Unless the sinner is willing to reform his way of living he will never know the inward experience of regeneration. - A.W.Tozer
Bible Study

Kumpulan Bahan Belajar Alkitab dalam format file pdf.

Computer & Internet

Semua tips komputer dan internet yang wajib untuk diketahui

Download

Wallpaper, Clipart, semua yang gratis ada di sini.

Jokes

Tempat melepas penat dengan tertawa.

Renungan

Tempat merenungkan kebaikan dan kasih setia Tuhan.

Home » Faith

Monogami, Kehendak Kristus Sejak Semula

Submitted by riel on 11/12/2006 – 8:46 PM | 698 views
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Monogami, Kehendak Kristus Sejak SemulaKristus mengajarkan bahwa Allah sejak semula menginginkan sebuah hubungan monogami, satu suami satu isteri. Namun, karena kebebalan hati umat Israel pada saat itu yang ingin kawin cerai, akhirnya Musa menuruti kemauan mereka untuk membuat surat cerai. Sejak itulah, dalam sejarah, para nabi termasuk raja-raja merasa lumrah untuk memiliki isteri lebih dari satu. Kenyataan ini bisa kita baca dalam Alkitab dimana Raja Daud, raja yang diurapi Allah dan Salomo, raja paling bijaksana di muka bumi memiliki isteri lebih dari satu. Poligami kemudian menjadi suatu hal yang biasa di kalangan rakyat jelata. Bahkan semakin menjadi-jadi dengan menjadikan perempuan sebagai budak belian dan pemuas nafsu laki-laki.

Namun, apa jawaban Kristus tentang hubungan suami isteri ini setelah praktek poligami sudah menjadi hal yang lumrah bahkan membudaya di jaman-Nya? Apakah ia menyetujui poligami? Jawabannya bisa dibaca dalam Kitab Matius 19:3-12. Dalam ayat-ayat ini, Kristus dengan jelas menyatakan bahwa monogami menjadi kehendak Allah sejak semula. Mari kita baca dan bahas bersama-sama. Untuk terjemahan Indonesia, saya menggunakan kitab terjemahan LAI (Lembaga Alkitab Indonesia) dan terjemahan Inggris (melengkapi pemahaman kita karena adanya keterbatasan dari terjemahan bahasa Indonesia), saya menggunakan New Living Translation SE.

Matius 19:3-12

3 Maka datanglah orang-orang Farisi kepada-Nya untuk mencobai Dia. Mereka bertanya: “Apakah diperbolehkan orang menceraikan isterinya dengan alasan apa saja?”

3 Some Pharisees came and tried to trap him with this question: “Should a man be allowed to divorce his wife for just any reason?”

Pada jaman Yesus, orang Farisi dikenal sebagai orang ‘penting’ yang menjunjung tinggi Hukum Taurat. Yesus sendiri sering mengecam mereka dengan menyebut mereka orang yang munafik dan mengibaratkan mereka seperti kuburan yang luarnya putih namun busuk di dalamnya. Orang Farisi tidak menyukai Yesus karena ajaran-ajaran-Nya yang dianggap ‘berbeda’ dan sering menghabiskan waktu dengan orang-orang berdosa. Dalam suatu kesempatan, orang-orang Farisi ingin menjebak Yesus dengan membuat sebuah pertanyaan tentang bolehkah seorang suami menceraikan isterinya dengan alasan apa saja?

4 Jawab Yesus: “Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan?

4 “Haven’t you read the Scriptures?” Jesus replied. They record that from the beginning ‘God made them male and female.”

Yesus yang sering mengajar dengan membuat perumpamaan, tidak menjawab dengan boleh atau tidak boleh. Ia menjawab, Tuhan sejak semula menciptakan laki-laki dan perempuan. Lewat ayat ini ditemukan satu kebenaran, bahwa Tuhan menciptakan laki-laki dan perempuan BUKAN laki-laki dan perempuan-perempuan. Artinya, satu laki-laki satu perempuan. Ayat ini juga menegaskan bahwa hubungan suami isteri yang Tuhan maksud adalah hubungan antara laki-laki dan perempuan. Jadi, pernikahan sesama jenis, homo dan lesbian, jelas bertentangan dengan kehendak Allah. Apapun justifikasi (pembenaran diri) yang dibuat, Tuhan sejak semula menjadikan manusia, laki-laki dan perempuan.

