Sabtu kemaren saya sibuk nulis dan layout beberapa berita di majalah yang akan terbit seminggu lagi. Akibatnya, hari Minggu jadi satu-satunya hari ‘santai’ untuk melupakan pekerjaan. Saat iseng-iseng baca koran IndoPos Minggu, saya dapat ide mau ‘berpetualang’ ke mana hari itu. Meski beritanya singkat dan ‘numpang lewat’, acara Pameran Jakarta 4th Toys And Comics Fair sepertinya menarik untuk dikunjungi. Sempat terlintas bayangan di sana ada action figures Optimus Prime Transformers yang mirip seperti di film layar lebarnya. Terbuat dari krom/silver, desainya rumit dan tidak seperti model versi Amerika/hasbro dan Jepang. Pokoknya, The New Optimus Prime.
Singkat cerita, saya lenggang kangkung ke sana bersama isteri yang setia menemani. Awalnya agak berat juga mengeluarkan uang Rp 20.000 untuk tiket masuk dua orang. Soalnya, pemandangannya cuma cantik di depan pintu masuk doang (cewek-cewek cantik berkaos merah penjual tiket. Pengen lihat fotonya? Coba mampir ke FS-nya Reggie. PS: I don’t know her. Just got her name when googling). Soalnya begitu kita melongok ke dalam ruang pameran di Tennis Indoor Senayan, penampakannya kurang meyakinkan. Ada kurang lebih 60 stand di sana tapi dengan penampilan yang ‘ala kadarnya’. Jangan harap ada tanda atau lampu neon penunjuk nama toko. Sepertinya toko atau stan yang ada di situ kebanyakan milik individu yang hobi mengumpulkan komik dan mainan lalu mengubah hobinya jadi bisnis. Kasarnya, stan-stan di situ tidak jauh berbeda dengan pasar loak.
|
| Stan Lego: Karya pemenang LEGO Building Competition |
| |
 |
| Stan Transformers: Optimus Prime-nya mana? |
| |
 |
| Lokal Stan: Tiga korban menunggu dipilox. |
| |
 |
| Action: Jelek-jelek buatan sendiri loh… |
| |
 |
| Mahal: Harganya Rp 4,6 jt. Layak gak untuk dibeli? |
| |
 |
| Starwars: Tidak hilang ditelan jaman. |
| |
 |
| Mainan: Cocok untuk anak-anak atau orang dewasa yang masa kanak-kanaknya kurang bahagia :-p . |
| |
Pameran yang digelar Sabtu-Minggu, 22-23 Maret ini dihadiri oleh pengunjung dari dari anak kecil, anak muda, hingga bapak-bapak yang membawa keluarganya. Barang yang dijual cukup lengkap, dari robot-robot Gundam, action figure McFarlane, Revoltech, Transformer, hingga boneka Hitler. Banyak juga pengunjung – termasuk saya – yang kecewa karena harga barang yang dijajakan masih mahal meski pameran. Action figure Cloud Strife dengan motornya dihargai 900 ribu, Bumblebee versi Jepang diharga sekitar Rp 750 ribu. Bahkan ada mainan yang dijual di atas 10 juta.
Selain produk luar negeri, ada juga beberapa stan yang menjual produk karya mereka sendiri. Contohnya ada yang menjual boneka berbahan resin dengan muka yang dapat dipesan agar mirip dengan si pembeli. Ada juga musisi yang menjual CD lagu karyanya yang dibuat menggunakan konsol lawas seperti Gameboy, NES, dan lain sebagainya. Selain bazaar mainan, ada juga acara cosplay. Cosplay adalah acara dimana penggemarnya mengenakan kostum agar menyerupai tokoh idolanya. Untuk acara ini beberapa penggemar menggunakan kostum Kamen Rider dari berbagai serinya, dan dengan percaya diri berlaga di depan para pengunjung. Bahkan ada Superman yang berkeliling dengan pakaian ketatnya dan menyapa para pengunjung.
Setelah berkeliling selama setengah jam, saya lebih tertarik dengan stan lego yang menampilkan karya pemenang LEGO Building Competition. Rupanya ada juga peserta yang berusia 37 tahun menjadi pemenang dengan karyanya sebuah robot yang punya senapan mesin di pundaknya. Saya berharap stan yang menjajakan produk lego lebih banyak. Selain bermain dengan lego mengasyikkan, hasil akhirnya bisa jadi pajangan di meja kerja.
Popularity: 4% [?]
Tulisan Terkait
- Tidak ada tulisan terkait.