Manusia dengan segala kemampuannya berusaha menjelaskan fenomena-fenomena yang terjadi di alam semesta. Berbagai bidang ilmu pengetahuan berlomba-lomba untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang asal muasal kehidupan. Namun, bila kita perhatikan dan pelajari, tidak ada satupun dari antara kita yang dapat menjawab pertanyaan tersebut dengan suatu kesimpulan. Pada akhirnya, kita harus berpendapat bahwa ada Kuasa yang lebih tinggi (istilah ini sering digunakan oleh orang-orang yang kurang suka menggunakan kata Tuhan) yang menjadikan semuanya ini. Manusia memiliki keterbatasan.
Anda pasti pernah menyaksikan acara televisi yang menayangkan tentang kehidupan binatang atau tumbuh-tumbuhan. Sambil menganga, kita terkesima melihat keindahan berbagai macam burung yang terbang dengan sayapnya yang berwarna-warni. Kita terkagum-kagum ketika melihat bagaimana seekor beruang kutub bertahan dalam udara yang dingin berusaha mencari ikan di bawah laut yang membeku.
Bagaimana kalau kita mengalihkan pandangan dan pikiran kita kepada tubuh manusia, tubuh kita sendiri?
Mata manusia memiliki kemampuan untuk mentransmisikan atau menyampaikan lebih 1,5 juta pesan pada waktu yang bersamaan. Retina yang terletak di bagian belakang mata mengandung suatu daerah yang padat dengan sel-sel batang dan sel-sel kerucut yang bertugas mengumpulkan dan menafsirkan informasi yang diterima oleh mata. Retina mengandung lebih dari 130 juta sambungan saraf yang digunakan otak untuk mengevaluasi data dalam usahanya untuk menerjemahkan pemandangan yang tampak di depan mata kita.
Sebanyak 130 juta dari sel-sel yang sangat berharga ini adalah sel-sel batang yang membuat kita bisa melihat warna hitam dan putih. Sedangkan kira-kira 7 juta sel mata lainnya adalah sel-sel yang berbentuk kerucut yang membuat kita mampu melihat warna. Masing-masing dari sel-sel yang terdiri dari 130 juta ini berkomunikasi langsung dengan otak sehingga kita dapat menerjemahkan pemandangan visual yang ada di hadapan kita. (Jefrey, Grant R. The Signature of God)
Pernah membayangkan bagaimana bentuk sel-sel darah putih, angkatan bersenjata tubuh untuk melawan serangan musuh? Mereka kelihatan sama persis dengan amuba, gumpalan cairan gemuk tanpa bentuk yang jelas dengan nuklei yang berwarna lebih gelap. Berkeliaran di seluruh tubuh kita, kadang-kadang mereka merayap sepanjang dinding vena ; kadang-kadang mereka terapung bebas di dalam aliran darah tanpa mengeluarkan usaha. Untuk bernavigasi di kapiler yang lebih kecil, sel-sel putih yang gemuk ini harus memanjangkan bentuk mereka, sementara sel-sel darah merah yang tidak sabaran berdesakan di belakang mereka.
Tugas sel-sel darah putih adalah mengenali bahaya, agen pembekuan darah, dan memangsa musuh, yang sering kali harus melakukan tugas kamikaze (bunuh diri), menyebabkan kematian sel darah putih itu sendiri. Dalam ekonomi tubuh, kematian satu sel darah putih tidak berpengaruh besar. Kebanyakan memang hanya hidup beberapa hari atau beberapa minggu, lagipula ada 50 milyar sel aktif yang berkeliaran di seluruh tubuh manusia dewasa, ditambah pasukan cadangan 100 kali lipat jumlah itu tersimpan di sumsum tulang. (Brand, Paul and Philip Yancey. Fearfully and Wonderfully Made)
Wow… benar-benar luar biasa bukan? Adakah di antara kita yang masih berpikir bahwa teori evolusi (Teori evolusi mengajarkan bahwa tidak ada Allah dan bahwa segala sesuatu di seluruh alam semesta, termasuk kompleknya kehidupan biologis, telah berkembang secara kebetulan selama miliaran tahun) milik Darwin itu benar? Adakah di antara kita masih berpikir bahwa Tuhan itu tidak ada? Saudaraku yang kekasih, coba anda pikirkan sebelum menjawabnya.
Tidak ada satupun usaha manusia yang dapat menjelaskan asal muasal keberadaan alam semesta ini. Terlalu jauh dan tak terselami oleh akal pikiran kita. Karya Tuhan, yang melampaui segala akal dan pikiran itu, terlihat oleh panca indera kita. Buat apa? Agar kita menyadari bahwa ada seseorang yang menjadikannya semua itu, ada Tuhan yang dengan kedaulatan-Nya menciptakan bumi dengan segala isinya.
Firman Tuhan dalam Roma 1:19-20 berkata,
19 Karena apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah nyata bagi mereka, sebab Allah telah menyatakannya kepada mereka.
20 Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih.
Bila kita ingin mengetahui tentang Allah, mudah saja, pandanglah karya ciptaan-Nya. Bila kita ingin mengetahui kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, mudah saja, pandanglah karya ciptaan-Nya. Pepohonan, pegunungan, hewan, tumbuh-tumbuhan, sungai, lautan, bahkan sampai angin yang bertiup dan awan-awan yang berarak-arakan dengan lambat di atas langit, sudah cukup membuat kita berkata,"hanya Tuhan yang menjadikan semua ini."
Namun, mengapa kita masih hidup seolah-olah Tuhan itu tidak ada? Mengapa kita masih takut untuk berbicara tentang Tuhan? Mengapa kita masih berpikir bahwa kita tidak dapat mempengaruhi dunia yang tidak dapat lagi berubah situasinya ini, takut terlihat bodoh bila kita berbicara tentang Tuhan dan keberadaan-Nya?
Coba perhatikan sekali lagi dan renungkanlah. Tuhan itu besar dan berkuasa. Tidak ada satupun yang mustahil bagi Dia. Dialah Tuhan yang memerintahkan angin agar berhenti. Dialah juga membuat laut menjadi terbelah dua. Tuhan kita dasyat dan luar biasa. Mengapa harus takut? Mengapa harus bimbang?
Karya ciptaan-Nya dapat kita gunakan untuk berbicara tentang Tuhan. Karya ciptaan-Nya dapat kita gunakan untuk berbicara tentang Firman-Nya dan mengajar orang lain. Karya ciptaan-Nya adalah sarana untuk mengingatkan kita akan Tuhan dan keberadaan-Nya. Ketika kita mulai meragukan Tuhan, lihatlah karya-Nya. Ketika kita mulai meragukan kuasa-Nya, lihatlah ciptaan-Nya. Ketika kita hendak bersyukur dan memuji Dia, lihatlah pekerjaan tangan-Nya. Dan ingatlah, kita tidak dapat berdalih, bahwa Tuhan itu tidak ada…
Popularity: 5% [?]
Tulisan Terkait