Mengenal Tuhan / Renungan 

Sok Suci, Dasar Orang Kuper

Suasana kantin penuh dengan sesak siang itu. Jam menunjukkan pukul 12 siang. Udara panas membuat orang-orang memilih duduk berteduh di bawah naungan atap bangunan yang megah itu. Sejauh mata memandang, terlihat kayu-kayu kokoh berwarna coklat kehitam-hitaman menopang bangunan yang baru berusia beberapa tahun ini. Seorang teman berkata, "Seperti WTS yah? Maksud teman ini adalah Warung Tenda Semanggi.

Obrolan-obrolan mahasiswa yang disertai derai tawa memenuhi ruangan. Di tengah-tengah ruangan duduk beberapa mahasiswa. Mereka sedang ngobrol tentang tema-tema politik, ekonomi, dan semua hal yang terlintas dalam benak mereka.

Hiburan gratis kebetulan hadir saat itu. Sekumpulan mahasiswa duduk bergerombol di pojok ruangan, memainkan gitar, dan menyanyikan berbagai lagu yang menjadi trend saat ini. Mulai dari lagu-lagu Padi, Jamrud, sampai lagu-lagu plesetan seperti iklan Susu Dancow.

Di tempat yang lain, di kantin yang lain, di fakultas lain, ratusan mahasiswa juga terlihat santai menikmati masa istirahat. Melepaskan jenuh setelah mendengarkan dosen yang suka cerita sendiri. Meja-meja berjejer sejajar dengan toko-toko makanan. Mulai dari baso sampai burger juga ada di sana. Mahasiswa-mahasiswa juga duduk dan bersenda-gurau sambil menikmati makan siang. Asap rokok yang mengepul-ngepul keluar dari mulut pria dan wanita di kantin itu, membuat suasana terlihat penuh dan ramai.

Di dua tempat ini, terdapat anak-anak Tuhan yang juga sedang duduk menikmati makanan lezat, berkat dari Tuhan. Dan dalam pembicaraan mereka dengan teman-temannya, terkadang muncul kata-kata sindiran yang tiada habis-habisnya, berusaha menyudutkan dan menjatuhkan, "Nggak usah sok suci loe... Nggak usah sok polos kayak gitu deh... Nggak gaul loe... Dasar orang kuper!"

Ada yang pernah menerima perkataan seperti itu? Saya rasa perkataan itu tidak asing dan banyak kita temukan dalam pergaulan kita sehari-hari. Respon apa yang akan Anda berikan bila tiba-tiba teman Anda berkata demikian karena Anda berkata tentang kebenaran, memberitahu apa yang baik dan benar atau tidak tahu hal-hal tertentu karena Anda memilih untuk tidak tahu? Takutkah? Atau justru tersenyum dengan tenang dalam iman?

Bila respon yang muncul adalah takut dan menjadi kompromistis, berarti Anda belum menyadari posisi Anda sesungguhnya di hadapan Tuhan dan belum mengerti keinginan Tuhan dalam pergaulan Anda sehari-hari. Setiap kita, orang percaya yang mengijinkan Roh Kudus bekerja sepenuhnya di dalam kita, tidak akan terpengaruh oleh perkataan yang demikian. Mengapa? Karena fokus perhatian kita bukanlah perkara-perkara duniawi, yang sementara sifatnya, melainkan perkara-perkara rohani, yang kekal.

Berapa banyak dari kita yang merasa malu karena tidak tahu banyak tentang perkembangan lagu-lagu terbaru dan bisa menyanyikannya? Berapa banyak dari kita yang merasa risih karena tidak tahu banyak tentang film-film bioskop yang sedang diputar sekarang ini? Berapa banyak dari kita yang akhirnya memilih ikut-ikutan dengan kelompok tertentu yang salah agar bisa diterima dan memiliki teman, yang pada akhirnya membuat kita terjerumus dan jauh dari Tuhan? Berapa banyak dari kita yang lebih memilih mengaku teman daripada mengaku Yesus di hadapan teman-teman lainnya?

Pergaulan... Pergaulan yang buruk bisa merusak kebiasaan yang baik. Orang-orang yang telah menerima Kristus secara pribadi seharusnya memiliki pikiran yang baru tentang pergaulan. Mereka seharusnya lebih senang bergaul dengan orang-orang percaya lainnya dan memiliki teman lebih banyak dari kalangan Kristus daripada kalangan dunia. Saya tidak mengatakan bahwa kita tidak usah berteman dengan orang dunia. Tidak. Maksudnya di sini adalah kita tidak lagi gemar duduk berlama-lama, menghabiskan waktu dengan teman-teman lama kita itu, mendengarkan omongan-omongan cabul dan setiap perkataan yang sia-sia dari mereka.

