Mengenal Tuhan / Renungan 

Yesus Sanggup Pulihkanku

Yohanes 8:10-11. Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: "Hai perempuan, dimanakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?" Jawabnya: "Tidak ada, Tuhan." Lalu kata Yesus: "Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang."

Perkembangan dan perubahan jaman telah banyak merubah pola pikir dan budaya suatu bangsa. Hidup kini semakin dipenuhi dengan usaha untuk memperkaya diri dan uang adalah segala-galanya. Kehidupan yang "berkelimpahan" itu membuat kita lupa akan tujuan utama mengapa kita hidup. Berapa banyak dari kita yang memilih untuk menghabiskan waktu menghabiskan uang kita dan bekerja keras daripada mencoba berpikir dan berhenti sejenak merenungkan Tuhan. Gaya hidup yang mengagungkan materialisme sudah menjadi sesuatu yang harus dimiliki. Tidaklah mengherankan bila banyak dari kita saat ini, miskin atau kaya mencoba mengimitasi dan memperoleh kemewahan yang ditawarkan oleh dunia ini. Terkadang kita tertawa dan berkata dalam hati, "Alangkah indahnya hidup ini. Ku bisa bebas dan berbuat sesukaku".

"Kelimpahan" yang kita miliki telah membuat kita lupa. Sesekali kita memberikan sedekah bagi pengemis atau anak jalanan atau persembahan/perpuluhan di gereja. Kita berkata dalam hati, "Aku telah memberikan sedekah atau persembahan, Tuhan pasti senang". Hal itu kita ucapkan dengan pemikiran kita pasti lebih diberkati atau luput dari hukuman Tuhan. Kita tidak pernah memberikan sesuatu yang sebenarnya Tuhan sangat inginkan dari kita, HATI kita. Kita boleh saja berbangga diri dan mengatakan saya telah melayani Tuhan dengan sungguh-sungguh, saya sekarang telah menjadi pendeta/guru sekolah minggu, saya sering berbuat baik, dsb.

Namun semuanya didasarkan pada usaha kita untuk membenarkan diri kita dan untuk mendapatkan penerimaan dari Tuhan melalui usaha kita sendiri. Berapa banyak dari kita yang berbuat baik untuk menebus kesalahan-kesalahan kita di masa lalu ? Berapa banyak dari kita yang telah tertipu. Tidakkah engkau tahu bahwa tipuan ini berasal dari iblis, bapa segala dusta. Ia memberikan sesuatu yang kelihatan baik, yang sebenarnya membinasakan. Ia mencoba menjauhkan perhatian kita dari Salib. Ia menawarkan uang, harta, karir, jabatan, posisi, kesibukan spiritual, bahkan memakai orang yang kita kasihi untuk menjadi alatnya. Adam ikut jatuh karena ia terbujuk oleh rayuan istrinya, orang yang dikasihinya. Iblis menawarkan kepada Yesus, harta dunia ini. Saudaraku, satu-satunya hal yang harus kita miliki di dunia ini adalah SALIB. Tidak ada satupun agama di dunia ini yang memberikan suatu pengampunan yang luar biasa atas dosa-dosa yang telah kita perbuat selain Kabar Baik itu.

Agama-agama lain banyak mengajarkan untuk berbuat baik agar dapat masuk surga atau mendapatkan penerimaan dari Tuhan. Tidakkah engkau tahu, walaupun kita telah melakukan perbuatan baik semenjak kecil kita, setiap waktu, setiap saat, setiap menit, tidak akan pernah mencapai Allah yang Maha Kudus itu. Kita telah kehilangan kemuliaan Allah dan sedang berjalan menuju kebinasaan dan api yang kekal. Tidakkah engkau sudah mendengar bahwa seorang imam dalam kisah Perjanjian Lama, sekali setahun masuk ke dalam Bait Suci, dengan seutas tali yang terulur keluar dari kemah, kalau-kalau ia mati karena menghadapi kekudusan Allah.

Apakah uang, jabatan, gelar, "kebebasan" itu dapat menjamin bahwa kita akan ke surga bila kita tiba-tiba mati esok, lusa, tahun depan? Sudah sepatutnya kita yang dipersalahkan dan dihukum. Namun sungguh baik Dia yang memutuskan datang ke dunia ini, dilahirkan di kandang domba, meninggalkan segala-galanya, merendahkan dirinya, diolok-olok, dihina, disiksa hanya untuk kita, umat manusia, yang tidak layak ini.

Tidakkah engkau telah mendengar dan mengalami bahwa Tuhan senantiasa menantikan engkau untuk kembali kepadaNya? Tidakkah engkau mendengar suaraNya yang lembut itu ? Tidak engkau melihat bahwa Ia tetap setia walaupun engkau masih berada dalam kegelapan atau engkau jatuh? Tidakkah kita menyaksikan bahwa Ia selalu baik kepada kita ataupun melalui orang-orang yang kita kasihi meskipun kita tetap memilih untuk berjalan dengan cara kita sendiri? Tidakkah engkau tahu bahwa kekecewaan, kesedihan, kepahitan yang kita alami, telah terlebih dahulu Dia alami, sehingga ia tahu kondisi hati kita (Ibrani 2:18).

Mungkin engkau berkata, "Tapi dosa yang kulakukan sangat besar. Aku telah melakukan aborsi, cabul, melacur, ngobat, membunuh. Adakah Tuhan mau menerimaku? Atau barangkali kita justru menyalahkan Tuhan. Kita berpikir mengapa Tuhan mengijinkan hal itu terjadi padaku? Khususnya untuk orang-orang yang telah mengalami perkosaan, pelecehan seksual, ditipu atau dimanfaatkan oleh orang lain. Saya ingin menyampaikan Kabar Baik bagimu, Tuhan mengerti akan kondisimu, Dia turut menangis ketika engkau menangis. Ia turut berduka ketika engkau berduka. Ia sangat rindu memberikan kasih Bapa yang lembut dan teduh. Dia sanggup pulihkanmu...

Memang tidak mudah saudaraku, untuk dapat kembali pulih. Akan membutuhkan waktu dan Tuhan tahu hal itu. Rendahkanlah dirimu, berserulah kepadaNya dan katakan "Tuhan, ampuni aku. Pulihan aku. Yesus sucikan aku. Engkau tahu hatiku. Hanya Engkau Tuhan satu-satunya harapanku. Hanya oleh pengorbananMu di kayu salib dan darahMu yang tercurah aku beroleh pengampunan dan pemulihan. Tuhan akan mendengar seruanmu dan surga akan bersukacita karena engkau telah kembali. Hanya oleh Salib, kita dapat beroleh pengampunan dan pemulihan. Puji syukur kepada Tuhan.

Ayat-ayat untuk direnungkan :
Lukas 15:11-32
Kolose 2:13-14
I Petrus 2:24-25