
Apa yang Anda ketahui tentang tanggal lahir 11 Februari? Sejauh yang saya tahu, banyak tokoh lahir di tanggal tersebut. Misalkan Thomas Alva Edison (penemu Amerika), Sheryl Crow (musisi Amerika), Sarah Palin (gubernur Alaska, cawapres John McCain dari Partai Republik), Jennifer Aniston (artis Amerika), Burt Reynolds (aktor Amerika), Sidney Sheldon (pengarang Amerika), Sutan Takdir Alisjahbana (sastrawan Indonesia), dan Susi Susanti (pemain bulutangkis Indonesia).
Di tanggal tersebut juga pernah terjadi berbagai peristiwa penting seperti Nelson Mandela, seorang tahanan politik selama 27 tahun, dibebaskan dari penjara ; Pluto, planet dengan orbit tak beraturan, berubah dari planet terjauh kedelapan dari Matahari menjadi kesembilan ; peringatan revolusi di Iran ; dan sebagainya.
Saya sempat browsing melihat apa ‘makna’ di balik tanggal lahir 11 Februari atau makna di balik angka 11, namun hasilnya mengecewakan. Kebanyakan tidak ada yang tepat menggambarkan watak, karakter, atau kepribadian si pemilik tanggal lahir tersebut. Akhirnya saya sampai pada sebuah artikel berjudul ‘Makna Di Balik Angka Lahir’ di blog Wina Annisa. Di situ disebutkan bahwa tanggal lahir yang dijumlahkan hingga satu angka mempunyai makna tertentu. Misalnya, Anda lahir tanggal 25 Desember 1998, maka jumlahkan 25 + 12 + 1998 == 2 + 5 + 1 + 2 + 1 + 9 + 8 + 8 == 36 == 3 + 6 == 9. Menurut artikel tersebut, mereka yang berangka 9 memiliki rasa kasih pada sesama dan sikap yang sangat humanis, dan seterusnya.
Merasa tertarik dengan ‘rumus’ tersebut, saya mencobanya dengan tanggal lahir saya. Saya agak terkejut karena jumlahnya ternyata sama dengan usia saya sekarang ini (1 + 1 + 0 + 2 + 1 + 9 + 7 + 9) dan kalau dijumlah menjadi satu angka menghasilkan angka 3 yang banyak disebut dalam Alkitab (baca: Angka-angka di dalam Alkitab). Cool… itu yang terucap saat saya mengetahuinya.
Melihat angka yang ’sangat kebetulan’ tersebut, saya menjadi berpikir. Apakah tahun 2009 ini menjadi tahun yang istimewa bagi saya? Kira-kira apa yang istimewa itu? Boleh dibilang saya bertanya seperti itu sebagai upaya untuk menghibur diri. Soalnya, saya merasa tidak lagi mempunyai kebanggaan ‘berjiwa muda’ karena masih berumur kepala dua. Rasanya, setiap kali orang bertanya tentang umur dan kita menjawab antara angka 20-29, kita merasa masih muda. Namun angka 30? Kayaknya sudah tua banget atau bertambah tua.
Mengapa begitu? Bagi saya, memasuki usia kepala 3, berarti harus siap memasuki pintu tanggung jawab dan kedewasaan yang lebih besar lagi. Saya harus lebih fokus dalam menata diri (pekerjaan, keluarga, rohani) dan harus lebih dewasa dalam berpikir dan bertindak (banyak bersyukur, tidak mudah menyerah, pemecah masalah, komunikatif, berpikir positif, optimis). Sebagian diri saya masih ingin berbuat sesuka hati dan egois. Namun angka 30 membuat saya lebih kontemplatif (melihat ke dalam) tentang kehidupan.
Angka 30 itu membuat tahun ini menjadi tahun ‘perenungan’ bagi saya. Sebuah perenungan, akan seperti apa dan menjadi apa saya 10 tahun ke depan, ketika saya memasuki usia kepala empat. Banyak orang berharap saat berusia kepala 4, mereka sudah mapan dalam hal karir dan pekerjaannya. Sehingga saat berusia kepala lima atau enam, mereka sudah siap memasuki masa pensiun. Namun, seperti kata Alkitab, manusia boleh berencana tetapi Tuhan juga yang menentukan. Mengutip kata bijak lainnya, "Hari ini adalah masa depan", saya cuma bisa berusaha dan berdoa semoga Tuhan terus menghantar saya ke dalam rencana-Nya.
Popularity: 1% [?]
Tulisan Terkait
- Tidak ada tulisan terkait.