Surat dari Lesly
Tanggal: 8 Agustus 2006
Buat: Tuhanku Yesus di Dalam Hatiku
Salam…!!!
Tuhan… Terima kasih buat berkatmu pada anak-Mu ini sehingga masih beroleh kesehatan dan keselamatan hingga hari ini. Tuhan Yesus terkadang anak-Mu ini bimbang dan berpikir apakah nantinya jadinya anak-Mu ini?? Padahal saya ingin sekali membahagiakan orang tua saya yang telah membesarkan dan mendidik saya. Tuhan… saya sering terbayang membuat mereka senyum bahagia
tapi saya takut dan tidak mau jika hal itu tidak bisa kuperbuat.
Tuhanku tolonglah aku, bantulah aku, kuatkanlah aku agar aku bisa mencapai anganku membahagiakan orang tua dan tidak lupa memuliakan-Mu. Tuhan, hamba tahu, hamba orang lemah yang tidak mampu menguasai diri dan melupakan/melepaskan kenikmatan dunia. Maafkanlah hamba-Mu yang penuh dosa ini. Tuhan, hamba juga tidak lupa, berkatilah temanku, saudaraku, orang yang membenciku. Tuhan, aku tahu Tuhan tau tentang perasaan setiap insan berkatilah dirinya di sana jauhkan marabahaya di sana. Tuhanku Yesus kuyakinkan langkahku bersama-Mu, lindungilah hamba-Mu ini. Aku percaya bersama-Mu hidupku tenang.
Tuhanku Yesus lindungilah orang tuaku. Berikanlah kepada mereka umur yang panjang jauhkan penyakit ataupun bibit penyakit, berikan kesabaran. Aku sangat sayang mereka. Merekalah hartaku di dunia ini dan Tuhanlah harta hatiku dan hartaku yang paling berharga. Tuhanku Yesus, itoku (Ganda Simanullang) rubahlah sifatnya. Bimbinglah ia ke jalan yang benar. Ya.. Tuhan, hamba sadar terlalu banyak dosa, kekhilafan yang kulakukan. Maafkanlah aku. Hapus semua itu Tuhanku. Tuhanku kuserahkan hidupku pada-Mu. Terimalah permohonan hamba-Mu ini. Terima kasih ya Tuhan. Amin.
Lesly Ria Simanullang
Saya tidak mengenal Lesly, saudari saya, secara pribadi. Lesly adalah anak perempuan dari Uda Ganda (adik ayah saya). Usia Lesly masih muda sekitar 20-an dan sempat menempuh kuliah di Medan. Selembar surat ini dibawa ayah saya dari Dolok Sanggul, Tapanuli Utara, setelah melawat Lesly yang kini tersenyum bersama Bapa di Surga. Lesly meninggal di RS Medan setelah menjalani operasi perut.
Pada bulan yang sama dengan ditulisnya surat itu (Agustus 2006), Lesly terjatuh dan perutnya terantuk benda keras saat sedang mencuci. Semenjak itu, Lesly mengeluh perutnya sakit dan sering demam. Saat itu, Lesly berpikir hanya penyakit demam biasa. Bulan berganti bulan, Lesly semakin mengeluh sakit di bagian perutnya. Akhir Desember 2006, Lesly dibawa berobat ke RS Tarutung. Di sana ia dikatakan kena penyakit kanker/paru-paru. Karena simpang siurnya kejelasan tentang penyakit Lesly, ia dibawa ke RS Medan. Di sana dikatakan bahwa ada pembekuan darah dalam perutnya. Tindakan operasi segera dilakukan.
Sakit yang dialami Lesly rupanya belum berhenti. Luka jahitan sepanjang kurang lebih 10 cm mengalami infeksi dan terbuka kembali sepanjang 5 cm. Lesly mesti harus menunggu hingga luka infeksi yang membengkak mengempis baru diambil tindakan medis. Lesly yang dalam keadaan lemah kerap kali enggan berdoa agar ia sendiri minta kepada Tuhan untuk disembuhkan. Ia seakan tahu bahwa waktunya sudah dekat. Setelah sehari sebelumnya mengalami pendarahan saat buang air besar, Lesly menghembuskan nafas terakhir, 19 Januari 2006 sekitar pukul 11 malam.
