The doctrine of the Trinity is truth for the heart. - A.W.Tozer
Bible Study

Kumpulan Bahan Belajar Alkitab dalam format file pdf.

Computer & Internet

Semua tips komputer dan internet yang wajib untuk diketahui

Download

Wallpaper, Clipart, semua yang gratis ada di sini.

Jokes

Tempat melepas penat dengan tertawa.

Renungan

Tempat merenungkan kebaikan dan kasih setia Tuhan.

Home » Tips & Thoughts

Dua Nalar

Submitted by riel on 26/05/2005 – 5:18 PM | 354 views
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Thinking“Kok bisa ya, cewek manis itu mau sama cowok yang jelek kayak gitu. Masih mending tampang gua,” kata Yohanes pada sobatnya
setelah melihat sepasang suami isteri yang duduk di hadapan mereka dalam angkot mikrolet.
“Kenapa sih dia bisa jatuh cinta sama cowok kayak gitu?” sewot Siska tentang sohibnya yang
baru saja pacaran dengan seorang cowok.

Pertanyaan-pertanyaan ini pasti pernah terlintas dalam pikiran kita. Kita mempertanyakan
alasan mengapa orang memilih melakukan A, B, atau Z. Dalam nalar kita, apa yang mereka lakukan
’salah’, ‘tidak masuk akal’, ‘bodoh’, ‘dungu’, ‘tolol’, ‘buta’, terserah istilah yang ingin kita gunakan.

Sebagus-bagusnya kita mengenal seseorang, kita tetap saja tidak bisa memahaminya 100 persen.
Selain pikiran atau pengalaman yang terbatas, ketidakmampuan kita untuk memahami mereka juga dipengaruhi
oleh kesadaran akan keterbatasan atau ‘kegagalan’ kita untuk memahami tindakan yang kita lakukan atau pilihan
yang kita ambil. Di sisi lain, kesadaran ini membuat kita lebih bijaksana untuk tidak cepat-cepat
menghakimi orang lain atas setiap keputusan dan tindakannya.

Mungkin… (saya pikir), kita setidaknya lebih sering menggunakan dua nalar untuk memutuskan/melakukan sesuatu, nalar akal budi dan
nalar hati. Entah bagaimana, hati mempunyai nalarnya sendiri yang tidak dapat ditangkap oleh akal budi. Hati bisa menilai benar tetapi
akal budi menilai salah, begitu pula sebaliknya. Pertentangan ini membangkitkan dilema dalam diri seseorang untuk memilih
mana yang benar, nalar akal budi atau nalar hati. Bisakah kedua nalar ini sehati? Saya agak sulit menggambarkan situasinya.

Saya pikir, potensi kedua nalar ini bisa dijadikan pertimbangan untuk menjawab pertanyaan mengapa cewek manis itu mau
menikah dengan pria jelek itu atau mengapa pria itu mencintai gadis itu. Bisa jadi cewek manis itu lebih menggunakan
nalar hatinya dibandingkan nalar akal budinya. Bisa jadi orang yang mempertanyakan pilihan gadis manis itu lebih menggunakan
nalar akal budinya. Akhirnya sulit untuk menentukan, siapa yang benar dan salah karena masing-masing menggunakan nalarnya sendiri.
Ah… saya masih bingung soal dua nalar ini.

Popularity: 1% [?]

  • Share/Bookmark

Tulisan Terkait

5 Comments »

  • Aneka komentar cewek bila melihat :

    1. Cowok jelek dapet cewek cantik ===> Duh … beruntung sekali yaa cowok tersebut :)

    2. Cowok ganteng dapet cewek jelek ===>Hmm … maseh mending guwe yang jadi bininya !

  • stef says:

    banyak orang menilai secara lahiriah, tetapi TUHAN melihat isi hati manusia, seperti kata pengkhotbah kecantikan adalah bohong dan kemolekan adalah sia-sia, lebih baik lagi jika memunculkan apa yang dinamakan inner beauty, kecantikan atau ketampanan lahiriah mungkin hanya akan bertahan beberapa tahun saja, sementara karakter bertahan selamanya … cintailah seseorang bukan karena wajahnya, melainkan karakternya … GBU

  • G says:

    Penerimaan itu yang terpenting…………
    Mo jelek mo cakep mo kaya mo miskin kalo udah suka mo bilang pa lagi….
    Teladan kita kan beri contoh kasih yang enggak terkondisi jadi bersyukur kalo dapat pacar yang cakep………

    NOBODY IS PERFECT UNTILL YOU FALL IN LOVE WITH HIM/HER

  • J@ck says:

    emang benar sih, tapi kita juga gak bisa gitu aja menghakimi mereka. masalah hati kan ada yang gak bisa dipahami oleh akal manusia (meskipun dalam pacaran diperlukan).
    yah, setau gue klo laki-laki itu kelemahannya di mata (liat cewek cantik, dsb), kali cewek di telinga (dengar rayuan gombal, dsb).
    so saran aja biar s’mua-mua b’doa ‘n cari betul2 pasangan dr Tuhan.
    JBU.

  • tony says:

    sebagian review benar..tapi disamping 2 alasan tersebut masih ada hal2 lain yang mendasari,contoh:balasbudi,materi,rahasia yang mungkin hanya pasangannya yang bisa menerima…yang lainnya ya..cinta :D

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.