« « Anda Ada Bukan karena Kebetulan       |       DisablePagingExecutive - Tips Windows XP » »

Kejenuhan Besar

Sudah lebih dari sebulan, UF tidak pernah lagi di-update. Lebih jujur lagi… sudah tiga bulan terakhir ini, UF kembang kempis dalam memperbaharui content-nya. Kalau mencari alasan karena kesibukan, saya memang sibuk. Tapi sesibuk-sibuknya orang, masakan tidak punya waktu barang 1 jam untuk menulis atau bertegur sapa di UF? Mungkin itu sebagian celetukan dari sobat-sobat UF lainnya.

Saya mengakui kesibukan tidak bisa dijadikan alasan untuk tidak memperbaharui UF. Mungkin alasannya lebih bersifat psikologis. Seperti
yang kita ketahui, hampir semua tulisan di UF merupakan hasil perenungan dan pemikiran saya dalam menjalani hidup ini. Mulai dari yang bernuansa
sehari-hari hingga serius.

Namun, beberapa bulan belakangan ini, saya memasuki dunia yang berbeda dari fase perenungan hidup menuju sebuah fase ‘pancaroba’ dimana kehidupan
rohani menjadi biasa-biasa saja. Jauh dalam diri saya, ada seberkas keinginan untuk ‘memberontak’. Saya jenuh menjadi orang yang baik, turut aturan/norma
dan ingin keluar dari belenggu ‘menjadi orang baik’.

Bukannya bermaksud menilai diri sudah baik, hanya saja, ada suatu kejenuhan yang membuat saya ingin ‘berhenti’ dan menjadi biasa-biasa
saja. Pesona rohani mulai mengabur seiring dengan waktu yang berjalan, umur yang bertambah, tanggung jawab yang semakin besar, problema hidup
yang kian pelik.

Saya masih rutin ke gereja, berjumpa dengan Tuhan dengan hati bertelut betapa IA sangat setia dan baik dalam kehidupan saya. DIA masih menjadi
pribadi yang terbaik dalam hidup ini. Cinta pertama yang tidak akan pernah terlupakan selama hidup saya. Saya tetap berdoa dalam anugerahnya untuk menjadi pribadi
yang baik bahkan lebih baik. Hanya saja… sebagian diri saya merasa lelah… merasa jenuh… atau mungkin ini merupakan ‘didikan’ yang sedang IA berikan?

Tidak banyak yang berubah. Tidak ada ‘kejahatan’ atau ‘dosa’ yang menjadi hobi baru. Hanya saja… saya mulai kehilangan antusiasme
rohani yang mendorong saya untuk menumpahkan perenungan hidup bersama Tuhan ke dalam sebuah tulisan. Yah… alasan yang cukup masuk
akal memang karena kesibukan pekerjaan. Berbeda sekali dengan masa-masa masih kuliah dulu di mana waktu luang cukup banyak.

Akhir tahun 2005 sudah di depan mata. Lebaran dan Natal sebentar lagi. Tahun ini masih single siapa tahu tahun depan sudah berkeluarga. Tahun ini masih
berkutat di bidang A, siapa tahu tahun depan mulai mengejar mimpi yang tertunda. Ah.. kiranya Tuhanku yang maha setia berbelas kasihan dengan
hambanya yang mulai cuek-cuek bebek ini.

Tapi, yang pasti, mengutip lagu rohani populer yang akrab kita nyanyikan, TAKKAN PERNAH GOYAH KEYAKINANKU PADA DIRIMU… YESUS TUHANKU.
TIADA YANG SEPERTI DIRIMU. KAULAH KUATKU. KEBANGGAANKU. GUNUNG BATU DAN KESELAMATANKU…


1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Print Artikel Ini Print Artikel Ini

Jika Anda menyukai artikel ini, silakan beri komentar atau berlangganan rss-feed untuk mendapatkan artikel-artikel terbaru UF di aplikasi feed reader Anda.

Comments

hi.. tur, tawar dan rasa ga mood wajar…tapi perlu diterobos tuh. U need breakthrough man…

kenapa pak? mana semangatmu dulu itu….. HORAS bah……….
yakin, sampai putih rambutmu Tuhan Tetap Jaga…..

kejenuhan, bosan dengan rutinitas sehari-hari boleh2 aja, tapi jgn berlarut-larut. Ambil satu hari untuk “WITH GOD”, bener2 bersama Tuhan, n liat apa yg hrs dikerjakan selanjutnya..OK?GBU

Gw masi kul. da 2 taon bolak2 masuk web ini. tp jarang bgt,kadang2 bosen jg se. cm suka artikel nya aj bang. hehe. kalo abang jenuh, gw jg dah.

Itu hal yang normal kok.
Gak beda jauh saat pertama kita jatuh cinta, rasa menggebu2, semangat. setelah nikah tiap hari ketemu ya jadi biasa aja. kadang kejenuhan bisa muncul karena rutinitas sehari2.
Yang penting hubungan masih dijaga, komunikasi masih jalan.
Tenang aja lo normal :p

btw, ini postingan taon lalu kok gue baru komentarin sekarang yak? :p hehehe…

Leave a comment

(required)

(required)