Ibadah Natal Batak Bermazmur hari Kamis, 16 Desember 2004 terasa kurang dipersiapkan.
Susunan acaranya tidak jelas dan tidak disesuaikan dengan temanya yaitu Terang yang Mengubah Dunia.
Tapi hal ini ditutupi oleh khotbah Pdt. Erastus Sabdono yang singkat namun padat, jelas dan tegas.
Satu hal yang sangat saya syukuri hari itu, adalah saya, dua adik, dan kedua orang tua datang
bersama-sama bagaikan ‘rombongan’ dan kompak. Padahal banyak anak-anak muda sekarang yang merasa
malu kalau pergi bersama-sama orang tuanya ke gereja. Mungkin karena sudah merasa ‘gede’, dan sebagainya.
Setiap hari Natal, ada sebuah lagu yang pasti akan membuat saya tersenyum
bahkan tidak jarang merenung bahwa hidup ini untuk memuliakan Tuhan. Sebuah
lagu Natal yang reff-nya berbunyi, Glo….ooo…ooo…ooo… ria… in.. ex..
cel.. cis.. de..o… (muliakan Tuhan)
Oleh ayah saya, frase ‘gloria in excelcis deo’ disingkat
menjadi Lorielcide dan itu dijadikan nama tengah saya. Dari nama
‘Lorielcide’ ini, saya menggunakan kata ‘Riel’ sebagai nickname
di UF. Asal-asul nama ini baru saya ketahui ketika saya duduk di bangku SMP.
Mungkin, ini bisa jadi masukan buat sobat UF kalau memberi nama untuk anak
tidak melulu harus dari buku atau nama ‘pasaran’, bisa juga hasil ‘kreativitas’
mengutak-atik kata atau frase. Akibat dari nama ini bermacam-macam. Ada yang
mengira saya orang bule karena menyebut nama ini ditelepon dan banyak pula
yang merasa kesulitan untuk mengejanya baik guru atau teman.
Entah kebetulan atau tidak (saya percaya tidak ada yang kebetulan di dunia ini, dari kacamata iman Kristen), Hata Sipaingot (ayat
Alkitab) yang
saya peroleh setelah mengikuti Sidi (belajar Alkitab, sejarah gereja HKBP, dan sebagainya) di HKBP Sutoyo selama setahun (1995-1996),
diambil dari Yesaya 26:4, “Percayalah kepada TUHAN selama-lamanya, sebab TUHAN ALLAH adalah gunung batu yang kekal.”
Kedua hal ini (gloria in excelcis deo dan hata sipaingot) selalu mengingatkan
saya tentang Dia, yang datang ke dunia mengambil rupa seorang hamba, merendahkan
diri-Nya hingga mati dan bangkit duduk di sebelah kanan Allah. Firman itu
telah menjadi manusia dan diam di antara kita.
Hidup di dunia ini tidak akan pernah mudah. Selalu ada tantangan dan cobaan. Ada masa-masa kita merasa takut, bimbang, dan
khawatir. Tetapi bersama Dia kita aman. Bersama Yesus kita kuat. Bersama Sang Penebus kita dilayakkan untuk menghadap takhta
kasih karunia Allah dan menceritakan semua isi hati kita.
Memiliki Kristus, adalah memiliki segalanya dalam hidup ini. Sukacita yang
sejati hanya ada di dalam Dia. Tahukah kamu, bahwa kita sebagai orang yang
percaya kepada-Nya, memiliki satu karunia yang tidak dimiliki oleh orang lain
meski mereka kaya, pintar, memiliki segala isi dunia ini? Kita memiliki ‘damai
sejahtera yang melampaui segala akal’, damai sejahtera dari Allah yang memampukan
kita untuk terus hidup dalam pengharapan meski badai dan cobaan datang silih
berganti. Hari ini, saya bersyukur buat perbuatan-Nya yang ajaib dalam kehidupan
saya. Bagaimana dengan sobat UF?
Popularity: 1% [?]
Tulisan Terkait
- Tidak ada tulisan terkait.