| |
||
| 1 Kor 1:27-29 | ||
Setiap kita pasti pernah mendengar nama seorang penyanyi terkenal yang hingga kini masih diperbincangkan banyak orang ini. Dia mempengaruhi pola hidup banyak orang dengan filosofi hidupnya. Dia mengatakan bahwa bersenang-senanglah selagi engkau masih hidup. Hidup ini untuk bersenang-senang. Bahkan baru-baru ini, namanya digunakan untuk nama sebuah lapangan terbang di Liverpool. Namanya John Lenon. Di masa dia hidup, revolusi seks terjadi. Kehidupan yang menghargai kesucian suatu perkawinan perlahan-lahan mulai hilang. Seks bebas dan penyalahgunaan obat-obat terlarang mulai menjalar ke berbagai daerah di Amerika.
Pengaruhnya begitu luar biasa sehingga banyak orang mendewa-dewakannya. Dia adalah salah seorang penghujat nama Kristus. Dalam suatu wawancara, dia mengatakan alasan mengapa dia tidak mengadakan konser di hari Minggu. "Bila kami mengadakan konser di hari Minggu, nanti Yesus bisa marah, sebab orang-orang lebih memilih datang ke konser kami."
Namun, pada bulan Desember 1980, dia tewas tertembak oleh seorang penggemarnya di depan rumahnya.
Ada banyak tokoh-tokoh lain yang pada akhirnya mati dengan cara yang tidak lazim. Marylin Monroe, ditemukan mati akibat obat-obatan. Kurt Cobain, mati akibat menembak dirinya sendiri, dan sederetan panjang nama-nama lainnya.
Mereka memiliki semua yang mereka inginkan. Mereka dapat melakukan apa saja yang mereka inginkan. Mereka memiliki uang, kekayaan, dan popularitas. Tetapi, mereka tidak memiliki satu hal yang sangat penting dalam hidup ini. Tahukah engkau?
Di sisi lain, pusat-pusat kebugaran dengan segala tawarannya itu, mengalihkan fokus banyak orang ke arah lahiriah. Majalah-majalah yang menampilkan bentuk tubuh ideal telah mengambil pikiran banyak orang. Mereka menjadi lupa akan perkara rohani, melatih dan membentuk otot-otot rohani mereka.
Penemuan teknologi di bidang kesehatan memungkinkan orang untuk memperoleh hasil yang diinginkan dengan cepat. Operasi plastik, operasi memperindah payudara, sedot lemak, dsb sudah menjadi gaya hidup yang normal. Normal?
Kita bisa melakukan apa saja yang kita inginkan. Siapa yang berhak mengatur hidup kita? Kita bisa saja menjadi seorang penyanyi yang terkenal, tampil di berbagai acara televisi. Kita bisa saja menjadi seorang Top Eksekutif yang memimpin perusahaan besar dan mewujudkan berbagai proyek besar.
Kita bisa memperoleh apa saja. Tapi satu hal yang pasti. Satu hal yang penting. Satu hal yang benar. Kita tidak akan pernah bisa sama seperti Yesus. Kita tidak akan pernah hidup berkemenangan. Kita tidak akan pernah mencapai dan membangun Tanah Perjanjian.
"Tidak apa-apa Tidak masalah bagiku", Engkau menjawab. Benarkah demikian? Benarkah semua materi di dunia ini telah memuaskanmu? Tidak adakah sesuatu yang hilang dalam kehidupanmu? Adakah kau temukan damai sejahtera di dalamnya? Adakah sukacita hidup berkemenangan?
Kita bisa saja membangun menara babel, dengan segala kemegahannya mencoba mencapai surga. Kita bisa saja mengarang banyak lagu, bercerita tentang Tuhan dan kehidupan ini. Kita bisa saja berbuat baik, lebih baik dari manusia manapun di dunia ini.
Kita bisa menjadi apa saja yang kita inginkan. Tapi satu hal yang pasti. Satu hal yang penting. Satu hal yang benar. Kita tidak akan pernah bisa sama seperti Yesus. Kita tidak akan pernah hidup berkemenangan. Kita tidak akan pernah mencapai dan membangun Tanah Perjanjian.
