The sacred has been secularized, the holy vulgarized and worship converted into a form of entertainment. - A.W.Tozer
Bible Study

Kumpulan Bahan Belajar Alkitab dalam format file pdf.

Computer & Internet

Semua tips komputer dan internet yang wajib untuk diketahui

Download

Wallpaper, Clipart, semua yang gratis ada di sini.

Jokes

Tempat melepas penat dengan tertawa.

Renungan

Tempat merenungkan kebaikan dan kasih setia Tuhan.

Home » Wow Articles

MENDAPATKAN IDE BISNIS POTENSIAL

Submitted by deardo on 18/01/2005 – 10:25 AM | 898 views
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 5.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

Semua bisnis yang sukses pada mulanya berasal dari satu ide bisnis
saja. Coba saja kita lihat eBay, amazon.com, Disneyland, Microsoft,
Pixar. Semua adalah perusahaan atau jenis usaha yang meraup
pemasukan miliaran dolar. Mereka juga menjadi perusahaan langganan
Fortune 500. Siapa yang tidak ingin memiliki usaha seperti ini? Dari
mana ide-ide bisnis berpotensi sukses didapatkan?

Di mana ada kemauan di situ ada jalan, di mana ada kesempatan, di
situ ada ide bisnis. Lalu kesempatan apa yang mengandung ide bisnis?
Membantu orang lain. Pierre Omiday, pendiri situs binis di Internet
yang mempertemukan pembeli dan penjual dari berbagai penjuru dunia,
menemukan ide bisnisnya ketika membantu seorang teman untuk
mendapatkan pembeli. Ia lalu membuatkan sebuah situs untuk
mempromosikan barang dagangan temannya tersebut, dan mengundang
pedagang dan pembeli lainnya untuk juga mencari pembeli atau penjual
di situs yang sama. Dalam beberapa bulan setelah peluncuran eBay,
jutaan orang telah mengakses situs ini.

Pierre kemudian mengutip uang jasa 25 sen sampai 2 dollar bagi tiap
penempatan informasi di situs ini, dan juga mendapatkan komisi
beberapa persen saja dari total tiap transaksi.

Dalam tiga tahun setelah diluncurkan pertama kali tahun 1995, eBay
sudah layak ditawarkan di pasar publik. Tahun 2000, eBay sudah
mengundang 22 juta orang untuk bertransaksi (jumlah ini lebih banyak
dari jumlah penduduk di beberapa negara bagian di Amerika Serikat).
Dengan penghasilan yang diperolehnya dari situs ini, Pierre akhirnya
berhenti dari pekerjaannya sebagai insinyur programming di sebuah
perusahaan dan berteken di usaha yang dibangunnya sendiri tersebut.

Hobi. Bill Gates, si raja komputer dari Amerika Serikat, memulai
bisnisnya dari sebuah hobi mengutak-atik program komputer. Hobi yang
ditekuni dengan serius ini telah berhasil membawa Bill Gates untuk
menemukan komputer yang lebih praktis dan lebih mudah digunakan dari
pada komputer besar yang pada saat itu digunakan.
Ide ini pernah ingin dijualnya kepada perusahaan besar, tetapi
ditolak.

Penolakan tidak membuat Bill Gates patah semangat, ia mencoba
menyempurnakan ide bisnisnya tersebut, untuk kemudian dilempar
kembali ke pasar sebagai ide bisnis yang ternyata diterima dengan
baik oleh masyarakat. Dengan upayanya ini, Bill Gates berhasil
membangun kerajaan Microsoft yang saat ini telah menggurita di
seluruh dunia dengan pemasukan yang luar biasa.

Pengamatan. Ray Kroc, tokoh di balik sukses restoran waralaba cepat
saji McDonald, mendapatkan ide bisnisnya dari pengamatannya terhadap
tingkah laku masyarakat pekerja di sekitarnya. Ia mengamati mereka
dan mendapatkan bahwa masyarakat pekerja senantiasa sibuk dan
menginginkan layanan yang cepat ketika mereka menghabiskan waktu
untuk makan siang.

