The degree of blessing enjoyed by any man will correspond exactly with the completeness of God's victory over him. - A.W.Tozer
Bible Study

Kumpulan Bahan Belajar Alkitab dalam format file pdf.

Computer & Internet

Semua tips komputer dan internet yang wajib untuk diketahui

Download

Wallpaper, Clipart, semua yang gratis ada di sini.

Jokes

Tempat melepas penat dengan tertawa.

Renungan

Tempat merenungkan kebaikan dan kasih setia Tuhan.

Home » Daily Life

Berlebaran ke Ma’had Al-Zaytun

Submitted by riel on 24/11/2004 – 1:57 PM | 560 views
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 5.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

Panji GumilangKemarin,
Selasa, 23 November 2004, saya bersama rekan-rekan wartawan lainnya berlebaran
ke Ma’had Al-Zaytun, sebuah pondok Pesantren modern komprehensif di Indramayu,
Jawa Barat. Di sana kami bertemu dengan beberapa pengurus Ma’had Al-Zaytun
termasuk pimpinannya, Syaykh
AS Panji Gumilang
. Ponpes ini menuai berbagai hujatan bahkan dianggap
sesat oleh beberapa kalangan.

Isu terakhir yang muncul adalah Ma’had Al-Zaytun dicap sebagai Islam Liberal.
Isu ini semakin santer setelah Ma’had Al-Zaytun menerima kunjungan rombongan
Gereja
Kristen Protestan Indonesia bagian Barat (GPIB) Koinonia
, Jakarta, Sabtu,
31 Juli 2004 ke mahad ini. Saya menyaksikan sendiri bagiamana prosesi penyambutan
yang diselengarakan oleh Ma’had Al-Zaytun atas rombongan GPIB ini.

Saya banyak belajar dari pimpinan mahad ini. Pernyataan-pernyataannya yang
sarat filosofi dan open-minded menunjukkan dia sosok yang punya banyak pengalaman
dan banyak membaca buku. Penggunaan istilah tertentu pun bisa membuat pikiran
kita tergelitik untuk mencernanya lebih jauh.

Misalkan saja dalam obrolan kemarin malam, ia berkata, “Bukan saling pengertian tapi saling memahami…”
Sepintas lalu tidak ada yang berbeda antara istilah ’saling pengertian’ dengan ’saling memahami’. Namun, kalau
kita berpikir sedikit kreatif, makna ’saling pengertian’ jauh berbeda dengan ’saling memahami’.

Kata ’saling pengertian’ memiliki unsur keterpaksaan untuk menerima orang
lain (cara berpikir, gaya hidup, prinsip, dan sebagainya). Kita dengan ‘terpaksa’
menerima orang lain tanpa ada usaha untuk mengenal dia lebih jauh.

Sedangkan makna kata ’saling memahami’ memiliki unsur usaha untuk lebih mengenal
satu sama lain. Berusaha menerima orang lain bukan karena ‘pengertian’ (terpaksa)
tetapi karena memahami orang itu, mengapa ia berpikir dan bertindak, lalu
kemudian bersikap terbuka untuk terus mengasihi orang itu.

Dalam obrolan itu, sebenarnya saya lebih banyak diam mendengarkan. Ada 8 orang yang berkumpul dan saya merupakan orang yang
paling muda, sisanya sudah berkeluarga. Obrolan berakhir pukul 11 malam, dan kami pun pulang. Saya tiba di rumah dan langsung
terkapar di tempat tidur sekitar pukul 3.30 pagi.

Popularity: 1% [?]

  • Share/Bookmark

Tulisan Terkait

3 Comments »

  • bedjoo says:

    Semoga cinta kasih dan kedamaian seperti ini dapat ditebarkan ke seluruh pelosok negeri tercinta ini, sehingga semua umat dapat hidup bersama penuh toleransi dan perdamaian.

    Salam,
    Bejo Mujahid.

  • denny says:

    Saya telah mengenal United Fool dan memang selalu di situs inilah terasa nyaman dan suka berlama-lama. Memang hanya sedikit yang paham.

  • Yah, saya mendukung dan berdoa semoga kasih persaudaraan , perdamaian , kelembutan hati , dan mau bersama memperbaiki bangsa ini semakin terwujud di lingkungan sekitar kita berada sehingga nanti ke seluruh Indonesia bahkan dunia.

    Kepada Bapak-Bapak yang telah memulai contaoh baik ini, Selamat berjuang untuk kebenaran dan kebaikan. Tuhan Yesus memberkati Bangsa Indonesia