Layanan ECS yang Tidak ‘Elite’
Sabtu, 26 April 2008, saya mendapat pengalaman yang cukup menyebalkan. Ini terkait dengan layanan servis motherboard ECS yang lamban dan tidak peka akan berharganya waktu pelanggan.
Kurang lebih dua minggu yang lalu, salah satu komputer kantor tiba-tiba saja ngadat tidak bisa dinyalakan. Setelah mengutak-ngatik bagian dalam komputer selama beberapa jam (mulai dari cabut RAM, cabut batere CMOS, cabut jumper, ganti power supply dan mengencangkan kabel-kabel), komputer tetap tidak bisa nyala. Padahal ketika tombol on dinyalakan, prosesor bekerja. Singkat cerita, komputer yang ngadat itu saya bawa ke toko BytePro, Dusit Mangga Dua, tempat saya membeli komputer itu, Sabtu 12 April 2008.
Di sana, teknisi BytePro menyatakan kalau motherboard bermerk ECS (Elitegroup Computer Systems) yang menjadi mesin komputer itu bermasalah dan harus dibawa ke ECS untuk diperiksa dan diservis. Empat hari kemudian, pihak BytePro (Mbak Tari) mengabarkan, kalau motherboard ECS itu mengalami korosi di bagian belakang (port USB dan sekitarnya). Kalau saya berkenan, motherboard akan diganti baru dengan catatan membayar Rp 150.000. Saya menyatakan bersedia membayar, yang penting urusan cepat selesai.
Ada dua pertanyaan yang timbul dalam benak saya sebelum bersedia menyatakan membayar. Pertanyaan pertama, mengapa saya harus membayar? Bukankah di motherboard itu terdapat ‘kartu’ jaminan garansi 5 tahun? Sebenarnya arti garansi motherboard ECS itu seperti apa? (Motherboard ECS yang rusak itu, sudah saya gunakan dua tahun). Pertanyaan kedua, mengapa motherboard ECS itu mengalami korosi? Selama kurang lebih sepuluh tahun belanja ratusan komputer, baru kali ini saya mengalami ada motherboard yang ‘berkarat’. Setahu saya komputer itu diletakkan di tempat kering dan rutin dibersihkan (dengan kuas) setiap 6 bulan sekali. Ini membuat saya berkesimpulan, kalau komponen atau bahan dari motherboard ECS itu tidak tahan terhadap perubahan cuaca.
Sebenarnya, saya lebih banyak membeli (memakai) motherboard merk ASUS atau Gigabyte. Berdasarkan pengalaman saya, motherboard merk ini cukup bandel, awet dan stabil. Meski harganya sedikit lebih mahal namun kualitasnya terjamin. Tidak hanya itu, layanan purna jualnya juga tergolong cepat, paling lama dua minggu.
Sementara motherboard ECS saya beli karena membutuhkan komputer yang harganya cukup murah. Toko BytePro biasanya menjual satu set komputer dengan harga murah sekitar Rp 2,5 jt. Pembeli tidak usah dipusingkan dengan urusan rakit atau memilih komponen. Mereka tinggal memilih paket yang tersedia dan komputer plus monitor bisa langsung dibawa pulang. Komputer yang dibundel dalam sistem paket ini saya pilih karena kantor membutuhkan komputer untuk keperluan mengetik saja. Entah kenapa, komputer paket murah ini kebanyakan menggunakan motherboard bermerk ECS.
Image ‘murah’ yang (menurut saya) melekat di motherboard ECS semakin terbukti dengan layanan purna jualnya yang ‘murahan’ dan tidak profesional. Saat saya datang ke BytePro, Sabtu, 26 April 2008, ternyata nasib motherboard ECS yang katanya akan diganti dengan yang baru, tidak jelas. Sore itu, Mbak Tari (BytePro) menelepon pihak ECS dan mendapat jawaban yang bagi saya tidak profesional dan tidak peka terhadap berharganya waktu pelanggan. Pihak ECS mengatakan akan mencoba memperbaiki dulu korosi tersebut dan kemungkinan akan selesai dua minggu, paling cepat seminggu. Ini berarti kalau dua minggu lagi motherboard itu selesai ‘diservis’, satu bulan sudah komputer yang seharusnya digunakan untuk bekerja, tidak bisa digunakan.
Saya tidak habis pikir entah bagaimana memperbaiki motherboard yang sudah ‘berkarat’. Kalaupun, motherboard ECS ‘berkarat’ itu akhirnya bisa berfungsi, saya khawatir, saya harus ‘buang’ waktu lagi beberapa bulan kemudian karena motherboard itu kembali mati. Selain itu, apa susahnya mengganti dengan motherboard baru, toh saya sudah bersedia membayar Rp 150.000. Buat saya, yang penting masalah cepat selesai, sehingga pekerjaan kantor tidak terganggu terlalu lama.
Namun, rupanya pihak ECS dengan gampangnya mengatakan akan mencoba men-servis motherboard ‘berkarat’ itu meski memakan waktu sebulan yang jelas-jelas merugikan konsumen. Saya betul-betul kecewa dengan layanan ECS yang tidak profesional, tidak bertanggung jawab dan tidak mau rugi. Kenyataan ini semakin meyakinkan saya kalau reputasi motherboard ECS yang harganya ‘terjangkau’ itu memang ‘murahan’ dan tidak ‘elite’.
Popularity: 19%
Jika Anda menyukai artikel ini, silakan beri komentar atau berlangganan rss-feed untuk mendapatkan artikel-artikel terbaru UF di aplikasi feed reader Anda.
Comments
yups, sebenarnya bukan layanan ECS yang kurang bagus, tp dari pihak byte pro yang mempersulit.
barang2 yg di byte pro aq kurang percaya, karena ada mereka jual barang yang forbish (daur ulang).
ECS sebenarnya memberikan layanan garansi 5 tahun lebih lama daripada mainboard lainnya.
wah… selama g pk ecs ga pernah berMASALAH.. KECUALI yg sekarang,, dah diservis ga bener jg,, trus sekarang service lg.. padahal masalah audia aja.. pusing jg..





Dari dulu elite (ECS) ya seperti itu,saya sudah kapok pakai motherboard ECS gampang rusak,garansi ngga jelas(ruwet)
saya buka toko komputer mulai tahun 2000.
Meskipun diberi iming2 garansi lifetime saya ngga mau beli motherboard ECS