus dan pribadi”, ia menjelaskan kepada seorang penasihat. “Jika anda berada [di sana], anda akan berkata, ‘begitu munafik’.” </p>
<p> Buku terbitan Doubleday ini bukanlah dibuat oleh orang yang tidak religius dan mencari-cari kelemahan seseorang. Kolodiejchuk, anggota senior Missionary of Charity, adalah Postulator (Postulator adalah seseorang yang mengajukan orang lain untuk dinyatakan sebagai Santo dalam Gereja Katolik), yang bertanggung jawab atas petisi untuk pengangkatan Ibu Teresa sebagai Santa dan mengumpulkan materi pendukung. Sejauh ini, Ibu Teresa telah dinyatakan terberkati, satu langkah sebelum menjadi Santa. Surat-surat tersebut dikumpulkan dalam rangka proses tersebut. Menanggapi isi surat Ibu Teresa itu, Kolodiejchuk melihatnya dalam konteks ‘kegelapan dalam iman’. Ibu Teresa menemukan jalan, dimulai sejak awal tahun 1960, untuk hidup bersama hal itu, dan tidak mengabaikan kepercayaannya maupun pekerjaannya. Ia tetap bangun pagi-pagi pukul 4:30 untuk berdoa dan tetap menulis kepada-Nya, ”Sukacita-Mu, hanya itu yang aku inginkan.” Kolodiejchuk menunjukkan bahwa buku tersebut merupakan bukti akan kegigihan yang diisi oleh iman, yang menurutnya, adalah tindakan Ibu Teresa yang paling heroik. </p>
<div align="center"><img src="http://www.unitedfool.com/images/books/2008/mother_teresa_2.jpg" alt="Mother Teresa: Tahun 1997 saat kematiannya, pelayanannya sudah menyebar di 123 negara dengan 610 misi termasuk menyediakan rumah bagi yatim piatu, pasien HIV/AIDS dan penderita kusta." width="505" height="199" border="0" />  </div>
<p> ‘Kegelapan dalam iman’ yang dirasakan oleh Ibu Teresa ini pernah juga dialami oleh orang-orang Kudus lainnya seperti St. Yohanes dari Salib yang memberi istilah pengalamannya ‘Dark Night of the Soul’. Clive Staple Lewis atau C.S. Lewis, seorang Protestant yang terkenal juga menyadari kebenaran yang sama. Lewis mengungkapkan pemahamannya akan masa ‘kegelapan dalam iman’ ini dalam bukunya The Screwtape Letters. Dalam buku ini tertulis sebuah pesan bahwa tidak ada yang lebih berbahaya bagi pencapaian tujuan para iblis dibanding ketika seorang manusia masih melakukan kehendak musuh mereka (Tuhan) padahal si manusia tidak ingin untuk melakukannya. Juga ketika seorang manusia yang tidak merasakan Tuhan di semesta ini dan merasa ditinggalkan, tetap mematuhi kehendak-Nya. Ini artinya, ketika manusia mengalami masa seperti itu, maka sang manusia berada dalam taraf spiritual yang tinggi. </p>
<p> Berbagai tanggapan muncul tentang isi dari surat-surat Ibu Teresa itu. Namun, satu komentar yang menarik datang dari Pendeta James Martin, editor majalah Jesuit. Ia berpendapat buku tersebut sebagai bentuk pelayanan baru dari Bunda Teresa, ‘sebuah pelayanan dari bagian dalam kehidupannya’, dan mengatakan, “Buku ini akan diingat sama pentingnya dengan pelayanannya bagi kaum miskin. Buku ini akan menjadi bentuk pelayanan bagi orang-orang yang mengalami keraguan, ketidakhadiran Tuhan dalam hidup mereka. Dan tahukah anda siapa mereka? Kita semua. Orang Ateis, orang yang ragu, pencari, orang yang percaya, semua orang.” </p>
<p> Buku yang memuat surat-surat Ibu Teresa ini jelas memberikan suatu pemahaman bahwa di balik pelayanannya kepada kaum papa, ada pergumulan batin yang tak tertahankan, keragu-raguan, kekosongan, dan kegelapan hingga pengalaman kepastian dan “kemuliaan” dalam cinta, ilahi dan manusia. </p>
<p>Oleh UnitedFool.com (TIME, dari berbagai sumber) </p>
<img src="http://www.unitedfool.com/sira/?ak_action=api_record_view&id=988&type=feed" alt="" /><p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.unitedfool.com%2F2008%2F03%2F20%2Fsisi-lain-bunda-kaum-papa%2F&amp;linkname=Sisi%20Lain%20Bunda%20Kaum%20Papa"><img src="http://www.unitedfool.com/sira/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.unitedfool.com/2008/03/20/sisi-lain-bunda-kaum-papa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lanturan Tapi Relevan</title>
		<link>http://www.unitedfool.com/2007/01/03/lanturan-tapi-relevan/</link>
		<comments>http://www.unitedfool.com/2007/01/03/lanturan-tapi-relevan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Jan 2007 04:56:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>riel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Books]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[periklanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.unitedfool.com/sira/?p=957</guid>
		<description><![CDATA[Inilah buku yang tepat bagi anda yang ingin mengetahui dunia periklanan. Dengan ringkas, buku ini membahas mengenai seluk-beluk dunia periklanan mulai dari apa yang  dikerjakan oleh biro iklan, apa bedanya copywriter dan art director, ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.unitedfool.com/images/books/lanturan_tapi_relevan.jpg" alt="Buku Lanturan Tapi Relevan" width="148" height="224" align="left" />Inilah buku yang tepat bagi anda yang ingin mengetahui dunia periklanan. Dengan ringkas, buku ini membahas mengenai seluk-beluk dunia periklanan mulai dari apa yang  dikerjakan oleh biro iklan, apa bedanya <em>copywriter</em> dan <em>art director</em>, berbagai media  dalam beriklan, seperti apa iklan yang bagus itu, sikap seperti apa yang harus dimiliki seorang yang bekerja di biro iklan, bagaimana caranya membangun merek,  bagaimana caranya melakukan presentasi di hadapan klien, perbedaan antara biro  iklan lokal dan biro iklan multinasional, dan mengenai Citra Pariwara dan  komunitas periklanan.</p>
<p><span id="more-957"></span></p>
<p>Penulis buku ini, Budiman Hakim, juga memberitahu rahasia bagaimana membuat iklan yang bagus. Iklan yang bagus adalah iklan yang SUPER A yaitu simple (sederhana), <em>unexpected</em> (tidak terduga), <em>persuasive</em> (membujuk), <em>entertaining</em> (menghibur), <em>relevant</em> (relevan), dan <em>acceptable</em> (dapat diterima). </p>
<p>Untuk  membuat iklan yang bagus dapat dilakukan dengan membuat lanturan tapi yang  relevan. Kata &lsquo;melantur&rsquo; dapat diartikan sebagai &lsquo;ngawur&rsquo;, &lsquo;gak nyambung&rsquo;, tidak berkaitan dengan topik yang sedang dibahas. Lanturan adalah sengaja  melantur atau melantur dengan tujuan tertentu. Namun lanturan yang dibuat harus  selalu dijaga relevansinya. Karena itu carilah lanturan yang sejauh-jauhnya,  namun bawalah relevansi sedekat-dekatnya, maka ide akan menjadi <em>outstanding</em> dan <em>memorable</em>.</p>
