
Siapa MxPx
Mungkin tidak banyak yang tahu atau pernah mendengar band punk Kristen bernama
MxPx kecuali mereka yang getol ngikutin perkembangan musik Kristen kontemporer
luar negeri atau sejumlah komunitas underground yang ‘tersisihkan’ oleh arus
besar band-band di luar sana. Kalaupun ada yang tahu, banyak di antara mereka
yang kasih penilaian ‘kilat’ kalau MxPx bukanlah band Kristen.
Penilaian itu emang gak salah karena MxPx mengakui hal itu dan mereka mengatakan
“We’re not a Christian band, but we’re Christians in a band".
Meski mereka berpendapat seperti itu, gak sedikit lirik-lirik yang mereka
nyanyikan secara eksplisit menggambarkan apa yang mereka percaya dan imani.
Dalam "False Fiction", Mike sang vokalis bernyanyi, "Unless
you know Christ, you won’t know how I feel. " Juga lirik dari "Do
& Don’t" mengatakan "When the time comes, He will show me
what to do and where to go." Atau pujian di lagu "Like Sand
Through the Hourglass… " yang mengatakan, "My love to You/Jesus
yes I do/And I trust in You. " Untuk album terbarunya ‘Before Everything
and After’, ia menulis, "These days, so few seem to have Faith in
the Son of man and in His Grace" dalam "You Make Me,Me".
Bagi mereka arti punk ialah berontak dari standar dunia, seperti yang Andrea
katakan, salah seorang teman MxPx, "Sebenarnya menjadi Kristen
dan menentang jalan-jalan dunia ini ialah inti dari punk. Bagi MxPx, mereka
menjalani hidup berdasar apa yang mereka percayai (percaya Kristus) dan menyukai
apa yang mereka buat. Mereka tidak mencoba menjadi apapun selain diri mereka
sendiri."
Mike menjelaskan bahwa liriknya merupakan refleksi dari imannya, “Itu
semua tentang ekspresi diri. Aku harus punya integritas. Aku tidak bisa berkata
hanya karena kami band punk, maka harus melakukan apa yang band punk lain
lakukan. Tapi tetap walau kami Kristen, tapi kami bukan misionaris. Kami tidak
mencoba menjangkau, makanya tidak semua lagu kami menyentuh tema kekristenan."
Apa yang dikatakan Mike memang benar. Kita memang akan menjumpai lirik-lirik
lagu lain yang banyak berbicara tentang masalah anak muda sehari-hari seperti
cinta dan cewek yang katanya lebih sering bikin pusing. Ups.. sorry girls…
gak salah kan? 
Awal Mula Berdiri
MxPx sudah menjadi inspirasi (thought provoking) bagi banyak orang
terutama kawula muda yang gemar aliran punk. Band yang sudah menghasilkan
12 Album dalam 9 tahun ini dibentuk tahun 1993 di Bremerton, Washington oleh
tiga orang punkers, Mike Herrera (vokal/bass), Yuri Ruley (drum) dan Andy
(gitaris pertama MxPx) yang waktu itu masih SMU.
Kesukaan Andy pada kaus bermotif kotak-kotak menjadi inspirasi nama band
mereka, Magnified Plaid – sebenarnya mereka pun tidak menyukai nama ini hingga
mereka singkat menjadi M.P. Tapi di tangan Yuri yang juga menjabat sebagai
disainer dari poster/flyer konser awal mereka, nama ini berubah jadi MxPx
yang bertahan sampai sekarang.
Waktu anak muda seusia mereka baru punya SIM, mereka sudah merilis debut album
mereka, ‘Pokinatcha’ di bawah Tooth and Nail Records (disingkat T&N Records),
yang dengan cepat menjadi album best-seller Tooth and Nail tahun 1995. Tapi
setelah debut album mereka keluar, karena beberapa hal, posisi Andy digantikan
oleh Tom Wisniewski. Formasi Tom dan Yuri ternyata klop banget dalam bermusik-mungkin
salah satu alasannya karena Tom sempat menjadi drummer selama setahun, dalam
band lain.
Lewat ‘Pokinatcha’, MxPx menjadi terkenal di komunitas skate/surf dan punk
underground yang dengan cepat diikuti oleh ‘Teenage Politics’ dengan hit single-nya
"Teenage Politics". Tidak lama kemudian mereka diwisuda (SMU) dan
hanya 2 hari setelahnya MxPx, pergi tur keliling AS pertama.
Jalan menuju sukses di pasar sekuler sebenarnya terbuka ketika album ke-5
‘Life In General’ dirilis tahun 1996, ketika label sekuler A&M Records
tertarik dan kemudian bekerjasama dengan Tooth and Nail Records merilis ulang
album tersebut. Album ini menghasilkan klip "Chick Magnet" yang
sering diputar di MTV dan membawa MxPx tur dengan band-band seperti Rancid,
Bad Religion dan NOFX.
Bahkan album ini juga dirilis oleh label Indonesia, jadi kalo kamu jeli mungkin
bisa cari di toko-toko kaset sekuler. Kenyataannya, hampir semua album mereka
sudah beredar secara underground (penjual kaset di pinggir jalan) di Indonesia.
Kini, di album ke-12 dan terbaru, ‘Before Everything and After’, MxPx bergabung
sepenuhnya dengan A&M Records. Dengan dukungan dana dan promosi yang kuat
dari label besar ini, kita berharap mereka bisa tampil mencapai prestasi puncak
di dunia musik sekuler.
‘Before Everything and After’ ditangani oleh produser Dave Jerden (Jane’s
Addiction, Alice In Chains, Offspring) dan dimixing oleh duo Tom Lord-Chris
Lord Aige. Kali ini MxPx menunjukkan mereka bisa jadi benar-benar pop. Nama-nama
seperti Benji Madden dari Good Charlotte, Jordan pundik dari New Found Glory,
dan Kris Roe dari The Ataris juga ikut menyumbangkan suaranya di beberapa
lagu.
Bila dibandingkan dengan Band Punk tersohor seperti Green Day, musik punk
MxPx bisa dibilang masih pure (murni). Hentakan musik punknya lebih kasar,
loud dan cepat. Kalau kamu doyan teriak-teriak dengan tempo cepat, nggak ada
salahnya punya kaset MxPx. Selain liriknya membumi, musiknya juga banyak yang
enak didengar. Jangan salah, ada juga loh lagu mereka yang nge-punk tapi melodinya
slow… dengernya asyik jack!
Links
Untuk informasi lebih jauh tentang MxPx, kamu bisa kunjungi website di bawah ini:
Albums
 |  |  |
Pokinatcha (1994) Tooth and Nail Records | On The Cover (EP) (1995) Tooth and Nail Records | Teenage Politics (1995) Tooth and Nail Records |
 |  |  |
Move To Bremerton (EP) (1996) Tooth and Nail Records | Life in General (1996) Tooth and Nail Records | Slowly Going The Way Of The Buffalo (1998) |
 |  | |
Let it Happen (1998) Tooth and Nail Records | The Everpassing Moment (2000) | At the Show (1999) |
The Renaissance EP (2001) | Ten Years And Running (2002) | Before Everything & After ( 2003) |
Popularity: 7% [?]
Tulisan Terkait
- Tidak ada tulisan terkait.