Home » Error 404

Error 404 - Not Found

Ooops, We cannot find you the page you are looking for. You may try to search our site for another keyword or use the navigational tools in this website.

Mengenal Tuhan / Renungan 

Masa Muda

Masa muda... Adakah di antara kita merasa kehilangan masa muda? Merasa kehilangan masa muda karena mengikut Tuhan? Bukankah seorang muda harus menikmati masa mudanya? Bahkan ada yang berkata, "Mengapa aku harus mengenal Tuhan pada masa mudaku? (Seorang teman saya mengatakan hal itu).

Dalam kehidupan ini kita seringkali menemukan sesuatu yang namanya paradoks kehidupan. Sesuatu yang kita percaya ternyata di dalam kehidupan kita sehari-hari berlaku hal yang sebaliknya. Sesuatu yang membingungkan dan terkadang membuat kita meragukan iman kita dalam Kristus Yesus. Salomo dalam tulisannya di Pengkhotbah menceritakan paradoks ini.

23 Seluruh hidupnya penuh kesedihan dan pekerjaannya penuh kesusahan hati, bahkan pada malam hari hatinya tidak tenteram. Inipun sia-sia.
24 Tak ada yang lebih baik bagi manusia dari pada makan dan minum dan bersenang-senang dalam jerih payahnya. Aku menyadari bahwa inipun dari tangan Allah. Pengkhotbah 2:23-24
12 Walaupun orang yang berdosa dan yang berbuat jahat seratus kali hidup lama, namun aku tahu, bahwa orang yang takut akan Allah akan beroleh kebahagiaan, sebab mereka takut terhadap hadirat-Nya.
13 Tetapi orang yang fasik tidak akan beroleh kebahagiaan dan seperti bayang-bayang ia tidak akan panjang umur, karena ia tidak takut terhadap hadirat Allah. Pengkhotbah 8:12-13
3 Bersedih lebih baik dari pada tertawa, karena muka muram membuat hati lega. Pengkhotbah 7:3
15 Dalam hidupku yang sia-sia aku telah melihat segala hal ini: ada orang saleh yang binasa dalam kesalehannya, ada orang fasik yang hidup lama dalam kejahatannya. Pengkhotbah 7:15

Bila anda meluangkan waktu untuk membaca seluruh kitab Penghotbah, anda akan menemukan bahwa tidak ada keteraturan dalam kitab tersebut dan sulit melakukan analisis yang teratur dari isi kitab ini. Mungkin justru membingungkan kita. Namun uniknya, kita akan mengerti maksud dari kitab itu bila kita sampai pada bagian akhir dari kitab itu.

Salomo adalah seorang raja yang kaya raya dan diberkati Tuhan. Namun, dia akhirnya jatuh dan hidup mementingkan diri sendiri dalam segenap kemakmuran, kesenangan dan keberhasilan duniawi. Usaha memperoleh kebahagiaan melalui cara-cara ini berakhir dengan ketidakpuasan dan kehampaan. Dalam kitab Pengkhotbah dia menuliskan rangkaian pikiran acak-acakan yang menggarisbawahi kesia-siaan dan kebingungan dari kehidupan yang tidak berpusat pada Allah. Hidup ini bercirikan ketidakadilan, ketidakpastian dan pelanggaran-pelanggaran keadilan.

Salomo hanya dapat menemukan makna pokok hidup ini ketika memandang kepada Allah. Pada bagian akhir dari kitab ini, dia memberikan nasihat yang merupakan inti dari isi kitab ini,

13 Akhir kata dari segala yang didengar ialah: takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang.
14 Karena Allah akan membawa setiap perbuatan ke pengadilan yang berlaku atas segala sesuatu yang tersembunyi, entah itu baik, entah itu jahat. Pengkhotbah 12:13-14

Mengapa orang-orang di luar Tuhan kelihatannya berhasil dan sukses? Mengapa mereka terlihat begitu bahagia dan menikmati hidup ini? Sepertinya hidup di luar Tuhan itu tidak ada masalah. Sepertinya lebih mudah dan enak daripada hidup di dalam Tuhan.

