All things else being equal, our prayers are only as powerful as our lives. In the long pull we pray only as well as we live. - A.W.Tozer
Bible Study

Kumpulan Bahan Belajar Alkitab dalam format file pdf.

Computer & Internet

Semua tips komputer dan internet yang wajib untuk diketahui

Download

Wallpaper, Clipart, semua yang gratis ada di sini.

Jokes

Tempat melepas penat dengan tertawa.

Renungan

Tempat merenungkan kebaikan dan kasih setia Tuhan.

Home » Faith

Surat dari Lesly

Submitted by riel on 24/01/2007 – 3:18 PM | 434 views
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 5.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

Surat dari Lesly: Buat Tuhanku Yesus di Dalam HatikuTanggal: 8 Agustus 2006
Buat: Tuhanku Yesus di Dalam Hatiku

Salam…!!!

Tuhan… Terima kasih buat berkatmu pada anak-Mu ini sehingga masih beroleh kesehatan dan keselamatan hingga hari ini. Tuhan Yesus terkadang anak-Mu ini bimbang dan berpikir apakah nantinya jadinya anak-Mu ini?? Padahal saya ingin sekali membahagiakan orang tua saya yang telah membesarkan dan mendidik saya. Tuhan… saya sering terbayang membuat mereka senyum bahagia :) tapi saya takut dan tidak mau jika hal itu tidak bisa kuperbuat.

Tuhanku tolonglah aku, bantulah aku, kuatkanlah aku agar aku bisa mencapai anganku membahagiakan orang tua dan tidak lupa memuliakan-Mu. Tuhan, hamba tahu, hamba orang lemah yang tidak mampu menguasai diri dan melupakan/melepaskan kenikmatan dunia. Maafkanlah hamba-Mu yang penuh dosa ini. Tuhan, hamba juga tidak lupa, berkatilah temanku, saudaraku, orang yang membenciku. Tuhan, aku tahu Tuhan tau tentang perasaan setiap insan berkatilah dirinya di sana jauhkan marabahaya di sana. Tuhanku Yesus kuyakinkan langkahku bersama-Mu, lindungilah hamba-Mu ini. Aku percaya bersama-Mu hidupku tenang.

Tuhanku Yesus lindungilah orang tuaku. Berikanlah kepada mereka umur yang panjang jauhkan penyakit ataupun bibit penyakit, berikan kesabaran. Aku sangat sayang mereka. Merekalah hartaku di dunia ini dan Tuhanlah harta hatiku dan hartaku yang paling berharga. Tuhanku Yesus, itoku (Ganda Simanullang) rubahlah sifatnya. Bimbinglah ia ke jalan yang benar. Ya.. Tuhan, hamba sadar terlalu banyak dosa, kekhilafan yang kulakukan. Maafkanlah aku. Hapus semua itu Tuhanku. Tuhanku kuserahkan hidupku pada-Mu. Terimalah permohonan hamba-Mu ini. Terima kasih ya Tuhan. Amin.

Lesly Ria Simanullang

Tuhanku Yesus di Dalam Hatiku

Saya tidak mengenal Lesly, saudari saya, secara pribadi. Lesly adalah anak perempuan dari Uda Ganda (adik ayah saya). Usia Lesly masih muda sekitar 20-an dan sempat menempuh kuliah di Medan. Selembar surat ini dibawa ayah saya dari Dolok Sanggul, Tapanuli Utara, setelah melawat Lesly yang kini tersenyum bersama Bapa di Surga. Lesly meninggal di RS Medan setelah menjalani operasi perut.

Pada bulan yang sama dengan ditulisnya surat itu (Agustus 2006), Lesly terjatuh dan perutnya terantuk benda keras saat sedang mencuci. Semenjak itu, Lesly mengeluh perutnya sakit dan sering demam. Saat itu, Lesly berpikir hanya penyakit demam biasa. Bulan berganti bulan, Lesly semakin mengeluh sakit di bagian perutnya. Akhir Desember 2006, Lesly dibawa berobat ke RS Tarutung. Di sana ia dikatakan kena penyakit kanker/paru-paru. Karena simpang siurnya kejelasan tentang penyakit Lesly, ia dibawa ke RS Medan. Di sana dikatakan bahwa ada pembekuan darah dalam perutnya. Tindakan operasi segera dilakukan.

