It is quite impossible to worship God without loving Him. - A.W.Tozer
Bible Study

Kumpulan Bahan Belajar Alkitab dalam format file pdf.

Computer & Internet

Semua tips komputer dan internet yang wajib untuk diketahui

Download

Wallpaper, Clipart, semua yang gratis ada di sini.

Jokes

Tempat melepas penat dengan tertawa.

Renungan

Tempat merenungkan kebaikan dan kasih setia Tuhan.

Home » Tips & Thoughts

Milih Presiden Nyok

Submitted by riel on 03/07/2004 – 6:12 PM | 168 views
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Tanggal 5 Juli udah deket, tinggal tidur dua malam lagi, kita udah berdiri dalam bilik suara mencoblos
presiden dan wakil presiden pilihan kita. Tetapi sekarang pertanyaannya, siapa yang kita pilih dan apa motivasinya.

Seorang rekan berniat memilih si A karena tampangnya ganteng. “Cuma itu,”
saya bertanya. “Orangnya kayaknya baik udah gitu pinter nyanyi pelangi di
matamu,” jawabnya. Orang seperti rekan saya ini rupanya banyak juga. Mereka
memilih karena bosen dengan yang lain dan memilih yang ganteng saja. Ganteng-ganteng
tapi brutal gimana?

Trus ada juga yang berniat milih karena calonnya yang paling ‘cantik’ dari
semuanya. Ada yang milih karena pilihannya punya kumis yang keren udah gitu
pengusaha lagi. Bahkan ada yang milih karena kebagian ’sembako’ dalam serangan
fajar yang sudah kerap dilakukan dalam pemilu-pemilu sebelumnya.

Setiap kali Pemilu, muncul istilah-istilah tentang para pemilih ini. Ada
yang menyebut pemilih tradisional untuk menyebut pendukung
PDI Perjuangan, Golkar dan Nahdlatul Ulama. Dalam hal ini NU mendukung Hasyim
Muzadi dan Salahuddin Wahid, masing-masing calon wakil buat Megawati dan Wiranto.
Buat pendukung Amien Rais dan Susilo Bambang Yudhoyono disebut pemilih
rasional
. Tapi ada satu yang perlu kita pikirin yaitu pemilih
emosional
, lebih menggunakan ‘emosinya’ daripada pikiran ‘rasionya’.
Suatu pagi di pasar, si pemilih terharu saat dijabat tangannya oleh sang calon
presiden saat kampanye di pasar. Karena terharu, dia memilih calon itu saat
pemilu.

Atau mau yang lebih gampang, kita memilih karena tetangga, bokap, nyokap,
keluarga, orang sekampung atau orang satu gereja milih si A. Milih rame-rame
yang bersifat primordial lebih asoy dan gampang, nggak perlu mikir apalagi
pake hati nurani. Milih rame-rame ini emang udah jadi ciri rakyat kebanyakan
termasuk kita sendiri. Tul gak? Ayo ngaku aja…

Entah siapa capres/cawapres yang sobat UF pilih, semuanya terserah hati nurani
dan pertimbangan masing-masing. Saya mah cuma mau bilang, apapun motivasinya,
entah itu kamu masuk kategori pemilih tradisional, rasional, emosional, atau
pemilih rame-rame, selamat mencoblos calon yang Anda pilih hari Senin, 5 Juli
2004 nanti. Mudah-mudahan orang yang kamu pilih menang jadi presiden RI ke-6.
Kalau saya mah mau pilih yang paling … aja. Itu juga terpaksa, karena memilih
yang terbaik dari yang terburuk.
Ciaou…

Popularity: 1% [?]

  • Share/Bookmark

Tulisan Terkait

2 Comments »

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.