Some things are not debatable; there is no other side to them. There is only God's side. - A.W.Tozer
Bible Study

Kumpulan Bahan Belajar Alkitab dalam format file pdf.

Computer & Internet

Semua tips komputer dan internet yang wajib untuk diketahui

Download

Wallpaper, Clipart, semua yang gratis ada di sini.

Jokes

Tempat melepas penat dengan tertawa.

Renungan

Tempat merenungkan kebaikan dan kasih setia Tuhan.

Home » Daily Life

Spider-Man 2 & The Punisher

Submitted by riel on 19/07/2004 – 9:05 PM | 544 views
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Spider-Man 2Dua hari
ini, Sabtu-Minggu, 17-18 Juli 2004, saya luangkan waktu untuk menonton dua
kisah komik yang dibuat versi layar lebar, Spider-Man
2 dan The Punisher.
Pertama kali saya mengenal The Punisher, kalau tidak salah, sewaktu saya masih
SMP. Setiap kali ada uang, saya berusaha membeli komiknya dan kalau bisa mengkoleksinya. Tapi sayang, orientasi saya tentang buku lebih
kepada pengetahuan bukan hiburan, sehingga buku-buku komik tidak terlalu banyak di rumah.

Sabtu sore, 17 Juli 2004, saya duduk di sebuah bioskop murah yang tidak ada
label ‘21′-nya di Jatinegara. Namun, meskipun begitu, tempatnya cukup baik
dan lokasinya dekat dengan rumah. Sepertinya dulu ada ‘21′-nya tapi entah
mengapa dua tahun belakangan ini, nama bioskopnya berubah dari ‘Nusantara
21′ menjadi ‘Nusantara’.

Harga tiket masuk (HTM) Rp 12.500 dan Nomat (Nonton Hemat) setiap Senin, Rp 10.000. Dengan uang sebesar kita, kita disuguhkan
tontonan film box office. Jangan salah, bioskop Nusantara bukanlah bioskop murahan yang sering memutar film pembangkit libido
dengan judul yang bikin berdebar-debar seperti ‘Ranjang Terlarang’, ‘Gairah Binal’, dan sebagainya.

Apa yang saya dapat setelah menonton kedua film ini? Kedua film ini menyuguhkan dua sisi ekstrim yang jauh berbeda. Film
Spider-Man menyuguhkan film kepahlawanan dari seorang manusia baik-baik dalam membela kebenaran. Dia harus berkutat dengan
masalah tagihan bulanan, uang yang pas-pasan, masalah kuliah, semua masalah dalam kehidupan sehari-hari. Itulah mengapa, karakter
ini menjadi dekat di hati penonton. Spider-Man harus menghadapi dilema, apakah membela yang lemah atau bersikap cuek demi
kepentingannya sendiri.

Satu hal yang tidak saya sangka dari film Spider-Man 2 ini, adalah rangkaian
emosi cinta antara Peter Parker (Spider-Man) dan Mary Jane. Bagi saya, kisah
romantisme mereka dalam film ini patut diacungkan jempol. Kita dibawa hanyut
dengan perasaan cinta yang sengaja dipendam demi kebaikan orang yang dicintai
itu. Apalagi adegan saat Mary Jane akhirnya meninggalkan pernikahannya, dan
datang ke kamar sewa yang kumuh dimana Peter Parker sedang termenung membayangkan
kekasih hatinya menikah dengan orang lain. Mungkin, cerita cinta ini yang
membuat film Spider-Man 2 mempunyai nilai lebih. Bayangkan saja, ketika film
selesai dan saya membalikkan tubuh melihat ke belakang, saya melihat beberapa
orang gadis memegangi tisu. Mungkin mereka terharu dengan kisah cinta dalam
film ini. Berbagai pengamat film yang tercantum di Yahoo
Movies
memberikan nilai A dan B+ untuk film ini.

Film Spider-Man 2 memang jenis film untuk semua umur yang menghibur. Bila kamu mempunyai waktu dan uang, saya juga menyarankan untuk
menonton film ini, yah, sekedar bersantai mengobati kejenuhan dari berbagai rutinitas.

Hari Minggunya, 18 Juli 2004, saya menonton film The Punisher. Tidak banyak
yang bisa saya ceritakan tentang film ini. Film ini bercerita tentang seorang
agen polisi yang memutuskan menjadi The Punisher setelah seluruh keluarganya
dibantai oleh mafia. Film ini masuk kategori dewasa karena sarat dengan kekerasan
yang vulgar. Kita bisa menyaksikan bagaimana kepala seorang penjahat Rusia
dibacok dengan sebuah golok besar, bagaimana seorang Howard Saint, bos mafia,
membunuh sahabatnya dan istrinya sendiri. Tidak kalah sadisnya, The Punisher
membantai seluruh penjahat dengan senjata dan bom. Tidak ada penjahat yang
lolos. Dari segi cerita, film ini mirip-mirip Gladiator, Blade, semua jenih
film bercorak kekerasan dengan latar belakang balas dendam.

Bagi saya, menonton Film The Punisher hanya membuat kita yang mencari hiburan
tambah stres. Dari segi cerita, film ini kurang menarik. Kita hanya disuguhkan
cerita pembantaian demi balas dendam yang mungkin bagi beberapa orang memberikan
kepuasan tersendiri.

Popularity: 1% [?]

  • Share/Bookmark

Tulisan Terkait

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.