<p>Budiman Hakim telah  memiliki pengalaman bekerja di biro iklan selama 15 tahun. Karirnya di biro iklan dimulai pada tahun 1991 sebagai Junior Copywriter. Pada tahun 1993,  Budiman bersama beberapa rekannya mendirikan biro iklan sendiri, namanya MACS909. Di usia MACS909 yang ke 12 tahun, sekarang Budiman Hakim menduduki jabatan Vice President sekaligus sebagai Executive Creative Director. Budiman berharap kehadiran buku ini dapat membantu setiap orang yang selama ini merasa  sulit membaca buku-buku periklanan yang tebal, berbahasa inggris, dan sulit dimengerti. </p>
<p></p>
<table width="299" border="0" align="left" cellpadding="0" cellspacing="0" bordercolor="0">
<tr>
<td colspan="3"><strong>DATA BUKU </strong></td>
<td width="8">&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td width="148" valign="top"><img src="http://www.unitedfool.com/images/books/lanturan_tapi_relevan.jpg" alt="Buku Lanturan Tapi Relevan" width="148" height="224" /></td>
<td width="12" valign="top" bgcolor="#FFFFCC">&nbsp;</td>
<td width="108" valign="top" bgcolor="#FFFFCC"><strong>Judul</strong>: Lanturan Tapi Relevan <br />
<strong>Penulis</strong>: Budiman Hakim <br />
<strong>Penerbit</strong>: Galangpress, Yogyakarta, Februari 2006<br />
<strong>Tebal</strong>: XXXViii + 223 hlmn</td>
<td valign="top">&nbsp;</td>
</tr>
</table>
<img src="http://www.unitedfool.com/sira/?ak_action=api_record_view&id=957&type=feed" alt="" /><p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.unitedfool.com%2F2007%2F01%2F03%2Flanturan-tapi-relevan%2F&amp;linkname=Lanturan%20Tapi%20Relevan"><img src="http://www.unitedfool.com/sira/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.unitedfool.com/2007/01/03/lanturan-tapi-relevan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Mystery of Numbers</title>
		<link>http://www.unitedfool.com/2006/12/26/the-mystery-of-numbers/</link>
		<comments>http://www.unitedfool.com/2006/12/26/the-mystery-of-numbers/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Dec 2006 05:57:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>riel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Books]]></category>
		<category><![CDATA[buku rohani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.unitedfool.com/sira/?p=956</guid>
		<description><![CDATA[Bidang numerologi  dan daya magis angka telah menarik perhatian umat manusia selama ribuan tahun. Pengetahuan  tentang makna dan rahasia angka-angka tercermin dalam agama, adat-istiadat,  cerita rakyat, dan kesusastraan, arsitektur, dan musik yang ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.unitedfool.com/images/books/mystery_of_number.jpg" alt="Buku Misteri Angka-Angka - The Mystery of Numbers" width="148" height="224" border="0" align="left" />Bidang numerologi  dan daya magis angka telah menarik perhatian umat manusia selama ribuan tahun. Pengetahuan  tentang makna dan rahasia angka-angka tercermin dalam agama, adat-istiadat,  cerita rakyat, dan kesusastraan, arsitektur, dan musik yang dipandang sebagai manifesto harmoni kehidupan.</p>
<p><span id="more-956"></span></p>
<p>Misteri Angka-Angka adalah sebuah buku yang membahas mengenai makna angka-angka bagi manusia. Seperti makna angka tiga dapat ditemukan dalam berbagai agama. Angka 3 dalam agama  Buddha, yang dapat ditemukan pada Trikaya atau &ldquo;3 tubuh&rdquo; Buddha, dan Tripitaka  atau &ldquo;3 Keranjang&rdquo; ajaran, serta 3 sumber keselamatan: Buddha, dharma (jalan  kebenaran), dan sangha (komunitas). Angka 3 dalam agama Kristen, dapat  ditemukan pada konsep trinitas (Alllah Bapa, Allah Anak, dan Allah Roh Kudus),  tritunggal yang dikatakan Paulus (iman, harapan, dan kasih), dan kebangkitan Yesus pada hari ketiga. </p>
<p>Angka 3 dalam agama Islam, dapat ditemukan pada tawasuf  yang membagi tiga tingkatan jiwa: jiwa yang mendorong pada kejahatan (QS 12:53), jiwa yang mencela (QS 75:2), dan jiwa yang tenang (QS 89:27), serta hukum Islam juga mengenal tiga kategori:  haram (dilarang), halal (diperbolehkan), dan musyabbih (meragukan). Buku ini  juga menjelaskan makna angka-angka lainnya antara lain angka 7 adalah pilar-pilar kearifan, angka 10 adalah kelengkapan dan kesempurnaan, dan ada juga pembahasan mengenai mengapa angka 13 dianggap sebagai angka sial dan ditakuti oleh banyak orang.</p>
<p>Ditulis oleh mendiang  Annemarie Schimmel, seorang ahli dalam bidang kajian agama dan peradaban dunia. Diharapkan, setelah membaca buku ini, pembaca akan mengetahui dan memahami konteks berkembangnya simbolisme dan daya magis angka-angka dalam kehidupan manusia.</p>
<p></p>
<table width="299" border="0" align="left" cellpadding="0" cellspacing="0" bordercolor="0">
<tr>
<td colspan="3"><strong>DATA BUKU </strong></td>
<td width="8">&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td width="148" valign="top"><img src="http://www.unitedfool.com/images/books/mystery_of_number.jpg" alt="Buku Misteri Angka-Angka - The Mystery of Numbers" width="148" height="224" border="0" /></td>
<td width="12" valign="top" bgcolor="#FFFFCC">&nbsp;</td>
<td width="108" valign="top" bgcolor="#FFFFCC"><strong>Judul</strong>: The Mystery of Numbers (Misteri Angka-Angka)<br />
<strong>Penulis</strong>: Annemarie Schimmel<br />
<strong>Penerbit</strong>: Pustaka Hidayah, Bandung,  Oktober 2006<br />
<strong>Tebal</strong>: 309 halmn</td>
<td valign="top">&nbsp;</td>
</tr>
</table>
<img src="http://www.unitedfool.com/sira/?ak_action=api_record_view&id=956&type=feed" alt="" /><p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.unitedfool.com%2F2006%2F12%2F26%2Fthe-mystery-of-numbers%2F&amp;linkname=The%20Mystery%20of%20Numbers"><img src="http://www.unitedfool.com/sira/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.unitedfool.com/2006/12/26/the-mystery-of-numbers/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengungkap &quot;The Da Vinci Code&quot; (3)</title>
		<link>http://www.unitedfool.com/2006/05/17/mengungkap-the-da-vinci-code-3/</link>
		<comments>http://www.unitedfool.com/2006/05/17/mengungkap-the-da-vinci-code-3/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 May 2006 14:28:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>riel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Books]]></category>