Sakit yang dialami Lesly rupanya belum berhenti. Luka jahitan sepanjang kurang lebih 10 cm mengalami infeksi dan terbuka kembali sepanjang 5 cm. Lesly mesti harus menunggu hingga luka infeksi yang membengkak mengempis baru diambil tindakan medis. Lesly yang dalam keadaan lemah kerap kali enggan berdoa agar ia sendiri minta kepada Tuhan untuk disembuhkan. Ia seakan tahu bahwa waktunya sudah dekat. Setelah sehari sebelumnya mengalami pendarahan saat buang air besar, Lesly menghembuskan nafas terakhir, 19 Januari 2006 sekitar pukul 11 malam.

Saya merasa diberkati dengan surat yang ditulis Lesly untuk Tuhan Yesus. Dalam surat itu, Lesly muda yang sedang dalam perjalanan iman mengenal Tuhan, menulis, “Buat: Tuhanku Yesus di Dalam Hatiku”. Bagi kita, kalimat ‘Buat Tuhanku Yesus di Sorga’ sudah menjadi kalimat biasa. Namun Lesly sungguh menyadari bahwa Tuhan Yesus ada dalam hatinya, Tuhan sangat dekat dalam kehidupannya. Meski surat ini terlihat sederhana, namun di sana terangkum intisari dari Injil. Tuhan Yesus adalah harta yang paling berharga, Tuhan Yesus adalah juruselamat yang menghapus dosa manusia. Bersama Tuhan, aku yakin melangkah. Manusia adalah pribadi lemah yang membutuhkan Tuhan. Yang terakhir dan juga sangat penting, Lesly memberkati mereka yang membencinya.

Usia Lesly masih sangat muda namun benar-benar mengenal ajaran Kristus yang sudah sering dilupakan oleh kita, generasi jaman modern ini. Saya bersyukur dan bahagia kalau Lesly sekarang sudah bersama-sama dengan Bapa di surga. Menemukan kedamaian dan sukacita abadi dimana tidak ada lagi sakit penyakit dan air mata. Terima kasih Lesly untuk surat yang mengajar kami bahwa Tuhan itu dekat. Bahwa Tuhanlah pemegang kehidupan kita. Kiranya Uda Ganda dan keluarga diberikan hikmat dan kekuatan untuk melalui semuanya ini. Bagi Lesly dan orang-orang percaya, kematian di dalam Kristus adalah kemenangan yang tiada taranya.

Popularity: 2% [?]

  • Share/Bookmark

Tulisan Terkait

4 Comments »

  • salves says:

    dalam menghadapi bencana, hal yang perlu kita buat adalah berserah pada Tuhan Yesus, sembari meminta petunjuk untuk bisa melakukan sesuatu agar kita terhindar dari bencana

  • iv says:

    baca doa lesly…jdi ingat doa aku dulu di medan saat kuliah n ga ada saudra dekat d sana n mrasa sndiri.. tp emang yg palng utama inti doa tu adlh mengasihi Yesus n orang tua tntunya sbagai perpnjangan ksih bapa

  • fajar says:

    aq berdoa pada TUHAN agar setiap orang pada saat membaca surat Lesly
    menerima karunia Roh Kudus sehingga mengerti apa yang TUHAN katakan lewat sedikit cerita khidupan Lesly,,
    JESUS will sets u free…

  • John Edio says:

    Syaloom,
    Tujuan dari hidup itu sendiri adalah bagaimana kita menjalani kehidupan ini dengan tujuan itu, suka dan dukalah yang mewarnai hidup ini. Tergantung bagaimana kita memberikan kehidupan kita kepada Tuhan dengan sepenuhnya dan bagaimana menyelamatkan orang lain dengan sikap dan tingkah laku kita. Aq sangat tersanjung dengan surat yang ditulis oleh lesly karena aq tau bahwa Tuhan sangat menyayangi lesly sehingga Dia memanggilnya terlebih dahulu. aq pengen bagi-bagi berkat ini buat semua orang dengan ayat-ayat ini:
    1 Tesaonika 5:16-21
    Nahum 1 :7.
    Tuhan memberkati kita semua terlebih khusus memberkati keluarga lesly, semoga dengan perginya lesly dapat merubah sikap orang-orang yang disayanginya. GBU ALL

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.