Kita semua tentu sudah pernah membaca kisah biografi Yusuf. Bila kamu tipe pembaca yang langsung melihat bab terakhir sebuah cerita, kamu tentu sudah tahu akhir ceritanya. Namun, bagi kamu yang belum tahu kisahnya, kamu mempunyai kesempatan untuk melihat perbuatan Tuhan dalam kehidupan Yusuf hingga tiba pada bab terakhir.
Yusuf adalah anak kesayangan yang suka bermimpi tentang hal-hal yang besar. Ia dibenci oleh saudara-saudaranya lalu menjual Yusuf sebagai budak. Ia menjadi pelayan kepala pengawal raja lalu dituduhkan hal yang jahat karena ia melakukan kehendak Allah. Kita juga telah mengetahui bahwa Yusuf dengan setia bekerja saat dipenjara. Akhirnya, kita melihat ia berdiri mewakili Firaun memerintah tanah Mesir. Ada baiknya bila minggu ini kita membaca kisah lengkap Yusuf lalu mempelajarinya lebih dalam. Kita bisa memulainya dari Kejadian 37:1-36 ; 39-50.
Ketika membaca kisah kehidupan Yusuf mungkin akan timbul suatu pemikiran betapa banyaknya tahun yang terbuang sia-sia dalam kehidupan Yusuf. Ia terpaksa menjadi seorang budak lalu dipenjara tanpa kesalahan apapun. Bagi kita, tahun-tahun yang penuh kesukaran, kegagalan dan ketidakadilan adalah tahun yang terbuang percuma.
Namun, apa kisah akhir dari kehidupan Yusuf? Ia menjadi murid Allah yang berhasil melalui berbagai pengujian dan di tahun-tahun terakhir hidupnya ia bersukacita. Ia sudah belajar untuk tetap setia meski orang-orang yang ia percayai berlaku tidak setia padanya. Ia telah belajar untuk tetap sabar meski penantiannya berubah dari bulan menjadi tahun. Ia telah belajar untuk menanggalkan semua kepunyaannya, semua mimpi-mimpinya agar Allah yang Maha Besar membuat mimpi-mimpinya menjadi kenyataan.
Ada banyak kejadian dalam hidup kita yang membuat kita sulit mengampuni. Tapi dari Yusuf kita belajar, bahwa semua kejadian pahit yang kita alami mengajar kita untuk memberikan pengampunan kepada orang-orang yang bersalah kepada kita. Kita memang terluka, sama seperti Yusuf yang menangis meraung-raung saat mengampuni saudara-saudaranya. Puluhan tahun Yusuf menjalani kehidupan di luar kendalinya, namun Tuhan tetap mengendalikan semua rencana-Nya dalam kehidupan Yusuf.
Yusuf berkata, “Janganlah bersusah hati dan menyesali diri atas apa yang sudah kamu lakukan. Aku memaafkanmu. Ada suatu tujuan yang jauh lebih dalam dari yang bisa kamu mengerti, dan ada Tuhan di belakang tujuan itu yang jauh lebih besar daripada yang pernah kamu ketahui. Jadi bukanlah kamu yang menyuruh aku ke sini, tetapi Allah; Dialah yang telah menempatkan aku di sini untuk mendahului kamu agar aku bisa memelihara hidupmu.” (Kej 45:5-8). Dalam kehidupannya Yusuf telah belajar menanggalkan semua milik dan keinginannya kepada Allah, agar Allah yang memelihara dan bertanggung jawab atas kehidupannya. Hidupnya bergantung kepada Allah.
Iblis berusaha dengan segala cara mengalihkan perhatian kita pada Allah. Ia tertawa girang saat mendapati ‘berhasil’ menjatuhkan kita lewat tekanan dan pencobaan. Tekanan itu memang nyata. Sakit hati memang nyata. Konflik memang nyata. Tapi itu semua akan berakhir sebab semuanya ada dalam
kendali Allah.
