Always God's goodness is the ground of our expectation. - A.W.Tozer
Bible Study

Kumpulan Bahan Belajar Alkitab dalam format file pdf.

Computer & Internet

Semua tips komputer dan internet yang wajib untuk diketahui

Download

Wallpaper, Clipart, semua yang gratis ada di sini.

Jokes

Tempat melepas penat dengan tertawa.

Renungan

Tempat merenungkan kebaikan dan kasih setia Tuhan.

Home » Books

CS Lewis, Rasul Bagi Kaum Skeptis – Bag. 2

Submitted by riel on 17/01/2006 – 2:44 PM | 285 views
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

CS Lewis Saat Masih Kecil di GlenmachanKenangan masa kanak-kanak Lewis mengungkapkan suatu kerinduan yang mendalam akan sukacita. Sebagai kanak-kanak, ia membayangkan tempat-tempat yang digelimangi sukacita kekal. Sewaktu dewasa, ia membaca puisi-puisi romantis, Plato dan mitologi Jerman kuno dalam upayanya menemukan sukacita kekal tersebut. “Saya meragukan bahwa seseorang yang pernah mengecap [sukacita] akan mau — bila hal itu bergantung padanya — untuk menukarnya dengan segala kesenangan dunia ini,” tulis Lewis.

Tahun 1917, ia masuk tentara, namun diizinkan tetap kuliah di Oxford sampai ia ditugaskan sebagai letnan dua dan dikirim ke garis depan. Setelah terluka dan dibebastugaskan, Lewis kembali menekuni kuliahnya dan menjadi lulusan terbaik dalam angkatannya.

Karena belum ada peluang untuk mengajar filsafat, ia melanjutkan kuliah tahun keempat di Oxford College, tempat ia bertemu dengan seorang mahasiswa Kristen bernama Nevil Coghill. Coghill memiliki perspektif yang berperan dalam mengubah cara Lewis memandang dunia ini.

Mengenai Coghill, Lewis mengatakan, “[Ia] jelas orang yang paling cerdas dan paling terpelajar di kelas ini…. Faktor-faktor yang mengganggu saya dalam diri Coghill (yaitu Kekristenan) ini memperbesar gangguan yang saat ini menantang seluruh cara pandang saya sebelumnya. Semua buku yang pernah saya baca seakan mulai menyerang saya.”

Lewis pun mulai membaca karya-karya pengarang Kristen. Ia teristimewa mengagumi George MacDonald, penulis Skotlandia. Di dalam tulisan-tulisannya, Lewis menemukan suatu kekudusan yang belum pernah dijumpainya sebelumnya. Karya-karya John Milton, khususnya Paradise Lost, semakin menggugah rasa ingin tahunya. Demikian pula persahabatannya dengan J.R.R. Tolkien, pengarang The Lord of the Rings.

Tahun 1925, Lewis tergabung dalam organisasi sarjana Inggris di Magdalen College, Oxford. Kuliah-kuliahnya selalu penuh peserta, sehingga diperlukan ruang yang lebih luas. Seiring dengan itu, semakin giat pula ia mencari Tuhan. Dalam sebuah surat kepada sahabat dekatnya, Lewis menceritakan “Percakapan panjang yang memuaskan dengan dua orang teman Kristen dengan pengakuan bahwa “Saya belajar banyak.” Cara pandangnya telah bergeser dari Idealisme (tidak mengakui adanya pribadi Allah) ke Panteisme (Allah yang impersonal, yang ada di dalam segala sesuatu), dan kemudian pada Teisme (keberadaan Allah).

“Pada saat kuliah tentang Trinitas tahun 1929, saya menyerah, dan mengakui, bahwa Allah adalah Allah — saya pun berlutut dan berdoa…. Kekerasan Allah itu jauh lebih lembut daripada kelunakan manusia, dan apa yang dipaksakan-Nya adalah demi pembebasan kita.”

Langkah terakhir Lewis menuju Kekristenan adalah sewaktu ia menerima penjelmaan Yesus Kristus sebagai fakta. “Sekarang saya mendekati sumber yang sejak masa kecil saya telah melepaskan panah-panah Sukacita itu…. Sedikit pun saya tidak menduga adanya keterkaitan antara Allah dan Sukacita. Bayangan saya justru sebaliknya. Dalam pengharapan saya, jantung realitas akan dapat dilambangkan sebaik-baiknya sebagai sebuah tempat; sebaliknya, saya menemukannya sebagai Seorang Pribadi.” Sukacita abadi pun menjadi suatu kenyataan bagi C.S. Lewis.

Bersambung…

Popularity: 1% [?]

  • Share/Bookmark

Tulisan Terkait

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.