To many Christians, Christ is little more than an idea, or at best an ideal: He is not a fact. Millions of professed believers talk as if He were real and act as if He were not. - A.W.Tozer
Bible Study

Kumpulan Bahan Belajar Alkitab dalam format file pdf.

Computer & Internet

Semua tips komputer dan internet yang wajib untuk diketahui

Download

Wallpaper, Clipart, semua yang gratis ada di sini.

Jokes

Tempat melepas penat dengan tertawa.

Renungan

Tempat merenungkan kebaikan dan kasih setia Tuhan.

Home » Daily Life

Jangan Berhenti Berharap

Submitted by riel on 06/12/2006 – 3:19 PM | 563 views
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Hujan sedang turun deras saat saya membuat tulisan ini. Tampaknya hujan deras mulai sering mengguyur Jakarta yang macet dan keras ini. Selama setahun terakhir ini, terkadang saya merasa bersalah, di saat yang sama merasa beruntung. Tinggal di Jakarta dengan segudang problema dan penyakitnya, saya masih bisa mengecap hidup yang baik. Setidaknya masih bisa makan nasi dan lauk. Sekali-kali memanjakan diri mencoba makanan yang dijual di resto atau foodcourt di mal-mal.

Saat mengenang masa-masa sulit bertahun-tahun yang lalu, saat saya masih SMA hingga kuliah, kini saya seakan tidak percaya, betapa Tuhan menjawab doa-doa saya. Saat itu, saya berseru kepadanya, mau sampai kapan saya, keluarga saya, hidup mencukup-cukupi uang yang cuma beberapa lembar setiap hari. Beli beras cuma beberapa liter sehari demi sehari karena uang yang tidak mencukupi untuk membeli beras yang 50 kg itu. Belum lagi, bolak-balik pegadaian, hingga habis semua barang di rumah yang bisa digadaikan, untuk menyambung hidup seminggu lagi.

Apa yang saya miliki sekarang, semuanya itu karena anugerah dan kebaikan Tuhan. Apa yang tidak saya miliki dulu, juga adalah anugerah dan kebaikannya. Merasa cukup dalam kekurangan adalah tantangan terbesar yang saya hadapi. Satu hal penting yang saya alami, mereka yang berharap dan berserah kepada Tuhan, mereka yang berjalan dengan bercucurkan air mata, akan tiba waktunya, bersorak dan bersujud takjub akan pemeliharaan dan kasih setia-Nya.

Tadi pagi, seorang perempuan muda berparas manis berdiri di pintu gerbang di depan rumah. “Bapak butuh tenaga distributor nggak,” katanya dengan suara pelan setelah melihat tumpukan majalah-majalah di teras. “Oh… nggak..,” kata ayah saya singkat yang sedang mengisi oli mesin. Perempuan itu lalu melangkah pergi. Dalam pikiran saya terbersik suatu bayangan, betapa perempuan itu sangat membutuhkan pekerjaan. Mungkin untuk mencari uang demi sesuap nasi atau membantu ekonomi keluarganya sehingga rela keliling dari rumah-rumah mencari peluang kerja. Jadi pembantu pun boleh, yang penting bekerja. Pikiran itu terlintas begitu cepat sama dengan perempuan itu yang hilang di antara gang-gang sempit di samping rumah. Ibunya saya belakangan mengatakan perempuan itu sudah beberapa kali datang dan menanyakan hal yang sama.

Siangnya, saya sedang berjalan menyebrang di kolong jalan flyover di Stasiun Tebet, mendapati seorang pemuda bertelanjang dada tidur telungkup. Dimana keluarga orang ini? Mengapa dia di sini? Tanya saya dalam hati. Angin yang berhembus menerpa wajah saya, pikiran yang melayang membayangkan pemuda itu, semakin membuat saya merasa bersalah sekaligus merasa bersyukur. Betapa mudahnya saya berkeluh kesah saat keadaan sulit, di saat yang bersamaan, betapa mudahnya saya, merasa bersyukur saat keadaan senang.

Kemapanan, kesombongan atas kemapanan itu, berusaha saya buang jauh-jauh dalam hidup saya. Saya hanya ingin hidup sederhana, bisa merasa cukup di saat kekurangan, bisa berbagi di saat berkelebihan. Bukan pada seberapa banyak yang ingin kita miliki, tetapi bagaimana kita memanfaatkan sebaik mungkin sambil bersyukur terhadap apa yang Tuhan sudah berikan kepada kita.

