Regret is a kind of frustated repentance that has not been quite consummated. Once the soul has turned from all sin and commited itself wholly to God there is no longer any legitimate place for regret. - A.W.Tozer
Bible Study

Kumpulan Bahan Belajar Alkitab dalam format file pdf.

Computer & Internet

Semua tips komputer dan internet yang wajib untuk diketahui

Download

Wallpaper, Clipart, semua yang gratis ada di sini.

Jokes

Tempat melepas penat dengan tertawa.

Renungan

Tempat merenungkan kebaikan dan kasih setia Tuhan.

Home » Faith

Pembebas Kaum Papa dan Wanita

Submitted by riel on 14/10/2006 – 11:48 PM | 331 views
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Muhammad Yunus Peraih Nobel Perdamaian 2006Hampir semua media hari ini, Sabtu, 14 Oktober, memasang headline plus foto besar peraih nobel perdamaian tahun 2006, Muhammad Yunus asal Bangladesh. Rasanya rugi kalau kita sampai ketinggalan berita tentang tokoh yang dijuluki Bankirnya Orang Miskin ini. Baru kali ini, sepanjang 61 tahun sejarah penghargaan nobel, Komite Nobel memberikan penghargaan nobel perdamaian bukan kepada selebriti yang sudah terkenal di dunia, juga bukan figur dan badan yang dijagokan, tetapi yang peduli pada pemberdayaan kaum papa dan wanita.

Sebelumnya, banyak kalangan menjagokan mantan Presiden Finlandia Martti Ahtisaari yang berjasa meredakan konflik Aceh. Tokoh lain yang dijagokan adalah Mantan Menteri Luar Negeri Australia Gareth Evans yang berjasa merekonstruksi Kamboja dan Vietnam; aktivis etnik Uighur Rebiya Kadeer yang menuduh Pemerintah China menyiksa orang Uighur di barat daya Xinjiang; dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Ada satu pelajaran penting yang saya peroleh setelah membaca berita dan profil pendiri Bank Grameen yang kini memiliki 2.226 cabang di 71.371 desa dan mampu menyalurkan kredit puluhan juta dollar AS per bulan kepada 6,6 juta warga miskin ini. Meski ia bergelar profesor ekonomi di Universitas Chittagong, ahli dalam bidangnya, alias orang cerdas dan pintar, dia bisa ‘mengaplikasikan’ apa yang dia punya untuk membantu orang lain. Bandingkan dengan diri kita sendiri, orang-orang pintar di televisi, para pakar, tokoh partai, semua orang yang mengaku dirinya pintar, lebih sering beretorika (omong doang) dengan ilmunya tanpa pernah menyentuh realita. Suka berjanji tapi tidak pernah menepati. Kasih solusi, tapi tidak pernah terjun sendiri membuktikannya. Diberkati tetapi tidak pernah (ogah) memberkati orang lain. Dalam bahasa Muhammad Yunus yang merasa bersalah, “”Ketika banyak orang sedang sekarat di jalan-jalan karena kelaparan, saya justru sedang mengajarkan teori-teori ekonomi yang elegan.”

Bermula dari memberikan pinjaman sebesar 27 dollar AS kepada seorang ibu miskin, perajin bambu, di tahun 1974, tekadnya membantu kaum miskin agar bisa mengangkat derajat mereka sendiri berbuah sedikit demi sedikit. Kini, ia bersama Bank Grameen sudah menjadi sumber inspirasi bagi banyak orang dan lembaga untuk lebih memerhatikan orang-orang miskin, orang-orang terbuang dan terpinggirkan.

Saya tidak tahu betul dan tidak ambil peduli sejauh mana pemahaman agama yang dianut oleh Muhammad Yunus. Tetapi sebagai orang Kristen, kita seharusnya malu karena ada orang-orang yang meskipun tidak ‘Kristen’, namun menghidupi dan meyakini jalan dan teladan yang sudah diberikan Yesus Kristus selama Ia di dunia. “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.” (Matius 25:40).

Popularity: 1% [?]

  • Share/Bookmark

Tulisan Terkait

2 Comments »

  • Yoga says:

    Ya, gw jadi ketegor ama artikel ini.Bagaimana kalo gereja-gereja mendirikan koperasi adja buat mempermudah jemaatnya memperoleh pinjaman lunak untuk meningkatkan perekonomiannya.kalo perlu membantu anggotanya yang orang-orang Kristen untuk meningkatkan perekonomiannya seperti bersedia membina UKM dan memasarkan produk-produknya.Barang-barangnya sederhana aja, sama seperti negara Cina memproduksi barang-barang sederhana seperti jarum, cangkul, sendal dll tapi perekonomian jalan.Sekarang Cina sudah mencapai angkasa luar, tetapi Indonesia masih terpuruk.

  • Basuki says:

    Maaf sepertinya ini komentar terlambat, tapi aku mau ikutan menyetujui usulan yoga tgl 20 maret 2007 lalu untuk bikin koperasi terutama di desa-desa, soalnya banyak pemuda-pemudi yang mulai sadar pekerjaan akhirnya lari ke kota untuk mencari pekerjaan, akibat dari hal ini pelayanan mereka digereja asal terbengkelai. and pemupukan iman serta berita tentang keselamatan yang mestinya semakin hari semakin menyebar luas justru akan semakin terpuruk.
    Kalau hidup jemaat paling nggak terbantu oleh adanya koperasi ataupun bentuk pemberdayaan yang lain so pasti pelayanan di desa tidak akan berputar putar.
    Doa orang benar besar kuasanya namun hidup didunia tanpa bekerja itu menyalahi kodrat yang sudah ditetapkan Tuhan. Artinya doa tanpa diimbangi perbuatan yang nyata sia-sialah jadinya
    Aku kira tujuanku jelas, aku setuju usulan untuk memberdayakan jemaat dengan berbagai macam bentuk usaha salah satunya koperasi.
    Ok, terima kasih, GBU

    Basuki

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.