Where real repentance is, there is obedience; for repentance is not only sorrow for past failures and sins, it is a determination to begin now to do the will of God as He reveals it to us. - A.W.Tozer
Bible Study

Kumpulan Bahan Belajar Alkitab dalam format file pdf.

Computer & Internet

Semua tips komputer dan internet yang wajib untuk diketahui

Download

Wallpaper, Clipart, semua yang gratis ada di sini.

Jokes

Tempat melepas penat dengan tertawa.

Renungan

Tempat merenungkan kebaikan dan kasih setia Tuhan.

Home » Renungan

Pelaku Firman Tuhan

Submitted by riel on 28/10/2009 – 9:20 AM | 199 views
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 1.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

Renungan: Pelaku Firman TuhanPerkataan Yesus ketika mengajar selalu sederhana dan mudah mengerti. Dia mengajar dengan penuh kasih dan wibawa dan orang-orang takjub kepada-Nya. Dalam Matius 7:24-27, kita mendapatkan bahwa Yesus berbicara tentang rumah yang dibangun di atas pondasi yang terbuat dari batu dan pasir.

24 "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.
25 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.
26 Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir.
27 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya."

Ada beberapa poin penting yang bisa kita peroleh dari perkataan Tuhan kita,

  1. Ada dua jenis orang, yang satu mendengar dan menjadi pelaku Firman dan yang lain hanya menjadi pendengar.
  2. Setiap kita langsung mengerti dan membayangkan apa yang akan terjadi bila rumah dibangun di atas batu dan pasir. Cara Yesus yang unik ini dalam mengajar dengan menggunakan contoh dari alam membuat kita takjub dan perkataan-Nya itu menembus hati kita yang terdalam.
  3. Kita tidak bisa berdalih dan mencari-cari alasan akan perkataan-Nya. Karena begitu sederhana dan mudah dimengerti.

Tuhan menginginkan kita untuk belajar dan membaca Firman-Nya. Tuhan menginginkan kita untuk menjadi pelaku Firman-Nya. Sangat mudah hanya untuk menjadi pendengar. Berapa banyak dari kita yang memilih mengesampingkan Firman Tuhan karena tuntutan pergaulan dan hubungan kita dengan orang lain? Berapa banyak dari kita lebih memilih menyenangkan orang lain daripada memilih untuk tetap memegang teguh Firman Tuhan? Berapa banyak dari kita yang memilih mengesampingkan Firman Tuhan karena kita takut dibilang sok suci, pendeta, dsb.

Renungan: Rumah di atas PasirCamkan ini baik-baik, ketika kita melakukannya, kita akan seperti rumah yang dibangun di atas pasir. Ketika hujan, banjir dan angin datang menerpa, kita akan merasa kehilangan sesuatu. Apa itu? Kekuatan dan pengharapan dari Tuhan. Damai sejahtera dan penghiburan-Nya. Setiap masalah yang datang itu tidak lagi diatasi dengan kekuatan yang dari Tuhan tapi diatasi dengan kekuatan sendiri. Akibatnya? Perasaan bersalah dan mengasihani diri sendiri menjadi sarapan setiap hari. "Kita menjadi lelah," hati kita menjerit.

Iblis senang dengan orang-orang yang hanya menjadi pendengar. Bukanlah masalah baginya untuk menghadapi orang-orang yang tahu banyak Firman Tuhan. Bukan masalah pula baginya untuk menghadapi orang-orang yang ahli Alkitab. Yang menjadi masalah baginya dan musuh terbesarnya adalah hamba-hamba yang setia dan melakukan Firman Tuhan.

Melakukan Firman Tuhan membuat kita yakin dan percaya bahwa Tuhan akan membantu kita melalui setiap banjir dan angin yang datang melanda hidup kita. Berkat-berkat rohani mengalir memenuhi hati dan pikiran kita. Damai, sukacita dan pengharapan yang dari Tuhan adalah bagian kita. Hari-hari akan kita lalui dengan indah bila kita melakukan Firman Tuhan. Walaupun banjir dan badai melanda, hati kita akan berkata, "Tuhan adalah kekuatanku. Bersama Dia ku takkan goyah. Ku kan terbang tinggi bagai rajawali melakukan perbuatan yang besar. Dan melayang tinggi dalam kemuliaan-Nya. Biar bumi bergoncang dan badai menerpa, ku kan terbang tinggi bersama Dia".

Melakukan Firman Tuhan adalah kehendak Tuhan bagi kita. Melakukan Firman Tuhan bukanlah kewajiban. Melakukan Firman Tuhan adalah wujud cinta dan kasih kita kepada Dia. Kita harus berdiri menjadi orang yang tangguh dan hidup di dalam Firman Tuhan, baik itu di kampus, kantor atau di manapun kita berada.

Tidakkah kita bangga memiliki Allah yang hidup? Tidakkah kita bangga memiliki seorang Bapa yang sangat peduli kepada kita? Tidakkah kita bangga memiliki Allah yang baik dan setia? Lakukan Firman-Nya, jangan andalkan kekuatanmu sendiri tapi ijinkan Dia bekerja dan memampukanmu melakukan Firman-Nya.

3 Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya.
4 Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran.
5 Tetapi barangsiapa menuruti firman-Nya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna kasih Allah; dengan itulah kita ketahui, bahwa kita ada di dalam Dia.
6 Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup. – 1 Yoh 2:3-6

Popularity: 1% [?]

  • Share/Bookmark

Tulisan Terkait

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.