| |
||
| 1 Kor 1:27-29 | ||
Waktu bergulir dengan cepat. Tiada yang menyangka perubahan bisa menerkam siapa saja, sadar atau tidak sadar. Detik jarum jam bisa mempunyai arti yang begitu mendalam. Bagaimana tidak? Dalam hitungan detik kehidupan seseorang dapat diubahkan, dipulihkan dan dilepaskan. Ketika bibir seorang berdosa berteriak dalam tangis kehancuran, tangan yang penuh kuasa menjamah dan memulihkannya. Yang buta dapat melihat, yang lumpuh dapat berjalan dan yang mati hidup kembali.
Kebangunan rohani datang begitu besar. Pelacur, pecandu obat dan seks, pencuri, semua orang yang telah jatuh begitu dalam, terkubur dalam lumpur hisap dosa yang begitu membelenggu, tiba-tiba berteriak dan melompat kegirangan, berseru, "Aku dulunya seorang pelacur, tapi Tuhan Yesus telah pulihkanku!"
Seminggu yang lalu, jauh di belahan dunia sana, di daerah bekas UniSovyet, Ukraina, di sebuah kota yang bernama Kiev, berbaris sekitar 20.000 orang di sepanjang jalan besar kota itu. Sambil berjalan dan berteriak, mereka berkata, "Aku dulunya seorang pecandu obat, tetapi Tuhan Yesus telah pulihkanku." Ucapan mereka ini tertulis dengan jelas di atas rompi yang mereka kenakan. Kebangunan rohani yang besar membuat siapa saja yang melihatnya akan jatuh bertelut, menangis penuh sukacita bahwa Tuhan menunjukkan kuasa-Nya. Nyanyian para malaikat menggema dari surga dan bergaung di alam semesta. Kemauan mereka untuk mengakui dosa-dosa mereka bahkan dosa mereka yang tersembunyi, membuat mereka menyadari dan merasakan bahwa Tuhan sangat mengasihi mereka dan Tuhan juga telah mengampuni mereka. Oh, betapa besarnya anugerah Tuhan itu!
Tuhan juga ingin melakukan perkara yang besar dan melakukan mujizat dalam kehidupan kita. Tuhan ingin agar kita menjadi seorang prajurit Kristus yang memiliki hati seorang hamba, yang rela membayar harganya, apapun yang terjadi. Tapi ada satu hal yang menghambat, sebuah tirai besar membentang menutupi mata rohani kita, karena kita menyembunyikan dosa-dosa kita. Dosa-dosa tersembunyi yang tidak mau kita akui. Hawa nafsu, kesombongan, iri hati, kepahitan dan kekecewaan, membuat kita menjadi orang Kristen yang pincang. Berharap mujizat terjadi tapi tidak kunjung terjadi karena kesalahan kita sendiri yang tidak mau mengakui dosa-dosa yang kita sembunyikan.
Kedatangan Tuhan semakin dekat dan pemurnian dalam gereja-Nya sedang terjadi. Cinta kita kepada-Nya sedang diuji. Adakah perkara-perkara duniawi mengalihkan perhatian kita kepada-Nya? Kita terlalu sibuk dengan pekerjaan kita, terlalu asyik dengan pergaulan kita, terlalu asyik dengan hubungan kita, dan terlalu asyik dengan dunia kita sendiri. Adakah kita masih berkata, "Aku mengasihimu Tuhan." Adakah kita masih berkata, "Aku cinta Tuhan Yesus." Seorang Raja dan Tuhan, mengambil rupa seorang hamba merendahkan diri demi kita semua, taat sampai mati di kayu salib. Dia telah melakukan suatu pekerjaan yang terbesar dan terindah yang telah menjamah hati setiap orang percaya. Kita yang tidak layak, oleh karena belas kasihan-Nya, dilayakkan.
Kita sebagai orang percaya, harus terus melihat kepada Tuhan dengan hati yang rindu untuk bertemu dengan Dia muka dengan muka. Bertemu dengan Bapa yang telah melakukan pekerjaan besar dalam kehidupan setiap kita. Biarlah cinta kita kepada-Nya semakin teguh. Biarlah kita semua bangkit, dengan panggilan dan talenta kita masing-masing, melayani Dia yang Maha Tinggi. Jangan biarkan dosa, kegagalan, kekecewaan, apapun itu, menghalangi perlombaan kita, berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus. Baiklah kita semua hidup dalam terang kemuliaan Tuhan, bersaksi dan menjadi berkat bagi orang lain. Biarlah kerinduan setiap kita, semakin dekat dengan Dia dan mengenal isi hati-Nya.
Dialah Tuan, sahabat, guru, dan kekasih kita. Yesus Kristus, yang telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, yang telah memulai pekerjaan yang baik dalam kita, yang membawa kita kepada keajaiban-keajaiban Firman-Nya, akan semakin meneguhkan dan mengaruniakan kepada kita cinta yang murni dan semakin teguh kepada-Nya.
Dialah inspirasi kita, Dialah sumber kekuatan kita, Dialah Cinta kita, Dialah Sahabat kita. Hidup dan nafas kita ada di tangan-Nya. Masa depan yang penuh harapan dan penuh damai sejahtera telah Dia sediakan bagi kita. Allah yang sanggup mengubahkan kegagalan menjadi berkat yang mengubahkan kita.
Hiduplah dalam kekudusan. Hiduplah dalam pengenalan akan Allah. Belajarlah untuk tidak mengandalkan diri sendiri tetapi mengijinkan Roh Kudus bekerja sepenuhnya. Hiduplah dalam kasih terhadap sesama. Hiduplah dalam terang Firman-Nya. Kiranya hati setiap kita, tersentak dan peka akan kehadiran-Nya.
Tanggalkan semua dosa, dan giatlah dalam pelayanan Tuhan. Teman sekerjamu di kantor, teman kuliahmu, tetanggamu adalah ladang pelayanan Tuhan. Ada harga yang harus dibayar, terlebih lagi kita harus menanggalkan ego dan harga diri kita ini. Layanilah rekan kerjamu yang bersedih dan berbeban berat, layanilah mereka yang miskin dan membutuhkan perhatian, layanilah mereka yang baginya Kristus telah mati.
Waktunya semakin dekat. Tuhan kita Yesus Kristus akan datang kembali. Dalam awan kemuliaan-Nya kita akan bersama-sama dengan Dia setelah untuk beberapa waktu lamanya, kita berlari dan berjuang melakukan tanggung jawab pelayanan kita di dunia ini. Tiada lagi tangisan dan penderitaan dan setiap lutut akan bertelut dan semua lidah akan mengaku bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan. Dia yang layak menerima segala sesuatu karena Dia adalah segala sesuatu. Ini hidup kami Tuhan dan pakai kami sesuai rencana-Mu. Aku mengasihi-Mu Tuhan! Terpujilah Engkau Tuhan, Bapa kami!
Player para Videos DXGM
:
Panduan 1 | Panduan 2