Karena kita adalah ciptaan baru, yang lama sudah berlalu, dan yang baru sudah datang, kegemaran kita adalah Firman Tuhan dan lebih banyak meluangkan waktu bergaul dan bersekutu dengan orang-orang percaya lainnya. Bila Anda masih lebih senang bergaul dengan teman-teman yang tidak percaya dan menjauhi teman-teman Anda orang percaya, berarti ada yang salah dengan hati dan kehidupan Anda.

Sebagai orang percaya, kita tetap mengasihi dan berteman dengan orang-orang yang tidak percaya, namun kita tidak bisa lagi intim dengan mereka, posisi kita sekarang adalah menjadi seorang teman yang peduli dan bersaksi tentang Tuhan yang baik melalui setiap perkataan dan perbuatan kita. Kita tidak lagi meminta nasihat-nasihat yang penting dari mereka. Kita tidak lagi mengikuti kebiasaan-kebiasaan buruk mereka dalam pergaulan sehari-hari. Mengapa? Sebab terang tidak bisa bersatu dengan gelap.

Di samping itu, kita tetap melakukan perkara-perkara duniawi seperti bekerja dan aktivitas-aktivitas sehari-hari lainnya, namun dengan cara pandang yang berbeda dalam melakukan semuanya itu. Kita bekerja memenuhi kebutuhan keluarga kita, karena Tuhan sendiri menghendakinya. Kita menjadi orang yang rajin karena Tuhan memberikan upah kepada orang-orang yang menghargai waktu dengan melakukan hal-hal yang baik. Kita belajar untuk meningkatkan pengetahuan atau skill kita, karena semua yang kita lakukan itu demi kemuliaan Tuhan. Dengan kata lain, semua yang kita lakukan dan akan kita lakukan harus dipandang melalui lensa kekekalan.

Tidak perlu takut bila ada yang berkata kepada Anda bahwa Anda tidak gaul, kuper, sok suci, dsb karena iman Anda. Mengapa? Karena hikmat dunia ini adalah kebodohan bagi Allah (1 Kor 3:19). Tidak perlu merasa risih, sebab Kristus yang telah menyelamatkan Anda itu, lebih nyata dan lebih berharga dari semua yang ada di dunia ini. Pengenalan akan Allah adalah kerinduan setiap orang percaya dan bukan lagi pengenalan akan dunia ini dengan segala macam bentuknya itu. Yah... kita masih hidup di dunia ini, tetapi hati kita sudah terpaut jauh dan melekat kepada Kristus. Dunia ini sedang lenyap dengan segala keinginannya tetapi Firman-Nya kekal untuk selama-lamanya dan orang-orang yang mengasihi Dia tetap tinggal tenang dalam dekapan kasih-Nya.

Ketika Anda lebih memilih untuk mengenal dunia ini, Anda akan kehilangan damai sejahtera, kepastian hidup dan kehangatan hubungan yang erat dengan Allah. Namun, bila Anda memilih untuk memenuhi pikiran Anda dengan perkara-perkara yang daripada Allah dan menuruti perintah-perintah-Nya, saya percaya Anda akan tersenyum penuh keyakinan dalam iman ketika berbagai perkataan yang menjatuhkan itu datang menghantam Anda. Lain kali, bila Anda diejek seperti itu, Nggak gaul... kuper... sok suci, dsb, oleh karena iman kepada Kristus, berdoalah dalam hati, "Tuhan... pakai aku untuk menyatakan kasih-Mu kepada mereka... "

1 Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,
2 tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Maz 1:1-2

7 Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.
8 Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah. 2 Tim 1:7-8.

8 Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua." Wahyu 21:8

18 "Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu.
19 Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu. Yoh 15:18-19

4 Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah. Yak 4:4

8 Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran.
9 Dalam suratku telah kutuliskan kepadamu, supaya kamu jangan bergaul dengan orang-orang cabul.
10 Yang aku maksudkan bukanlah dengan semua orang cabul pada umumnya dari dunia ini atau dengan semua orang kikir dan penipu atau dengan semua penyembah berhala, karena jika demikian kamu harus meninggalkan dunia ini.
11 Tetapi yang kutuliskan kepada kamu ialah, supaya kamu jangan bergaul dengan orang, yang sekalipun menyebut dirinya saudara, adalah orang cabul, kikir, penyembah berhala, pemfitnah, pemabuk atau penipu; dengan orang yang demikian janganlah kamu sekali-kali makan bersama-sama.
12 Sebab dengan wewenang apakah aku menghakimi mereka, yang berada di luar jemaat? Bukankah kamu hanya menghakimi mereka yang berada di dalam jemaat?
13 Mereka yang berada di luar jemaat akan dihakimi Allah. Usirlah orang yang melakukan kejahatan dari tengah-tengah kamu. 1 Kor 5:8-13