Mengenal Tuhan / Renungan 

Menumpang

Cahaya lampu penerang jalan di sepanjang jalan kota Jakarta yang sibuk membuat malam terlihat semarak. Billboard McDonald yang kuning bercahaya memberikan kesan dan bukti dari globalisasi. Suasana ini membuat kita berkata dalam hati, "Hidup ini indah sekaligus menakutkan." Indah bila hidup dilalui bersama Tuhan, menakutkan bila hidup dilalui sendirian.

Namun ada suatu kenyataan yang harus kita terima bahwa kita hidup menumpang di dunia ini. Mendengar kebenaran bahwa kita hidup menumpang di dunia untuk sementara waktu bukanlah hal yang asing lagi. Tapi sering kali kita lupa akan kebenaran yang satu ini, membuat kita melupakan panggilan dan tanggung jawab kita di hadapan Tuhan. Pernahkah Saudara berpikir dan membayangkan bagaimana rasanya menumpang itu? Menjadi orang asing di tengah-tengah sekumpulan orang? Mengapa asing? Karena kita adalah ciptaan Tuhan yang baru, memiliki cara hidup yang berbeda dengan lingkungan kita, dan memiliki tugas khusus yang Tuhan sudah siapkan untuk setiap kita.

Menumpang berarti kita harus hidup dan bertahan di dalam generasi yang semakin rusak ini. Perilaku seks bebas, materialisme, obat-obatan terlarang sudah menjadi tren yang lazim dan bisa diikuti. Sebagian orang berkata, "Mengapa aku tidak melakukannya, kalo semua orang melakukannya?" Menumpang berarti kita harus bersedia menerima konsekuensi untuk dikucilkan oleh orang lain, oleh sahabat kita, oleh saudara-saudara kita, bahkan oleh orang tua kita, karena iman dan cinta kita kepada Yesus Kristus.

Menumpang berarti berjuang mempertahankan nilai-nilai dan kebenaran-kebenaran yang oleh jaman ini dianggap sudah kuno. Kuno bila kita tidak menonton dan mengikuti acara-acara televisi dan bioskop, walaupun di dalamnya tersaji tontonan yang mengumbar nafsu. Kuno bila kita hanya membicarakan Tuhan, yang bagi sebagian orang hanya membuang-buang waktu. Kuno bila kita berpakaian dan berdandan yang rapi dan sederhana, tidak mengikuti tren mode yang cenderung buka-bukaan.

Menumpang berarti kerelaan untuk hidup sendirian dan berjuang sendirian tanpa dukungan orang lain. Apa yang akan Saudara lakukan bila suatu ketika orang-orang terdekat Saudara yang dulu mendukung kerohanian Saudara harus pergi meninggalkan Saudara? Akankah Saudara tetap berjuang mempertahankan iman kepada Yesus Kristus?

Menumpang berarti menyadari dengan hati yang sungguh-sungguh bahwa semua yang hidup adalah seperti rumput dan segala kemuliaannya seperti bunga rumput, rumput menjadi kering, dan bunga gugur, tetapi Firman Tuhan tetap untuk selama-lamanya. (1 Petrus 1:24).

Kesadaran bahwa kita menumpang di dunia ini akan mengubah cara hidup kita dan mengingatkan kita kembali bahwa kita telah ditebus dari cara hidup yang sia-sia bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, darah Kristus yang tak bernoda dan tak bercacat.

Saudaraku yang kekasih, ingatlah senantiasa, di manapun kita berada dan apapun yang kita lakukan, kita menumpang di dunia ini, menjadi orang asing dengan prinsip "kuno", berpegang pada perkara-perkara yang tidak kelihatan dan kekal, dan berjuang untuk mengenapi rencana Tuhan dalam hidup kita. Kiranya kasih karunia, damai sejahtera dan kekuatan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kita sekalian.

1 Petrus 1:17
Dan jika kamu menyebut-Nya Bapa, yaitu Dia yang tanpa memandang muka menghakimi semua orang menurut perbuatannya, maka hendaklah kamu hidup dalam ketakutan selama kamu menumpang di dunia ini.

1 Yohanes 2:16-17
Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.