		<category><![CDATA[Da Vinci Code]]></category>
		<category><![CDATA[dan brown]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.unitedfool.com/sira/?p=929</guid>
		<description><![CDATA[ Yesus Tidak Pernah Menikah 
DAN Brown sangat benar saat ia menulis bahwa &#8220;Alkitab tidak datang dengan cara difaks dari surga.&#8221; Sebab kekristenan tidak mengajarkan bahwa setiap kata dan kalimat di dalam Alkitab didikte dari ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="subtitle"> Yesus Tidak Pernah Menikah </div>
<p>DAN Brown sangat benar saat ia menulis bahwa &ldquo;Alkitab tidak datang dengan cara difaks dari surga.&rdquo; Sebab kekristenan tidak mengajarkan bahwa setiap kata dan kalimat di dalam Alkitab didikte dari surga kepada para penulisnya. Tetapi Dan Brown sangat keliru saat mengatakan Konstantin-lah penyusun dan yang memilih kitab Injil mana yang boleh dimasukkan ke dalam Perjanjian Baru melalui Konsili Nicea. Menurut Brown, Konstantin telah memilih kitab-kitab yang membuat Yesus seakan adalah Tuhan, sedangkan semua kitab Injil yang berbicara tentang segala perilaku manusiawi Yesus dikumpulkan lalu dibakar. </p>
<p> <span id="more-929"></span></p>
<p> Dan Brown keliru, karena ia menyembunyikan fakta sejarah bahwa sesungguhnya daftar yang baku, atau kanon, dari kitab-kitab Perjanjian Baru sudah tersusun dua abad sebelum Konsili Nicea. Salah satu kanon yang paling terkenal adalah kanon Muratorian yang disusun pada tahun 190. Di situ dicantumkan dua puluh sembilan kitab dan surat Perjanjian Baru, dua puluh tujuh kitab di antaranya sama persis dengan kanon Kitab Perjanjian Baru yang ada saat ini, dengan dua tambahan, yaitu kitab Wahyu kepada Petrus dan kitab Hikmat Salomo. Pada masa berikutnya para bapa gereja mengeluarkan kedua kitab tersebut dari kanon Perjanjian Baru karena isinya dipandang tak setara dengan kitab-kitab kanonik. Kanon lain adalah tulisan Irenaeus pada awal abad kedua, yang mendaftarkan keempat Injil dalam Perjanjian Baru yang ada sekarang sebagai kitab suci. </p>
<p> Jadi, dalam Konsili Nicea tidak disusun kanon Perjanjian Baru, tetapi diperdebatkan keabsahan dari beberapa kitab yang ada di dalam kanon Perjanjian Baru, khususnya kitab Ibrani dan Wahyu. Alasan perdebatan tersebut karena pada kedua kitab tersebut tidak dicantumkan nama sang penulis secara eksplisit seperti pada kitab-kitab Perjanjian Baru lainnya. Bagi para pemimpin gereja di abad mula-mula, kejelasan nama penulis kitab atau surat sangat menentukan demi memastikan kekokohan kanon. </p>
<p> Lebih lanjut Dan Brown mengatakan kumpulan kitab-kitab Injil yang sejati yang dicoba dimusnahkan Kaisar Konstantin ada yang berhasil diselamatkan. Kumpulan tersebut ditemukan kembali di Gua Qumran dekat Laut Mati pada tahun 1950-an, yaitu Dead Sea Scrolls, dan gulungan kitab di Nag Hammadi pada tahun 1945. Memang benar di kedua tempat itu ditemukan gulungan-gulungan kitab tersebut, namun gulungan-gulungan tersebut bukan kitab Injil yang sejati! </p>
<p> Dead Sea Scrolls sama sekali tidak berisi sepotong pun kitab yang disebut sebagai Injil, sebaliknya berisi fragmen-fragmen dari kitab-kitab Perjanjian Lama yang isinya sangat persis kitab Perjanjian Lama saat ini. Sehingga ia justru membuktikan keakuratan isi kitab Perjanjian Lama dalam Alkitab. Dalam Dead Sea Scrolls juga ditemukan catatan tentang aturan kehidupan kaum petapa Essenes, suatu kelompok agama Yahudi sebelum masa agama Kristen. </p>
<p> Isi kitab-kitab di dalam gulungan Nag Hammadi sangat jauh untuk dapat dikatakan sebagai Injil yang sejati. Kitab-kitab tersebut disebut sebagai kitab Gnostik, yakni aliran kebatinan yang mulai muncul di gereja sejak awal abad kedua. Kitab-kitab dalam gulungan Nag Hammadi tersebut ditulis pengikut aliran ini pada akhir abad kedua sampai dengan abad kelima, bukan pada zaman para rasul! Kitab-kitab tersebut berisi dongeng dan mitos khas kaum Gnostik, mutu etikanya kelewat rendah dan sangat bertentangan dengan doktrin Perjanjian Lama tentang pribadi Allah sebagai Pencipta Langit dan Bumi, sehingga oleh gereja mula-mula pun sama sekali tidak dipandang sebagai kitab yang suci. </p>
<p></p>
<div class="subtitle"> Yesus Menikah? </div>
<p> Kesimpulan Dan Brown ini tanpa bukti ilmiah, sebab tak satu pun naskah pada zaman para rasul dan bapa-bapa gereja yang mencatat bahwa Yesus menikah. Namun, untuk mendukung pernyataannya Dan Brown menggunakan tiga &ldquo;bukti.&rdquo; Namun bila diteliti tiga &ldquo;bukti&rdquo; itu dengan mudah terlihat sebagai kesimpulan yang gegabah. </p>
<p> &ldquo;Bukti&rdquo; pertamanya adalah lukisan The Last Supper karya Leonardo Da Vinci. Tanpa dasar jelas ia mengatakan gambar orang berwajah halus, yang mirip wanita, duduk di sebelah kanan Yesus di dalam lukisan tersebut adalah Maria Magdalena! Untuk membuktikan pendapatnya bahwa Yesus menikahi &ldquo;Maria Magdalena&rdquo; tersebut, Dan Brown menggunakan metode otak-atik gathuk, istilah bahasa Jawa yang berarti &ldquo;diotak-atik supaya jadi cocok.&rdquo; Dia mengotak-atik detil di dalam lukisan tersebut sedemikian rupa supaya mendukung pernyataannya. Hanya saja ia tidak menyebutkan suatu fakta dalam dunia seni bahwa para pelukis abad pertengahan, yaitu zamannya Leonardo Da Vinci, seorang pria belia sering dilukis dengan wajah feminim. Hal yang sama dilakukan Leonardo Da Vinci saat melukiskan wajah Yohanes, murid Yesus Kristus yang termuda, dalam lukisan The Last Supper di atas. (bersambung) </p>
<p> Sumber: Sinar Harapan, 17 Mei 2006 </p>
<img src="http://www.unitedfool.com/sira/?ak_action=api_record_view&id=929&type=feed" alt="" /><p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.unitedfool.com%2F2006%2F05%2F17%2Fmengungkap-the-da-vinci-code-3%2F&amp;linkname=Mengungkap%20%26quot%3BThe%20Da%20Vinci%20Code%26quot%3B%20%283%29"><img src="http://www.unitedfool.com/sira/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.unitedfool.com/2006/05/17/mengungkap-the-da-vinci-code-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengungkap &quot;The Da Vinci Code&quot; (2)</title>
		<link>http://www.unitedfool.com/2006/05/16/mengungkap-the-da-vinci-code-2/</link>
