Sudah lebih dari seminggu, UF tidak lagi di-update. Kepada semua sobat UF, saya
meminta maaf akan hal ini. Well, tidak banyak yang bisa diceritakan tentang apa
yang sedang terjadi di UF. Seperti tahun-tahun sebelumnya, UF mulai jarang di-update sejak bulan November dan Desember.
Alasannya, mungkin karena UF merasa lelah terus berlari sepanjang tahun ini mengeruk sebisa mungkin
berbagai ide dan berbagi pengalaman hidup. Tidak mudah untuk membangun situs rohani dan
menulis hal-hal yang mengusik atau menyentuh kehidupan rohani secara konsisten. Pasti lebih
mudah kalau kita membangun situs tentang hobi, games, dan sebagainya karena tidak berurusan
dengan pribadi dan karakter kita.
Membangun situs Kristen harus berurusan dengan integritas, kerinduan, antusiasme akan hal-hal rohani, pencarian terus-menerus tentang Tuhan dan Firman-Nya, dan yang terakhir, sikap hati yang melayani. Bila tidak demikian,
hal yang paling dibenci oleh Tuhan akan menguasai, yaitu kemunafikan.
Dunia maya memungkinkan orang untuk menyembunyikan karakternya yang sebenarnya dari orang lain.
Itulah mengapa, UF dengan tegas menarik garis batas antara kejujuran dan kemunafikan. Jujur berarti
membagikan kehidupan bersama Tuhan dengan apa adanya, lakukan kebenaran baru katakan dan ajarkan.
Munafik berarti mengajarkan kebenaran tetapi tidak hidup di dalamnya. Tentunya terlepas dari ‘relativitas’
kebenaran itu sendiri.
Puji syukur kepada Tuhan, kalau UF masih berada dalam pagar pemeliharaan dan didikan Tuhan. UF masih
diingatkan akan banyak hal termasuk mengingat bahwa hidup ini hanya punya satu tujuan yaitu
memuliakan Allah yang telah datang ke dunia melalui anak-Nya, Yesus Kristus.
Sejujurnya, Natal di bulan Desember tahun 2004 ini terasa kurang meriah bagi saya. Mungkin karena Dhe yang
tidak pulang ke Jakarta merayakan Natal dan Tahun Baru, atau bisa juga karena keinginan hati untuk mengurangi
kecepatan lari dan berdiam sejenak mencari peneguhan akan rencana Tuhan di tahun 2005.
Tadi siang, saya mampir sebentar ke Toko Buku Immanuel di Jalan Proklamasi, Jakarta. Suasananya cukup ramai.
Di sana wajah-wajah ceria sedang asyik memilih-milih kaset-kaset Natal dan pernik-pernik Natal. Mungkin, ada pula yang datang ke sana sekedar untuk
merasakan suasana Natal dan mengisi waktu luang.
Saya juga ikut sibuk mencari kaset Natal yang bagus dan terbaru. Tetapi sayang, tidak ada yang
cukup menarik hati untuk dibeli. Tapi untunglah, di sana saya menemukan album terbaru ‘Wire’ dari
Third Day, salah satu band Kristen favorit saya. Tanpa pikir panjang dan berasumsi bahwa kasetnya bagus
(fans berat biasanya berasumsi seperti itu), saya langsung membelinya.
Mungkin ada yang bertanya, hal-hal apa saja yang saya lakukan beberapa minggu
terakhir ini. Seminggu terakhir saya sibuk menyiapkan kado Natal yang istimewa
untuk Dhe dan harus siap dikirimkan ke NTT minggu ini. Selain itu, saya lebih
banyak menghabiskan waktu jalan-jalan bersama keluarga (mumpung masih bisa,
sebab kalau sudah menikah nanti, waktu dan pikiran sudah lebih banyak untuk
istri dan anak-anak), menonton berbagai film DVD dengan kategori science
fiction, animasi, action, dan perang. Terakhir, saya menonton
film ‘I, Robot’, ‘The Matrix Trilogy’, Barber Shop 1 dan 2, dan sebagainya.
Pokoknya semua film yang punya alur cerita bagus, special effect
yang canggih, dan tidak mengumbar adegan seks di sana-sini.
Di samping itu, saya harus fokus mengerjakan proyek membuat sebuah buku yang
menurut rencana akan diterbitkan bulan Februari 2005 nanti. Saya bertanggung
jawab penuh untuk mengoreksi kurang lebih 600 halaman dan menyusun index dari
buku yang disusun dan ditulis oleh ayah saya sendiri. Ini merupakan pengalaman
pertama bagi saya.
Popularity: 1% [?]
Tulisan Terkait
- Tidak ada tulisan terkait.