Anda tak dapat mengisi ember kosong dari sumur yang kering.
“Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: ‘Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup.’”
Ada tiga macam pemberi: si batu api, si spon, dan si sarang lebah.
Untuk mendapatkan sesuatu dari si batu api, Anda harus menghantam dia. Walaupun sudah dihantam, biasanya Anda hanya mendapatkan serpihan-serpihan dan percikan bunga api. Dia tidak memberikan apa-apa sekalipun bisa, dan kalaupun memberi, selalu dengan pertunjukan besar-besaran.
Untuk mendapatkan sesuatu dari si spon, Anda harus memerasnya. Itu sudah sifatnya. Dia langsung menyerah pada tekanan, dan semakin dia ditekan, semakin dia memberi. Tapi tetap saja, harus ada yang menekan dia.
Untuk mendapatkan sesuatu dari si sarang lebah, seseorang hanya perlu mengambil apa yang mengalir darinya. Dia senang memberi, tanpa tekanan, orang tidak perlu meminta-minta atau merengek-rengek padanya. Dia memberi kemanisannya dengan cuma-cuma.
Ada perbedaan lain dalam si sarang lebah. Dia adalah sumber yang dapat diperbaharui. Tidak seperti si batu api atau spon, si sarang lebah terhubung pada kehidupan – dia merupakan produk dari kerja terus-menerus dan energi kreatif.
Salah satu alasan mengapa para "pemberi sarang lebah" dapat memberi dengan cuma-cuma, adalah karena mereka menyadari bahwa kehidupan mereka senantiasa diisi penuh. Mereka percaya bahwa apa yang mereka berikan akan segera diganti baru.
Selama Anda terhubung pada Sumber semua pemberian, Anda tak akan pernah kering. Bila Anda memberi dengan cuma-cuma, Anda akan menerima secara demikian pula.
Sumber: Kisah-kisah Rohani Pembangkit Semangat untuk Semua Orang.
Popularity: 1% [?]
Tulisan Terkait
- Tidak ada tulisan terkait.