"Tidak apa-apa... Tidak masalah bagiku", Engkau menjawab. Benarkah demikian? Sebandingkah harga yang harus kau bayar untuk memperoleh semua itu? Tidakkah kau sadari bahwa semuanya itu akan hilang lenyap? Tidakkah kau sadari bahwa semuanya itu tidak dapat dibawa bila engkau mati? Tidakkah kau sadari bahwa engkau bisa saja mati besok atau lusa?
Menjadi sama seperti Yesus? Bisakah? Bisa, setiap orang yang telah menerima Kristus dan hidup oleh Roh dapat menjadi sama seperti Yesus. Dalam hal apa? Dalam hal kuasa, perkataan dan perbuatan.
Yesus berfirman,
17 Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka
akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam
bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,
18 mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut,
mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya
atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh." Markus 16:17-18
27 Mereka semua takjub, sehingga mereka memperbincangkannya, katanya:
"Apa ini? Suatu ajaran baru. Ia berkata-kata dengan kuasa.
Roh-roh jahatpun diperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya."
Markus 1:27
22 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran,
kemurahan, kebaikan, kesetiaan,
23 kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang
hal-hal itu. Galatia 5:22-23
Setiap orang percaya, harus memiliki fokus pada perkara-perkara rohani. Menjadi sama seperti Yesus bukanlah suatu mimpi atau omong kosong belaka. Mengapa? Sebab itulah yang Tuhan inginkan dari kita semua. Itulah tujuan Dia menjadikan kita serupa dan segambar dengan-Nya.
Menjadi sama seperti Yesus tidak membutuhkan usaha kita sendiri. Hanya dibutuhkan dua hal, keputusan dari kita dan membiarkan Tuhan bekerja sepenuhnya membentuk kita. Tangan Tuhan yang membentuk kita akan memerlukan kerelaan dari kita untuk mengorbankan segala sesuatu yang kita pertahankan. Tuhan mau agar hanya Dialah satu-satunya yang harus dipertahankan.
Menjadi sama seperti Yesus itu berarti kita memiliki cara hidup yang baik dan sesuai dengan pertobatan. Buah-buah Roh akan menjadi bagian kita. Kita menjadi sabar, murah hati, setia, lemah lembut dan dapat menguasai diri. Semuanya itu adalah kualitas pribadi yang dibutuhkan oleh dunia ini. Dunia ini tidak membutuhkan perkataan yang biasa-biasa saja. Dunia ini membutuhkan bukti melalui perkataan dan perbuatan kita yang penuh kuasa.
Terlalu picik bila kita berpikir bahwa melayani Tuhan dapat dilakukan hanya melalui materi. Tuhan ingin agar kita melayani Dia melalui kualitas rohani yang kita miliki. Segala hal materi yang kita perlukan dalam hidup ini pasti Dia penuhi.
Menjadi sama seperti Yesus bukanlah dengan banyak membaca buku-buku rohani, memiliki pengetahuan rohani yang banyak namun tidak pernah mempraktekkannya. Kita bisa saja kelihatan rohani, menyampaikan Firman Tuhan dengan hikmat manusia, tetapi ketahuilah itu tidak akan bertahan lama sebab Tuhan murka kepada orang-orang yang munafik. Standar Tuhan bukanlah pengetahuan kita akan Firman-Nya. Standar-Nya adalah ketaatan kita atas setiap Firman yang Dia sampaikan dalam hidup kita. Cinta kita kepada Tuhan diwujudkan melalui melakukan Firman-Nya.
Hanya oleh anugerah Tuhan dan kuat kuasa Roh yang dilimpahkan-Nya, kita bisa menjadi sama seperti Dia. Memiliki Yesus adalah hal yang terindah dalam hidup ini. Menjadi terkenal bukanlah tujuan kita. Menjadi kaya bukanlah tujuan kita. Mengenal Kristus dan memperkenalkan Kristus adalah tujuan kita. Inilah tujuan kita hidup di dunia ini.
Player para Videos DXGM
:
Panduan 1 | Panduan 2