		<comments>http://www.unitedfool.com/2006/05/16/mengungkap-the-da-vinci-code-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 May 2006 16:37:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>riel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Books]]></category>
		<category><![CDATA[dan brown]]></category>
		<category><![CDATA[The Da Vinci Code]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.unitedfool.com/sira/?p=928</guid>
		<description><![CDATA[ Ketika Fakta Diramu dengan Fiksi 
HURUF V merupakan simbol cawan yang juga simbol seorang perempuan. Leonardo memakai cawan suci sebagai kode untuk memberitahukan Yesus menikah dengan orang yang duduk di sebelah kanan-Nya, yaitu Maria ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="subtitle"> Ketika Fakta Diramu dengan Fiksi </div>
<p>HURUF V merupakan simbol cawan yang juga simbol seorang perempuan. Leonardo memakai cawan suci sebagai kode untuk memberitahukan Yesus menikah dengan orang yang duduk di sebelah kanan-Nya, yaitu Maria Magdalena. Lukisan itu juga ingin memberitahukan betapa bencinya rasul Petrus kepada Maria Magdalena, sebab Maria telah dipercaya Yesus untuk memimpin gereja. Di situ dilukiskan wajah Petrus penuh amarah dengan jari telunjuknya diarahkan ke leher Maria Magdalena. </p>
<p><span id="more-928"></span></p>
<p> Teabing juga menjelaskan Gereja Katolik telah berkonspirasi menutupi fakta Yesus hanya manusia biasa, dan Vatikan mengetahui kebohongan ajaran kalau Yesus adalah Tuhan. Rahasia ini dijaga demi mempertahankan kekuasaan gereja. </p>
<p> Kejutan di akhir cerita, terungkap bahwa ternyata Teabing-lah tokoh kunci dalang pencarian batu kunci Priory of Sion, dan bahwa Sophie Neveu adalah keturunan Maria Magdalena dari perkawinannya dengan Yesus. </p>
<p></p>
<div class="subtitle"> Indoktrinasi Dan Brown </div>
<p> Seperti yang saya kemukakan sebelumnya, Dan Brown, menulis novelnya dengan sangat licin. Dia menjalin beberapa fakta dan fiksi, atau kisah khayal, sehingga orang awam yang tak paham sejarah gereja sulit membedakannya. Akibatnya pembaca buku tersebut dapat menganggap bagian-bagian fiksi sebagai fakta. </p>
<p> Pelbagai fakta yang disisipkan Dan Brown dalam novel fiksi ini, antara lain pertama, detail ruangan Museum Louvre, tempat kisah ini dimulai, dan detail Kapel Rosslyn di Skotlandia, yang dikisahkan sebagai tempat disimpannya cawan suci. </p>
<p> Kedua, penyelenggaraan Konsili Nicea atas permintaan Kaisar Konstantin, yang juga menetapkan para pengikut Arius yang tak mempercayai keilahian Yesus sebagai bidat. </p>
<p> Ketiga, kedangkalan kekristenan Kaisar Konstantin, sehingga misalkan ia hanya mau dibaptis menjelang saat ajalnya, dan diserapnya beberapa praktik agama kafir ke dalam kehidupan gereja, khususnya sejak Kaisar Konstantin mengeluarkan edik toleransi pada tahun 313. Edik toleransi ini memang pada satu sisi bersifat positif bagi orang Kristen karena penganiayaan terhadap mereka dihentikan, namun di sisi lain bersisi negatif sebab telah mengakibatkan gereja mengalami kemerosotan spiritual sehingga terjerumus ke dalam abad-abad kegelapan. </p>
<p> Keempat, Sebagian dari detail lukisan The Last Supper, karya Leonardo Da Vinci yang terdapat pada dinding gereja Santa Maria delle Grazie di kota Milan, Italia. </p>
<p> Kelima, Serikat Priory of Sion dan Opus Dei yang memang ada dalam lingkup Gereja Katolik. Hanya saja lembaga-lembaga tersebut didirikan bukan untuk melakukan kegiatan rahasia seperti yang ditulis Dan Brown. </p>
<p>Di luar fakta tersebut bagian yang lain dari buku tersebut hanyalah fiksi, yakni khayalan Dan Brown. Data yang dikemukakannya tidak akurat, tafsirannya melenceng dari fakta sesungguhnya. Namun karena gaya penyajiannya sangat meyakinkan, pembaca yang tidak menggunakan nalarnya secara kritis akan menganggap itu semua fakta yang benar. Pembaca seperti ini akan mudah terperangkap dalam alur pikir Sophie, tokoh dalam novel ini, saat ia terpengaruh ceramah Leigh Teabing, yang sesungguhnya adalah indoktrinasi dari Dan Brown. </p>
<p> Sebaliknya, apabila ketidakakuratan dan tafsir yang melenceng tersebut diungkap, dan pada saat yang sama ditunjukkan bagian fiksi novel tersebut, dengan mudah pembaca yang berpikiran jernih dan objektif dapat menangkap kelicinan dan kesalahan pandangan Dan Brown, sekaligus akan melihat kebenaran pokok iman Kristiani. </p>
<p></p>
<div class="subtitle"> Kebenaran Konsili Nicea? </div>
<p> Jauh sebelum Konsili Nicea, yang digelar pada tahun 325, gereja pada zaman para rasul atau gereja mula-mula telah mengajarkan bahwa Yesus adalah Tuhan. Ini selaras dengan ajaran Yesus Kristus tentang diri-Nya kepada para murid-Nya (lihat Injil Matius 16:13-20). </p>
<p> Beberapa bukti keyakinan gereja mula-mula ini dapat dilihat antara lain di dalam kitab Didache (ditulis sebelum tahun 100). Kitab ini pada intinya mengajarkan praktika ibadah Kristiani dan dengan jelas menuliskan Pokok Iman Kristiani, yakni Yesus adalah Tuhan. Contoh yang lain adalah tulisan-tulisan Yustinus Martir, bapa gereja dan apologet terkemuka pada awal abad kedua, yang dua abad sebelum Konsili Nicea telah menegaskan keilahian Yesus Kristus. </p>
<p> Bukti lain adalah ajaran Uskup Irenaeus, dari Lungdunum, tokoh yang sangat terpandang pada awal abad kedua, yang mengacu kepada tulisan dalam 1 Korintus 8:6, yang berbunyi: &ldquo;Namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang daripada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus.&rdquo; </p>
<p> Dengan kata lain, ajaran Yesus adalah Tuhan sama sekali bukanlah ide Kaisar Konstantin yang dalam agenda politiknya bermaksud menyatukan kaum kafir dengan pemeluk agama Kristen di negara Romawi, dengan mencampurkan ajaran kafir dan Kristen melalui Konsili Nicea. </p>
<p> Diakui dalam Konsili Nicea dirumuskan syahadat atau Pengakuan Iman Kristiani, namun isi pengakuan iman tersebut bukanlah pemasukan ajaran baru yang bersumber dari ajaran kafir ke dalam ajaran Kristiani. Kredo yang dirumuskan itu merupakan penegasan inti ajaran Kristiani yang sudah ada tiga abad sebelumnya. Penegasan ini dinilai perlu karena pada masa itu muncul ajaran baru yang dikembangkan Arius, seorang teolog dari Aleksandria, Mesir, yang menyangkali keilahian Yesus. </p>
