Seorang profesional adalah seorang yang dapat melakukan pekerjaan terbaiknya saat ia merasa tidak ingin melakukannya.
Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh mahkota yang abadi. 1 Korintus 9:25
Sepasang suami-istri bangun pagi-pagi pada suatu hari Minggu. Mereka sarapan, lalu si istri ke kamar untuk berganti pakaian untuk ke gereja. Saat tiba waktunya mereka harus berangkat untuk kebaktian pagi, ia melihat suaminya tidak menunjukkan gelagat hendak berganti pakaian. la bertanya, “Mengapa kamu belum berganti pakaian untuk ke gereja?"
Suaminya berkata, "Karena aku tidak mau pergi." Si istri bertanya, "Apa kamu punya alasan yang bagus?" Suaminya berkata, "Ya, aku punya tiga alasan bagus."
"Yaitu?" tanya si istri. "Pertama, jemaatnya dingin. Kedua, tak seorang pun menyukaiku. Dan ketiga, pokoknya aku tidak mau pergi pagi ini.”
Si istri menjawab dengan hikmat, "Sayang, aku punya tiga alasan mengapa kamu harus pergi."
"Yakinkan aku," kata suaminya. "Pertama, jemaatnya hangat. Kedua, ada beberapa orang yang menyukaimu di sana. Dan ketiga, kamu gembalanya. Jadi, ayo ganti pakaian!"
Tak seorang pun senang melakukan apa yang benar dan baik setiap saat. Kita masing-masing pernah mengalami saat-saat ketika kita lebih memilih untuk melakukan dengan setengah hati atau menyerah pada godaan. Tanda profesionalisme, bagaimanapun juga, adalah menundukkan apa yang tidak ingin Anda lakukan dengan tetap melakukannya.
Sumber: Kisah-kisah Rohani Pembangkit Semangat untuk Semua Orang.
Popularity: 2% [?]
Tulisan Terkait
- Tidak ada tulisan terkait.