
Muantap jack! Kualitas mengalahkan popularitas. Bertempat di Istora Senayan Jakarta, Joy Destiny Tobing
dinobatkan sebagai pemenang pertama ajang Indonesian
Idol. Dari sekitar empat juta suara pemirsa yang masuk via SMS dan telepon, mayoritas memilih perempuan
kelahiran Jakarta, 20 Maret 1980 itu. Atas kemenangannya ini Joy berhak mendapat
sebuah mobil Toyota Vios dan berbagai hadiah dari sponsor. Ia juga berhak atas sebuah album solo sebagai
hadiah dari penyelenggara. Di bawah bendera BMG, album yang berisikan lagu andalan berjudul ‘Karena Cinta’ ciptaan
Glen Fredly ini akan dirilis pada 20 September nanti.
Sambil minum sekaleng bir biru (bir bintang keluaran baru yang non alkohol)
dan memakan roti sobek ’sari roti’, sedari jam 8 malam, saya dan adik yang
paling kecil sudah tongkoringin TV nggak mau ketinggalan nonton grand final
Indonesian Idol. Nyantai dikit setelah seharian dari pagi hingga sore ikutin
acara wisuda adikku nomor dua yang sudah lulus dari Fakultas Komunikasi di
Kampus UI Depok.
Meski tidak mengikuti Indonesian Idol secara khusus dari pertama kali tayang,
saya tertarik menonton acara grand final ini karena penasaran dengan siapa
yang akan menjadi pemenang. Joy yang kerap kali dipuji atau Delon yang katanya
cuma bermodalkan tampang yang banyak digandrungi para cewek.
Akhirnya sekitar jam setengah sebelas malam diumumkan bahwa pemenangnya adalah Joy. Dengan cermat
saya mengamati Joy di layar kaca dan tersenyum. Saya melihat Joy berbisik, “Terima kasih Tuhan Yesus.”
Bahkan di tengah lagu “Karena Cinta” karangan Glen Fredly, dia berkata kepada sekitar 7.000 orang di
Istora Senayan Jakarta dan jutaan pemirsa televisi di seluruh Indonesia, “Terima kasih kepada Tuhan Yesus…”
Mendengar itu, kontak adikku yang paling kecil, langsung bangkit berdiri lalu mengacung-acungkan telunjuknya
ke layar televisi, “Yeah… gitu dong… warnai dunia dengan pemikiranmu.” Sebenarnya nggak cuma itu aja.
Dia juga sebelumnya sudah teriak saat si Delon ngomong bersyukur sama Tuhan atas kesempatannya untuk
bertarung di Indonesian Idol ini.
Salut sama Joy tentang ekspresi dan penyerahannya kepada Tuhan atas prestasinya
ini. Berbagai media rohani sudah banyak menulis bagaimana sisi kehidupan rohaninya.
Rupanya apa yang tertulis di media hanya bagian kecil saja saat melihat betapa
bersyukurnya ia memiliki Tuhan yang dengan setia menghantarkannya menjadi
orang pertama dan juara pertama di Indonesia Idol yang pertama.
Jauh sebelum mengikuti Indonesian Idol, Joy sudah ditempa selama bertahun-tahun,
bersabar dan berjuang demi cita-cita yang ingin diraihnya (Baca ‘E-mail dari
Joy Destiny Tobing’). Tercatat, ia meraih berbagai prestasi di antaranya Juara
1 Grand Final Cipta Pesona Bintang RCTI 1994, juara 1 Final Aksi RCTI 1995,
Juara 1 Grand Championship Laser Karaoke Pioneer in Asia di Shanghai, Cina,
dan di Jepang, dan lain-lain. Karena kemampuan vokalnya, ia ditawari untuk
membuat album rohani (1996), album lagu-lagu Batak, dan lagu-lagu Pop Indonesia
produksi Metrotama Record tahun 1997.
Banyak waktunya juga diisi dengan memenuhi undangan menyanyi di acara-acara perusahaan, ulang tahun,
pernikahan, malam dana rohani, dan lain-lain. Cewek asal Jakarta kelahiran 20 Maret 1980 ini percaya
bahwa rencana Tuhan itu indah pada waktunya.
Saat menyaksikan Joy berdiri sebagai pemenang lalu menangis tersedu-sedu dan berbisik, “Terima kasih
Tuhan Yesus” menunjukkan bahwa apa yang ia percaya itu menjadi kenyataan malam ini. Rencana Tuhan indah
pada waktunya.
Menurut saya, kemenangan yang Joy peroleh bukan kemenangan yang datang begitu
saja. Saya yakin, dia harus bergumul dan berdoa selama bertahun-tahun dan
terus percaya bahwa Tuhan akan memberikannya sesuatu yang luar biasa. Sesuatu
belum pernah dilihat oleh mata, didengar oleh telinga, dan belum pernah muncul
dalam hatinya.
Hal ini bisa dilihat dari bagaimana Joy diproses hingga masuk dalam kontes
Indonesian Idol ini. Pada awalnya, adik Joy dan teman-temannya yang mendaftarkan
diri ikut Indonesian Idol, namun karena tidak lolos akhirnya Joy mendaftar.
Siapa sangka, dia malah menjadi juara pertama di Indonesian Idol.
Kemenangannya semakin indah saat di penghujung acara ia menyanyikan lagu
berjudul ‘Karena Cinta’ karangan Glen Fredly. “…bukan kuat dan hebatku…
semua karena cinta…” berulang kali membahana di seluruh Istora Senayan Jakarta
bahkan di seluruh pelosok nusantara. Kita semua tahu pasti bahwa inspirasi
lagu ini berasal dari Alkitab yang mengingatkan kita kalau Tuhan memilih kita
bukan karena kuat dan gagah kita, tetapi karena kasih-Nya kepada kita.
Selepas acara, orang tua Joy, kedua adiknya dan kerabat berkumpul mengucapkan
doa bersama dipimpin oleh seorang pendeta yang khusus diajak untuk melihat penampilan
Joy malam ini. Mereka berkumpul membentuk setengah lingkaran dengan tangan diulurkan ke depan.
Mantap banget yah. Udah pemenangnya anak Tuhan, lagunya karangan anak Tuhan, ditambah lagi
isi lagunya bertemakan tentang Tuhan. Yeah… saya girang banget malam ini. Begitu acaranya selesai,
saya langsung nyalain komputer lalu mencoba menulis tentang Indonesian Idol ini.
Selamat yah buat Joy. Mudah-mudahan kamu bisa kasih teladan yang baik buat
generasi muda. Oh yah, mudah-mudahan ibadah besok di Menara Gracia, saya bisa
melihat Joy tampil membawakan lagu dan kasih kesaksian. Soalnya peserta Indonesian
Idol seperti Samuel, Bona dan Karen udah nyanyi di sana. I hope so…
* Sayang sekali dalam ibadah minggu, 5 September 2004, rupanya Joy tidak hadir. Pembicara
dalam ibadah kali ini adalah Christine Caine dari Hillsongs Australia.
Popularity: 3% [?]
Tulisan Terkait
- Tidak ada tulisan terkait.