<p> Dan Brown melalui mulut tokoh yang ia ciptakan, Teabing, berkata bahwa di dalam Konsili Nicea telah diadakan pemungutan suara, untuk menentukan apakah Yesus adalah Tuhan atau manusia. Ia mengatakan bahwa voting tersebut menghasilkan suara yang hampir seimbang di antara pendukung dan penentang ajaran Yesus sebagai Tuhan. Dalam realita sejarah, saat dilakukan pemungutan suara, dari tiga ratus uskup yang hadir pada konsili tersebut hanya dua orang saja yang menentang rumusan Pengakuan Iman Nicea. Jadi sungguh jauh dari yang disebut Dan Brown sebagai suara hampir seimbang! Padahal sebagian besar dari para uskup yang hadir berasal dari wilayah Timur, tempat Arius menyebarkan ajarannya.(bersambung) </p>
<p> Sumber: Sinar Harapan, 16 Mei 2006 </p>
<img src="http://www.unitedfool.com/sira/?ak_action=api_record_view&id=928&type=feed" alt="" /><p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.unitedfool.com%2F2006%2F05%2F16%2Fmengungkap-the-da-vinci-code-2%2F&amp;linkname=Mengungkap%20%26quot%3BThe%20Da%20Vinci%20Code%26quot%3B%20%282%29"><img src="http://www.unitedfool.com/sira/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.unitedfool.com/2006/05/16/mengungkap-the-da-vinci-code-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengungkap ”The Da Vinci Code” (1)</title>
		<link>http://www.unitedfool.com/2006/05/15/mengungkap-%e2%80%9dthe-da-vinci-code%e2%80%9d-1/</link>
		<comments>http://www.unitedfool.com/2006/05/15/mengungkap-%e2%80%9dthe-da-vinci-code%e2%80%9d-1/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 May 2006 11:13:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>riel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Books]]></category>
		<category><![CDATA[Da Vinci Code]]></category>
		<category><![CDATA[dan brown]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.unitedfool.com/sira/?p=927</guid>
		<description><![CDATA[Pengantar Redaksi: 

 Film The Da Vinci Code, yang merupakan versi layar lebar novel karya Dan Brown akan serentak diputar di seluruh dunia pada 19 Mei 2006, termasuk Indonesia. Novel itu memicu kontroversi karena dianggap ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pengantar Redaksi: <br />
</strong></p>
<p><strong> Film The Da Vinci Code, yang merupakan versi layar lebar novel karya Dan Brown akan serentak diputar di seluruh dunia pada 19 Mei 2006, termasuk Indonesia. Novel itu memicu kontroversi karena dianggap memutarbalikan fakta yang dapat membingungkan, terutama bagi umat Kristiani. Terkait dengan itu redaksi menurunkan ulasan Pendeta Dr Ir Bambang Wijaya, Ketua Umum Persekutuan Injili Indonesia, mengenai novel dan film tersebut. Ulasan akan diturunkan bersambung dalam empat seri, mulai Senin (15/5). </strong></p>
<p><span id="more-927"></span><br />
</p>
<p> THE Da Vinci Code adalah salah satu novel terlaris dekade ini. Sejak diterbitkan pada 2003, di seluruh dunia buku ini telah terjual lebih dari 40 juta eksemplar. Bila jumlah tersebut didistribusikan di seluruh Indonesia, sama dengan setiap rumah tangga memiliki sebuah buku tersebut. </p>
<p> Buku ini tentu dapat berdampak pada pola pikir masyarakat. Dampak yang diharapkan secara jelas dituliskan pada sampul depan edisi bahasa Indonesianya, yaitu &ldquo;memukau nalar, mengguncang iman!&rdquo; Dampak yang dalam edisi bahasa Inggris tidak dicantumkan ini, dapat semakin besar dengan tayangan versi layar lebarnya, melalui film yang dibintangi Tom Hanks, aktor Hollywood yang sangat terkenal, dan diluncurkan serempak di seluruh dunia pada 19 Mei 2006 ini.
</p>
<p></p>
<div class="subtitle"> Hujatan terhadap Iman Kristiani </div>
<p> Buku ini memang diharapkan mengguncang iman. Novel yang edisi bahasa Indonesianya setebal 624 halaman ini terang-terangan menghujat pokok-pokok iman Kristiani. Berikut adalah hujatan tersebut yang merupakan pandangan si penulis. </p>
<p> Pertama, Yesus bukanlah Tuhan, melainkan manusia biasa. Kaisar Konstantin dari kerajaan Romawilah yang menjadikan Yesus sebagai Tuhan, melalui konsili Nicea pada tahun 325 demi kepentingan politiknya. </p>
<p> Kedua, Kitab Perjanjian Baru yang digunakan orang Kristen saat ini adalah himpunan dari kitab-kitab yang disusun Kaisar Konstantin melalui konsili Nicea. Sedangkan kitab-kitab suci yang benar, yaitu yang digunakan para pengikut Yesus yang asli, justru dibakar berdasarkan putusan konsili tersebut, sebab berisikan &ldquo;kebenaran&rdquo; yang sesungguhnya, yaitu bahwa Yesus adalah seorang manusia biasa dan bukan Tuhan. </p>
<p> Ketiga, Yesus menikah dengan Maria Magdalena dan memiliki seorang putri. Maria terpaksa harus mengungsi ke Prancis, berlindung di antara masyarakat Yahudi dan melahirkan anaknya di sana. Hal ini antara lain dikarenakan rasul Petrus merasa cemburu sebab Maria Magdalena, sebagai seorang perempuan, telah dipilih Yesus untuk menjadi kepala gereja. </p>
<p> Untuk mengemukakan hujatannya tersebut sang penulis dengan sangat licin telah memadukan cerita-cerita khayalan atau fiksi, fakta-fakta sejarah, data yang tidak akurat dan tafsiran yang melenceng terhadap beberapa fakta sejarah, dan keyakinan teologisnya yang bersifat anti-Kristen. </p>
<p> Karena keempat hal tersebut dijalin rapi di dalam sebuah tulisan yang rancak dan dengan setting cerita thriller yang menarik, menegangkan, serta penuh kejutan, dengan mudah orang terhanyut dalam alur cerita tanpa dapat membedakan fakta dan fiksi. Akibatnya, bagi yang tidak paham sejarah gereja dengan mudah akan terperangkap kedalam jerat keyakinan teologis sang penulis. Bahkan, orang dapat terbawa kepada ajaran sang penulis yang merupakan ajaran kafir, seperti memandang hubungan seks bebas sebagai sarana untuk berhubungan dengan Tuhan. </p>
<p></p>
<div class="subtitle"> Ringkasan Plot Cerita </div>
<p> Buku ini diawali dengan pembunuhan terhadap Jacques Sauniere. Dia adalah kurator Museum Louvre, di Paris. Pembunuhan dilakukan Silas, seorang biarawan berkulit albino, demi mendapat rahasia batu kunci Priory of Sion, karena di situ termuat informasi tentang letak Cawan Kudus (Holy Grail), yaitu cawan yang digunakan Yesus dalam perjamuan kudus terakhir bersama para murid-Nya. Sebelum meninggal, Jacques Sauniere sempat memberi petunjuk sandi yang mengakibatkan Robert Langdon, ahli ilmu simbol dari Universitas Harvard, ikut terlibat dalam kasus ini. </p>
