“Jadikanlah semua bangsa murid-Ku,” kata Yesus sebelum Ia naik ke surga. Perkataan Yesus ini terus bergema dari generasi ke generasi. Bahkan di era yang sudah serba digital ini, perkataan-Nya masih mengusik hati orang percaya. Mengabarkan Injil adalah bukti iman orang percaya.
Tidak cukup hanya bermimpi, berandai-andai, beretorika (harapan ideal tapi prakteknya jauh dari harapan) untuk terjun ke ladang misi. Tuhan punya rencana bagi kita di ladang misi. Ladang misi bisa mengambil banyak bentuk. Namun, yang pasti, di manapun kita berada, di sekolah, rumah, atau di tanah rantau, kita adalah duta Kristus yang rindu dan bertindak mengabarkan kasih dan terang Injil kepada semua orang.
Bagaimana perkembangan pengabaran Injil di dunia? Sedikit informasi tentang negara-negara di dunia untuk mengingatkan kita bahwa masih banyak orang yang belum mengenal betapa indahnya kasih Kristus dan hidup di dalam-Nya.
JEPANG Beberapa orang mengatakan bahwa Jepang adalah seperti kuburan pelayanan Injil karena saking sulitnya. Setelah 100 tahun lebih upaya penginjilan dilakukan, hanya 300.000 dari 130 juta orang Jepang yang sudah lahir baru. Tetapi kuasa Tuhan masih akan terus bekerja menjangkau Jepang.
THAILAND
Menurut sensus, hanya ada 300.000 orang Kristen di Thailand. Tahun ini, warga Thailand diguncang pertikaian antar agama.
INDIA
Kita semua tahu kalau India adalah negara yang berpenduduk sangat besar dengan peningkatan populasi yang sangat cepat. Di sana setidaknya ada 25 bahasa seperti Hindi, Telugu, Tamil, Oriya dan sebagainya. Di negara ini pulalah, Mother Teresa berjuang demi imannya melayani orang-orang terbuang yang banyak di sana.
AFRIKA SELATAN
Afrika Selatan adalah tanah yang diselimuti oleh AIDS. Diperkirakan pada tahun 2010, populasi akan berkurang hingga 20 persen. Tingkat kejahatan sangat tinggi dan dilaporkan bahwa pemerkosaan terjadi setiap 3 menit.
Loh.. kok negara Indonesia nggak disebut? Indonesia, sudah pasti adalah negara yang perlu terus kita doakan. Berita bencana alam (tsunami di Aceh dan Nias), aksi terorisme (Bom Bali I % II, Hotel Marriot, dan sebagainya), busung lapar dan kelaparan di negara yang dikenal kaya alamnya, korupsi, sudah menjadi hal yang biasa kita jumpai di berbagai media massa.
Bahkan terakhir, kelaparan besar melanda tanah Papua. Adakah kita masih peduli dengan nasib sesama? Atau kita sibuk mengumpulkan uang, uang, dan uang? Mungkin tidak banyak yang bisa kita lakukan untuk saudara-saudara yang jauh di sana, tetapi dengan berdoa, kita menaikkan doa permohonan agar Bapa yang di surga menolong mereka.
Kita semua adalah pelayan yang ditaruh Tuhan di ladang misi, di manapun kita berada. Adakah kita mengabaikan panggilan-Nya dan hidup untuk diri kita sendiri? Jangan berhenti melayani Dia, Anak Domba yang disembelih untuk kita demi menebus dosa-dosa kita. Jangan lupakan kasih pengorbanan-Nya. Jangan ingkari panggilan-Nya.
Akhir kata, mari kita renungkan kembali Firman Tuhan ini, “Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan, jerih payahmu tidak sia-sia.” 1 Kor 15:58
Popularity: 1% [?]
Tulisan Terkait
- Tidak ada tulisan terkait.