| |
||
| 1 Kor 1:27-29 | ||
7 Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah
semak itu dan menghimpitnya sampai mati, sehingga ia tidak berbuah.
18 Benih yang jatuh di tengah semak berduri itu ibarat orang-orang
yang mendengar kabar itu,
19 tetapi khawatir tentang hidup mereka dan ingin hidup mewah. Nafsu
untuk berbagai hal masuk ke dalam hati mereka. Karena itu kabar dari
Allah terhimpit di dalam hati mereka, sehingga tidak berbuah. Markus
4:7, 18-19.
Tahun-tahun telah berlalu semenjak kita menerima Kristus secara pribadi. Pada awalnya segala sesuatu terasa mudah dan indah. Merasakan sukacita terlepas dari belenggu dosa setelah tertawan sekian lama. Namun, mengapa banyak orang Kristen tidak seperti orang Kristen, bertindak tiada bedanya dengan orang-orang yang tidak percaya? Mengapa mereka yang memiliki pengetahuan yang cukup banyak tentang Firman Tuhan memilih bertindak di luar Firman Tuhan? Apakah yang salah?
Kali ini kita akan mencoba membayangkan bahwa Yesus seolah-olah berbicara kepada kita di antara kerumunan orang banyak. Bukalah Markus 4:1-20. Dia berbicara dengan perumpamaan dan berkata, "Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!"
Bagi sebagian besar kita, orang percaya, perumpamaan tentang benih yang ditaburkan di antara semak berduri lebih cocok untuk diaplikasikan dalam kehidupan kita sehari-hari. Saya percaya, benih yang ditaburkan itu baik dan tanah itu juga baik dan subur, namun ada tiga hal di sini yang membuat benih itu tidak bertumbuh dan berbuah yaitu kekuatiran dunia (khawatir tentang hidup mereka), tipu daya kekayaan, dan keinginan-keinginan akan hal yang lain.
Satu hal yang paling sulit yang harus kita lakukan dalam hidup kekristenan adalah melakukan sesuatu secara nyata dalam hidup ini. Kita ke gereja, ditegur akan dosa-dosa kita, merasa dikuatkan, lalu membuat suatu komitmen di hadapan Tuhan untuk area-area tertentu dalam kehidupan kita, dan kita kembali pulang merasakan kesegaran dan kekuatan.
Lalu kita harus menghadapi kenyataan. Segala sesuatu harus berjalan. Pekerjaan kantor yang menumpuk harus diselesaikan. Pertemuan-pertemuan penting harus dihadiri. Menjawab handphone yang terus berdering disertai SMS yang tiada habis-habisnya. E-mail dan chating sepertinya tidak bisa ditinggalkan. Mobil yang rusak harus diperbaiki. Mengantar adik ke sekolah. Menghadiri kegiatan-kegiatan organisasi di kampus yang sudah terlanjur diikuti. Benar-benar kesibukan yang tiada henti. Waktu kita hanya 24 jam, namun berapa banyak waktu kita bersama Tuhan?
"Yah, saya ingin menghabiskan waktu bersama Tuhan dan mengikuti pemuridan, saya berjanji!" Saya berjanji akan menghapalkan ayat Firman Tuhan. Kita berjanji ini dan itu di hadapan Tuhan, namun apa yang terjadi? Sudah berapa kali kita mengatakan hal itu? Kenyataannya, ketika kesibukan dan semua aktivitas rutin harus kembali kita lakukan, janji itu hanya tinggal janji.
Mengapa seseorang sepertinya tidak pernah bertumbuh banyak dalam kehidupan Kekristenannya? Mengapa buah-buah Roh sepertinya tidak pernah menjadi dominan dalam kepribadian mereka? Mengapa dari tahun ke tahun tingkat kedewasaan rohani yang mereka miliki sepertinya tetap? Mengapa kita sudah hadir di Gereja, belajar Alkitab, bahkan dimuridkan, tetap tidak banyak berubah dan berbuah. Mengapa? Apa yang salah?
Tuhan Yesus berkata bahwa kekuatiran dunia (khawatir tentang hidup mereka), tipu daya kekayaan, dan keinginan-keinginan akan hal yang lain masuk menghimpit benih yang sudah ditabur itu.
Kekhawatiran tentang hidup dan keinginan-keinginan akan hal yang lain, berbicara tentang kesibukan dan aktivitas-aktivitas yang masuk ke dalam kehidupan kita. Kebanyakan aktivitas ini adalah "baik" bahkan "sangat baik". Namun, semuanya itu dapat menghimpit benih yang telah ditabur. Apa yang harus dilakukan? Waktu saya hanya 24 jam dan sulit sekali untuk mencari waktu luang. Saya tahu saya harus belajar Firman Tuhan. Tapi keadaan berkata lain...
Waktu... di satu sisi adalah musuh utama manusia. Namun, Tuhanlah yang menciptakan waktu dan Ia mempunyai maksud yang baik untuk waktu. Amat disayangkan, kita terbelenggu oleh waktu, diperhamba oleh waktu, dan diatur oleh waktu, membuat kita tidak mempunyai waktu untuk Tuhan. Waktu adalah hadiah dari Tuhan. Dia memberikan kita 24 jam sehari dan semua orang mendapatkan jatah yang sama.
Tapi mengapa waktu kita selalu terasa kurang sehingga sepertinya tidak dapat meluangkan waktu bersama dengan Tuhan dan orang percaya lainnya? Sudah tahukah saudara bahwa tujuan kita hidup di dunia ini adalah menjadi semakin serupa dengan Kristus sehingga kehidupan kita tumpah keluar mengubahkan kehidupan lainnya?