5 Dan Firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. 6 Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.”

5 And he said, ‘This explains why a man leaves his father and mother and is joined to his wife, and the two are united into one.’ 6 Since they are no longer two but one, let no one split apart what God has joined together.”

Ayat ini benar-benar meneguhkan kita bahwa Tuhan menginginkan pernikahan yang sifatnya monogami. Di situ tertulis, "Mereka bukan lagi dua, melainkan satu (no longer two but one)." Bukan tiga jadi satu atau empat jadi satu, seperti dalam poligami. Dalam ayat ini juga dinyatakan bahwa perceraian tidak pernah ada dalam kamus Allah. Apa yang dipersatukan Allah tidak boleh diceraikan manusia.

7 Kata mereka kepada-Nya: “Jika demikian, apakah sebabnya Musa memerintahkan untuk memberikan surat cerai jika orang menceraikan isterinya?”

7 “Then why did Moses say in the law that a man could give his wife written notice of divorce and send her away?” they asked.

Orang Farisi kelihatannya tidak puas dan tidak bisa menerima dengan jawaban Yesus ini. Mereka kemudian mempertanyakan mengapa Musa mengijinkan perceraian dengan memberikan surat cerai. Apa jawaban Yesus tentang hal ini? Ini menarik.

8 Kata Yesus kepada mereka: “Karena ketegaran hatimu, Musa mengizinkan kamu menceraikan isterimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian.

8 Jesus replied, “Moses permitted divorce only as a concession to your hard hearts, but it was not what God had originally intended.

Yesus menjawab, karena ketegaran hatimu. Rupanya di jaman Musa, umat Israel berkeras hati ingin kawin cerai. Musa akhirnya dengan berat hati, menuruti kemauan umat yang bebal ini. Padahal, sejak semula, manusia kawin cerai bukanlah kehendak Allah. Dalam terjemahan NLT, but it was not what God had originally intended.

9 Tetapi aku berkata kepadamu: Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah.”

9 And I tell you this, whoever divorces his wife and marries someone else commits adultery – unless his wife has been unfaithful.”

Yesus kemudian melanjutkan bahwa barangsiapa menceraikan isterinya lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah. Jadi, meskipun seseorang sudah menceraikan isterinya sah demi hukum dan memenuhi ‘persyaratan-persyaratan’ sosial dalam pengadilan agama: istri cacat badan, tidak dapat menjalankan kewajibannya sebagai isteri, dan tidak dapat melahirkan keturunan, Kristus dengan tegas menyatakan bahwa orang itu berbuat zinah. Apalagi mereka yang kawin lagi tanpa bercerai alias poligami. Tinggal tambahkan kata ‘banget’, berzinah banget.

Kristus menyatakan bahwa seseorang boleh menceraikan isterinya, kalau isterinya itu berzinah dengan orang lain. Di luar itu, tidak ada persyaratan-persyaratan apapun yang membolehkan seseorang menceraikan isterinya, meski isterinya cacat badan, tidak dapat menjalankan kewajibannya sebagai isteri, dan tidak dapat melahirkan keturunan. Kristus menyatakan bahwa suami isteri adalah dua menjadi satu. Satu dalam suka dan duka. Jadi ketika suami atau isteri ditimpa duka, itu adalah duka bersama. Bukan malah menceraikan isteri atau suami karena mendapati salah satu di antara mereka cacat, ‘gagal’ menjadi isteri, dan sebagainya.

10 Murid-murid itu berkata kepada-Nya: “Jika demikian halnya hubungan antara suami dan isteri, lebih baik jangan kawin.” 11 Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: Tidak semua orang dapat mengerti perkataan itu, hanya mereka yang dikaruniai saja.