<p> Robert Landon lalu bekerja sama dengan Sophie Neveu, ahli ilmu sandi pemerintah Prancis, yang juga cucu perempuan Jacques Sauniere. Dalam upaya ini, keduanya terus diburu Kapten Bezu Fache, anggota reserse kriminal Prancis, dan Silas. Kapten Bezu ingin mengungkap kasus pembunuhan, sedangkan Silas ditugasi pemimpin Opus Dei, sebuah organisasi rahasia Gereja Katolik, demi menyelamatkan Gereja Katolik. </p>
<p> Di tengah cerita, Robert Landon dan Sophie Neveu berjumpa Sir Leigh Teabing, ilmuwan yang mendalami rahasia Cawan Kudus. Teabing memaparkan berbagai &ldquo;rahasia gereja&rdquo;, di antaranya Yesus hanyalah manusia biasa yang menikah dengan Maria Magdalena. Sehingga demi kepentingan politiknya Kaisar Romawi Konstantin menetapkan Yesus sebagai Tuhan melalui sebuah konsili (sidang gereja) di kota Nicea pada tahun 325. Dalam konsili tersebut diputuskan semua &ldquo;kitab suci yang benar&rdquo;, yang menyatakan Yesus manusia biasa, dilarang dan dibakar. Sedangkan para &ldquo;pengikut Yesus yang asli&rdquo;, yaitu mereka yang tak mempercayai ketuhanan Yesus ditetapkan sebagai kaum bidat, dan harus dimusnahkan. </p>
<p> Lebih jauh Teabing menjelaskan Leonardo da Vinci, yang adalah anggota serikat rahasia Priory of Sion, mengetahui rahasia pernikahan Yesus dengan Maria Magdalena, sehingga tugas serikat ini menjaga rahasia itu. Namun Leonardo da Vinci membocorkannya melalui lukisannya yang sangat terkenal, The Last Supper (Perjamuan Malam yang Terakhir) yang melukiskan suasana perjamuan Paskah sebelum Yesus ditangkap. Lukisan tersebut menyembunyikan beberapa kode yang menunjukkan Maria Magdalena adalah istri Yesus. </p>
<p> Kode-kode tersebut di antaranya: tidak adanya gambar Cawan Suci pada lukisan tersebut. Orang yang duduk di sebelah kanan Yesus, sesungguhnya adalah gambar Maria Magdalena, bukan rasul Yohanes. Posisi tubuh Yesus dengan Maria Magdalena di dalam lukisan tersebut membentuk huruf V, supaya orang yang mencari-cari gambar Cawan Suci akan menangkap kode huruf V ini, dan mendapati sesungguhnya Maria Magdalenalah Sang Cawan Suci yang mereka cari. <em>(bersambung) </em></p>
<p> Sumber: Sinar Harapan, 15 Mei 2006 </p>
<img src="http://www.unitedfool.com/sira/?ak_action=api_record_view&id=927&type=feed" alt="" /><p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.unitedfool.com%2F2006%2F05%2F15%2Fmengungkap-%25e2%2580%259dthe-da-vinci-code%25e2%2580%259d-1%2F&amp;linkname=Mengungkap%20%E2%80%9DThe%20Da%20Vinci%20Code%E2%80%9D%20%281%29"><img src="http://www.unitedfool.com/sira/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.unitedfool.com/2006/05/15/mengungkap-%e2%80%9dthe-da-vinci-code%e2%80%9d-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Joel Osteen: Your Best Life Now</title>
		<link>http://www.unitedfool.com/2006/04/25/joel-osteen-your-best-life-now/</link>
		<comments>http://www.unitedfool.com/2006/04/25/joel-osteen-your-best-life-now/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Apr 2006 03:47:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>riel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Books]]></category>
		<category><![CDATA[Joel Osteen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.unitedfool.com/sira/?p=925</guid>
		<description><![CDATA[Apakah anda menginginkan hal-hal terbaik terjadi di dalam hidup anda? Dan anda pasti tidak ingin hal-hal terbaik itu hanya terjadi satu dua kali dalam seluruh hidup anda? Anda pasti menginginkan hal-hal terbaik terjadi di dalam ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.unitedfool.com/images/books/your_best_life_now.jpg" alt="Your Best Life Now - Joel Osteen" width="160" height="243" align="left" />Apakah anda menginginkan hal-hal terbaik terjadi di dalam hidup anda? Dan anda pasti tidak ingin hal-hal terbaik itu hanya terjadi satu dua kali dalam seluruh hidup anda? Anda pasti menginginkan hal-hal terbaik terjadi di dalam hidup anda setiap hari, mulai dari anda bangun dari tempat tidur, kemudian melakukan aktivitas hari itu, hingga anda kembali lagi tidur di malam hari? </p>
<p><span id="more-925"></span></p>
<p>Kalau anda menjawab YA untuk semua pertanyaan itu, kalau anda menginginkan hal-hal terbaik yang telah Tuhan rancangkan dan tetapkan terjadi dalam hidup anda, maka Joel Osteen dalam bukunya yang berjudul <em>Your Best Life Now</em> dapat membantu anda untuk mewujudkan keinginan anda itu.</p>
<p>Anda mungkin sudah banyak membaca buku-buku mengenai pengembangan diri yang berbicara mengenai bagaimana caranya menjadi sukses, bagaimana caranya menjadi manusia yang bahagia, dan berbagai judul serupa lainnya dan anda mengira kalau buku yang ditulis sendiri oleh Joel Osteen ini sama seperti buku-buku pengembangan diri yang sudah pernah anda baca. Benarkah demikian? Tidak benar. Kebanyakan buku-buku pengembangan diri yang beredar di toko-toku buku berisikan pesan bahwa kalau anda berusaha maka anda akan berhasil sedangkan Joel Osteen dalam bukunya yang berjudul <em>Your Best Life Now</em> mengatakan bahwa kalau Allah ada di pihak anda maka siapakah yang dapat melawan anda. </p>
<p>Buku <em>Your Best Life Now</em> yang ditulis oleh Joel Osteen, seorang gembala senior Lakewood Church di Houston, Texas, sangat mudah dibaca karena Joel menulisnya dengan bahasa yang sederhana sehingga sangat mudah dimengerti oleh siapapun. Dengan gaya penyampaian yang sederhana Joel memberitahukan tujuh langkah untuk mengalami hal terbaik dari Tuhan dalam hidup anda, yaitu (1) memperbesar visi anda; (2) mengembangkan citra diri yang sehat; (3) menemukan kuasa pikiran dan kata-kata anda; (4) melepaskan masa lalu; (5) menemukan kekuatan melalui kesukaran; (6) hidup untuk memberi; dan (7) memilih untuk berbahagia. </p>
<p>Selamat Membaca Sobat UF! &nbsp;&nbsp;</p>
<img src="http://www.unitedfool.com/sira/?ak_action=api_record_view&id=925&type=feed" alt="" /><p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.unitedfool.com%2F2006%2F04%2F25%2Fjoel-osteen-your-best-life-now%2F&amp;linkname=Joel%20Osteen%3A%20Your%20Best%20Life%20Now"><img src="http://www.unitedfool.com/sira/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.unitedfool.com/2006/04/25/joel-osteen-your-best-life-now/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>CS Lewis &#8211; Dari Almari Narnia &#8211; Bag. 3</title>
