Kita Belum Pulang
1 "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.
2 Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.
3 Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada, Yoh 14:1-3
27 Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya.
28 Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat." Lukas 21:27-28
16 Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit;
17 sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan. 1 Tes 4:16-17
Semua orang percaya dan mengasihi Tuhan dengan segenap hatinya sedang merindukan rumah. Kita sedang berjalan dalam sebuah jalan yang dinamakan jalan kehidupan. Sebuah jalan yang panjang dan berliku. Sebuah jalan yang penuh dengan rintangan dan tantangan yang membutuhkan perjuangan dan pengorbanan. Asap, debu dan kerikil-kerikil tajam yang terkadang membuat kita tersandung akan mewarnai perjalanan kita.
Tapi, jalan ini sempit dan sedikit orang melaluinya. Kita sempat berpikir dan mencoba untuk masuk ke jalan yang lebar di mana banyak orang melaluinya. Namun, kita tahu, walaupun jalan itu lebar dan nyaman tetapi ujungnya adalah kebinasaan dan api neraka.
Kita meratap dan menangis, betapa kerasnya jalan yang harus kita lalui. Penindasan, penolakan, dan caci maki dari banyak orang bahkan dari orang yang kita kasihi akan kita temui dalam perjalanan kita mengikut Kristus. "Ada harga yang harus dibayar", begitulah kata pengkhotbah yang sering kita dengar.
Di tengah-tengah tekanan yang kita hadapi, iman kita menjadi goyah dan seringkali hati kita menjadi ragu akan janji-janji-Nya. Kita menjadi letih dan lesu. Terlalu banyak asap, terlalu banyak debu, terlalu banyak kerikil, kita mulai mengeluh. Bahkan ada yang berpikir lebih baik segera mati dan mengakhiri semuanya.
Seperti perantau yang merindukan kampung halaman, begitulah kita, orang percaya, yang merindukan rumah yang disediakan oleh Bapa kita. Sebuah rumah yang indah, dimana di sana tidak akan ada lagi ratap tangis, duka, dan kesedihan. Sebuah rumah yang dipenuhi dengan sukacita, kedamaian, dan kemuliaan.
Yesus berkata bahwa Dia menyiapkan rumah bagi kita dan kita akan senantiasa bersama-sama dengan Dia. Bapa yang baik, yang setia dan terlebih dahulu mengasihi kita walaupun kita masih berdosa. Seorang ayah yang senantiasa sabar ketika kita memberontak melawannya. Seorang ayah yang jatuh tersungkur dan menangis, berdoa syafaat bagi kita, agar kita mengerti betapa Dia sangat mengasihi kita. Tidakkah indah dan mengharukan, bila tiba saatnya nanti, kita akan berjumpa dengan Dia, Dia memeluk kita dan kita berkata,"Bapa, Ayah, Papa." Oh, sungguh indah saat itu nanti.
Oleh karena itu, saudaraku yang terkasih, apapun pergumulanmu, ketahuilah bahwa ada tempat bagimu di surga bila engkau terus melangkah maju dalam perjalanan imanmu. Teruslah mengasihi Tuhan dan percayalah bahwa Tuhan senantiasa menyertaimu. Tetaplah giat dalam pekerjaan dan pelayananmu.
Tutuplah matamu, dan dengarlah suara Bapa berkata,"Selamat datang, anakku" dan temukanlah kekuatan dalam janji-janji-Nya, bahwa Dia menyiapkan tempat bagimu. Janganlah lupa akan hal itu.
Janganlah menjadi letih dan berjuang untuk tinggal. Teruskan pekerjaan baikmu di dalam Dia, karena kita belum pulang, kita belum pulang. Jadi tetap arahkan pandanganmu ke depan, memandang jauh dengan suatu pengharapan bahwa engkau akan bertemu dengan Dia. Janganlah hatimu lupa, karena kita belum pulang, kita belum pulang.
Aku akan terus maju di dalam Tuhan, aku akan berperang bersama dengan Tuhan, aku akan tetap berdiri teguh bersama dengan Tuhan. Datanglah segera Tuhanku. Serukan dengan iman dan percayalah, saat yang engkau nanti-natikan pasti akan tiba.
Jika Anda menyukai artikel ini, silakan beri komentar atau berlangganan rss-feed untuk mendapatkan artikel-artikel terbaru UF di aplikasi feed reader Anda.





That’s alright!! itulah tujuan kita ada didunia ini..
Sorga yang mulia. tetap memandang kepada Tuhan..
kita sedang berjuang, berada di garis depan medan pertempuran
berperang untuk satu tujuan, yaitu KEMENANGAN!
dan kemenangan bisa kita raih apabila kita berada dipihak TUHAN.
Kerjakan terus keselamatanMu! Kitalah Umat Pemenang!