10 Jesus disciples then said to him, “If this is the case, it is better not to marry!” 11 Not everyone can accept this statement," Jesus said. "Only those whom God helps.

Mendengar jawaban Yesus itu, murid-muridnya menjadi skeptis. Kalau memang begitu keadaannya, lebih baik tidak usah kawin. Apa jawaban Yesus?

12 Ada orang yang tidak dapat kawin karena memang lahir demikian dari rahim ibunya, dan ada orang yang dijadikan demikian oleh orang lain, dan ada orang yang membuat dirinya demikian karena Kerajaan Sorga. Siapa yang dapat mengerti hendaklah ia mengerti.”

12 “Not everyone can accept this statement,” Jesus said. “Only those whom God helps. Some are born as eunuchs, some have been made eunuchs by others, and some choose not to marry for the sake of the Kingdom of Heaven. Let anyone accept this who can.”

Yesus menjawab bahwa ada orang yang tidak dapat kawin karena terlahir demikian (cacat), ada pula orang dijadikan demikian oleh orang lain (kemaluannya dikebiri), dan ada orang yang secara sadar memilih tidak kawin karena Kerajaan Sorga (Rasul Paulus). Jadi, biarlah kita bisa mengerti bahwa ada tiga jenis orang yang membuat orang itu tidak kawin.

Kesimpulan: Kristus dengan tegas menyatakan MONOGAMI adalah kehendak Allah, sejak semula, sebelum dunia dijadikan.

Note: Mohon maaf bila penjelasannya terlampau sederhana, karena apa yang tertulis dalam Matius 19:3-12 ini sudah mudah dimengerti dan transparan. Tidak perlu interpretasi yang rumit, tidak ada udang di balik batu dan tidak perlu orang pintar bergelar profesor teologia untuk bisa memahami perkataan Kristus ini.

Popularity: 2% [?]

  • Share/Bookmark

Tulisan Terkait

18 Comments »

  • damaris says:

    halu X…
    Tetap teguh dalam pelayanan yah..
    Memang dalam alkitab tidak ada secara jelas mengatakan bahwa Poligami itu dilarang. Tetapi tersirat bahwa sebagai manusia yg diciptakan serupa dan segambar dengan Allah, seluruh kehidupan manusia harus mencerminkan keberadaan Allah itu sendiri.

    Yang di maksud serupa dan segambar bukan berarti Allah memiliki fisik seperti manusia. Allah itu Esa…dan jangan dibayangkan bentuknya seperti apa. Di dalam keesaan Allah itu memiliki keberadaan yaitu Sang Bapa itu sendiri yg mempunyai sabda yaitu Firmannya dan mempunyai roh yaitu Roh Kudus. Keberadaannya itu yg di sebut TRITUNGGAl, jadi Tritunggal itu bukan keberapaan Allah tapi Keberadaan Allah.

    Firman Allah (Kalimatuloh) itu telah menjadi manusia yaitu Isa Almasih…(Anak Allah=keluar dari Allah).

    Manusia tidak bisa menyelamatkan dirinya sendiri dari keterikatan dosa/ kematian, hanya sang pencipta itu sendiri yg dapat menyelamatkan manusia yaitu dengan cara Allah menjelma menjadi manusia supaya dapat masuk kedalam kematian itu, mengambil kedagingan Sang Perawan Maryam. Jadi memang Isa almasih sepenuhnya manusia dan memang dia sepenuhnya Allah yaitu Firmannya itu sendiri.

    Nah..yg jadi pertanyaan adalah apakah hubungan keberadaan Allah itu dengan keberadaan manusia itu?

    Pernikahan manusia adalah refleksi dari keberadaan Allah itu (Tritunggal). Bahwa Wanita keluar/ diciptakan dari laki2 yaitu dari tulang rusuk laki2, begitu pula Sang Firman keluar dari Sang Bapa. Sang Bapa mengasihi Firmannya yaitu Isa Almasih melalui Rohnya yg kudus, begitu pula Laki2 mengasihi mengasihi isterinya melalui/ diikat dengan roh cinta kasih.