Dari pengamatannya selama perjalanan bisnisnya menawarkan peralatan
masak ke beberapa restoran, Ray Kroc yang pada waktu itu berprofesi
sebagai tenaga penjual menemukan sebuah restoran unik yang dikelola
oleh dua bersaudara McDonald. Restoran ini fokus pada satu jenis
masakan saja dan masakan ini juga disajikan dengan efisien sehingga
waktu tunggunya juga sangat singkat.

Restoran ini akhirnya dibeli oleh Ray Kroc dan dikembangkan menjadi
restoran wara laba yang sukses yang telah merambah hampir ke seluruh
negeri yang ada di muka bumi ini.

Ide lama. Jeff Bezos dari Amazon.com mendapatkan ide bisnisnya
dengan memperbaharui ide lama penjualan buku di toko buku biasa. Ide
lama ini ia perbaharui: tempat penjualan diperbaharui (bukan di toko
buku, tetapi di Internet). Cara pembayaran dan pengiriman buku juga
diperbaharui (lebih dibuat praktis dan cepat).

Praktis karena pembeli bisa membayar menggunakan kartu kredit kapan
saja dan dimana saja ia berada. Pengiriman buku juga dibuat lebih
cepat, dari pengiriman buku dengan memesan secara tradisional ke
toko buku biasa.

Ide orang lain. Jennifer Basye Sander membangun kerajaan “Buku
Kuning” (direktori) seluruh bisnis yang dikelola oleh wanita di kota
tempat ia tinggal. Ternyata buku ini akhirnya menjadi laris.
Informasi dalam buku ini senantiasa diperbaharui agar selalu up-to-
date.

Dari mana ide ini berasal? Ternyata ide ini ditemukan oleh Jennifer,
penulis buku “Niche and Grow Rich”, dari kota lain yang sempat ia
kunjungi yang juga memiliki Direktori serupa yang ternyata laris
manis di kota tadi. Ia lalu membawa ide bisnis ini (ide orang lain
yang telah sukses diterapkan di satu kota) untuk diterapkan di kota
tempat ia tinggal. Ternyata ide inipun mendapat sambutan yang luar
biasa yang memberikan pemasukan yang memuaskan Jennifer Basye
Sander.

Kolaborasi. Dua kepala lebih baik dari satu (Two heads are better
than one). Begitu kata pepatah. Ternyata ada benarnya juga.
Dewitt dan Lila Wallace berkolaborasi sebelum berhasil membangun
kerajaan bisnis dari penerbitan majalah inspirasi bulanan Reader’s
Digest. Ketika baru pulang dari tugas negara pada Perang Dunia II,
Dewitt mendiskusikan ide untuk memberikan inspirasi kepada
masyarakat untuk membangun kembali kepercayaan diri mereka dan
menemukan ide-ide yang dapat diterapkan untuk mendapatkan pemasukan.

Dari hasil diskusi dengan isterinya Lila, Dewitt akhirnya
mendapatkan ide bisnis yang cemerlang. Ide ini berhasil memberi
inspirasi dan manfaat bagi banyak orang di seluruh dunia.
Mengubah Ide Bisnis Menjadi “Uang”Setelah kita mendapatkan ide
bisnis yang brilian, lalu apa langkah kita selanjutnya untuk
mengubah ide tersebut menjadi mesing uang? Banyak sekali yang bisa
kita lakukan, namun berikut ini ada beberapa ide yang mungkin bisa
Anda coba.

Terbitkan. Tom Peters, Alvin Toffler, Ken Blanchard, Maxwell adalah
beberapa tokoh yang menuangkan ide bisnis mereka dalam buku-buku
yang lalu mereka terbitkan. Demikian pula dengan para pengarang
novel ternama, seperti Stephen King, Agatha Christie yang menuangkan
ide-idenya dalam novel yang kemudian diterbitkan. Dari buku-buku
ini, sang pengarang mendapatkan pemasukkan, apalagi jika buku-buku
ini menjadi buku yang laris.

