| |
||
| 1 Kor 1:27-29 | ||
12 Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu. 1 Timotius 4:12
Banyak kesaksian yang telah kita dengar tentang bagaimana sebuah keluarga akhirnya diselamatkan. Semuanya itu bermula dari seorang anak muda yang dalam pencariannya tentang makna hidup dan jati diri akhirnya menemukan Tuhan Yesus. Semua pertanyaan yang selama ini dipikirkan menjadi terjawab oleh karena karya Kristus di kayu salib.
Namun, ini baru tahap permulaan. Ada banyak tantangan yang harus dihadapi. Ditentang orang tua dan saudara termasuk teman-teman dalam pergaulan sehari-hari. "Bagaimana mungkin si Johnson bisa berubah demikan cepatnya?" Seseorang yang malas dan selalu bangun kesiangan kini selalu bangun pagi dan membaca Alkitab. Perkataannya juga berubah. Dulu suka mengucapkan kata-kata yang kotor kini lebih memilih diam seribu bahasa.
Aneh... Masih ada yang lebih aneh lagi. Seringkali dia kedapatan sedang berdoa, mendoakan kakak, adik dan kedua orang tuanya agar bisa juga mengenal Tuhan dan mengalami Tuhan. Tiada habis-habisnya dia bercerita tentang Firman Tuhan kepada kedua saudaranya itu.
Aktivitasnya kini juga berubah haluan. Kegiatan rutin seperti nongkrong sepulang sekolah berganti menjadi kegiatan pelayanan. Memberitakan kasih Tuhan kepada teman-temannya sampai-sampai tindakannya terkesan ekstrim bahkan radikal.
Dia sudah berubah. Diam-diam kakaknya juga mulai melihat perubahan tersebut dan menyadari bahwa dia sudah berubah. Bagaimana mungkin orang seperti dia bisa berubah? Bergaul dengan teman-teman yang salah, suka melawan orang tua, pemalas, dan pemberontak.
Waktu terus berlalu dan anak muda ini masih terus giat dalam menceritakan kebaikan Tuhan dalam hidupnya. Satu persatu, dengan cara yang tidak disangka-sangka, dengan penantian dan doa yang cukup lama, akhirnya kakak dan adiknya juga menerima Kristus sebagai juruselamat pribadi. Mereka melihat Kristus di dalam diri saudaranya itu. Mereka melihat ada kasih dalam kehidupan saudaranya itu.
Tidak cukup sampai di situ saja. Ayahnya yang keras dan seringkali mengejek dia karena perbedaan pemahaman dalam doktrin akhirnya menjadi luluh hatinya. Terlalu besar perubahan yang dialami anaknya sehingga sulit sekali untuk mengingkari atau mengabaikan perubahan tersebut. Dengan kerelaan hati yang tulus, sang ayah akhirnya turut mendukung kehidupan baru sang anak.
Apa yang disampaikan di sini adalah sepenggal kisah nyata yang juga mewarnai kehidupan saya. Saya percaya banyak di antara kita yang juga telah mengalaminya.
Apa yang bisa kita pelajari dari kesaksian ini? Perbuatan sebagai buah pertobatan berpengaruh besar terhadap orang-orang di sekitar kita. Perkataan tanpa disertai perbuatan yang benar hanya merupakan perkataan kosong belaka.
Anak muda ini dengan kerinduan yang mendalam agar semua keluarganya dan teman-temannya mengalami Tuhan, memiliki ayat pegangan, yang sudah dihapalkannya di luar kepala.
Ayat itu diambil dari 1 Timotius 4:12,
12 Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda.
Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam
tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.
Mengapa saudara dan kedua orang tua anak muda ini akhirnya juga mengalami kasih Tuhan? Jawabannya adalah karena mereka melihat ada teladan dalam dirinya, dalam perkataan, tingkah laku, kesetiaan dan kesucian.
Mengapa anak muda ini bisa berubah? Jawabannya adalah karena ada Tuhan di dalam dirinya. Ketika Kristus diijinkan bekerja sepenuhnya dalam kehidupan kita, perubahan demi perubahan akan kita alami. Mulai dari perkataan, cara berpikir hingga gaya hidup semuanya mencerminkan kehidupan yang dipenuhi oleh Roh.
Tanpa diperintah atau diperingatkan, tindakan-tindakan yang menjurus kepada perbuatan dosa tidak lagi sesuatu yang sulit untuk dilawan. Menyontek bukan lagi masalah kebutuhan melainkan masalah kejujuran di hadapan Tuhan. Berbicara yang tidak sopan tidak lagi kebiasaan sebab Firman Tuhan sekarang menguasai hati dan pikirannya. Seakan-akan terjadi secara otomatis. Sepertinya mudah dan terprogram. Itulah yang akan terjadi ketika kita mengijinkan Tuhan bekerja sepenuhnya di dalam kita.
Adakah di antara kita berpikir mengapa Tuhan sekarang ini, menampakkan diri-Nya tidak lagi melalui kepulan asap dan api, bahkan juga tidak melalui tubuh fisik dari Anak-Nya di Galilea?
Mengapa? Karena kini dia menampakkan diri-Nya melalui kumpulan orang-orang yang sangat biasa seperti kita, yang telah menerima Kristus secara pribadi dan hidup di dalam Dia. Dia tidak lagi hanya diam di sebuah Tabernakel di Sinai atau di sebuah Bait Allah di Yerusalem. Allah sudah memilih untuk tinggal di antara orang-orang biasa bahkan di antara orang-orang yang sangat biasa seperti anda dan saya. Satu-satunya cara agar kita bisa membagikan gambaran seperti apa Allah itu, adalah melalui cara hidup kita baik perkataan maupun perbuatan.
Bagaimana caranya? Mulailah dengan membagikan senyum, menawarkan segelas air, mengingatkan dan menegur. Mulailah dengan kesetiaan kepada keluarga kita, kesetiaan pada tugas yang dipercayakan Allah kepada kita. Mulailah dengan hal-hal yang kecil dan lihatlah saudaraku yang kekasih, hal-hal yang besar akan menjadi bagianmu. Keluargamu akan diselamatkan dan engkau akan menjadi berkat bagi banyak orang, memberitakan rahmat Tuhan, membawa kebebasan dan kelepasan bagi para tawanan. Lakukan dengan kesungguhan dan iman, percayalah... Tuhan akan bersinar terang dalam hidupmu.
Player para Videos DXGM
:
Panduan 1 | Panduan 2