    Jadi memang didalam Allah itu sendiri terdapat lingkaran kasih yg terus menerus dimana Sang Bapa mengasishi Sang Putra dengan melalui Rohnya yg Kudus begitu pula dengan Sang Putra mengembalikan kasihnya kpd Bapa melalui Sang Roh Kudus.

    Kasih Allah ini ingin agar dirasakan diluar Keberadaannya maka terjadilah ledakan kasih dimana Sang Bapa melalui Firmannya sebelum menjadi Isa Almasih menciptakan Seluruh dunia dan segala isinya.

    Begitupula dengan keberadaan manusia setelah menikah ia dikatakan satu bukan dua untuk menunjukkan bahwa Allah itu memang Esa. Suami harus mengasihi istri begitupula sebaliknya melalui roh cinta kasih itu. Perpaduan kasih yg dimiliki suami-istri ini terciptalah anak-anak, dimana kasih itu bisa dirasakan di luar keberadaan suami istri tsb. Jika perkawinan tsb tidak menghasilkan anak bukan berarti si suami mencari istri lain untuk menghasilkan anak itu namanya perjinahan. Ledakan kasih itu bisa di salurkan dengan mengangkat anak sehingga kasih itu bisa dirasakan diluar keberadaan suami-istri tsb.

    Jadi tujuan menikah bukan untuk punya anak tp untuk menyalurkan kasih yang ada di dalam diri manusia itu sendiri.

    Bagaimana dengan pelayan2 Allah yg ada di dalam gereja banyak yg tidak menikah seperti pastur2. Secara kasat mata memang mereka tidak menikah tp secara misterion/ mistery/ sakaramen mereka menikah dengan Gereja itu sendiri. Makanya Gereja didalam Alkitab disebut sebagai mempelai wanita.

    Jika manusia tidak menikah sebaiknya dia berada dilingkungan gereja sebagai pelayan Allah.

    Pernikahan dalam iman Kristen memang sangat dalam dan sakral dan tidak terpisah dari keberadaan Allah itu sendiri jadi saat manusia sudah menikah (laki-laki&perempuan) tidak bisa di ceraikan oleh manusia.

    Semoga bermanfaat..
    Shallom Elaehem Beshem Hamasiah..
    Salam sejahtera didalam Kristus…

  • abc_def says:

    Anda mengatakan “Kristus mengajarkan bahwa Allah sejak semula menginginkan sebuah hubungan monogami, satu suami satu isteri. Namun, karena kebebalan hati umat Israel pada saat itu yang ingin kawin cerai, akhirnya Musa menuruti kemauan mereka untuk membuat surat cerai.”

    Kenapa anda boleh memperkatakan seperti itu? Adakah anda tidak tahu bahawa Musa itu adalah merupakan seorang nabi yang amat patuh pada Tuhannya? Sebagai seorang Nabi, apakah beliau akan menuruti kehendak kaumnya dalam menyediakan surat cerai dan mengenepikan kehendak Tuhannya sendiri?
    Amatlah tidak logik akan apa yang anda perkatakan ini. Lazimnya semua sudah mengetahui bahawa seorang Nabi akan sentiasa taat pada Tuhannya, dan sesekali tidak akan menuruti kemahuan kaum atau pengikutnya jika kemahuan mereka itu tidak menepati kemahuan Tuhannya.