Catatkan secara hukum. Ide Anda juga bisa Anda catatkan untuk
mendapatkan copy right. Seorang artis Indonesia mencatatkan gayanya
disertai kalimat khusus untuk mengungkapkan gaya tersebut untuk
mendapatkan hak cipta.

Hak Cipta ini bisa mendatangkan royalty dalam bentuk uang yang bisa
Anda nikmati ketika orang lain menggunakan ide Anda. Anda juga bisa
menjual hak cipta ini (baik sebagian ataupun seluruhnya) kepada
perusahaan lain atau orang lain dan mendapatkan uang juga dari sini.

Demokan. Cara lain untuk mengubah ide menjadi keuntungan finansial
adalah dengan mendemokan kepada publik melalui seminar, pelatihan,
ataupun sekedar pertunjukkan dalam bentuk hiburan. Beberapa
akademisi dan praktisi memilih cara ini untuk memperkenalkan ide
mereka kepada publik.
Robert T Kiyosakhi, setelah menuliskan idenya dan menerbitkan buku
yang mencakup ide ini, ia mendemokan cara menerapkan ide-idenya
melalui seminar keliling dunia. Beberapa waktu lalu, penulis dan
pebisnis kondang inipun dijadwalkan mengunjungi Indonesia untuk
berseminar di sini. Tentunya, Anda harus sudah mengenal siapa target
audience yang akan menghadiri seminar, pelatihan, atau pertunjukkan
yang Anda gelar.

Berikan sebagai nasihat kepada orang lain. Pada saat tulisan ini
sedang dikerjakan, penulis sedang berada di depan televisi menonton
acara yang disampaikan oleh Suze Orman di sebuah stasiun televisi
dunia. Suze Orman menerima berbagai pertanyaan dari pemirsa di
seluruh dunia tentang bagaimana mengelola keuangan pribadi.
Dengan pengalaman yang luas, pengetahuan yang dalam, dan rasa
percaya diri tinggi, Suze berinteraksi dengan para pemirsa sambil
memberikan kiat-kiat praktis mengelola keuangan pribadi. Ternyata
cara ini (memberikan ide kita kepada orang lain dalam bentuk tips
praktis) bisa juga dijadikan cara untuk mengubah ide menjadi “uang.”
Jual sebagai konsumsi masyarakat. Cara umum yang banyak diterapkan
orang adalah mengubah ide menjadi produk atau jasa yang bisa dijual
untuk konsumsi masyarakat. Howard Schultz mengubah ide bisnisnya
(bahwa masyarakat memerlukan tempat untuk berdiskusi dengan minuman
dan makanan ringan) ini menjadi mesin uang dengan mendirikan kedai
kopi yang dapat dikonsumsi oleh masyarakat banyak terutama
masyarakat bisnis.
Ide sederhana namun unik untuk menjual air putih cepat saji juga
telah terbukti sukses. Ide ini diterapkan dengan menjual air putih
dalam kemasan, yang kemudian laris manis, bahkan telah diikuti oleh
berbagai pihak untuk mengeruk keuntungan dari ide yang sejenis.

Ide akan tetap berupa ide jika tidak diupayakan untuk diubah menjadi
bentuk usaha yang mendatangkan uang. Jadi, ide yang baru saja Anda
baca ini perlu Anda tindaklanjuti dengan tindakan nyata: mencari ide
dan mengubah ide menjadi mesin uang.
Namun yang perlu diingat juga, setelah ide Anda menjadi mesin uang,
ide ini harus senantiasa diperbaharui ataupun dilengkapi agar tidak
tergilas oleh pihak lain yang ingin meniru ide ini. Selamat mencari
ide dan mengubah ide Anda menjadi sumber uang.

Popularity: 2% [?]

  • Share/Bookmark

Tulisan Terkait

One Comment »

  • networker says:

    yup.. that’s right..
    i agree to all those ideas..
    they’re all great people who stand up and
    make changes..

    and here.. i got a business opportunity
    that’s potential for everyone..

    well if you like to know ’bout it,
    just message me..

    maybe u can be one of them who make
    changes to their life….. for better..

    peace…

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.