Mengenal Tuhan / Renungan 

Manajemen Waktu

13 Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: "Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung",
14 sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap.
15 Sebenarnya kamu harus berkata: "Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu." Yak 4:13-15

Kita mengejar waktu, menghabiskan waktu, meluangkan waktu dan bahkan memanfaatkan waktu. Kita tidak dapat membeli waktu. Waktu yang dimiliki oleh semua orang sama. Seorang presiden setiap hari memperoleh waktu yang sama banyaknya dengan seorang anak kecil yang menghabiskan waktunya dengan bermain-main. Setiap orang mendapat waktu dua puluh empat jam, tidak lebih dan tidak kurang satu menit pun.

Sudahkah kita menggunakan waktu itu sebaik mungkin di dalam Tuhan? Saudaraku yang terkasih, apakah engkau sudah mengerti bahwa seluruh waktu itu adalah untuk melayani Tuhan?

Tidaklah benar bila kita mengatakan bahwa hidup manusia terbagi atas waktu untuk bekerja dan waktu untuk melayani Allah. Manusia harus dapat melayani Allah melalui pekerjaannya, dan pekerjaan itu sendiri harus dapat diterima dan dihargai sebagai media ciptaan ilahi. Setiap pengusaha dan pekerja dipanggil untuk melayani Allah melalui profesi atau usahanya, bukan di luar semua itu (Dorothy L. Sayers).

Apapun pekerjaan kita dan siapapun kita, waktu yang kita miliki adalah untuk memuliakan Allah. Ya, saya tahu hal itu, mungkin engkau berkata. Tapi sudahkah engkau menggunakannya di dalam Tuhan dan bagi Tuhan?

Orang yang mengasihi Tuhan dengan segenap hatinya akan mendedikasikan waktunya bagi Tuhan. Dia akan membuat perencanaan-perencanaan yang baik untuk menyelesaikan pekerjaan yang merupakan tanggung jawabnya. Perencanaan adalah suatu latihan akan iman, bukan tidak memiliki iman.

A wise man thinks ahead; a fool doesn't, and even brags about it! (Proverbs 13:16, TLB)
The wise man saves for the future, but the foolish man spends whatever he gets (Proverbs 21:20, TLB)
Any enterprise is built by wise planning, becomes strong through common sense, and profits wonderfully by keeping abreast of the facts (Proverbs 24:3-4, TLB)
We should make plans-counting on God to direct us (proverbs 16:9, TLB)

Tidaklah berdosa bila kita membuat perencanaan dan sangatlah bodoh bila kita tidak membuat perencanaan. We are not to trust our plans, but we are to plan our trust. Jadi perencanaan adalah sarana untuk melatih iman kita dan mengajar kita untuk bergantung sepenuhnya kepada Tuhan. Jika Tuhan menghendakinya, aku akan hidup dan berbuat ini dan itu.

Mengapa membuat perencanaan? Jalani saja hidup ini. Bila engkau memiliki pikiran seperti itu, berarti engkau belum mengerti tujuan hidupmu di dunia ini. Tapi, saya kan masih muda? Camkan baik-baik, saudaraku, bila engkau belum mengerti dan menangkap tujuan hidupmu, datanglah kepada Kristus, sebab tujuan hidup yang sejati akan engkau temukan di dalam Dia, di luar Dia bukanlah tujuan hidup. Cari wajah-Nya dan minta kepada-Nya agar Ia menunjukkan kehendak-Nya dan panggilan-Nya dalam hidupmu. Hanya di dalam Kristus, engkau menemukan dan memiliki tujuan hidup. Tidak peduli engkau tua atau muda.

Berdoalah senantiasa dalam setiap perencanaanmu. Rendahkan dirimu dan ijinkan Tuhan yang bekerja sepenuhnya dalam kehidupanmu. Apa yang engkau lakukan sekarang akan mempengaruhi masa depanmu. Seperti yang dikatakan oleh Henry David Thoreau, "Engkau tidak dapat menyia-nyiakan waktu tanpa merusak kekekalan." Jadi, bila engkau menabur hal yang baik, engkau akan menuai yang baik pula. Bila engkau menabur kesia-siaan, engkau akan menuai kesia-siaan pula.

Jadi, untuk memahami dan mengerti waktunya Tuhan, engkau harus memahami dan mengerti lebih dahulu karakter Tuhan. Engkau harus hidup sesuai dengan Firman Tuhan, dan belajar untuk bergantung sepenuhnya kepada Tuhan. Saya percaya, bila engkau melakukan hal itu, Tuhan sendiri yang akan mengajarkanmu bagaimana mengatur waktu dengan baik.