Thinking stirs feeling and triggers action. That is the way we are made and we may as well accept it. - A.W.Tozer
Bible Study

Kumpulan Bahan Belajar Alkitab dalam format file pdf.

Computer & Internet

Semua tips komputer dan internet yang wajib untuk diketahui

Download

Wallpaper, Clipart, semua yang gratis ada di sini.

Jokes

Tempat melepas penat dengan tertawa.

Renungan

Tempat merenungkan kebaikan dan kasih setia Tuhan.

Home » Karakter

Bertanding dalam Arena

Submitted by riel on 22/10/2004 – 7:16 AM | 142 views
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...
Orang-orang yang tidak melakukan apa-apa dalam kehidupan tidak memiliki kualifikasi untuk menjadi hakim atas orang-orang yang telah melakukan sedikit.
Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi. Matius 7:1-2

Presiden Theodore Roosevelt pernah berkata, “Bukan kritikus yang penting,
bukan orang yang menunjukkan apa yang dapat dilakukan dengan lebih baik oleh pelaku perbuatan.
Pujian adalah milik orang yang benar-benar berada dalam arena; yang wajahnya
bersimbah debu dan keringat dan darah; yang berjuang sekuat tenaga dengan penuh
semangat; yang salah dan gagal lagi dan lagi; yang mengenal antusiasme besar,
pengabdian, dan memberikan dirinya pada hal-hal yang berarti; yang sebaik-baiknya
mengenal pada akhirnya kejayaan dari prestasi besar; dan seburuk-buruknya gagal
sekalipun tak gentar; sehingga tempatnya tak akan pernah bersama jiwa-jiwa dingin
dan penakut yang tidak mengenal baik kemenangan maupun kekalahan."

Sebenarnya hanya dibutuhkan sangat sedikit upaya untuk menyuarakan kritik.
Menghakimi orang lain tidak memerlukan gelar, kemahiran, latar belakang, atau
kualifikasi. Tidak dibutuhkan investasi waktu, sumber-sumber, atau diri. Dengan
kata lain, tak ada harganya. Dan karena itulah, kritik biasanya hanya senilai
itu: nol.

Di sisi lain, kehidupan yang dijalani dengan baik adalah yang hanya perlu
sedikit meminta maaf. Kehidupan yang baik diinvestasi dengan diri, tenaga,
sumber-sumber, dan waktu. Kehidupan yang baik kaya dalam teman-teman, rekan-rekan,
dan perbuatan baik. Kehidupan yang baik dibangun dengan upaya dan moralitas.
Dan karena itulah, nilainya tiada tara.

Sumber: Kisah-kisah Rohani Pembangkit Semangat untuk Pemimpin.

Popularity: 1% [?]

  • Share/Bookmark

Tulisan Terkait

Comments are closed.