    Bahkan mari kita lihat akan kisah Ibrahim. Awalnya beliau mempunyai seorang isteri iaitu Sara. Kemudian ada orang kristian yang tidak mengakui bahawa beliau juga mengambil orang gajinya sebagai isteri di mana lahirnya Ismael daripada isteri keduanya itu. Ini bermakna beliau telah mengamalkan poligami. Adakah anda ingin memperkatakan bahawa orang gajinya itu iaitu Hajar bukan lah isterinya? Atau dengan kata lain Ibrahim meniduri orang gajinya tanpa sah? Tidak kah anda terfikir bahawa jika Ibrahim tidak mengambil Hajar sebagai isterinya yang sah, beliau yang merupakan rasul Allah itu telah melakukan zina sehingga melahirkan Ismael? Apakah seorang rasul seperti itu sanggup melanggar perintah Allah iaitu menjauhi zina?
    Jadi di mana kekuatan tanggapan anda bahawa poligami itu adalah haram jika ia juga diamalkan oleh para rasul?
    Kelihatannya anda mengemukakan satu kenyataan tanpa berfikir.

  • ghi_jkl says:

    untuk abc_def. Anda berputar-putar untuk membenarkan pendapat anda. Memang kalau manusia (Ibrahim) yang dijadikan contoh, tidak ada seorangpun yang sempurna. Alasan apapun dapat dibuat oleh manusia untuk membenarkan tindakannya. Alasan sebenarnya adalah karena kebebalan manusia yang berusaha untuk memenuhi rencana Tuhan dengan caranya sendiri.
    Tahukah anda bahwa akibat dari perbuatan Ibrahim itu telah terjadi pertentangan yang tidak pernah selesai sampai sekarang ini? Jelaslah bahwa contoh poligami dari cerita Ibrahim (Kejadian pasal 16 dan 21), tidak menghasilkan suatu keluarga yang sakinah. Oleh karena itu adalah lebih baik kalau kita patuh hanya pada firman Tuhan saja. Baca kembali dengan teliti artikel yang anda telah komentari itu.

  • abc_def says:

    Kepada ghi_jkl

    Anda memperkatakan bahawa perbuatan Ibrahim itu telah mengakibatkan pertentangan yang tidak pernah selesai sampai sekarang. Apa pertentangan yang tidak pernah selesai itu?
    Siapakah Ibrahim? Ibrahim adalah seorang nabi dan rasul besar. Jika perbuatannya adalah salah kenapa tiada sebarang teguran daripada Allah? Jika perbuatan Ibrahim itu adalah salah, kenapa beliau masih tergolong dalam senarai para nabi yang diutuskan oleh Allah? Malah sebagai nabi, beliau juga adalah tergolong sebagai contoh teladan untuk umat manusia. Itu ketentuan Allah. Tiada siapa dapat menafikan bahawa Ibrahim adalah salah seorang rasul Allah yang terpuji. Dan setiap rasul itu pastinya terhindar daripada perbuatan keji seperti berzina itu.

    Yang paling melucukan adalah anda beranggapan bahawa cerita Ibrahim itu tidak menghasilkan satu keluarga yang sakinah. Sedangkan semua kita maklum bahawa keturunan beliau adalah merupakan keturunan para nabi Allah. Nabi Ishak, Nabi Ismail, Nabi Yaakub, Nabi Yusuf, Nabi Musa, Nabu Harun, Nabi Daud, Nabi Sulaiman malah Yesus (Nabi Isa) sendiri menurut kristian dikatakan daripada keturunan Nabi Ibrahim melalui Nabi Ishak dan Nabi Daud. Dan dalam Islam, Nabi Muhammad itu juga keturunan Ibrahim.
    Jadi bagaimana Ibrahim tidak menghasilkan satu keluarga yang sakinah jika ramai keturunannya adalah merupakan orang-orang yang sentiasa mendapat bimbingan Allah?

    Saya memang telah membaca artikel tersebut. Tapi apa hasilnya? Hasilnya adalah satu kesimpulan yang tidak dilihat secara menyeluruh. Jika poligami itu adalah satu zinah, mustahil itu yang dilakukan oleh para rasul Allah yang terpuji sifatnya. Bukan setakat Ibrahim, malah Nabi Yaakub, Nabi Daud (David), Nabi Sulaiman( Solomon) juga.
    Inilah yang tidak dilihat oleh penulis artikel tersebut dan merupakan kesilapan yang dilakukan olehnya dalam membuat suatu kesimpulan.

