A will firmly engaged with God can swing the intellectual powers around to think on holy things. - A.W.Tozer
Bible Study

Kumpulan Bahan Belajar Alkitab dalam format file pdf.

Computer & Internet

Semua tips komputer dan internet yang wajib untuk diketahui

Download

Wallpaper, Clipart, semua yang gratis ada di sini.

Jokes

Tempat melepas penat dengan tertawa.

Renungan

Tempat merenungkan kebaikan dan kasih setia Tuhan.

Home » Karakter

Hormatilah Orangtuamu

Submitted by riel on 19/04/2005 – 10:03 AM | 357 views
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...
Kehidupan jauh lebih sederhana bila kita menghormati ayah dan ibu daripada semua kartu kredit utama.
Hai anak-anak, taatilah orangtuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian. Hormatilah ayahmu dan ibumu, ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini: supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi. Efesus 6:1-3

Leonard Pitts, Jr., mendeskripsikan perasaannya sewaktu bisnis membawanya ke Natchez, Mississippi, di mana ibunya dilahirkan dan dibesarkan. Menyetir mobil melintasi jalan-jalan kota itu, ia mengenang betapa dulu ia mengimpikan kekayaan yang pernah ia harapkan dapat diberikan kepada ibunya.

Katanya, "Pemberian termahal yang pernah saya berikan [kepada ibu saya] adalah sebuah tiket pesawat. Sebenarnya, saudara-saudara perempuan dan laki-laki saya ikut patungan untuk itu."

"Tiket itu adalah hadiah untuk apa yang akan menjadi ulangtahun terakhirnya sebelum kanker mengalahkan perjuangan Ibu selama bertahun-tahun. Rasanya itu sangat tidak memadai bila dibandingkan dengan apa yang telah diberikannya kepada kami: roh yang kaya dalam bayangan kemiskinan; keamanan di tepi kecemasan; rumah di belantara kota.

Menderita sakit jantung dan darah tinggi, dianiaya oleh suami yang telah menjual jiwanya pada botol minuman, Ibu memberi kami dirinya sendiri. la menjadikan kami wanita-wanita dan pria-pria. Apa artinya sebuah tiket pesawat dibandingkan dengan itu?”

Pitts lupa akan segalanya kecuali hadiah itu sampai ia berhenti di rumah sahabat karib ibunya, Isabel. Isabel memberitahu dia bahwa ibunya berkata, "Kehidupanku sungguh-sungguh berat. Tapi kalau aku tidak mempunyai anak-anakku, aku tak tahu apa yang akan kulakukan. Anak-anakku mengirimku pulang pada ulang-tahunku. Aku selalu ingin pulang satu kali lagi." Pitts merenung, "Saya selalu bertanya-tanya apakah Ibu tahu betapa berterima-kasihnya kami… Ibu tahu.”

Apakah ibu Anda tahu?

Sumber: Kisah-kisah Rohani Pembangkit Semangat untuk Semua Orang.

Popularity: 1% [?]

  • Share/Bookmark

Tulisan Terkait

Comments are closed.