		<link>http://www.unitedfool.com/2006/02/11/cs-lewis-dari-almari-narnia-bag-3/</link>
		<comments>http://www.unitedfool.com/2006/02/11/cs-lewis-dari-almari-narnia-bag-3/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Feb 2006 07:50:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>riel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Books]]></category>
		<category><![CDATA[CS Lewis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.unitedfool.com/sira/?p=911</guid>
		<description><![CDATA[Pada 1949 kesehatannya makin memburuk dan akhirnya kolaps. Dia segera dibawa ke rumah sakit dengan sebuah anbulans dan mendapat suntikan penisilin setiap tiga jam. Dia terbaring sepekan lamanya di rumah sakit. Hidupnya nyaris dalam kesunyian. ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada 1949 kesehatannya makin memburuk dan akhirnya kolaps. Dia segera dibawa ke rumah sakit dengan sebuah anbulans dan mendapat suntikan penisilin setiap tiga jam. Dia terbaring sepekan lamanya di rumah sakit. Hidupnya nyaris dalam kesunyian. Orang-orang yang membesuknya harus diijinkan menjumpainya sebentar saja. Para dokter praktis memaksanya istirahat total. </p>
<p><span id="more-911"></span></p>
<p>Pada masa-masa itulah Jack mulai dihantui mimpi-mimpi buruk. Seekor singa raksasa, yang tak cukup besar tapi tak juga berkepribadian, mendatanginya. Juga para faun, manusia berkaki domba, berseliweran di alam mimpinya. Para monster, raksasa, dan peri, yang baik dan yang jahat, dari abad pertengahan memenuhi benaknya. Binatang berjubah manusia dari kenangan masa kecilnya berhamburan keluar, menari-nari di atas ranjang dan meja tulisnya.</p>
<p>Dia terkekang kembali akan pegangan pintu kuningan di rumah kuno kakeknya yang menjadi rektor gereja St Mark, Dundela. Dia ingat keasikannya bermain petak-umpet dengan Warren di lemari berkayu oak di rumah besar yang sunyi. Angannya menjelajah kawasan Belfast, dari pegunungan Holywood di Timur hingga galangan kapal di Barat, dan terutama The Klins, daerah tempat dia tinggal. &ldquo;Aku tahu dari mana datangnya singa itu atau mengapa Dia datang, tetapi sekali Dia ada di sana Dia membawa seluruh ceritanya,&rdquo; kata Jack.</p>
<p>Perlahan-lahan negeri Narnia terbangun, menemukan bentuk utuhnya dalam sebuah munuskrip yang nanti menjadi <em>The Lion, the Witch and the Wardrobe</em>, novel pertama yang terbit dari tujuh novel berseri <em>The Chonicles of Narnia</em>.</p>
<p>Jack membacakan manuskripnya ini di hadapan Ingklings. Anggota klub itu menyambutnya dengan antusias, menganggapnya sebuah karya Jack yang cemerlang dan lain daripada karya-karyanya sebelumnya.</p>
<p>&ldquo;Jack, tak mungkin kita mencampuradukkan dunia mitologi kuno di masa lalu dengan dunia masa kini. Mitologi dengan segala mahluk ajaib dan Elfnya berada di alam yang jauh berbeda. Kalau mau mempertemukan lewat sebuah lemari tua, apa yang akan ditawarkan orang?&rdquo; kata Tolkein.</p>
<p>&ldquo;Aku tahu itu, Tollers, tapi aku membayangkan imajinasi anak-anak yang tak terbatas yang menemukan keasikan dan petualangan sendiri.&rdquo; Tolkien tetap bertahan pada pendapatnya bahwa mitologi harus dipertahankan dalam kemurnianya. Dunia ini sudah terkubur di masa lalu sejak Elf dan Hobbit tak lagi berhubungan dengan manusia. </p>
<p> Kita tahu&nbsp; persis seberapa tajam perdebatan mereka saat itu dan kenapa Tolkien begitu keras menentang Jack. Barangkali, hal ini dipengaruhi situasi saat itu: Tolkein agak kecewa karena Lord of the Rings-nya tak disambut pembaca sehangat yang dibayangkannya.</p>
<p>Tolkien terus menyarankan agar Jack tidak menerbitkan karyanya, karena khawatir akan merusak citra mulia mitologi. Namun,&nbsp; dukungan teman-teman Inklings lain membuat Jack terdorong untuk perlahan-lahan menyelesaikan dongeng Narnia dan akhirnya menerbitkannya.</p>
<p>Nyatanya, ramalan Tolkien tak terjadi. Publik menyambut baik kehadiran Narnia di alam modern. Jack mendapat banyak pembacanya di seluruh dunia yang menanggapi dogeng Narnia-nya. Ini suatu yang sebelumnya tak bisa diduga Jack maupun rekan-rekannya di Inklings.</p>
<p>Di lain pihak, meski tak mendapat dukungan Tolkien, Jack terus mendorong sahabatnya itu untuk menerbitkan <em>Lord of the Rings</em>. Pada awalnya hingga akhirnya sebuah penerbit bernama Unwin bersedia menerbitkannya. Kita tahu kini bahwa kedua karya itu menempati tempatnya sendiri-sendiri sebagai dua karya besar yang pernah dilahirkan di Inggris.</p>
<p>Selama 1954 sampai 1963, Jack menjadi profesor Bahasa Inggris Abad Pertengahan dan Renaisans di Cambridge University. Dia sudah terkenal masa itu dan kuliah-kuliahnya selalu dipadati mahasisiwa. Dia mampu mengutip teks-teks Latin dan Yunani tanpa sepotong catatan pun. <br />
Di masa itu ia bertemu Joy Davidman, guru sastra Inggris dari New York, Amerika Serikat. Joy hidup menjanda dengan dua putra, Douglas dan David. Mereka menikah di catatan sipil pada 1954. Namun, perkawinan mereka tak berjalan lama, karena tak lama kemudian Joy didiagnosis menderita kanker yang perlahan mengerogoti tubuhnya hingga dia meninggal pada Juli 1960.</p>
<p>Jack tampaknya sangat terpukul akan kematian ini dan menuangkannya dalam <em>A Grief Observed</em> yang terbit dengan nama samaran N.W. Clerk. Buku ini melukiskan suatu duka yang mendalam, kesakitan yang tak tertahankan. &ldquo;Tak pernah ada orang yang mengatakan padaku tentang duka yang begitu menakutkan,&rdquo; tulisnya dalam buku itu. &ldquo;Aku tak takut, tapi sensasinya begitu mengkhawatirkan. Rasa yang sama mengguncang perutku, kegelisahan yang sama, keluhan. Aku terus menekannya.&rdquo; Di buku ini Jack tak mengingkari betapa keimanannya diuji saat itu. Pada akhir bukunya, Jack mencoba berdamai dengan Tuhan. </p>
<p>Banyak orang yang kemudian merekomendasikan buku ini kepada Jack untuk dibaca untuk mengobati deritanya. Hingga pada akhirnya dia harus memberikan pengakuan kepada mereka bahwa dialah yang menulis buku itu.</p>
<p>Hubungan Joy-Jack ini kemudian diangkat ke layar lebar dalam Flim <em>Shadowlands</em> (1994) yang disutradarai Wililiam Nicholson dan dibintangi Debra Winger dan Antony Hopkins. Film ini berdasarkan skrip tayangan televisi karya Nicholson yang terbilang sukses.</p>