  • abc_def says:

    Memang manusia tiada seorang pun yang sempurna. Namun para nabi itu adalah manusia yang sentiasa terpelihara perilakunya daripada melakukan sesuatu yang keji seperti berzinah itu. Seorang nabi itu akan sentiasa mendapat bimbingan dan petunjuk daripada Tuhan. Maka adalah amat mustahil seorang manusia yang tergolong dalam senarai nabi akan melakukan sesuatu yang bersifat keji.
    Maka dengan itu, ternyata poligami itu adalah dibenarkan di sisi Tuhan. Jika sebaliknya, kenapa Tuhan tidak melindungi para nabiNya daripada mengamalkan poligami itu? Bukan seorang Nabi yang terlibat, malah Nabi Yaakub, Nabi Daud (David) dan Nabi Sulaiman (Solomon) juga mengamalkan poligami.

    Mari kita lihat adakah keluarga Ibrahim itu bukannya satu keluarga yang sakinah? Siapakah anak dan cucu Ibrahim itu? Nabi Ismail dan Nabi Ishak adalah anak beliau. Nabi Yaakub adalah cucu beliau. Nabi Yusuf adalah cicit beliau. Nabi Musa, Nabi Daud, Nabi Sulaiman adalah keturunan beliau, malah Yesus (Nabi Isa) itu dikatakan keturunan beliau daripada Nabi Daud, dan dalam Islam, Nabi Muhammad itu juga adalah keturunan beliau daripada Nabi Ismail. Jadi bagaimana keluarga beliau bukan satu keluarga yang sakinah jika ramai keturunannya adalah tergolong dalam orang-orang yang soleh, tergolong dalam orang-orang yang terpilih sebagai rasul Tuhan?

    Sememangnya saya telah membaca artikel tersebut sepenuhnya. Namun apa yang saya dapati adalah penulis tidak melihat secara keseluruhan sebelum menulis artikel tersebut. Penulis tidak berfikir akan poligami yang diamalkan oleh para nabi dan itulah kesilapan yang dilakukan olehnya. Amat mustahil poligami itu adalah haram jika ianya diamalkan oleh para nabi yang terbukti amat terpuji sifatnya.

  • salves says:

    saya senang dengan tulisan anda. terima kasih

  • JH says:

    Mengapa betapa sulitnya hati manusia utk tunduk kepada kehendak dan perintah Allah. Jiwa pemberontakan manusia selalu menjauhkan dan merusak segala rencanaNya yg sempurna. Mari kita berfokus kepada Tuhan dan Tuhan saja bukan pendapat dan selera kita pribadi. Tuhan membebaskan setiap manusia utk berpendirian teguh atas pemikirannya sendiri. Tapi ingat bahwa kebenaran firman Tuhan adalah sesuatu yg mutlak dan berkuasa. Maka sebab itu Yesus berkata jika ya katakan ya, jika tidak katakan tidak sebab lebih dari itu berasal dari si jahat. Kalu Tuhan Allah pada mulanya hanya menciptakan satu Adam dan satu hawa dan keduanya menjadi satu daging berarti ya satu bukan banyak. Firman Tuhan adalah utk dipercaya dan dilakukan bukan utk didiskusikan apalagi jadi bahan perdebatan.
    Tuhan Yesus Memberkati.

  • rst_vwx says:

    kepada sdr. abc_def sedikit komentar yah..kisah yang terjadi pada nabi yang diceritakan dalam kitab suci jgn dilihat sebelah mata saja. jelas memang, nabi,rasul adalah “orang kepercayaan” Tuhan untuk menuntun umatnya pada saatnya itu. Tapi lihatlah bahwa intinya yang perlu dipahami adalah saat dia masih setia pada TUHAN, perbuatannya yang diceritakan, jadikanlah itu menjadi teladan hidup..tapi seorang nabi n rasul juga manusia, lihat juga disaat dia tidak lagi setia pada TUHAN, dia juga ada kok ditegur Tuhan bahkan dihukum Tuhan. Perbuatan nabi n rasul juga ada kok yang menyimpang..itu manusiawi karena nabi jg manusia..jadi jgn melihat ke kata nabi n rasulnya aja dong sehingga persepsi anda seorang nabi n rasul pasti 100% benar tindak tanduknya…enggak!