Sudahkan kamu membaca kisah Yusuf? Puluhan tahun ia ditindas dan difitnah berulang kali, namun Tuhan tetap memperhatikannya. Bukannya Tuhan berbuat jahat sehingga membiarkannya ditindas. Iblis mereka-rekakan yang jahat atas hidupnya tetapi Tuhan menggunakan yang jahat itu menjadi kebaikan dalam kehidupan Yusuf.
Betapapun kelamnya masa lalumu, betapapun sulitnya kamu mengampuni dirimu sendiri akibat perbuatan dan dosa-dosamu, ketahuilah Tuhan ikut menangis setiap kali kamu berulang kali meminta ampun kepada-Nya. “AKU sudah mengampunimu, mengapa kamu masih merasa berdosa? Jangan takut, AKU sudah melupakan semua dosa-dosamu. Aku akan memelihara kamu dan keluargamu. Aku akan menyertaimu.”
Jangan biarkan iblis membuatmu terus terpaku pada tahun-tahun yang penuh kehancuran dan kekecewaan. Sebab semua yang telah terjadi, Tuhan menggunakannya untuk mendatangkan kebaikan bagimu. Kemuliaan-Nya menjadi nyata dalam hidupmu.
Semua cara yang iblis gunakan, semua ‘kesalahan’ atau ‘tragedi’ dalam hidupmu, semuanya ada dalam tangan Tuhan untuk mengubahkannya menjadi seturut rencana-Nya, memberimu kehidupan.
Pernikahan yang gagal, kematian yang hampir tiba, sakit penyakit, kelemahan fisik, semua penolakan… iblis bermaksud jahat atas semua itu. Ia menggunakan semua itu untuk mematikan kehidupan imanmu sehingga yang kita lihat hanyalah hidup yang hancur dan mimpi yang kandas.
Tetapi, sudahkah kita melihat bahwa Tuhan Allah kita mengambil kepingan-kepingan hidup kita lalu menyusunnya kembali sehingga merefleksikan terang-Nya? Ketika dilihat dari penglihatan-Nya, kepingan-kepingan itu menyatu membentuk pola rencana-Nya dan menghasilkan sebuah gambaran empat dimensi yang dibutuhkan oleh dunia ini, gambaran Yesus Kristus dalam kehidupan kita.
Perhatikan kehidupan Yusuf. Perhatikan kehidupan Yesus Kristus. Tidakkah kau melihat aplikasinya dalam hidupmu? Tuhan mempunyai rancangan yang indah dan luar biasa dalam hidupmu. Iblis bisa berusaha menggoyahkan rencana itu dengan mendatangkan berbagai kesulitan dalam perjalanan hidupmu. Lalu kamu mulai menangis, “Apakah masih ada harapan?” Iblis mereka-rekakan yang jahat bagimu, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikanmu.
Ia mempunyai rencana yang jauh lebih dalam, jauh lebih kaya, jauh lebih indah dari yang bisa dimengerti oleh pikiran manusia. Rencana-Nya kekal. Bukanlah kehendak Tuhan dimana tragedi menguasai hidupmu. Hidup di dunia yang kacau dan dikuasai dosa ini, kita rentan terhadap penyakit dan kekecewaan, begitu pula kita rentan untuk mengambil keputusan yang salah. Dengan segala cara iblis berusaha menjatuhkan kita sehingga setiap luka seakan tidak akan pernah disembuhkan.
Tetapi, puji syukur kepada Allah. Ia mengambil semua luka… pengalaman yang buruk.. pengalaman yang menyakitkan.. tidak hanya menutupinya dengan darah-Nya, Ia juga menggunakan itu semua sebagai titik dimulainya kehidupan baru bahkan pekerjaan yang jauh lebih indah dalam hidup kita. Apapun yang telah terjadi, iblis mereka-rekakan yang jahat tetapi Tuhan mereka-rekakannya untuk kebaikan kita. Berikan hidupmu kepada Tuhan, percayalah kepada-Nya.. dan Ia akan membawamu kepada rencana-Nya yang indah dalam hidupmu.
Popularity: 1% [?]
Tulisan Terkait