Bila anda berpikiran seperti itu, sebaiknya anda membaca kitab Penghotbah secara keseluruhan dan minta agar Tuhan memberikan pengertian. Jangan menjadi kesal dengan paradoks kehidupan ini. Jangan merasa menyesal bila engkau mengenal Tuhan semenjak masa mudamu. Tuhan tidak pernah salah memilih dan Dia telah memilih engkau untuk mengenal Dia dan menjadi alat-Nya semenjak masa mudamu.

Tidaklah benar bila kehidupan orang di luar Tuhan itu mudah dan enak. Mengapa? Cobalah untuk mengingat kembali kehidupan masa lalu kita sebelum mengenal Tuhan. Adakah kepastian hidup di sana? Adakah kemenangan di sana? Adakah sukacita yang sejati di sana? Saya yakin kita semua akan berkata,"Tidak ada!" Yang ada hanyalah kesia-siaan.

Salomo juga menyadari hal ini. Menjelang masa tuanya ia akhirnya mengakui bahwa di luar Allah hanya ada kesia-siaan. Dengan penyesalan yang mendalam, ia memberikan nasehat, Akhir kata dari segala yang didengar: takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya.

Bila engkau merasa kehilangan masa mudamu (kesenangan), coba renungkan pekerjaan dan kebaikan Tuhan dalam hidupmu, benarkah demikian? Bila engkau merasa menyesal harus mengikut Tuhan semenjak masa mudamu dan tidak ada gunanya lagi mengikut Tuhan, coba renungkan kehidupan seperti apa yang akan engkau dapat bila di luar Tuhan. Kesia-siaan hidup dan kepastian kematian.

Namun, bila engkau tetap di dalam Tuhan dan bersyukur karena Dia memanggilmu semenjak masa mudamu, engkau akan menemukan jawaban atas makna hidup ini. Pencarian kesenangan yang mementingkan diri, kekayaan, dan pengumpulan pengetahuan tidak akan sanggup memberikan jawaban yang memuaskan bagi aneka persoalan hidup ini. Engkau harus mencari dan menemukan jawabannya di dalam Dia yang oleh Perjanjian baru disebut "lebih daripada Salomo" (Mat 12:42), yaitu Yesus Kristus sebab di dalam Dia "tersembunyi segala harta hikmat dan pengetahuan" (Kol 2:3).

Mencari kesenangan adalah dangkal dan bodoh, masa mudamu terlalu singkat dan kehidupan ini terlalu cepat berlalu untuk dihabiskan secara serampangan. Hidup yang tak menentu ini akan membuat kita sinis terhadap maksud dan jalan Allah. Oleh karena itu, Salomo menasihati kaum muda untuk mengingat Allah ketika masih muda, supaya mereka tidak menjadi tua dengan penyesalan pahit dan tugas menyedihkan untuk mempertanggungjawabkan hidup yang disia-siakan kepada Allah.

Sekalipun orang muda harus menikmati masa muda mereka (Pengk 11:9-10), adalah lebih penting untuk mengabdikan diri kepada Sang Pencipta dan membulatkan tekad untuk takut akan Allah dan berpegang pada perintah-perintah-Nya. Inilah satu-satunya jalan untuk menemukan makna hidup ini.

Bersyukurlah kepada Tuhan hari ini bahwa dia sudah memilih dan memangilmu semenjak masa mudamu. Hidup ini menjadi berarti dan indah sebab Tuhan tinggal di dalammu. Ingatlah selalu bahwa Tuhan tidak pernah salah memilihmu dan Dia sudah menyiapkan semua yang baik dan istimewa bagi orang-orang yang mengasihi Dia.





UnitedFool.com » Page not found
Home » Error 404

Error 404 - Not Found

Ooops, We cannot find you the page you are looking for. You may try to search our site for another keyword or use the navigational tools in this website.