Mengenal Tuhan / Renungan 

Panggilan Sorgawi

7 Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus.
8 Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus,

9 dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan.
10 Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya,
11 supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati.

12 Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena akupun telah ditangkap oleh Kristus Yesus.
13 Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku,
14 dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus. Filipi 3:7-14

Ada beberapa pertanyaan yang harus kita tanyakan kepada diri kita sendiri. Apakah kita sudah melangkahkan kaki dan berlari mengejar panggilan kita? Apakah kita lebih memilih berdiam diri dan tenang-tenang saja? Apakah kita takut terhadap tantangan dan rintangan yang akan menghadang? Atau kita masih bermain-main dengan dosa?

Orang yang berani melangkah dan berlari mengejar panggilannya adalah orang yang senantiasa mencari dan melakukan kehendak Allah. Orang yang berani menghadapi setiap tantangan adalah orang yang mengandalkan kekuatan Tuhan. Orang yang berdiam diri dan tenang-tenang saja adalah orang yang hatinya masih terpaut pada perkara-perkara dunia ini.

Hanya ada satu pilihan dari dua sisi ekstrim yang harus engkau pilih. Ikut Tuhan sungguh-sungguh atau ikut iblis. Tidak ada jalur tol, jalur aman atau jalur tengah. Bila engkau memilih jalur tengah, engkau tidak akan pernah melangkah maju. Engkau akan mengalami kemunduran. Tetapi engkau berkata,"Saya tidak mengalami kemunduran, saya hanya berdiam di tempat." Camkan ini baik-baik saudaraku, bila engkau memilih biasa-biasa saja dan memilih menyembunyikan terang itu demi egomu itu, engkau sedang mundur dan mengalami kemunduran dan iblislah tuanmu.

Ya... mereka yang hanya menuruti dan memuaskan keinginan dagingnya adalah orang-orang yang memilih jalur tengah. Hanya ada dua kata ketika engkau memilih dua sisi ini yaitu maju atau mundur. Firman Tuhan berkata, orang yang mendua hatinya tidak akan tenang dalam hidupnya (Yak 1:8). Ya, itu benar sekali. Ketika engkau memilih jalur tengah, engkau tidak akan pernah tenang dalam hidupmu. Ketakutan, kekhawatiran, kemalasan dan rasa bersalah adalah teman setiamu. Akibatnya? Engkau tidak pernah melangkah maju dan berlari mengejar panggilanmu.

Baca baik-baik ayat ini dan renungkan,

24 Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon." Matius 6:24

Ini saatnya bagimu untuk memilih dan berpikir kembali, ikut Tuhan sungguh sungguh, radikal, tanpa kompromi dan menjadi hambanya Tuhan atau ikut dunia ini, ambil jalur tengah dengan berkompromi sedikit-sedikit dan menjadi hambanya iblis. Ingat! Hanya ada dua sisi, sisinya Tuhan atau sisinya iblis.

Bila engkau memilih sisinya Tuhan, berarti engkau harus mau belajar hidup sungguh-sungguh bagi Tuhan, radikal dan tanpa kompromi. Selalu tanamkan dalam hatimu, "Kristus telah memberikan kepadaku segalanya, bagaimana mungkin aku memberinya sedikit?" Berdoalah dan minta agar Dia melimpahkan anugerah-Nya kepadamu, yang akan memampukanmu menghadapi segala tantangan dan rintangan, memberimu pengertian akan Firman dan jalan-jalan-Nya, dan memberimu kekuatan untuk berlari mengejar Allah dan kehendak-Nya.

Milikilah hati yang rendah hati, mau diajar dan tekad yang kuat. Seseorang yang yang memiliki sikap hati seperti ini dalam mengejar Tuhan akan menemukan bahwa sebuah pintu menuju kehidupan baru dan pengalaman di dalam Allah akan terbuka dan Tuhannya akan mempersilahkannya untuk masuk melaluinya. Di sana ia akan masuk ke dalam suatu pertualangan baru yang mengandung banyak kesukaan, hubungan dan pelayanan kepada Tuhan yang tidak pernah ia bayangkan terjadi. Di lain pihak, orang yang ragu-ragu akan menyerah dalam permintaannya dan menemukan bahwa ia tidak akan menerima apapun dari Allah (Yak 1:7).

Pengejaran yang sungguh-sungguh akan Allah itulah yang merupakan jalan menuju penggenapan rencana Allah dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.

Hanya kesungguhan dalam pengejaran akan Allah yang akan memberi kuasa kepadamu untuk bangkit mengatasi beban-beban dunia dan membawamu terbang tinggi di awan-awan dengan Kristus Yesus. Pengejaran yang sungguh-sungguh dan kesediaan melakukan kehendak Allah ini adalah satu-satunya jalan di mana engkau dapat berpindah dari kehidupan yang biasa-biasa saja dan bangkit dan menang bersama Kristus Yesus. Maukah Engkau?

Kuarahkan hatiku pada salib-Nya
Dia telah brikan hidup-Nya bagiku
Kuberikan hatiku kepada-Nya
Dan berlari mengejar panggilanku