« « Kristus Telah Dibangkitkan - Selamat Paskah!       |       Menopang yang Lemah » »

Berhenti Berlangganan Telkom Speedy

Bulan Januari 2005 yang lalu, saya diwawancarai lewat telepon oleh wartawan dari Majalah Komputer Aktif perihal layanan Telkom Speedy.
Beritanya dimuat dalam rubrik Konsumen Aktif di Majalah Komputer Aktif No. 98 - 26 Jan 2005 berjudul ‘Tagihan Menggembung, Pelanggan Buntung‘.

Hingga saat ini, saya menilai layanan intenet broadband ‘Speedy’ milik Telkom ini masih jauh dari harapan. Halaman
web yang menyajikan informasi pemakaian bandwidth yang disediakan di Plasa.com lebih sering tidak aktif atau lama sekali untuk dibuka padahal mengaksesnya
lewat Speedy. Informasi penggunaan bandwidth-nya pun belum ter-update secara real time alias pelanggan harus menunggu beberapa jam (bahkan beberapa hari) dulu baru bisa mengetahui seberapa besar bandwidth yang baru saja digunakannya.

Di sana juga belum ada informasi tagihan nominal rupiah yang harus dibayarkan baik yang sudah dibayarkan bulan lalu dan terkini. Belum lagi surat tagihan yang hanya berisi jumlah rupiah yang harus saya bayarkan tanpa pernah dilampirkan informasi bandwidth
yang digunakan agar pelanggan bisa membandingkannya. Lucunya lagi, seorang petugas perempuan di Kantor Layanan Speedy di Telkom Prumpung, menjawab seadanya nyaris pas-pasan setiap pertanyaan yang saya ajukan.

Saya tanyakan mengapa saya tidak bisa lagi melihat informasi penggunaan bandwidth untuk tahun 2004 lalu. Dia menjawab dengan singkat, "Sistem secara otomatis menghapus informasi yang lama per tiga bulan." "Busyet dah. Jadi nanti gua nggak bisa lihat-lihat lagi dong informasi penggunaan bandwidth tiga bulan yang lalu kalau sistemnya kayak gitu,’ kata saya dalam hati sedikit jengkel.

Awal Maret 2005 lalu, saya ke kantor Telkom Prumpung membayar tagihan Speedy. Rupanya saya dilayani oleh petugas kasir yang
dulu pernah melayani saya bersama-sama menghitung ulang biaya tagihan Speedy yang ‘over dosis’ (Baca ‘Billing Telkom Speedy Kacau!‘). “Billingnya sekarang
sudah benar”, jawab ibu itu kepada saya, setelah saya bertanya tentang janji Telkom untuk membenahi sistem billing Speedy-nya.

Namun, betapa terkejutnya saya ketika saya diminta untuk membayar biaya sebesar Rp 132.000 yang katanya biaya ‘adjustment’ sebagai konsekuensi dari adanya perubahan sistem billing Speedy. “Lalu, biaya yang dikoreksi dan dihitung kembali tempo hari
sama aja boong dong?” tanya saya dalam hati dengan bingung. Saya berpikir apakah si petugas kasir yang salah hitung waktu itu atau
memang saya yang jadi ‘korban’ (lagi) karena dikenakan biaya seenaknya oleh Telkom tanpa saya memperoleh penjelasan yang jelas. Ibu itu
cuma bilang ‘biaya adjustment’ di bulan Desember. Ck.. ck.. ck…

Rencananya bulan depan saya berhenti menggunakan Speedy karena lebih banyak mengecewakan daripada manfaatnya. Mungkin pengguna
Speedy berbandwidth unlimited tidak mengalami masalah ini, tetapi bagi pengguna Speedy berbandwidth limited seperti
saya dan yang lainnya, sangat terasa buruknya layanan Speedy ini. Tampaknya, itikad Telkom untuk memperbaiki layanannya masih jauh dari harapan. Bye…bye… Speedy…

Artikel Lain Tentang Telkom Speedy:


1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Print Artikel Ini Print Artikel Ini

Jika Anda menyukai artikel ini, silakan beri komentar atau berlangganan rss-feed untuk mendapatkan artikel-artikel terbaru UF di aplikasi feed reader Anda.

Comments

pake StarOne unlimited/Matrix unlimited aja Riel.. 200 rebu sebulan.. tp kualitasnya sih gak tahu ya…

Leave a comment

(required)

(required)