If it is right to praise God it is wrong not to praise Him and for that reason the tongue that is silent is sinful. - A.W.Tozer
Bible Study

Kumpulan Bahan Belajar Alkitab dalam format file pdf.

Computer & Internet

Semua tips komputer dan internet yang wajib untuk diketahui

Download

Wallpaper, Clipart, semua yang gratis ada di sini.

Jokes

Tempat melepas penat dengan tertawa.

Renungan

Tempat merenungkan kebaikan dan kasih setia Tuhan.

Home » Tips & Thoughts

Maunya Kita

Submitted by riel on 13/05/2005 – 1:30 PM | 273 views
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

“Loe enak… kerja di perusahaan bonafid.” ; “Ngomong sih gampang, loe kan kerja yang memang sesuai kemauan loe. Gak
heran loe enjoy kerjanya.” ; “Lha gua, kerja gak sesuai minat, gajipun pas-pasan.” Kira-kira begitulah obrolan
di antara kita yang bekerja demi menghidupi diri dan keluarga.

Dalam benak kita, akan lebih ‘enjoy’ kalau kita bekerja sesuai maunya kita, sesuai jurusan, sesuai minat kita, semua
kosa kata ’sesuai blablabla’ yang menurut kita akan membuat hidup lebih nyaman dan masa depan menjanjikan. Jauh dari
bayangan kita, bagaimana seorang pemulung bisa menjadi pengusaha. Sebab yang kita tahu, untuk menjadi berhasil harus
sesuai ‘kriteria’ dan ‘maunya’ kita: pendidikan tinggi, banyak pengalaman, banyak buku, banyak uang, perusahaan bonafid,
dan sebagainya. Ketika semuanya itu jauh dari jangkauan, kita mulai takut dan bersungut-sungut.

Akibatnya, banyak di antara kita yang pindah-pindah pekerjaan padahal penyebabnya hanya karena, “Pekerjaan itu
tidak sesuai dengan maunya gua!”. Saat kedewasaan kita diuji untuk sabar bertahan, kita memilih menyerah lalu ‘lari’ mencari
pekerjaan yang menurut kita bisa membuat kita nyaman.

Semua orang, akan tiba pada satu titik dimana ia tidak menyukai pekerjaannya. Ada pula orang yang memang ‘terpaksa bekerja’
karena tidak sesuai kemauannya demi memenuhi kebutuhan hidap. Tapi sudahkah kita tanyakan pada diri kita sendiri apakah ‘kemauan’ itu dibangun di atas dasar
hati yang mengucap syukur? Seringkali masalah ‘ketidaksukaan’ kita dengan pekerjaan hanya karena kita tidak tahu mengucap
syukur.

Tuhan pernah berkata, “Barangsiapa yang setia pada perkara kecil, kepadanya akan dipercayakan perkara yang lebih besar.”
Pernahkah terlintas dalam pikiran kita, bahwa pekerjaan yang tidak kita sukai itu justru akan menghantarkan kita menuju
masa depan yang lebih baik dimana Tuhan sendiri yang ’sengaja’ menempatkan kita bekerja di situ. Coba dengarkan suara Tuhan
dan perhatikan bisikan-Nya lewat pengalaman sehari-harimu. Tuhan sudah berbicara, Tuhan sudah memberi tanda, tapi kita
bersikeras untuk mengikuti ‘maunya’ kita.

Sampai kapanpun, kita akan terus menyusahkan diri bila menuntut ‘maunya’ kita itu. Jalan orang berbeda-beda. Ada yang
memang bekerja di perusahaan bonafid, ada yang bisa sekolah tinggi, ada yang punya banyak fasilitas, tetapi itu tidak
bisa dijadikan alasan atau ‘barometer’ keberhasilan.

Meski kita tidak menyukai pekerjaan yang kita lakukan, meski kita punya uang pas-pasan bahkan punya utang, meski
kita tidak sekolah tinggi-tinggi, meski kita tidak punya fasilitas seperti orang lain, kita masih punya harta berharga yang tidak
bisa dilihat oleh mata: iman dan kasih pada Tuhan kita Yesus Kristus, antusiasme, semangat hidup, pikiran positif, semua kualitas yang
berguna untuk menghantarkan kita menjadi pribadi yang memberkati orang lain.

Uang dan harta jangan dijadikan ukuran. ‘Maunya’ kita jangan dijadikan jalan yang akan membuat kita berhasil (menurut kita).
Sebab ada tertulis, “Jerih payahmu di dalam Tuhan, tidak akan sia-sia.” Miliki hati yang mengucap syukur, saya percaya, kita
semua akan menjadi bintang yang menerangi malam. Jadi, meski kita susah, miskin, pintu-pintu tertutup, jangan menyerah,
teruslah berharap kepada Tuhan. Dia sangat tahu apa yang terbaik untuk kita.

Mengutip perkataan seorang tokoh terkenal, Goethe, “It is not doing the things we like, but liking the things we have to do that make life happy.” (Bukannya melakukan
hal-hal yang kita sukai, tapi menyukai hal-hal yang harus kita lakukan, itulah yang membuat hidup bahagia). Selamat bekerja sungguh-sungguh,
giat belajar, dan lakukan dengan sebaik-baiknya apa yang memang harus dilakukan. Ingatlah senantiasa, Tuhan tidak pernah menyia-nyiakan mereka
yang berharap pada-Nya.

Popularity: 1% [?]

  • Share/Bookmark

Tulisan Terkait

One Comment »

  • fany says:

    bener lho, aku dulu pindah kerja dua kali yang pertama di Bank ternama berjalan 8 bulan, lalu yang kedua di perusahaan elektronik terbesar di Indonesia dan cuma bertahan 3 bulan. sekarang aku bekerja di perusahaan kecil dan tidak ada orang yang mengenalnya. Tapi sejauh ini aku merasakan bahwa Tuhan Buat Indah Pada Waktunya. walaupun perusahaan ini biasa, tapi sallary ku lumayan, ritme kerja juga tidak se stress dan underpressure yang dahulu. suasanya enak. Pokoknya Tuhan pasti punya rencana yang jauh lebih indah daripada apa yang kita pikirkan dan apa yang kita mau, Percayalah….

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.