Hikmat adalah kualitas yang mencegah Anda masuk dalam situasi dimana Anda memerlukannya.
Aku mengajarkan jalan hikmat kepadamu, aku memimpin engkau di jalan yang lurus. Bila engkau berjalan langkahmu tidak akan terhambat, bila engkau berlari engkau tidak akan tersandung. Amsal 4:11-12
Suatu hari, tiga orang berwajah kasar yang mengendarai sepeda motor besar masuk ke sebuah kafe di tepi jalan raya. Di dalam, mereka hanya bertemu dengan seorang pelayan, si koki, dan seorang supir truk – seorang pria bertubuh kecil yang sedang duduk di kursi di depan meja panjang. Si supir truk sedang menyantap makan siangnya dengan tenang.
Para pengendara motor itu, marah karena mereka merasa seorang supir truk memotong jalan mereka beberapa mil sebelum mereka tiba di situ, memutuskan untuk melampiaskan kekesalan mereka pada pria tak bersalah ini.
Mereka merampas makanannya dan mengolok-olok dia, tertawa-tawa tepat di depan mukanya dan mencaci-maki dia dengan berbagai julukan. Si supir truk tidak mengatakan apa-apa. la hanya berdiri, membayar makanannya, dan berjalan keluar.
Salah satu dari ketiga pria tadi, tidak senang karena tidak berhasil memanas-manasi si pria kecil, berkata kepada si pelayan, “Dia bukan laki-laki, ya kan?"
Si pelayan menjawab, “Kurasa bukan." Lalu memandang ke luar jendela, ia menambahkan, “Kurasa dia juga bukan supir truk. Dia cuma melindas tiga sepeda motor dalam perjalanan keluar dari tempat parkir.”
Sebagian besar masalah yang kita hadapi dalam kehidupan sebenarnya kita buat sendiri – melalui hal-hal yang kita katakan atau lakukan, atau hal-hal yang belum kita katakan dan belum kita lakukan.
Sekarang selalu merupakan waktu yang baik untuk meminta kepada Tuhan hikmat untuk membuat pilihan-pilihan yang akan mencegah kita terlibat dalam masalah di masa mendatang.
Sumber: Kisah-kisah Rohani Pembangkit Semangat untuk Semua Orang.
Popularity: 1% [?]
Tulisan Terkait
- Tidak ada tulisan terkait.