Extensive reading without the discipline of practical observation will lead to bookishness and artificiality. - A.W.Tozer
Bible Study

Kumpulan Bahan Belajar Alkitab dalam format file pdf.

Computer & Internet

Semua tips komputer dan internet yang wajib untuk diketahui

Download

Wallpaper, Clipart, semua yang gratis ada di sini.

Jokes

Tempat melepas penat dengan tertawa.

Renungan

Tempat merenungkan kebaikan dan kasih setia Tuhan.

Home » Faith

Sedia Payung Sebelum Hujan

Submitted by riel on 14/12/2005 – 8:21 AM | 658 views
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Kita semua mempunyai kerinduan, beban dan pergumulan dalam hidup ini. Sekian lamanya kita berdoa namun jawaban yang kita pinta tak kunjung datang. Kita mulai lemah, mengeluh dan lemah iman. Saya sangat diberkati oleh sebuah kisah nyata yang diceritakan oleh Pdt. Tohap Sihotang dalam ibadah minggu, 13 Desember yang lalu. Ia bercerita tentang doa dan kuasanya dengan mengupas dari Kitab Markus 11:20-26. Kisah yang saya dengar ini, saya ceritakan kembali dalam bahasa sendiri.

———————————————————————————-

Ini kisah nyata, percaya tidak percaya terserah anda. Ada suatu daerah di Jawa Tengah yang sudah lama tidak turun hujan. Padahal kebanyakan penduduknya mencari nafkah dengan cara bertani. Kemarau panjang membuat sawah mereka menjadi kering sehingga tidak akan ada panen.

Melihat kondisi ini, seorang pendeta yang bertugas di daerah itu berinisiatif mengumpulkan para penduduk untuk berdoa. Lonceng gerejapun dibunyikan sebagai tanda bagi penduduk untuk berkumpul di gereja. Pendudukpun datang berbondong-bondong ke gereja.

Setelah penduduk berkumpul, pendeta itu berkata "Saudara-saudara, bapak ibu, mari kita berdoa supaya minggu depan akan turun hujan di desa kita". Merekapun kemudian sepakat berdoa meminta agar hujan turun minggu depan.

Seminggupun berlalu. Tidak ada perubahan. Langit tampak cerah, cuaca tetap panas, dan tidak ada tanda-tanda hujan akan turun. Menyadari kenyataan bahwa hujan tidak turun, si pendeta menyimpulkan Tuhan punya rencana lain. Ia pun membunyikan lonceng gereja untuk menyuruh penduduk berkumpul.

Mendengar lonceng gereja berbunyi, penduduk datang berlarian ke gereja. Di antara penduduk itu ada seorang kakek yang datang sambil membawa sebuah payung. Setelah penduduk berkumpul, si Pendeta mengatakan kepada penduduk supaya mereka tidak kecewa karena hujan tidak turun seperti yang mereka doakan.

Mendengar ucapan si pendeta, kakek yang membawa payung itu berkata, "Saya kecewa kepada kalian, kita sudah berdoa minggu kemarin supaya turun hujan tetapi mengapa cuma saya saja yang sekarang ini membawa payung." Tidak seorangpun yang menanggapi kakek itu. Tetapi tiba-tiba terdengar suara petir berulang-ulang kali dan tak lama kemudian hujan turun dengan sangat deras.

Hujan terus turun selama satu hari tanpa henti. Penduduk dan pendeta terpaksa harus tinggal di dalam gereja selama sehari. Hanya si kakek saja yang pulang ke rumah dengan memakai payung yang telah ia bawa…

Markus 11:24 : Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.

Popularity: 1% [?]

  • Share/Bookmark

Tulisan Terkait

2 Comments »

  • ellone says:

    Wah,keren banget!!!
    Dari cerita ini aku dapat satu kunci untuk mendapat jawaban doaku yaitu percaya bahwa Papi Jesus pasti menjawab setiap doaku dan bagianku adalah percaya dan setia menunggu datangnya janji itu dengan meyakini bahwa janji itu telah terkabul bahkan sebelum aku memohon pada Papi..
    Gbu all..

  • Gunawan says:

    Ini kesaksian bagus tentang bagaimana iman bekerja, namun perlu dipahami bahwa iman dalam arti yang lebih lengkap adalah bukan hanya percaya, tetapi juga mempercayakan diri kepada Tuhan. Jadi percayalah kepada Tuhan yang kita percayai yang kepadaNya kita mempercayakan diri. Dengan demikian kehendak Tuhanlah yang sebaiknya jadi.
    Ketulusan kakek dalam kesaksian ini memang mengesankan, karena poinnya ia adalah orang yang berhasil mempercayakan nasib desanya ke tangan Tuhan melalui percayanya. Ia mempercayakan keadaan desanya sepenuhnya ke tangan Tuhan.
    Mintalah kehendakNya supaya kita tahu apa yang seharusnya kita minta, karena kita dibuat Tuhan bukan untuk tujuan kita, tetapi tujuan Tuhan (ini sangat basic sekali). Jadi segala apa yang terjadi pada kita harusnya dari pikiran Tuhan dan bukan pikiran kita. Semoga jadi berkat, amin.

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.