Apa yang membuat waktu kita terasa kurang? Pada zaman ini setidaknya ada tiga aktivitas yang sangat menghabiskan waktu yaitu televisi, komputer, dan hobi. Berapa banyak dari kita yang menghabiskan waktu berjam-jam di depan televisi dan bermain komputer? Kedua hal ini memang menghibur kita dan mendidik kita, dan dalam banyak hal, tidak membutuhkan banyak interaksi dari kita. Tetapi bila kita berpikir realistis, semuanya itu tidak hanya tidak mengubahkan kita untuk semakin serupa dengan Kristus, namun juga mengisi hati dan pikiran kita dengan prinsip-pinsip yang menyangkali dan menghujat kebenaran Firman Tuhan. Berapa banyak dari kita yang lebih memilih untuk mempercantik dan melatih penampilan lahiriah kita, pergi ke salon atau pusat kebugaran, daripada melatih dan memperindah otot-otot rohani kita, pergi bersekutu dan berdoa bersama-sama dengan orang percaya lainnya?
Yang terpenting di sini adalah kita harus memiliki prioritas dan komitmen untuk meluangkan waktu bersama Tuhan. Mulai bertindak dan mengatur waktu yang ada dengan memandang melalui lensa kekekalan. Apakah waktu-waktu yang kita pergunakan itu akan menambah jumlah rekening kita di bank kekekalan? Apakah kehidupan kita dapat menyentuh dan mengubahkan kehidupan yang lain, yang terluka dan membutuhkan pertolongan?
Luangkanlah waktu bersama Tuhan sehingga semak berduri itu tidak muncul dan menghimpit benih yang telah ditabur. Berhentilah sejenak dari semua aktivitas-aktivitas yang mengganggumu. Tinggalkan aktivitas-aktivitas yang tidak perlu dan dapat ditunda. Berhentilah sejenak untuk berdiam diri. Jangan biarkan kesibukan membelenggumu sehingga engkau mengesampingkan Yesus, penyelamat jiwamu. Saya menyadari bahwa kita ingin yang terbaik, kita ingin menjadi mahasiswa yang terbaik, karyawan yang terbaik, orang tua yang terbaik, orang Kristen yang terbaik, dan kita berusaha menyamai perubahan dunia yang berputar begitu cepat, berpikir bahwa semakin banyak yang kita perbuat, maka kemungkinan kita untuk sukses semakin besar. Ingatlah, Tuhan telah mengajarkan kita apa arti kesuksesan yaitu bila kita merenungkan Firman-Nya siang dan malam dan melakukan perintah-perintah-Nya.
1 Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang
fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk
dalam kumpulan pencemooh,
2 tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan
Taurat itu siang dan malam.
3 Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan
buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang
diperbuatnya berhasil. Mazmur 1:1-3
Ingatlah senantiasa bahwa engkau dapat berubah bila engkau terus belajar dan hidup di dalam Firman Tuhan. Engkau bisa berbuah bila engkau tetap tinggal di dalam Dia, sebab di luar Dia kita tidak dapar berbuat apa-apa. Engkau akan bersinar dan menjadi seorang Kristen yang baik, menghasilkan buah sesuai dengan pertobatan bila engkau merenungkan Firman-Nya siang dan malam. Bila engkau sudah mengetahui kebenaran Firman Tuhan, jangan berhenti sampai di situ, lakukan apa yang Firman Tuhan inginkan dalam kehidupanmu.
Buah-buah roh akan menjadi bagian dalam kepribadianmu bila engkau tetap tinggal di dalam Firman-Nya. Engkau akan terus bertumbuh dari kemuliaan yang satu kepada kemuliaan yang lain dan naik ke tingkat kedewasaan rohani yang lebih tinggi bila engkau memilih untuk terus-menerus belajar akan Firman-Nya dan melakukan kehendak-Nya. Akan ada banyak tantangan dan cobaan, tetapi oleh anugerah Tuhan dan pertolongan Roh Kudus, engkau akan dimampukan. Banyak kehidupan yang terluka dan membutuhkan akan terjamah dan disembuhkan oleh kehidupanmu yang diubahkan. Bukankah ini yang Tuhan inginkan?
Semuanya ini hanya dapat terwujud bila kita meluangkan waktu untuk Tuhan, belajar Firman-Nya dan melakukan perintah-perintah-Nya. Memang tidak gampang saudaraku yang kekasih. Harus dimulai dari kita, untuk secara sadar, membuat prioritas utama dalam kehidupan kita dan mengesampingkan hal-hal yang mengganggu dan tidak perlu agar kita dapat tinggal tenang, berdiam diri, belajar dan merenungkan Firman-Nya. Sebab di dalam Tuhanlah kita menemukan kekuatan. Di dalam Dialah kita akan memperoleh berkat-berkat yang telah Dia sediakan bagi kita.
Jangan terobsesi dengan kesibukan dan hal-hal lain, terobsesilah kepada Kristus. Saya percaya, apapun yang engkau inginkan dan doakan, bagi masa depan, keluarga, apa saja, akan Tuhan penuhi sesuai dengan rencana dan kehendak-Nya. Ingatlah, kesuksesan akan terwujud bukan dengan semakin banyak melakukan sesuatu atau belajar sesuatu, tapi harus dimulai dengan merenungkan Firman Tuhan siang dan malam. Percayalah, bila engkau melakukannya, apapun yang engkau perbuat akan berhasil. Bukankah ini yang kita inginkan?
Player para Videos DXGM
:
Panduan 1 | Panduan 2