Saya merasa diberkati dengan surat yang ditulis Lesly untuk Tuhan Yesus. Dalam surat itu, Lesly muda yang sedang dalam perjalanan iman mengenal Tuhan, menulis, “Buat: Tuhanku Yesus di Dalam Hatiku”. Bagi kita, kalimat ‘Buat Tuhanku Yesus di Sorga’ sudah menjadi kalimat biasa. Namun Lesly sungguh menyadari bahwa Tuhan Yesus ada dalam hatinya, Tuhan sangat dekat dalam kehidupannya. Meski surat ini terlihat sederhana, namun di sana terangkum intisari dari Injil. Tuhan Yesus adalah harta yang paling berharga, Tuhan Yesus adalah juruselamat yang menghapus dosa manusia. Bersama Tuhan, aku yakin melangkah. Manusia adalah pribadi lemah yang membutuhkan Tuhan. Yang terakhir dan juga sangat penting, Lesly memberkati mereka yang membencinya.
Usia Lesly masih sangat muda namun benar-benar mengenal ajaran Kristus yang sudah sering dilupakan oleh kita, generasi jaman modern ini. Saya bersyukur dan bahagia kalau Lesly sekarang sudah bersama-sama dengan Bapa di surga. Menemukan kedamaian dan sukacita abadi dimana tidak ada lagi sakit penyakit dan air mata. Terima kasih Lesly untuk surat yang mengajar kami bahwa Tuhan itu dekat. Bahwa Tuhanlah pemegang kehidupan kita. Kiranya Uda Ganda dan keluarga diberikan hikmat dan kekuatan untuk melalui semuanya ini. Bagi Lesly dan orang-orang percaya, kematian di dalam Kristus adalah kemenangan yang tiada taranya.
Jika Anda menyukai artikel ini, silakan beri komentar atau berlangganan rss-feed untuk mendapatkan artikel-artikel terbaru UF di aplikasi feed reader Anda.
Comments
baca doa lesly…jdi ingat doa aku dulu di medan saat kuliah n ga ada saudra dekat d sana n mrasa sndiri.. tp emang yg palng utama inti doa tu adlh mengasihi Yesus n orang tua tntunya sbagai perpnjangan ksih bapa
aq berdoa pada TUHAN agar setiap orang pada saat membaca surat Lesly
menerima karunia Roh Kudus sehingga mengerti apa yang TUHAN katakan lewat sedikit cerita khidupan Lesly,,
JESUS will sets u free…
Syaloom,
Tujuan dari hidup itu sendiri adalah bagaimana kita menjalani kehidupan ini dengan tujuan itu, suka dan dukalah yang mewarnai hidup ini. Tergantung bagaimana kita memberikan kehidupan kita kepada Tuhan dengan sepenuhnya dan bagaimana menyelamatkan orang lain dengan sikap dan tingkah laku kita. Aq sangat tersanjung dengan surat yang ditulis oleh lesly karena aq tau bahwa Tuhan sangat menyayangi lesly sehingga Dia memanggilnya terlebih dahulu. aq pengen bagi-bagi berkat ini buat semua orang dengan ayat-ayat ini:
1 Tesaonika 5:16-21
Nahum 1 :7.
Tuhan memberkati kita semua terlebih khusus memberkati keluarga lesly, semoga dengan perginya lesly dapat merubah sikap orang-orang yang disayanginya. GBU ALL





dalam menghadapi bencana, hal yang perlu kita buat adalah berserah pada Tuhan Yesus, sembari meminta petunjuk untuk bisa melakukan sesuatu agar kita terhindar dari bencana