Orang yang naik pitam selalu turun dengan buruk.
Akal budi membuat seseorang panjang sabar dan orang itu dipuji karena memaafkan pelanggaran. Amsal 19:11
Sang maestro besar, Toscanini terkenal karena temperamennya yang garang sebagaimana musiknya yang luar biasa. Bila anggota-anggota orkestranya bermain dengan buruk, ia sering mengambil apa pun yang ada dalam jangkauannya dan membantingnya ke lantai dengan berang.
Suatu kali sewaktu latihan sedang berlangsung seseorang salah memainkan sebuah nada mol, menyebabkan si jenius merenggut arloji mahalnya dan membantingnya. Arloji itu hancur begitu rupa hingga tak dapat diperbaiki.
Segera sesudah itu, Toscanini menerima sebuah kotak beludru mewah dari para pemusik setianya. Kotak itu berisi dua arloji, yang satu arloji emas indah, yang lain arloji murahan. Di belakang arloji yang murahan terukir kata-kata, "Hanya untuk latihan.”
Kalau temperamen Toscanini mempengaruhi hal-hal material, temperamen Homer lain lagi. Legenda mengatakan bahwa Homer bertemu dengan sekelompok anak laki-laki yang sedang dalam perjalanan pulang dari memancing.
Ketika ia bertanya kepada mereka tentang perolehan mereka, mereka menjawab, "Yang kami tangkap kami buang; yang tidak kami tangkap, kami simpan." Anak-anak itu mengacu pada kutu, dan gigitannya, bukan pada ikan. Homer, bagaimanapun juga, tak dapat menerka teka-teki mereka dan menjadi begitu gusar hingga membunuh dirinya sendiri.
Amarah jarang membuahkan hasil positif, dalam kehidupan Anda ataupun dalam kehidupan orang-orang di sekitar Anda. Belajarlah meredakan amarah!
Sumber: Kisah-kisah Rohani Pembangkit Semangat untuk Semua Orang.
Popularity: 1% [?]
Tulisan Terkait
- Tidak ada tulisan terkait.