Home » Chord Selah: Greatest Hymns
Submitted by riel on 29/01/2007 12:39 PM | 876 views 
Loading ...
| DATA CD LAGU | |
 | | Lead Vocals: Todd Smith, Melodie Crittenden Piano: Jim Brickman Jumlah Lagu: 15 lagu Genre: Pop Classical
Produksi: 2005 Harga: Rp 75.000 (Toko Kaset Pondok Pujian)
Rating: 3 (Skor 1-5, 5 terbaik) | |
Selah: Greatest Hymns merupakan album musik rohani yang membawakan lagu-lagu hymn. Lagu Hymn yang ada di dalam album ini antara lain Great Is Thy Faithfulness, Amazing Graze, How Great Thou Art, Be Still My Soul/What a Friend We Have In Jesus, Precious Lord, Take My Hand/Just A Closer Walk With Thee, dan lagu-lagu lainnya.
Anda pasti berpikir bahwa Anda akan disuguhkan lagu dengan nada-nada seperti musik klasik atau suara penyanyi seperti penyanyi seriosa. Memang, sepintas alunan piano sangat dominan dalam album ini tetapi nada-nadanya dimainkan dengan sangat dinamis dan enerjik. Begitu pula dengan penyanyinya yang menyanyi seperti penyanyi musik pop. Jadi jika anda ingin mendengar bagaimana musik hymn dibawakan lebih kontemporer tanpa “merusak” versi aslinya maka album ini dapat anda jadikan pilihan.
Pada cover album, anda tidak akan menemukan teks dari lagu-lagu yang ada. Mungkin karena semua lagu-lagunya adalah lagu lama yang populer sehingga diperkirakan semua orang sudah kenal betul dengan lagu-lagu tersebut. Apa yang ada dalam cover album adalah penjelasan latar belakang terciptanya lagu-lagu tersebut atau komentar para penyanyi mengenai lagu tersebut.
Seperti lagu Take My Hand/Just A Closer Walk With Thee yang ditulis oleh Thomas A Dorsey’s. Dorsey menulis lagu ini sebagai reaksinya terhadap kematian istri dan anaknya. Dorsey tahu bahwa rasa kehilangannya akan membuat dia bertambah sedih jika Yesus tidak menolongnya. Ketika ia berada dalam proses pemulihan dari rasa sedih ditinggal mati oleh orang yang dikasihinya, ia menulis lagu ini. Mendengarkan kata-kata dalam lagu yang ditulis oleh Dorsey ini, anda akan dapat merasakan bagaimana Dorsey benar-benar menyerahkan dirinya kepada Tuhan. ….When my life is almost gone. Hear my cry, hear my call, hold my hand as i fall. Take my hand, precious Lord, and lead me home…..daily walking close to Thee. Let it be, dear Lord, let it be.
Lagu How Great Thou Art adalah lagu yang sangat terkenal. Tapi tahukah anda kalau lagu ini merupakan gabungan dari beberapa bagian karya. Pada tahun 1885, Carl Boberg seorang pendeta di Swedia menulis puisi berjudul “O Store Gud” (O Mighty God). Beberapa tahun kemudian puisi itu dinyanyikan dengan menggunakan melodi kuno Swedia, tetapi belum menjadi terkenal. Kemudian, seorang misionaris Inggris Stuart K. Hine, mendengar lagu itu ketika ia sedang melakukan perjalanan di Rusia, Pegunungan Carpathian. Dia mengubah beberapa melodi lagu itu dan menambahkan kata-kata lagu itu menjadi seperti lagu yang kita dengar sekarang ini. Hine menulis bait pertama lagu ini ketika ia sedang terjebak dalam badai petir yang sangat dahsyat di pedesaan Carpathian. Ketika itu ia merasa dirinya tidak akan bisa selamat dari badai petir itu. Pada tahun 1954, George Beverly Shea mempelajari lagu itu di Kebaktian Kebangunan Rohani Billy Graham di London. Setahun kemudian ia memperkenalkan lagu itu di kebaktian kebangunan rohani Toronto. Lagu itu menjadi semakin terkenal setelah, pada kebaktian kebangunan rohani tahun 1957 di New York, lagu itu dinyanyikan oleh Bev Shea sebanyak 99 kali bersama-sama paduan suara yang sangat megah!
Popularity: 5% [?]
Tulisan Terkait
- Tidak ada tulisan terkait.