Tertawalah
Para ilmuwan mempelajari efek tawa pada manusia dan menemukan, di antara hal-hal lain, bahwa tawa memiliki efek seketika yang mendalam pada semua organ penting dalam tubuh manusia.
Tawa mengurangi ketegangan yang merusak kesehatan. Tawa secara bersamaan menenangkan jaringan-jaringan dan menggiatkan organ-organ. Tawa menyebabkan dilepaskannya dopamine dan serotonin dalam otak, substansi-substansi alami yang meningkatkan perasaan sehat walafiat.
Serupa dengan itu, pengkhotbah besar Charles H. Spurgeon pernah menekankan kepada sebuah kelas berkhotbah pentingnya membuat ekspresi wajah yang senada dengan khotbah seseorang.
"Bila Anda berbicara tentang Surga," katanya, "biarlah muka Anda berseri-seri, biarlah wajah Anda memancarkan cahaya surgawi, biarlah mata Anda bersinar dengan pantulan kemuliaan. Tapi kalau Anda berbicara tentang Neraka - wajah biasa Anda sudah cukup."
Walau kita mungkin berpikir "memaksakan" suatu ekspresi wajah, seperti senyuman, atau memaksakan sebuah tawa akan jelas kelihatan kalau dibuat-buat, para ilmuwan menemukan bahwa bahkan tawa yang dipaksakan sekalipun efeknya bermanfaat, baik secara mental maupun secara fisik. Lain kali Anda merasa gugup, letih, atau tertekan, tertawalah!
Sumber: Kisah-kisah Rohani Pembangkit Semangat untuk Semua Orang.
Jika Anda menyukai artikel ini, silakan beri komentar atau berlangganan rss-feed untuk mendapatkan artikel-artikel terbaru UF di aplikasi feed reader Anda.





Comments
No comments yet.
Sorry, the comment form is closed at this time.