Meski orang lain sudah mempunyai tabungan beratus-ratus juta, dan kita hanya memiliki gaji sebulan yang itu pun pasti habis di akhir bulan, sudah saatnya untuk belajar mensyukuri apa yang sudah Tuhan beri. Tidak selamanya kesulitan ekonomi itu menetap, akan ada waktunya, Tuhan sendiri, berperkara, mengangkat kita menjadi pribadi yang berkelimpahan di dalam Dia. Dia yang mencukupi kebutuhan-kebutuhan kita.

Bayangan perempuan muda dan laki-laki bertelanjang dada mewarnai pikiran saya hari ini. Saya berdoa perempuan itu mendapat pekerjaan yang baik dan halal, dan laki-laki bertelanjang dada itu, menemukan tempat berteduh dan pekerjaan yang layak. Ada ribuan orang seperti itu di Jakarta ini. Ada jutaan orang seperti itu di dunia ini, bahkan dengan kondisi yang sangat parah. Hanya satu, ajakan saya, kepada semua Sobat UF dimanapun berada. Betapapun sedikitnya harta yang kamu miliki, betapapun rendahnya jenjang pendidikan yang kamu raih, jangan menyerah dan mengutuki Tuhan. Sebab Dia yang memiliki segala sesuatu sanggup mengubah yang buruk menjadi kebaikan. Teruslah berharap, Dia akan menjawab doa-doamu.

Popularity: 2% [?]

  • Share/Bookmark

Tulisan Terkait

13 Comments »

  • ria says:

    Aq suka banget baca majalah rohani, tapi sekarang masalahnya sejak tinggal di Malang aq jarang banget ngedapetin majalah rohani ini coz aq sibuk banget ma kerjaan d kantor. Aq mo minta tolong nih untuk berlangganan gmn cara yang mudah, trus harganya berapa neh….
    tolong ya aq dibantu.

    Thanks.
    GBU all

  • Rahel says:

    Kita memiliki ALLAH yang luar biasa.

  • sannezoe says:

    banyak hal dan problema di dunia ini , manusia tak lepas dari itu. Tapi sebagai anakNYA kita memiliki otoritas Allah yang memampukan kita untuk bertahan n juga tetep sadar bahwa kita miliknya TUHAN. tidak akan dibiarkan kita tergeletak…naikkan trus korban syukurmu:), n LIAT MUJIZAT ITU TURUN!!n paling penting juga truslah memberi dari kekuranganmu, maka kamu akan berkelimpahan dalam sefala hal,

  • Erani says:

    Kita tahu sekarang, bahwa ALLAH turut bekerja dalam SEGALA SESUATU untuk mendatangkan kebaikan bagi yang mengasihi DIA, bagi mereka yang terpanggil menurut rencana ALLAH. (Roma 8:28)

    For all of you.
    Have a blessed day!!
    ^__^

  • Amelia says:

    Aku baru aja nemu artikel ini waktu cari artikel untuk tugas kuliah..
    Ini artikel yang bikin mataku lebih terbuka untuk melihat bahwa hidupku begitu indah karena aku punya Tuhan yang selalu menolongku dengan caranya sendiri lewat orang-orang yang ada di sekitarku dan kejadian-kejadian sederhana tapi berharga.
    Jadi, hari ini aku juga mau berbagi kata2 yang aku dapat waktu masih SMA dari teman baikku…

    Tuhan menjawab doa-doa kita dengan tiga cara…
    1. Tuhan menjawab “YA” dan memberikan yang kita minta.
    2. Tuhan menjawab “TIDAK” dan memberikan yang lebih baik daripada yang kita minta. dan
    3. Tuhan menjawab “TUNGGU”, dan memberikan apa yang kita minta pada waktu terbaik menurutNya.

    Tetap bersyukur walau badai hidup menerjang…
    Tuhan Memberkati!!!

