Apart from the inliving Spirit we have no ability to live lives morally pleasing to God. - A.W.Tozer
Bible Study

Kumpulan Bahan Belajar Alkitab dalam format file pdf.

Computer & Internet

Semua tips komputer dan internet yang wajib untuk diketahui

Download

Wallpaper, Clipart, semua yang gratis ada di sini.

Jokes

Tempat melepas penat dengan tertawa.

Renungan

Tempat merenungkan kebaikan dan kasih setia Tuhan.

Home » Daily Life

Riak-riak Takdir

Submitted by riel on 12/03/2009 – 8:15 PM | 235 views
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Riak-riak Takdir Kilau sinar matahari memantul di atas kap mobil yang kukendarai. Puluhan motor berseliweran di kiri kanan berpacu dengan waktu dan kemacetan. Aku duduk di belakang kemudi sambil berbisik dalam hati, “Syukur pada-Nya, aku bisa di tengah kemacetan ini, melihat hari dan lalu lalang kehidupan.”

Namun kenyataannya, hatiku sedang galau menyaksikan riak-riak kehidupan, yang perlahan-lahan membuatku kehabisan kata. Ada beberapa perkara dalam kehidupan ini yang nampaknya tidak bisa kita tolak. Mungkin inikah yang dinamakan takdir? Kita lahir dengan membawa sejumlah keterbatasan. Memang aku tidak terlahirkan buta, tuli atau cacat. Namun, ‘duri dalam daging’ ini akan kubawa hingga ke liang kubur.

Perkara lain yang mengusikku adalah hal-hal yang terjadi di luar kendali kita. Sebaik dan sekeras apapun kita telah berusaha, jalan-Nya ternyata tidak sama dengan jalan kita. Contoh yang sederhana misalnya perkara jodoh. Sebagian orang sudah jungkir balik membina hubungannya, namun harus kandas di tengah jalan. Sebagian orang tua sudah berulang kali mencucurkan air mata dan habis harta benda demi mengobati anak tercinta yang terbelakang, namun tak kunjung sembuh.

Sebagian orang harus berjuang menepis kehampaan karena tak kunjung memiliki anak. Sebagian lagi harus bertahan dari siksaan verbal dan fisik dari orang terdekatnya. “Tuhan, mengapa Kau biarkan ini terjadi padaku!!!” seru mereka menembus keputusasaan. Kira-kira begitulah gelisah yang kualami sekarang. Gelisah pada takdir yang tak terelakkan. Takdir yang tak bisa dibeli dengan uang, status, gelar, jabatan, apapun yang ada di bawah kolong langit ini.

Kegelisahan ini kalau dibiarkan hidup akan berujung pada keputusasaan dan rasa mengasihani diri sendiri. Aku tidak mau seperti itu. Hanya saja, aku masih sulit menerima kalau aku sudah menyadari kalau jalan-Nya seperti bumi dan langit dengan jalanku.

“Oh lampu sudah hijau,” pikiranku segera memerintahkan tanganku memasukkan persneling satu dan kakiku untuk menekan kopling. Setelah melewati lampu merah, aku menoleh ke kanan, logo McDonald yang kuning terlihat lebih kuning dari biasanya. Aku menoleh ke kiri, kulihat proyek Banjir Kanal Timur yang biasa disebut BKT, masih begitu-begitu saja, hari demi hari.

Aku segera memacu mobil hingga kecepatan 50 km/jam, menyongsong rutinitas dan takdir yang harus kuhadapi dengan kreatif. Hidup ini terlalu mahal untuk disia-siakan hanya karena ‘perkara di luar kendali kita’. Semua orang punya jalan hidupnya sendiri. Dan aku akan tetap menyongsong hari, menikmati riak-riak dan lalu lalang kehidupan bersama Dia yang memberiku kekuatan.

Popularity: 1% [?]

  • Share/Bookmark

Tulisan Terkait

2 Comments »

  • debora sari says:

    semua orang pasti punya masalah, besar kecil masalah tergantung bagaimana kia menanganggapinya, tetapi yang pasti punya jalan keluar bagi masalah kita adalah Yesus “datanglah pada Ku yang letih lesu dan bertanggungan berat ……… dg iman pasti tertolong

  • Donny says:

    Kadang masalah yang kita hadapi adalah rutinitas itu sendiri. kadang kita bosan, jenuh, tapi saat-saat kita deket sama Bapa, berserah sama Dia, maka aku bisa ngerasa kalo rutinitas yang selama ini membosankan, bisa jadi menyenangkan, karena hari lepas hari Dia terus memberi kekuatan buat kita..

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.