  • kuti says:

    Untuk jh,
    Seperti yang dikatakan abc def poligami itu bukanlah sesuatu yang dilarang oleh Tuhan. Banyak nabi yang melakukan poligami dan menghasilkan keturunan2 yang merupakan orang2orang terpilih. Apakah dari mata air yang awalnya kotor (poligami) akan dihasilkan sungai yang bersih airnya (keturunan yang terpuji, termasuk Daud, Sulaiman, Musa bahkan Isa?)
    Tidak ada hukum Tuhan yang mengharamkan poligami. Rasul2 Allah yang disebutkan abcdef melakukan poligami dan mereka tidak mendapatkan teguran dari Allah.
    Yang aneh malah ada hukum yang berbeda seperti surat Matius tadi. Mengingat penulisan injil yang amat diragukan keotentikannya, menurut saya malah mungkin hukum di Matius ini yang sebenarnya rekaan. Dari banyak hukum semuanya mengatakan A dengan keotentikan yang terjamin tapi satu mengatakan B dengan keotentikan yang diragukan, logika sederhana pun akan mengatakan bahwa kemungkinan besar A yang benar..Betuul?

  • Henry says:

    Monogami,Poligami,,,,,,,,Poligami merupakan pemaksaan kehendak pribadi yang didalamnya ada keangkuhan,ego dan tertutupnya mata rohani seseorang,,,dll. Monogami,,,didalamnya terkandung pesan,makna yang jelas.

  • Martheen says:

    Untuk abc_def dan orang2 sejenis….
    Klo anda cowok, rela istri anda punya banyak suami? Klo anda pacaran (kemungkinan nggak), rela anda diselingkuhi sampai 4?
    Oh, sakinah? Bangsa Israel menghasilkan sebagian besar perkembangan teknologi komputer saat ini, dan bangsa Yahudi sangat-amat berhasil dalam menyumbang perkembangan manusia. Lha, turunan anak budak itu nyumbang apa? Dan berhenti bilang Ibrahim-Sulaiman-dll. Abraham-Daud-Musa mempercayai Tuhan yang berjanji akan mengirimkan Sang Penebus, bukannya seorang pedofil

  • oca says:

    haiiiii
    kemarin saya membaca alkitab.dan puji tuhan. dari sana saya tahu ternyata tuhan itu juga poligami. soalnya disana terdapat banyak sekali anak-anakNya. saya jadi bingung/////????? sebenarnya anak tuhan itu apa dan siapa sih??

  • Christian says:

    Absolut Monogami. Pernikahan dalam nama Yesus, kalau dapat atau ada kata yang tepat diucapkan sebenarnya lebih dari sebuah kata sakral atau suci. Karena dalam proses pernikahan di dalam nama Yesus, sebenarnya Yesus hadir / berada / menyaksikan berlangsungnya pernikahan tersebut.

  • Arius says:

    Untuk Martheen, anda bicara tidak bagus toh! Anda menghina Yesus, Yesus tidak ajari kamu untuk bicara tidak bagus. Turunan anak budak kamu bilang, itu toh orang punya keturunan dari Abraham, nenek moyang dari Nabi-nabi, dan Yesus juga ada satu keturunan dari dia orang. Berarti dia itu masih ada hubungan saudara/ darah dengan Daud, dan juga Yesus toh? Anda bertobat, jangan en anda jadi orang yang menghasut. Itu tidak benar, anda tentu bukan orang Kristen yang baik! Kristen tidak ajari kamu untuk seperti itu toh!
    Soal poligami ada soal yang pelik, rumit, masing-masing toh punya pandangan, tp bukan tempatnya untuk kamu orang mengolok-olok. Untuk diri sendiri kamu pakai itu en kamu beri orang lain itu punya kepercayaan toh! Orang lain jalan itu, kamu tidak rugi bukan? Kamu tidak suka itu, tidak usah kamu ikuti itu.
    Diseluruh dunia orang banyak pujiken Abraham, dia punya keturunan banyak jadi orang pilihan Allah toh! Kamu dengan seenaknya bicara tidak bagus. Jangan kamu ulang lagi itu bicara.!

