Everything of lasting value in the Christian life is unseen and eternal. - A.W.Tozer
Bible Study

Kumpulan Bahan Belajar Alkitab dalam format file pdf.

Computer & Internet

Semua tips komputer dan internet yang wajib untuk diketahui

Download

Wallpaper, Clipart, semua yang gratis ada di sini.

Jokes

Tempat melepas penat dengan tertawa.

Renungan

Tempat merenungkan kebaikan dan kasih setia Tuhan.

Home » Renungan

Belajar dari Salomo

Submitted by riel on 08/10/2009 – 9:46 AM | 104 views
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 5.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

Renungan: Masa Muda - Belajar dari SalomoMasa muda… Adakah di antara kita merasa kehilangan masa muda? Merasa kehilangan masa muda karena mengikut Tuhan? Bukankah seorang muda harus menikmati masa mudanya? Bahkan ada yang berkata, "Mengapa aku harus mengenal Tuhan pada masa mudaku? (Seorang teman saya mengatakan hal itu).

Dalam kehidupan ini, kita seringkali menemukan sesuatu yang namanya paradoks kehidupan. Sesuatu yang kita percaya ternyata di dalam kehidupan kita sehari-hari berlaku hal yang sebaliknya. Sesuatu yang membingungkan dan terkadang membuat kita meragukan iman kita dalam Kristus Yesus. Salomo dalam tulisannya di Pengkhotbah menceritakan paradoks ini.

23 Seluruh hidupnya penuh kesedihan dan pekerjaannya penuh kesusahan hati, bahkan pada malam hari hatinya tidak tenteram. Inipun sia-sia. 24 Tak ada yang lebih baik bagi manusia dari pada makan dan minum dan bersenang-senang dalam jerih payahnya. Aku menyadari bahwa inipun dari tangan Allah. – Pengkhotbah 2:23-24

12 Walaupun orang yang berdosa dan yang berbuat jahat seratus kali hidup lama, namun aku tahu, bahwa orang yang takut akan Allah akan beroleh kebahagiaan, sebab mereka takut terhadap hadirat-Nya. 13 Tetapi orang yang fasik tidak akan beroleh kebahagiaan dan seperti bayang-bayang ia tidak akan panjang umur, karena ia tidak takut terhadap hadirat Allah. – Pengkhotbah 8:12-13

3 Bersedih lebih baik dari pada tertawa, karena muka muram membuat hati lega. – Pengkhotbah 7:3
15 Dalam hidupku yang sia-sia aku telah melihat segala hal ini: ada orang saleh yang binasa dalam kesalehannya, ada orang fasik yang hidup lama dalam kejahatannya. – Pengkhotbah 7:15

Bila anda meluangkan waktu untuk membaca seluruh kitab Penghotbah, anda akan menemukan bahwa tidak ada keteraturan dalam kitab tersebut dan sulit melakukan analisis yang teratur dari isi kitab ini. Mungkin justru membingungkan kita. Namun uniknya, kita akan mengerti maksud dari kitab itu bila kita sampai pada bagian akhir dari kitab itu.

Salomo adalah seorang raja yang kaya raya dan diberkati Tuhan. Namun, dia akhirnya jatuh dan hidup mementingkan diri sendiri dalam segenap kemakmuran, kesenangan dan keberhasilan duniawi.Usaha memperoleh kebahagiaan melalui cara-cara ini berakhir dengan ketidakpuasan dan kehampaan. Dalam kitab Pengkhotbah dia menuliskan rangkaian pikiran acak-acakan yang menggarisbawahi kesia-siaan dan kebingungan dari kehidupan yang tidak berpusat pada Allah. Hidup ini bercirikan ketidakadilan, ketidakpastian dan pelanggaran-pelanggaran keadilan.

Salomo hanya dapat menemukan makna pokok hidup ini ketika memandang kepada Allah. Pada bagian akhir dari kitab ini, dia memberikan nasihat yang merupakan inti dari isi kitab ini,

13 Akhir kata dari segala yang didengar ialah: takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang. 14 Karena Allah akan membawa setiap perbuatan ke pengadilan yang berlaku atas segala sesuatu yang tersembunyi, entah itu baik, entah itu jahat. – Pengkhotbah 12:13-14

Mengapa orang-orang di luar Tuhan kelihatannya berhasil dan sukses? Mengapa mereka terlihat begitu bahagia dan menikmati hidup ini? Sepertinya hidup di luar Tuhan itu tidak ada masalah. Sepertinya lebih mudah dan enak daripada hidup di dalam Tuhan.

Bila anda berpikiran seperti itu, sebaiknya anda membaca kitab Penghotbah secara keseluruhan dan minta agar Tuhan memberikan pengertian. Jangan menjadi kesal dengan paradoks kehidupan ini. Jangan merasa menyesal bila engkau mengenal Tuhan semenjak masa mudamu. Tuhan tidak pernah salah memilih dan Dia telah memilih engkau untuk mengenal Dia dan menjadi alat-Nya semenjak masa mudamu.

