Tolong Aku
Jalanmu adalah jalan sempit penderitaan. Sebuah jalan dimana kemuliaan dan kemenangan itu berada. Tekanan kuat dalam rumah yang fana ini semakin menguatkan kerinduanku
untuk segera berjumpa denganmu. Pengalaman terindah yang bisa dialami oleh seorang manusia adalah menangis dalam pelukanmu, penerimaanmu.
Aku merindukanmu dalam setiap tarikan nafasku. Aku rindu bercakap-cakap bersamamu saat matahari bersinar kekuningan di pagi
yang cerah. Aku rindu menyapamu dalam keluh kesah mereka yang membutuhkan pertolongan dan kasih. Aku rindu berteriak menyerah
dalam titik nol hidupku. Aku rindu bisa memahami semua yang membuat hatimu sedih.
Aku banyak mengecewakanmu. Mengabaikanmu demi sesuap ego. Melupakanmu demi sebongkah sungut-sungut. Menghinamu demi sejumput
pengkhianatan yang kubiarkan tumbuh. Aku merindukanmu… jangan biarkan dunia menjauhkanku darimu.
Tidak pernah kulupa perjumpaanku denganmu bertahun-tahun yang lalu. Kau angkat aku dalam kehinaan manusia yang berdosa.
Kau celikkan mataku untuk melihat hidup yang telah kau berikan. Sejak saat itu, aku tidak pernah sama lagi.
Tolong aku menjadi kuat melawan serangan penguasa di udara. Berdiri tegap berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan
keadilan. Berkasutkan kerelaan untuk memberitakan kabar baik damai sejahtera. Dalam segala keadaan menggunakan perisai iman, ketopong
keselamatan, dan pedang roh. Tolong aku berdiri gagah mengibarkan panjimu. Tolong aku tetap setia taat menuruti setiap perkataanmu. Perkataan yang memberiku hidup dan damai.
Kiranya sebait lagu dari manusia bebal sepertiku ini sampai di takhtamu yang kudus. Betapa hanya kau sumber kuatku, pemegang kunci kehidupanku. "Lebih dari segalanya… aku berharap padamu… Lebih dari para penjaga… mengharap fajar pagi… Begitu rindu hatiku… berada dekatmu… Alangkah dalam kasihmu… memenuhi hidupku… Tenanglah jiwaku… dalam naungan sayapmu… menembus awan kelabu… pandang kemuliaanmu… Selalu kurindu… dekat dalam hatimu… mengikuti rencanamu…"
Jika Anda menyukai artikel ini, silakan beri komentar atau berlangganan rss-feed untuk mendapatkan artikel-artikel terbaru UF di aplikasi feed reader Anda.





Comments
No comments yet.
Leave a comment