  • Martheen says:

    Ehm, entah kenapa kyknya nama Arius itu bukan nama asli, tp simbol y? Turunan Abraham darimana? Gampangnya deh, turunan pedofil itu pengikutnya 20% dunia. Karyanya koq g ada???? Cape deh… Liat dong hasilnya, g usah klaim sana klaim sini. Plus:
    It’s a fact Hagar a slave. It’s not a fact banyak orang memuji Abraham, dengan banyak keturunan. Justru banyak yang despise ama keturunan biologis maupun teologis Abraham. Sampai nongkrong d gedung aja g aman.

  • arman susilo says:

    Semua Nabi -atau orang yg dianggap nabi- selama masih terlahir dari hubungan sexual laki2 dan perempuan tidak ada yang sempurna. Hanya SATU Nabi -bahkan satu2nya diantara ratusan miliar manusia yg pernah hidup di dunia ini- yang tidak terlahir dari hubungan sexual laki-laki dan perempuan. Timbul pertanyaan dalam hati org yg mencari Tuhan. Apa keistimewaan Orang ini dibanding nabi-nabi yang lain? Apa kuasa Orang ini dibanding nabi lain?

    Belum pernah ada nabi yang berkuasa atas hidup,sehingga mampu membangkitkan manusia dari kematian.

    Belum pernah ada nabi yang berkuasa menyembuhkan sakit penyakit manusia dengan muzijatNya,bahkan sakit bawaan lahir. (Kegagalan proses penciptaan).

    Belum pernah ada nabi yang berkuasa memberi makan manusia dengan kuasaNya sebagai sumber berkat.

    Belum pernah ada nabi yang menubuatkan hari akhir sampai dengan kebinasaan iblis dan pengikutnya,sebagai kuasa atas kemaha-tahuanNya.

    Yesus adalah Tuan atas hidupku…..

  • Claudette says:

    IIhhh gitu aja kok PUSING sih ….
    jawaban yang paling bener itu begini ….
    secara umum …. para wanita itu tidak suka diduakan oleh suami-suami mereka ….
    dengan alasan …. ntar gajinya kebagi dua … yang tadinya bisa dapet gede … jadi setengahnya deh …. trus begitu juga dengan urusan cinta …. aduh ….. sebagai wanita kristiani … aku ga mau perhatian cowok ku terbagi bagi …..
    tuhan tidak senang pa’ bila kaum wanita menjadi sedih ……cuma karena kelakuan laki-laki …. maka tuhan membela kaum wanita dibumi ini …..
    tuhan begitu BAIK nya terhadap kita …. kaum wanita …..
    Oleh karena itu sebagai wanita aku setuju banget dengan keinginan tuhan dalam MONOGAMI ….. IIhhhh aku sih anti POLIGAMI ….. kalo nanti aku sudah bersuami ……. Lebih baik suamiku JAJAN di luar seperti dilokalisasi atau bersenang – senang denga selingkuhannya dan WTS-WTS jalanan deh daripada POLIGAMI ….. asalkan……syaratnya jangan sampai ketahuan selama JAJAN diluar……sebab kalo JAJAN diluar kan TIDAK BERDOSA ….. daripada POLIGAMI …. dosanya BESAR banget ….. BETUL GAK????

  • Martheen says:

    Claudette, laki-laki yang nggak bisa memuaskan dan dipuaskan 1 pecinta, entah pelariannya ke poligami/”jajan” ke wts, tetep aja anjing. Kita dipilih Kristus untuk jadi teladannya, bukan sasaran untuk dipermalukan, masa nikah ama orang mental anjing?

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.