Tidaklah benar bila kehidupan orang di luar Tuhan itu mudah dan enak. Mengapa? Cobalah untuk mengingat kembali kehidupan masa lalu kita sebelum mengenal Tuhan.Adakah kepastian hidup di sana? Adakah kemenangan di sana? Adakah sukacita yang sejati di sana? Saya yakin kita semua akan berkata,"Tidak ada!" Yang ada hanyalah kesia-siaan.

Salomo juga menyadari hal ini. Menjelang masa tuanya ia akhirnya mengakui bahwa di luar Allah hanya ada kesia-siaan. Dengan penyesalan yang mendalam, ia memberikan nasehat, Akhir kata dari segala yang didengar: takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya.

Bila engkau merasa kehilangan masa mudamu (kesenangan), coba renungkan pekerjaan dan kebaikan Tuhan dalam hidupmu, benarkah demikian? Bila engkau merasa menyesal harus mengikut Tuhan semenjak masa mudamu dan tidak ada gunanya lagi mengikut Tuhan, coba renungkan kehidupan seperti apa yang akan engkau dapat bila di luar Tuhan. Kesia-siaan hidup dan kepastian kematian.

Renungan: Masa Muda - Belajar dari Salomo

Namun, bila engkau tetap di dalam Tuhan dan bersyukur karena Dia memanggilmu semenjak masa mudamu, engkau akan menemukan jawaban atas makna hidup ini. Pencarian kesenangan yang mementingkan diri, kekayaan, dan pengumpulan pengetahuan tidak akan sanggup memberikan jawaban yang memuaskan bagi aneka persoalan hidup ini. Engkau harus mencari dan menemukan jawabannya di dalam Dia yang oleh Perjanjian baru disebut "lebih daripada Salomo" (Mat 12:42), yaitu Yesus Kristus sebab di dalam Dia "tersembunyi segala harta hikmat dan pengetahuan" (Kol 2:3).

Mencari kesenangan adalah dangkal dan bodoh, masa mudamu terlalu singkat dan kehidupan ini terlalu cepat berlalu untuk dihabiskan secara serampangan. Hidup yang tak menentu ini akan membuat kita sinis terhadap maksud dan jalan Allah. Oleh karena itu, Salomo menasihati kaum muda untuk mengingat Allah ketika masih muda, supaya mereka tidak menjadi tua dengan penyesalan pahit dan tugas menyedihkan untuk mempertanggungjawabkan hidup yang disia-siakan kepada Allah.

Sekalipun orang muda harus menikmati masa muda mereka (Pengk 11:9-10), adalah lebih penting untuk mengabdikan diri kepada Sang Pencipta dan membulatkan tekad untuk takut akan Allah dan berpegang pada perintah-perintah-Nya. Inilah satu-satunya jalan untuk menemukan makna hidup ini.

Bersyukurlah kepada Tuhan hari ini bahwa dia sudah memilih dan memangilmu semenjak masa mudamu. Hidup ini menjadi berarti dan indah sebab Tuhan tinggal di dalammu. Ingatlah selalu bahwa Tuhan tidak pernah salah memilihmu dan Dia sudah menyiapkan semua yang baik dan istimewa bagi orang-orang yang mengasihi Dia.

Popularity: 1% [?]

  • Share/Bookmark

Tulisan Terkait

One Comment »

  • helfrits m waimuri says:

    syalom.
    saya dulunya saya mengajar di salah satau universitas negeri di papua.dan masah mudah ku saya pake untuk melayani TUHAN, setelah mengajar beberapa tahun, saya terus tekun dalam doa dan suatu hari saya puasa selama 40 hari dan setelah itu saya mendengar suara yang berbicara 2 kali kepada saya, AKU AKAN MEWARISKAN TAHTA KERAJAAN SALOMO UNTUK MU, saya kaget, karna saya orang berdosa belum hidup sesuai FIRMAN TUHAN, dan setelah 2 bulan dari kejadian itu saya puasa lagi dan saya dipenuhi dgn sebuah kekuatan yg besar turun dan masuk dalam kepalaku dan saat itu juga saya berbicaya degan bahasa yang tidak saya mengerti, dan setelah itu, keinginan kuat untuk melayani, dalam pelayanan doa, banyak orang yang saya layani dan sembuh dan begitu banyak yang sdh TUHAN lakukan dalam pelayanan saya, yang buta melihat, yg kaki patah berjalan dan banyak lg, tapi banyak juga org beranggapan saya menipu padahal dalam pelayanan saya, saya hanya meminta pertolongan TUHAN YESUS dan DIDALAM NAMA YESUS semua penyakit kuasa kegelapan di usir. dan mereka pun cemburu dan memfitna saya, padahal selalu mereka bertanya dari mana dan bagaimana saya dapatkan ini, saya hanay bilang berdoa,membaca FIRMAN ALLAH yaitu ALKITAB dan berdoa serta melakukan FIRMAN ITU dalam kehidupan sehari-hari……… saya mau bersekolah sekarang, saya tdk punya gaji atau uang atau gereja yg sponsor, saya butuh seseorang Gembala yag mau menolong saya… TUHAN YESUS memberkati

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.