  • kati says:

    shallom,saya senang sangat ngan tajuk yang ada kerana mengajar saya untuk lebih faham.thanks

  • Daniel G. Fajar says:

    aq ngrasa d berkati lwat tajuk ni,,
    bwt aq lebih ngehargain pmbrian GOD tuk aq bs jd saluran berkat..THANKS LORD

  • Daniel G. Fajar says:

    aq ngrasa d berkati lwat tajuk ni,,
    bwt aq lebih ngehargain pmbrian GOD tuk aq bs jd saluran berkat..THANKS LORD

  • sigit raharjo says:

    betul sekali bahwa harapan itu harus selalu ada di hati dan jiwa kita. yang memampukan kita berdoa bagi sesama, memberi bagi yang papa dalam hal inilah hidup kita menjadi bermakna bagi manusia dan Tuhan pencipta kita, yang bagi sebagian orang dipandang sebagai beban tapi bagi yang beriman adalah anugerah yang harus di syukuri.

  • Danang says:

    Jujur aja hari ini aku lagi “broken heart”.
    tapi setelah baca artikel ini rasa sedihku sedikit terobati, karena aku masih punya Tuhan Yesus yang sangat sayang ma aku.
    MAKASIH PAPA J

  • wino kurniawan says:

    saya juga memiliki kisah yang sama dan berharap kita saling menguatkan satu sama lainnya.

    Matius 7 : 24

    Setiap orang yang mendengar perkataanKu dan melakukannya seperti orang yang bijaksana yang mendirikan rumahnya diatas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak roboh sebab didirikan diatas batu.

    Dalam kehidupan seringkali kita mendengarkan sesuatu yang luar biasa menurut pandangan kita dalam bergereja, banyak hal indah yang kita baca dan kita dengar. Sangat ideal dan sesuai sekali dengan firman Tuhan, setiap minggu, dalam kebaktian keluarga kotbah televisi,renungan harian. semua ini sangatlah indah seperti biji yang baik yang ditaburkan kemana-mana, namun yang menjadi masalah adalah adalah lahan biji(manusia) itu ditaburkan, apakah kita mempunyai dasar untuk menjadi lahan yang subur sehingga menghasilkan tanaman yang baik atau bukan, atau kita menjadi dasar batu yang kokoh sebagai pondasi bangunan atau hanya dasar pasir? Saat ini kami sekeluarga sedang mendapatkan badai , hujan, yang diijinkan oleh Tuhan untuk menguji bangunan (iman) bersama dengan kami sekeluarga, saya sebagai kepala keluarga mulai bulan depan harus berhenti bekerja, dikarenakan sekolah tempat saya mengajar harus ditutup, saya tidak tahu bagaimana saya harus menghidupi anak dan istri, juga menyelesaikan kuliah saya, saat ini saya benar-benar tidak bisa melihat masa depan kami dengan jelas, namun saya percaya dalam kehidupan yang tidak menentu, masa depan yang tidak jelas, belum tahu besok akan menjual barang apa yang akan kami makan, saya masih tetap percaya bahwa Allah akan tetap menghidupi kami, dan saat inilah waktunya ujian yang sebenarnya dating, Apakah kami sekeluarga mempunyai dasar bangunan hati batu atau pasir ? kami akan memulainya bulan depan, kami selalu berharap dan berdoa Tuhan menyertai kami sekeluarga, mudah-mudahan dasar bangunan dari batu ada didalam hati kami.

    Tuhan Allah Bapa kami
    Terima kasih atas semua berkat yang Engkau curahkan dalam kehidupan kami sekeluarga
    Saat ini kami ingin terus menjadi anakMu
    Saat ini kami akan terus berharap kepadaMu
    Saat ini kami percaya bahwa Engkau tidak akan pernah meninggalkan kami
    Kami percaya bahwa semua kehendakmu adalah yang terbaik dalam kehidupan kami
    Terima kasih telah memberi kesempatan hujan dan badai datang , untuk menguji dasar bangunan kami
    Didalam Nama AnakMu yang Tunggal Tuhan Yesus kami pasrahkan seluruh kehidupan kami sekeluarga

    AMIN

    MALANG 17 SEPTEMBER 2007

  • iv says:

    saat membaca artikel ini,,, aku jd lebih berharap lagi ama yesusku,walaupun jawban dr intrvw di bank ga ada smpai hr ini..tp bersyukur n berharap dlm doa itu yg hrus tekuni dlm hidup,,,semua indah pada waktunya…

  • leonard says:

    Yesusku:
    1.selalu ada 24 jam untukku
    2.Dia tetap sayang dan bersamaku walau aku sering nyakitin Dia
    3.Dia alasan aku untuk tersenyum dan tetap bahagia.
    pokoknya Yesusku adalah yang terbaik untuk aku yang terburuk dan jahat

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.