<p>Jack tak perlu menahan deritanya. Tiga tahun kemudian perjuangannya melawan ketuaan dan osteoporosis berakhir. Clive Staples Lewis meninggal pada 22 November 1963. Dia tak ingin kematiannya diketahui umum. Harapannya terpenuhi. Pada tanggal yang sama Presiden Amerika Serikat John F. Kennedy mati tertembak. Pengarang terkenal Brave New World, Aldous Huxley, juga meninggal di tanggal yang sama.</p>
<p>Kini, anak-anak yang berkunjung ke Marion E. Wade Center di Wheaton College, Illionis, Amerika Serikat biasanya akan berebutan menuju almari besar yang berada tepat di balik pintu masuknya.</p>
<p>Almari pintu ganda itu setinggi sekitar 2 meter dan lebar 1,2 meter. Isinya sejumlah mantel bulu. Namun, sebuah plakat tertampang jelas di pintunya berisi peringatan penuh ancaman: &ldquo;Masuk tanggung sendiri risikonya. The Wade Center tak bertanggung jawab terhadap orang-orang yang raib atau hilang di dalam Almari ini!&rdquo;</p>
<p>Tapi, anak-anak itu tidak mengindahkan peringatan itu. Mereka berharap-harap cemas akan memasuki belantara magis negeri Narnia rekaan Clive Staples Lewis. </p>
<p></p>
<p>Catatan:</p>
<ol>
<li>Tulisan ini bersumber dari sejumlah media, seperti BBC, Wikipedia, dan Chistianity Today.</li>
<li>Percakapan Lewis dan Tolkien dicuplik dari biografi sastrawi Colin Duriez, Tolkien and C.S Lewis: The Gift of Friendship</li>
<li>Rincian kisah penyusunan the Chonicles of Narnia berdasarkan kenangan Douglas Greshan, anak tiri Lewis, dalam Jack&rsquo;s life: A Memory of C.S Lewis.</li>
</ol>
<p>Sumber: Koran Tempo </p>
<p></p>
<hr /></p>
<p>Jack telah wafat. Tapi, cerita tentangnya belumlah tamat. Tujuh tahun sebelum meninggal, Jack bertemu Kathryn Lindskoog, mahasiswi University of Redlands, California, Amerika. Kathryn bermaksud menyusun sebuah tesis bertajuk The Lion of Judah in Never Land yang membahas karya-karya Jack. Tesis yang disusun pada tahun 1957 itu kemudian terbit menjadi buku pada 1973. Jack dalam sepucuk suratnya kepada Kathryn, memuji tesis itu.</p>
<p>Namun, bukan tesis itu yang membuat nama Katryn kini sering dikaitkan dengan Jack, tetapi sebuah buku lain yang ditulisnya, the C.S Lewis Hoax, yang kemudian dilanjutkan dengan Sleuthing C.S.Lewis: More Light in the Shadowlands. </p>
<p>Buku-buku ini mencoba membuktikan bahwa sejumlah karya sastra dan theologi dari pengarang Inggris itu hasil pemalsuan sistematis Kathryn mencurigai peran yang dimainkan Wateer Hooper. </p>
<p>Hooper, mahasiswa Bahasa Inggris di Universitas of Kentucky, Amerika Serikat, sedang belajar menjadi pendeta Episcopal (Dia kemudian pindah ke Katolik Roma) ketika bertemu dengan Jack 1963. Sedang Jack meninggal dunia. Hooper pindah ke Inggris dan membantu menyiapkan penerbitan puisi dan esai warisan Jack.</p>
<p>Di awal 1970-an, dia bekerja sebagai konsultan sastra pada lembaga satra CS lewis. Dia menjadi penulis pendamping untuk biografi pertama Jack dan menerbitkan memoar tentang hubungannya dengan Jack dalam C.S. Lewis at the Breakfast Table. Selama 1964-2000. Hooper menyiapkan sekitar 27 buku bukti karya Jack dan memberikan kata pengantar oleh Hooper.</p>
<p>Kecurigaan Kathryn kepada Hooper mulai muncul pada artikelnya &ldquo;Some Questions in C.S Lewis Scholarship&rdquo; pada tahun 1978 di Jurnal Christianity and Literature. Di sini ia menyebutkan bahwa Hooper sudah menyalahgunakan perannya sebagai penyunting karya-karya Jack sehingga Kathryn melihat adanya gaya dan nuansanya yang bukan &ldquo;Lewis&rdquo;.</p>
<p>James Como, profesor retorika dan komunikasi publik di York College of City Universitas of New York, menilai seharusnya karya Kathryn itu tak layak terbit sebagai karya akademis. &ldquo;Ini gosip bagus, jurnalisme yang buruk, dan&nbsp; tak sepenuhnya ilmiah,&rdquo; kata anggota pendiri New C.S Lewis Society dan pengarang monograf tentang karya Lewis itu. Sedangkan Hooper menjamin, &ldquo;Tak ada pemalsuan di sini&rdquo;.</p>
<p>Hooper menyatakan, dia cuma berupaya menyelamatkan setumpuk besar naskah yang ditinggalkan Jack. Naskah-naskah itulah yang diseleksinya dan kemudin diterbitkan.<br />
Tapi, Kathryn sangat meragukan sebuah naskah fiksi ilmiah yang tak selesai, The Dark Tower, yang pertama kali diterbitkan 1977. Hooper menduga manuskrip itu ditulis Jack pada tahun 1930-an sebagai lanjutan trilogi ruang angkasanya. Naskah itu terbilang buruk, sehingga sejumlah sarjana sastra menduga bahwa Jack sendiri akan malu menerbitkannya.</p>
<p>Di tengah keraguan Kathryn, para pendukungnya berdatangan. C.F Jones dari University of Florida pada tahun 1986 melakukan analisa naskah dengan komputer membuktikan adanya kejanggalan itu dan dibenarkan pula lewat analisa komputer oleh A.Q. Morton dari University of Glasgow pada 1991.</p>
<p>Kathryn juga melaporkan bahwa seorang ahli autentikasi dokumen menyatakan bahwa tinta pada beberapa halaman munuskrip itu belum diperdagangkan pada 1950-an.<br />
Dukungan pada Kathryn bertambah. Bahkan, selusin akademis memasukkan namanya dalam sebuah petisi yang meminta lembaga Lewis untuk menjawab pertanyaan Kathryn yang digelar The C.S Lewis Foundation for Truth in Publising. Di antara penandatangannya adalah pengarang fiksi ilmiah Acthur C Clarke dan Ursula K.Le Guin, juga Richard Wilbur, mantan penyair laureate Amerika Serikat.</p>
<p>Lontaran Kathryn memanaskan berbagai diskusi seputar Jack dan Kekristenannya. Akhirnya, C.S. Lewis Foundation di Redlands, California, Amerika Serikat, menggelar diskusi yang dihadiri oleh lusinan ahli Lewis pada 1989 untuk membahas buku Kathryn, terutama tuduhannya terhadap Hooper telah menanam tema gay pada kumpulan surat menyurat Jack.</p>
<p>Dalam diskusi itu disimpulkan bahwa Kathryn gagal membuktikan tuduhannya. Bahwa para peserta diskusi meminta membersihkan nama Hooper dari tuduhan pemalsuan dan penyalahgunaan peran penyunting.</p>
<p>Sumber: Koran Tempo </p>
<img src="http://www.unitedfool.com/sira/?ak_action=api_record_view&id=911&type=feed" alt="" /><p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.unitedfool.com%2F2006%2F02%2F11%2Fcs-lewis-dari-almari-narnia-bag-3%2F&amp;linkname=CS%20Lewis%20%26%238211%3B%20Dari%20Almari%20Narnia%20%26%238211%3B%20Bag.%203"><img src="http://www.unitedfool.com/sira/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.unitedfool.com/2006/02/11/cs-lewis-dari-almari-narnia-bag-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

